
“Lo Rey”kaget Adel
“Iya gue Del, lo apa kabar?” tanya Rey dengan menyodorkan tangannya.
Sementara Adel belum menanggapi tangan Rey melainkan ia menatap sang suami melalui matanya. Kevin pun sama ia menatap sang istri. Ia tau sang istri menunggu persetujuannya untuk membalas salam dari Rey.
Kevin menggeleng pelan akhirnya Adel menurut. Ia tau sang suami sangat posesif padanya. Jangankan Rey, Kak Rudi saja yang tiap hari kesana tidak boleh memegang Adel kecuali darurat dan tak ada Kevin.
“Kabarku baik” ujar Adel tanpa membalas tangan Rey.
Rey hanya meringis akhirnya menyodorkan tangannya pada Kevin.
“Kak Kevin Apa kabar?” tanya Rey basa-basi
“Gue baik” ujar cuek Kevin
Adel meringis pula tapi ia juga tak bisa berbuat apa-apa. Bagaimana pun ia juga tau selama menikah Kevin adalah orang dingin diluar.
“Lo sendiri gimana kabarnya Rey?” Adel mencoba mengalihkan
“Ah gue baik” ujar Rey dengan mengusap tengkuknya untuk menghilangkan kecanggungannya.
“Syukurlah”
“Lo gak mau lanjut kuliah Del?” tanya Rey
“Gue hamil Rey sekarang jadi gue diem dirumah dulu” ucap Adel
“Oh hamil? Alhamdulillah selamat yah”
“Iya Rey sama-sama” saut Adel
Kevin masih diam tapi dia juga senang karena selama Adel mengobrol dengan Rey istrinya tersebut tak menatap Rey sama sekali. Melainkan Adel mencuri pandang kearah Kevin.
“Yaudah gue sama istri gue kesana dulu” pamit Kevin
“Bye Rey” ujar Adel
Rey hanya tersenyum lalu ia menatap punggung Adel dan Kevin yang menjauh.
Sedangkan Adel dan Kevin mereka berjalan menuju pelaminan. Mereka ingin berpamitan kepada pengantin baru tersebut.
Setelah berbincang sebentar dengan Rudi dan Meli, akhirnya mereka pulang. Disepanjang jalan Kevin tak melepas tangan Adel. Apalagi ia malah tersenyum terus terlihat bahagia. Adel pun yang melihat juga heran.
“Mas baik-baik aja kan?” tanya Adel
“Baik sayang kenapa?” tanya balik Kevin.
__ADS_1
“Enggak mas aneh aja menurut Adel”
“Enggaklah mas lagi bahagia aja” saut Kevin
Adel mengernyit heran. “Bahagia mas?” tanya bingung Adel
“Iya sayang bahagia banget malah”
“Memangnya kenapa?” Adel makin penasaran
“Karena kamu” ujar Kevin ambigu
“Maksutnya gimana sih mas?” suara Adel mulai tinggi
Ya namanya bumil mah gak sabaran dan cepet emosi ya gini Adel pengennya gak basa-basi.
“Kamu sudah bisa jaga diri sayang, udah batasin ngobrol sama temen kamu. Apalagi tadi kamu gak lihat dia” ujar Kevin dengan mencium punggung tangan Adel
“Astaga mas aku kira apa. Tapi kan memang aku gak mau buat kamu cemburu sayang” Adel tersenyum
“Makasih yah”
“Sama-sama mas” seru Adel
“I love you”
Adel memandang wajah suaminya dengan bahagia. Ia senang sekali mendengar sang suami menyatakan cintanya. Sejujurnya ini bukan kali pertama tapi ia juga sangat bahagia ketika Allah sudah membolak balikkan hati sang suami.
“Terimakasih ya Allah, engkau selalu mengabulkan doaku ya Allah. Suami yang dulu tak pernah menganggapku, suami yang tak mencintaiku. Suami yang menikah karena dijodohkan oleh mamanya akhirnya sekarang menerimaku. Mencintaiku dengan ketulusan hatinya. Menjagaku dan buah hati kami. Terimakasih ya Allah tak ada yang lebih membahagiakan kecuali ini ya Allah” gumama Adel dalam hati sambil tersenyum memandang wajah suaminya
Kevin yang ditatap pun langsung menatap sang istri. Ia juga tersenyum, kembali menggenggam tangan sang istri dan menciumnya.
“Ya allah ini tangan istri yang selalu mendukungku. Istri yang mencairkan hatiku yang dulu membeku. Istri yang mengajarkan aku arti kehidupan ya Allah. Istri yang selalu setia padaku, selalu mengurusku dan sekarang ia lebih memilih menjaga anak kami daripada kuliahnya ya Allah. Terimakasih kau telah membukakan hatiku untuk bidadari syurga sepertinya” gumam Kevin dalam hati. Senyum terpancar di bibir Kevin.
