
Keesokan harinya...
Setelah berkonsultasi dengan Dokter akhirnya Adel diijinkan untuk kembali kerumah hari ini. Dengan dibantu Meli akhirnya keperluan Adel telah selesai dikemas.
Setelah menyelesaikan administrasi Kevin kembali ke ruangan istrinya dengan membawa kursi roda. Adel yang melihat suaminya membawa kursi roda mengernyitkan dahinya.
“Untuk apa mas?” tanya Adel setelah suaminya berada didepannya. “Untukmu sayang ayo” ucap Kevin lalu menggendong istrinya dan mendudukkan istrinya dikursi roda.
“Buat apa mas, aku bisa jalan” seru Adel dengan wajah kesal.
“Kamu lagi hamil yang, aku gak mau kamu capek” ucap Kevin dengan mendorong kursi istrinya. “Sudah semua mel?” tanya Kevin pada Meli.
“Sudah” saut Meli lalu mereka berjalan meninggalkan ruangan Adel.
Selama perjalanan banyak orang yang menunduk hormat ketika Kevin berjalan menuju parkiran. Semua itu tidak luput dari pandangan Meli. Meli pun bingung kenapa semua orang seperti hormat pada Kevin. Akhirnya ia memberanikan diri bertanya pada Rudi.
“Om om” panggil Meli pada Rudi.
Ya sering kali Meli memanggil om pada Rudi karena ia ingin menggoda Rudi agar kesal. Rudi yang dipanggil Meli akhirnya menoleh padanya.
“Ckk apa? Udah dibilang jangan panggil om” ucap Rudi dengan kesal.
“Heheh, Meli mau tanya” ucap pelan Meli.
“Tanya apa?” saut Rudi.
“Kenapa orang disini pada nunduk hormat saat Mas Kevin jalan” seru Meli.
“Oh itu, karena rumah sakit ini milik dia” ucap enteng Rudi.
“Apa?” Meli membelalak kaget. “Rumah sakit ini milik dia sendiri” seru Meli dengan wajah kaget.
“Iya bener” saut Rudi.
“Kaya bener” lirih Meli dengan menatap punggung Kevin.
“Hahahah kamu masih tau satu, belum yang lain” seru Rudi dengan wajah sombong.
“Ckkk sombomg sekali” dengus kesal Meli.
Akhirnya mereka telah sampai di parkiran. Dengan dibantu Meli, Adel berpindah duduk dimobil. Dan kursi rodanya diraih oleh Kevin dan diletakkan di bagasi. Setelah itu Kevin berjalan menuju pintu kemudi. Sebelum masuk ia menatap ke arah Rudi.
“Lo bawa mobil sendiri? Apa naik bareng gue?” tanya Kevin ketika ia sudah sampai didekat pintu kemudi.
“Gue ngikutin lo dari belakang soalnya gue bawa mobil sendiri” jawab Rudi. “Oke hati-hati” saut Kevin lalu masuk kedalam kursi kemudi.
Dengan perlahan ia melajukan mobilnya menembus keramaian jalan yang mulai padat.
--*--
__ADS_1
Di parkiran rumah sakit..
“Ayo” ajak Rudi ketika Kevin sudah melajukan mobilnya.
Meli hanya menganggukkan kepalanya lalu mengikuti langkah Rudi menuju mobil miliknya.
Hendak meraih handle pintu mobil, ada seseorang yang menarik tangan Meli. Sontak Meli langsung menoleh dan bergegas memeluk seseorang didepannya.
“Lo kesini?” tanya Meli setelah pelukan mereka terlepas. “Iya gue kemari, Adel ruang berapa?” tanya seseorang yang tak lain adalah Tyo.
“Adel barusan pulang, ayo kita kerumahnya” ajak Meli.
“Gue gak bawa mobil” seru Rudi dengan kesal ketika ia mengingat mobilnya masih dibengkel.
“Tumben banget, napa mobil lo?” tanya Meli
“Biasa, bengkel” seru Tyo dengan malas.
“Hah gue kira kenapa” dengus Meli.
“Bentar ok” saut Meli, lalu Meli memasukkan kepalanya ketika pintu terbuka.
“Tyo boleh gabung mobil ini gak om? Dia gak bawa mobil” seru Meli menatap Rudi yang sedang berada di kursi kemudi.
“Boleh” jawab singkat Rudi.
“Makasih om” pekik senang Meli, lalu ia menarik kepalanya agar keluar dari pintu mobil dan menegakkan kembali tubuhnya
Tyo menganggukkan kepala lalu ia bertukar posisi dengan Meli. Tyo berada didepan samping kemudi dan Meli dibelakang.
Setelah pintu tertutup akhirnya Rudi melajukan mobilnya dengan kecepatan yang sedikit tinggi, mengingat mobil Kevin telah menjauh tak terlihat.
----*----
Dimobil Kevin..
Setelah beberapa saat hening akhirnya Adel bersuara.
“Sayang?” panggil lembut Adel
“Hmmm”
“Mampir ke market boleh?” ucap pelan Adel.
