Jodoh Pilihan Mama

Jodoh Pilihan Mama
Cerita


__ADS_3

"Yan....aku ingin cerita" ujar Airin pada Yana sahabat nya..


"Iya Air.. kenapa?" tanya Yana yang memindahkan kursi nya ke arah Airin


"Seperti nya serius" lanjut Yana melihat Airin menghela nafas panjang


Airin berpikir beban yang dia punya harus dia luapkan jika tidak akan membuat dirinya stress sendiri,dia tidak mau itu terjadi karena masa depan nya masih panjang.


"Kalau aku bercerai saat ini apa tanggapan semua orang Yan?" tanya Airin pelan


"Ai.....kamu sadar dengan apa yang kamu bicarakan"ujar Yana kaget


"Kamu tau bukan kalau kami di jodoh kan"


"Jadi ini semua karena Haikal,Ai"


"Bukan" potong Aira cepat karena dia tidak mau Haikal ikut terlibat dalam masalah nya ini,sejak seminggu sebelum pernikahan Airin sudah memutuskan hubungan nya dengan Haikal.


"Lalu?"


"Mas Ibram masih menjalin kasih dengan Jenny" jawab Airin lemah, sebenernya dia tidak mau membuka aib rumah tangga nya pada siapa pun tapi mau bagaimana lagi rasa sesak di dada nya tak sanggup Airin tanggung sendiri dia butuh teman.


"Astaghfirullah...yang sabar Ai, mungkin ini cobaan untuk rumah tangga mu,kamu harus tegas berani mengambil sikap Ai,Ibram suami mu,sah di mata hukum dan negara jadi sebisa mungkin kamu pertahankan dia jangan sampai di rebut pelakor" ingat Yana tapi sayang semua itu sudah terjadi,Ibram dan Jenny sudah menikah Siri bahkan kini mereka tinggal satu rumah tapi Aira tak ingin bercerita lebih lanjut.


"Saran aku nih Ai,kamu pertahankan rumah tangga mu bukan nya Ibram jodoh pilihan mama mu,kamu berjuang Ai, mungkin ini salah satu cara memperkuat cinta kalian"


Bagaimana mungkin bisa kuat sedangkan diri nya saja tak di anggap ada di rumah itu,hanya butuh di saat di kelaparan karena istri nya kelelahan batin Airin


"Ntah lah Yan,aku sendiri bingung saat ini,aku ingin mundur tapi mengingat kebaikan mama mas Ibram membuat ku tidak tega" tutur Aira


"Kamu nyonya nya Ai,kamu berhak untuk kebahagiaan rumah tangga mu, perjuangkan jangan kasih celah pada pelakor murahan itu" kesal Yana


****

__ADS_1


"Tumben pulang cepat,apa sudah nggak laku lagi" ketus Jenny yang melihat Aira pulang pukul 5 sore,memang Aira sengaja pulang cepat karena tadi sang Mertua menghubungi nya meminta mereka besok untuk berangkat ke Semarang jadi Aira harus bersiap-siap.


Aira tak menghiraukan ucapan Jenny di terus berjalan ke arah kamar nya.


"Beb...baru pulang " ujar Jenny yang melihat Ibram baru masuk ke dalam


Jenny langsung bergayut manja di lengan Ibram.


"Mana Aira?" tanya Ibram


"Kenapa pulang-pulang kamu menanyakan nya,aku yang menyambut mu pulang bukan dia" ketus Jenny


"Maaf sayang,aku ada perlu dengan Aira" jawab Ibram lembut sambil memegang pipi Jenny


Aira masih berdiri di depan pintu kamar nya dia sempat melirik ke arah Jenny yang menyambar bibir Ibram,rasa kesal di hatinya tapi Aira langsung masuk kedalam kamar dan membanting pintu,ntah apa tanggapan dua manusia itu Airin tak mau tau.


"Sayang ini di luar" tolak Ibram tapi tak di hiraukan Jenny


Jenny menuntun Ibram untuk duduk di sofa dan ******* bibir suaminya ini,tanpa malu di naik keatas perut Ibram,rasa lelah membuat lelaki itu tak bersemangat apalagi tadi ibu nya menghubungi untuk membawa Airin besok pulang ke kampung halaman mereka.


Deringan ponsel membuat Ibram menghentikan tautan bibir mereka dan Jenny kesal.


"Ha-llo ma" ujar Ibram gugup dia takut jika Jenny bersuara


"Airin mana?"


"Ai-rin ada di kamar nya ma"


"Di kamar nya"


"Maksud ku di ka-mar kami" jawab Ibram gugup


"Kenapa mama tidak langsung menghubungi ponsel nya"

__ADS_1


"Kalau aktif mama tidak akan menghubungi kamu"


"Mungkin lowbat ma,Airin baru pulang kerja" alasan Ibram


"Cepat kamu panggil"


"Iya" jawab Ibram berjalan meninggalkan Jenny yang sedang cemberut sendiri di sofa


"Maaf" ucap Ibram dengan isyarat bibirnya


"Ai.....Airin" panggil Ibram tapi tak ada jawaban


"Langsung masuk saja kenapa harus di ketok dulu" cecar mama nya dari dalam telpon membuat Ibram gugup


Ibram membuka pintu kamar Airin tapi perempuan itu tidak ada,kemana dia,di lihat nya kiri-kanan dan ke arah balkon kosong,kemana Airin


"Clek"


Pintu kamar mandi terbuka menampilkan sosok perempuan berbalut handuk putih,paha mulus nya terlihat jelas, rambut yang di gulung dengan handuk membuat jenjang leher tinggi dan mulus itu terekspos jelas,tanpa sadar Ibram menelan saliva nya, tubuh yang selama ini di balut pakaian longgar ternyata benar-benar indah tanpa cacat, apalagi belahan dada Aira terlihat sempurna menurut Ibram.


"Aaakkk......." pekik Airin masuk kembali ke dalam kamar mandi


"Kenapa Airin ram?" tanya mama nya


"Itu ma, ngeliat kecoak,nanti aku telpon balik ya ma,aku tangkep dulu kecoaknya"bohong Ibram


Jenny segera masuk ke dalam kamar Airin saat mendengar teriakan perempuan tersebut.


"Kenapa dia beb?" tanya Jenny


"Nggak tau, mungkin kesambet di dalam sana" alasan Ibram lalu menarik Jenny keluar kalau Jenny tau dia melihat Airin hanya mengenakan handuk bisa marah besar.


"Apa yang sudah di lihat nya,kenapa aku bodoh sekali keluar tanpa melihat kiri-kanan,tapi biasanya juga begitu,kenapa Mas Ibram masuk ke kamar ku bukan nya dia sedang bermesraan dengan Jenny di luar" gumam Airin menggaruk kepalanya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2