Hingga akhirnya mobil yang mereka tumpangi sampai didepan rumah Kevin. Kevin mematikan mesin mobilnya dan menatap sang istri. Ternyata sang istri ketiduran sambil menatap kearahnya.
“Lihatlah ketika tidur saja kamu menggemaskan sayang” lirih Kevin
Kevin langsung turun dan memutari mobilnya. Membuka pintunya dan segera menggendong sang istri kedalam rumah. Keadaan rumahnya masih sore dan terlihat Mama Nora dan Mama Angel berada di ruang tamu.
“Kalian sudah datang?” tanya mama Angel.
“Sudah ma, bentar ya aku taruh Adel dulu” ujar Kevin
Kevin segera membawa Adel ke kamar mereka dan meletakkan dengan hati-hati istrinya di ranjang. Membuka sepatu sang istri dan mengganti pakaian sang istri dengan telaten. Sesudahnya ia menutup dengan selimut dan tak lupa mencium kening Adel.
“Selamat tidur my wife”
__ADS_1
Kevin lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya setelah selesai ia berjalan menuju ruang tamu.
“Gimana acaranya nak?” tanya Mama Nora
“Lancar ma” saut Kevin. “Mama gak kesana?” tanya Kevin
“Sebentar lagi mama kesana sama papa” celetuk Mama Nora
Kevin mengangguk lalu ia membuka ipadnya untuk melihat pekerjaannya. Sedangkan Mama Nora dan Mama Angel memilih mengobrol berdua.
Hampir 1 jam Kevin di ruang tamu akhirnya ia mulai lelah. Berpamitan kepada dua mamanya Kevin kembali ke kamarnya. Terlihat istrinya yang masih nyenyak dalam mimpinya. Kevin hanya bisa tersenyum kecil menatap sang istri yang tidurnya tak terusik sama sekali. Padahal Kevin sudah mengganti baju dan Adel tak terbangun. Sungguh ajaib sang istrinya itu.
Kevin segera merangkak ke ranjang dan memeluk sang istri dari samping.
--*--
Di lautan yang indah dan langit menggelap ada seorang lelaki yang duduk diatas pasir putih dengan penampilan yang sudah acak-acakan. Ia menatap kosong hamparan laut didepannya.
Hatinya merasa sakit untuk kedua kalinya melihat orang yang ia cintai tak bisa berada dipelukannya. Sudah sedari tadi ia menahan air mata yang ia tahan. Memang ia pria tapi tak memungkiri seorang lelaki juga bisa menangis.
Sekuat-kuatnya lelaki ia pasti akan menangis jika bebannya sudah tak kuat. Bukan cengeng tapi ia hanya meluapkan sakit hatinya saja.
“Hamba faham ya Allah pasti akan ada hikmah dari ini semua” lirih Rey
“Dia memang bukan jodohku, dia memang bukan tulang rusukku. Untuk itulah Allah tak menjodohkan kita, tak menyatukan kita. Cinta tanpa memiliki memang sakit. Tetapi melihat ia tak bahagia di samping kita lebih sakit. Aku akan melupakanmu dan mengikhlaskan hati ini agar tak terlalu sakit” lirih Rey dengan mata berlinang air mata
Rey hanya bisa diam dan bersyukur karena Allah masih menyanyanginya. Ingat jika Allah memberi kita ujian itu bukan karena Allah benci dengan kita. Melainkan Allah sangat sayang pada kita. Allah tau bahwa kita ini kuat hingga Allah memberi ujian pada kita.
Allah juga ingin tau sampai mana tanda syukur dan tanda curhat hambanya pada sang pencipta ketika ia diberi ujian. Banyak ujian dunia ini, ujian nikmat yang indah dan ada ujian yang menyakitkan.
Tinggal kita bagaimana menyikapi ujian itu karena setiap ujian akan ada hikmah yang indah menunggu kita.
--*--
Readers : Kesentuh kata-kata lu thor
Author : Alhamdulillah kalau kesentuh. Jadinya sekarang jangan banyak ngeluh kalau diuji ye
Readers : Iye thor iye. kita ikhlas mah
Author : Pinter. Brsyukur yang banyak karena diluar sana masih banyak yang hidupnya dibawah kita.
Readers : Siap thor.
Author : Yaudah sekarang waktunya kalian bayar aku oke.
JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE NYA YAH!!!
__ADS_1
Komen dibawah boleh