“Boleh sayang, tunggu didepan ada market oke” saut Kevin dan Adel pun menganggukkan kepala.
Setelah beberapa menit akhirnya mobil mereka sampai didepan market. Dengan pelan Kevin membantu Adel untuk turun dari mobil.
“Apa kamu yakin mau ikut masuk sayang?” tanya Kevin memastikan setelah membantu Adel turun.
__ADS_1
“Iya sayang serius” dengan wajah yakin. “Aku bisa berjalan sayang jadi jangan khawatir oke. Aku hamil bukan sakit sayang” sambung Adel dengan mencium kilas pipi Kevin.
“Ayo” ajak Adel lalu keduanya berjalan masuk supermarket.
Dengan tanggap Kevin sudah membawa 1 keranjang kosong untuk tempat belanjaan istrinya. Adel segera melangkahkan kakinya menuju tempat buah. Matanya berbinar ketika melihat buah yang ia inginkan lengkap tersedia disana.
Segera Adel mengambil Strawberry, Kiwi, Apel, Alpukat dan Anggur. Setelah mengambil buah Adel segera ke bagian sayur. Ia membeli beberapa sayur yang menurutnya ia ingin makan. Setelah selesai ia langsung pergi ke bagian es krim.
Seperti orang mendapatkan harta karun, wajah Adel sumringah ketika melihat es krim bermacam-macam didepannya. Ia mengambil sekotak es krim coklat dan vanila. Kevin yang melihat hanya diam dengan tersenyum, karena baru kali ini Adel berbelanja banyak untuk dirinya sendiri. Biasanya ia belanja untuk semua keluarga tetapi hari ini ia belanja untuk yang akan ia makan sendiri.
Selesai dengan belanjaannya akhirnya segera kevin membayarnya di kasir. Setelah membayarnya akhirnya Kevin memgangkat kantung belanjaan ke mobil. Ia meletakkan ke kursi penumpang belakang dan membantu istrinya untuk duduk didepan.
“Terimakasih sayang” ucap tulus Adel
“Sama-sama” saut Kevin dengan memegang pipi istrinya tersebut.
Dengan segera Kevin berjalan menuju kursi kemudi dan masuk. Kevin melajukan mobilnya kembali menuju rumahnya.
Disisi lain Meli, Tyo dan Rudi sudah sampai terlebih dahulu di rumah Kevin. Mereka sudah disambut oleh keluarga Kevin dan Adel disana. Wajah sumringah keluarga besar tersebut terlihat. Mama Nora menghampiri Rudi, Tyo dan Meli lalu memeluknya secara bergantian.
“Mana menantu tante sama anak nakal tante Rud?” tanya Mama Nora
“Mereka masih dibelakang tante” jawab Rudi.
“Yasudah ayo kalian masuk, pasti kalian capek yah. Kevin bilang kalau kalian semalam tidur di rumah sakit” seru Mama Nora
“Iya bener tan, Adel yang minta kita tinggal akhirnya kami iyain” jawab Meli
“Oh iya Mel Yo, kalian gak masuk kuliah nak?” tanya Mama Nora
“Lagi libur tan” ucap Meli
Beberapa menit kemudian..
Samar-samar terdengar bunyi mobil didepan pintu utama. Dengan segera semua keluarga ikut keluar untuk menyambut kehadiran Adel dan Kevin.
Terlihat dari balik pintu mobil, Adel keluar dengan dibantu oleh Kevin. Mama Nora dan Mama Angel segera mengambil ahli tangan Adel.
“Selamat datang kembali sayang dan cucu mama ini” ucap Mama Angel dengan memeluk putrinya. “Semoga anak mama dan cucu mama sehat selalu” sambung Mama Angel dengan menitikkan air matanya. Segera Adel hapus air mata mamanya dan memeluknya kembali.
“Selamat datang juga menantu mama tersayang dan calon cucu mama ini” seru Mama Nora dengan memeluk Adel. “Sehat terus ya calon cucu Oma” sambung Mama Nora dengan mengusap perut Adel setelah pelukan mereka terlepas.
“Ayo ma bawa Adel masuk” seru Kevin dengan membawa barang belanjaan dibantu Rudi.
Dengan perlahan Adel dan yang lainnya memasuki rumah yang sudah sangat dirindukan oleh Adel. Melihat wajah bahagia dari semua keluarga membuat hati Adel menghangat. Bagaimana tidak, keluarga yang dulu ia mimpikan ternyata sekarang tercapai. Ia memiliki suami yang baik, mertua yang mau menerima dia dengan apa adanya. Ada Mama dan kedua adiknya yang selalu menyemangati Adel. Sudah cukup bahagianya sekarang dan ditambah beberapa bulan nanti kedatangan 1 anggota kecil penyempurna pernikahannya.
-------*-------
Minta VOTE nya dong, kan author udah semangat loh ini buat update tiap hari.
__ADS_1
Jangan lupa like yah dan kasih komentar oke. biar author makin semangat.
Dan Kunjungi karya Author yang baru judul Azzahra dan Azkiyah. Like yah dan Favorit. ceritanya bakal beda dari ini.