
“Kau...” seru Kevin setelah melihat suara perempuan itu
“Dikta” saut perempuan itu dengan terkejut
Kevin masih menatap lekat perempuan yang berada didepannya tersebut, begitupun sebaliknya perempuan itu masih menatap Kevin dengan tatapan yang sulit diartikan.
“Apa kalian saling mengenal” Ucap Pak Handoyo yang mengagetkan keduanya.
Akhirnya keduanya langsung tersadar dan perempuan itu langsung menundukkan pandangannya.
“Maaf Pak saya barusan masih ada urusan penting jadi agak lama” ucap Perempuan tersebut.
“Gakpapa rin, duduklah” Perintah Pak Handoyo
“Kenalkan ini sekretaris saya Sheirin” Ucap Pak Handoyo mengenalkan
“Salam kenal saya Sheirin” Ujar Sheirin sambil meretangkan tangannya pada Kevin
Kevin yang masih menatap lekat pada Sheirin akhirnya menerima uluran tangan perempuan itu
“Salam kenal balik, Saya Kevin dan ini asisten sekaligus sekretaris saya Rudi.” Ucap Kevin
Pak Handoyo yang masih menatap keduanya pun menjadi sedikit bingung, pasalnya sepertinya kedua orang tersebut sudah saling mengenal.
“Erin, apa kau mengenal tuan Kevin?” Tanya Pak Handoyo pada Sheirin
Sheirin masih menatap Kevin dengan raut wajah tidak terbaca, dia tidak menjawab pertanyaan Pak Handoyo, sedangkan Kevin mencoba mengalihkan perhatian Pak Handoyo.
“Apa kita bisa memulai pertemuan kita Pak?” tanya Kevin pada Pak Handoyo
“Boleh tuan, mari kita bahas” Ujar Pak Handoyo
Akhirnya suasana pertemuan klien tersebut menjadi canggung, pasalnya Sheirin hanya berdiam diri sambil mencatat apa yang dikatakan oleh Kevin dan Asistennya Rudi. Sedangkan Kevin hanya menatap Sheirin dengan bergantian menatap Rudi yang sedang menjelaskan materi pertemuan mereka.
“Kenapa harus sekarang kita bertemu lagi” gumam Kevin dalam hati sambil menatap Sheirin
Sheirin pun merasa jika ia diperhatikan oleh Kevin, oleh sebab itu ia hanya bisa menunduk dan mencatat saja karena perasaannya pun sedang kacau saat itu.
-****-
Disisi lain
Setelah mereka menghabiskan cemilan dan jus yang dibuat oleh Bi Ani dan Bi Ira, Adel pun mengajak Mama dan kedua adiknya ke kamar mereka yang berada di lantai 2 .
“Ayo aku antar ke kamar Mama dan Kalian.” Ajak Adel pada Mama dan adik-adiknya
“Ayo kak” seru Axel dengan menggandeng tangan kakaknya tersebut.
“Ayo” saut Adel dengan wajah semangat karena melihat antusias adiknya tersebut
Mereka pun berjalan menuju ke arah lift, tetapi belum sampai pintu lift Aqila berkata..
“Mm kak kita gak naik tangga?” Tanya Aqila
“Tidak sayang, kita naik lift. Kasihan mama kalau naik tangga” jawab Adel sambil berjalan menuju adiknya yang hendak naik tangga tersebut.
“Ayo” Ujar Adel sambil mengulurkan tangannya ke arah adik perempuannya
“Ayo” jawab Antusias Aqila sambil menggenggam tangan Adel
Mereka akhirnya memasuki lift dan bergerak ke lantai 2. Setelah pintu lift terbuka akhirnya semua berjalan dan menghambur ke segala arah dilantai 2
Aqila dan Axel menatap kagum dengan keindahan yang ada di lantai dua, menurut mereka rumah ini sungguh sangat bagus. Selain desainnya bagus, penataannya pun menambah kecantikan setiap ruangan.
“Nah ini kamar kalian berdua” ujar Adel sambil membuka pintu kamar untuk kedua adiknya.
