
Keesokan harinya....
Kamar pengantin yang seharusnya menjadi malam pertama yang indah akhirnya tertunda karena tak ingin sang istri kecapekan.
Sepasang pengantin baru itu masih tertidur pulas dengan berpelukan tanpa tau jika diluar rumah sudah ramai dengan keluarga dan para saudara jauhnya.
Hingga bunyi ketukan membangunkan Meli.
Tok tok tok
Tok tok tok
Meli mengerjap ia mengumpulkan kesadarannya lalu berjalan menuju pintu. Dengan pakaian tidur ia membuka pintu ternyata sang mama yang berada didepannya.
“Hoammmm” Meli menutup mulutnya. “Ada ap...” belum sampai Meli selesai berbicara sang mama telah menyentak kaget
“Astaga Meli kamu belum mandi” pekik Mama Meli
Spontan Meli langsung tersadar.
“Ya tuhan ma, Meli baru bangun” Gelagapan
“Ayo sana mandi cepet, para periasnya sudah menunggumu terus suamimu bangunin juga” ujar kesal Mama Meli
“Uhhh mama jangan sebel gini terus tambah cantik lo” Meli merayu
“Kamu dari dulu gak pernah berubah kalau suruh merayu mama” Mama Meli jadi tersenyum geli
“Yaiya dong ma namanya aja anak mama” Meli terkikik
“Ya sudah sana mandi” mengibaskan tangannya
“Siap bos” hormat pada sang mama sambil tertawa lebar
Menutup pintu Meli menuju sang suami yang sedang tertidur pulas.
“Mas”mengelus lembut pipi Rudi
Rudi menggeliat merasakan elusan lembut dipipinya.
“Mas ayo bangun. Periasnya sudah datang” ujar Meli
Mulai membuka mata mengerjap menyesuaikan cahaya yang masuk ke matanya. Akhirnya Rudi perlahan mendudukkan dirinya sambil menyandarkan punggungnya.
“Sini” pinta Rudi agar Meli mendekat
Cup
“Morning kiss” Rudi mencuri 1 kecupan hingga membuat bola mata Meli membesar
“Dasar mesum” pekik Meli
“Mesum sama istri sendiri aja” ujar Rudi
“yayaya ayo mandi sana” suruh Meli
“Lah kamu udah mandi tah yang?” tanya Rudi
“Belum mas” menggeleng pelan
“Ya sudah ayo mandi” ujar serius Rudi
“Ehhh enggak mas enggak sana mandi sendiri” Meli menjauh dari tubuh Rudi
__ADS_1
Tapi kalah cepat Rudi telah meraih pergelangan tangan Meli lalu segera menggendong Meli seperti karung beras.
“Astaga mas ayo turunin. Mandi sendiri sana” memukul punggung Rudi
“Gak mau aku mau nya dimandiin”
Mengunci pintu kamar mandi sambil tersenyum lebar sedangkan Meli sudah cemberut didalam kamar mandi.
Tetapi mau bagaimana lagi ia sudah berada dikamar mandi dan terkunci pula mau tak mau Meli dan Rudi mandi bersama untuk mempersingkat waktunya.
20 menit kemudian keduanya keluar dari kamar mandi. Meli memakai kemeja Rudi agar nanti ketika dirias ia mudah untuk berganti pakaian.
Setelah selesai mereka turun dan disambut keluarga sekaligus perias. Meli digiring ke kamar bawah untuk dirias sedangkan Rudi ia bercengkrama dengan kerabat Meli.
Hingga suara salam membuat mencuri perhatian Rudi.
“Assalamu’alaykum” suara Kevin dan Adel
“Wa’alaykumsalam” saut semua orang
Keduanya menyalami semua keluarga disana. Kevin dan Adel memang sengaja kesana karena Adel bilang ia ingin melihat Meli dirias.
Setelah menyalami semua orang, Adel meminta diantar ke ruangan Meli.
“Meli” teriak Adel dengan membuka pintu kamar tempat Meli
Meli menoleh.
“Eh mbak jangan sembarangan gerak” ujar perias menasehati
Meli meringis. “Bentar mbak”
“Lo kapan dateng?” tanya Meli ketika Adel sudah duduk diranjang
“Udah makan?” tanya Meli
“Belum” Adel tertawa kecil
“Astaga lo hamil terus lo gak makan sana keluar minta mama makan” gerutu Meli
“Mama lu sibuk Mel, udah ntar aja gue makan” rengek Adel
“Bentar mbak” Meli bangkit menarik tangan Adel berdiri.
“Ayo sana cari mama makan baru kesini” usir Meli terus menutup pintunya kembali
--*--
Diluar kamar Adel cemberut segera ia menuju ke arah sang suami yang sedang duduk mengobrol dengan Rudi.
“Kenapa sayang?” tanya Kevin saat Adel duduk disebelahnya.
“Meli jahat” mata Adel berkaca-kaca
“Lah kenapa sama Meli Del?” bergantian Rudi yang bertanya
“Gue diusir dari kamarnya karena belum makan”
“Kan aku juga tadi bilang kamu makan dulu yang” ujar Kevin
“Tapi kan aku masih kenyang” rengek Adel
“Iya kamu kenyang tapi baby kan lapar” Kevin menjelaskan perlahan
__ADS_1
Akhirnya Adel mengangguk mau untuk makan. Dengan drama memesan makanan yang diinginkan Adel akhirnya Kevin menyuapi Adel diruang tamu rumah Meli.
Selesai makan Adel kembali ke kamar Meli. Dengan semangat ia menemani Meli sampai selesai bersiap semua dan Adel pun berganti pakaian juga dikamar yang sama karena memang ia sengaja membawa gaun agar berangkat dari rumah sahabatnya.
Sedangkan diluar kamar.
Rudi dan Kevin melanjutkan obrolan yang ia tunda tadi.
“Terus gimana?” tanya Kevin kepo
“Ya semalem gue biarin istri gue tidur lah. kasihan dia kelihatan capek banget” ujar polos Rudi
“Hahaha kasihan banget manten baru belum bertani” ledek Kevin
“Sialan lu awas aja yah lu. kalau gue udah selesai nanem benih” gerutu Rudi
“Buktiin aja dulu jangan banyak omong” goda Kevin
Rudi hanya bisa menahan kesal, ia tau bahwa sang sahabat akan terus meledeknya jika ia terus menyauti. Lebih baik ia memilih diam untuk saat ini.
--*--
Pukul 13.00 Pesta Resepsi Meli digelar.
Resepsi meriah dan mewah digelar oleh Rudi. Ya meski Rudi bukan dari keluarga terpandang ia juga termasuk lelaki mapan. Pekerjaan dengan Kevin pun gajinya juga tinggi. Ia bisa menghidupi hidupnya dan memberi santunan untuk panti asuhan setiap bulananya.
Bunga mawar putih sudah tersebar luas di gedung resepsi. Nuansa putih yang diminta oleh Meli terlihat suci, bagus dan elegan.
Tamu undangan yang banyak pun sudah memadati isi ruangan. Dengan degub jantung berdebar Meli dan Rudi berjalan bersama menuju pelaminan. Tak lepas banyak potret yang mengambil foto mereka.
Adel yang melihat pun sejujurnya merasa iri. Ia teringat ketika dulu ia menikah. Pernikahannya tak bahagia karena memang mereka tak saling mencintai. Kevin yang menyadari perubahan sikap Adel akhirnya mengusap punggung tangan istrinya.
“Maafin mas yah dulu kita gak kayak gini” ujar sendu Kevin
Adel menggeleng. “Yang penting sekarang mas sayang sama aku” ujar Adel dengan senyum manis
“Janji jangan pernah tinggalin mas yah” pinta Kevin sendu
“Janji mas” tersenyum manis.
Lantunin musik terdengar banyak antrian panjang untuk menyalami pengantin baru itu. Tetapi itu semua tak membuat bumil yang satu ini tertarik.
Adel lebih memilih berkeliling dan melihat makanan yang tersedia. Tangannya tak lepas mengambil sambil mencicipi hidangan yang disediakan.
Kevin yang melihat hanya bisa geleng-geleng kepala. Karena Kevin sekarang sedang berbicara bisnis hingga membuat Kevin tak begitu fokus pada Adel.
Adel dengan lahap memakan semua yang ia pilih hingga suara seseorang mengagetkan Adel.
"Del" suara lelaki itu pelan
Adel mendongak membelalakan matanya melihat siapa yang berdiri didepannya.
"Lo.."
-**-
Hayoo siapa tuh?
Coba tebak dong siapa yang nyamperin Adel. Uhuyyy tebak-tebakan ciyee
Jangan lupa ikut GC JBlack yah. Disana bisa kenal lebih dekat sama author bisa saling sapa sama saling berbagi. Author tunggu di GC Author oke.
JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE YAH
__ADS_1