“Wah besar sekali kak kamarnya.” Ucap Aqila
“Ahh ranjangnya ada dua juga kak” Tambah Axel
__ADS_1
Mereka berdua masih asik memandangi kamar yang akan mereka tempati beberapa hari kedepan, sedangkan Adel sudah perlahan meninggalkan adik-adiknya dan menghampiri ibunya.
“Ayo ma, sekarang mama yang Adel anter ke kamar biar cepet istirahat.” Ajak Adel
Mama Adel hanya bisa berjalan mengikuti anaknya, lalu dibukakannya pintu disebelah kamar kedua adiknya.
“Nah ini kamar mama, ayo mama istirahat sekarang, biar besok kita ambil pakaian mama.” Pinta Adel
Akhirnya mama nya menuruti karena memang ia juga merasa sangat lelah. Adel kembali ke kamar kedua adiknya dan melihat adiknya yang sedang tidur diatas ranjang. Ada perasaan senang didalam hatinya karena ia bisa berkumpul kembali dengan keluarganya meski hanya beberapa hari saja.
Adel kembali ke kamarnya dan ia meraih handphone nya yang berada diatas nakas meja samping ranjang.
“Kemana dia, kenapa tidak mengabariku.” Ujar Adel
“Aku akan memberinya pesan, aku sudah sangat rindu dengannya” gumam Adel.
-******-
Di Restaurant
Ting
Suara bunyi handphone Kevin, Kevin segera menghidupkan layar handphone nya dan terlihat 1 pesan dari my wife.
My wife : Sedang apa kamu sayang? Aku rindu cepatlah mengabariku. Aku begitu kesepian dikamar kita :(
Kevin yang melihat pesan dari istrinya pun tanpa terasa sudut bibirnya terangkat keatas. Sedangkan Sheirin yang sedang menatap Kevin akhirnya curiga.
“Kenapa ia tersenyum setelah mendapatkan notif dari handphonenya” gumam Sheirin dalam hati
Kevin membalas pesan dari istrinya.
Kevin : Aku sedang meeting dengan klien sayang, nanti jika sudah dikamar hotel pasti aku kabarin.
My wife : lama sekali meetingnya, aku sungguh bosan disini sayang.
Kevin : Sabar sayang yah, aku disini kan gak main aku kerja buat kamu juga yang.
Kevin yang melihat isi pesan istrinya sedang merajuk hanya bisa tersenyum sendiri tanpa ia sadari ada 1 pasang mata yang mengamatinya sedari tadi.
“Baiklah Tuan Kevin saya setuju untuk bekerja sama dengan perusahaan anda.” Ujar Pak Handoyo
“Alhamdulillah, terimakasih pak, dan semoga kerja sama kita saling menguntungkan.” Jawab Kevin sambil mengulurkan tangannya dan bersalaman dengan Pak Handoyo.
“Mari kita lanjut makan malam pak.” Saut Rudi
Kemudian pelayan pun datang menyajikan makan malam dimeja tersebut.
Selama makan malam Kevin dan Sheirin tidak banyak bicara, mereka hanya kalut dalam diri mereka sendiri. Ada rasa senang, kecewa dan marah karena kenapa baru sekarang mereka dipertemukan. Hingga tak terasa makan malam pun selesai.
“Baiklah terimakasih untuk pertemuan kita malam ini, sampai jumpa besok untuk melihat proyek kita pak.” Ujar Kevin
“Sama-sama pak, sampai jumpa besok juga.” Saut Pak Handoyo sambil pergi meninggalkan meja mereka.
Sheirin berhenti sebentar dan menatap wajah Kevin dengan sendu, sedangkan Kevin menatap kedua manik mata Sheirin dengan tatapan wajah dingin dan datar.
“Kau tetap seperti dulu Vin” Ucap Sheirin
“Ya dan kau juga tetap sama” Saut Kevin
Akhirnya Sheirin berjalan meninggalkan Kevin yang masih berdiri ditempat mereka meeting. Setelah Sheirin tidak terlihat oleh mereka, Kevin duduk kembali dan mengusap wajahnya dengan kasar.
“Kenapa baru sekarang dia kembali dihadapanku Rud” Ucap Kevin dengan wajah kecewa
“Entahlah, tapi yang harus kau ingat sekarang. Kau sudah memiliki Adel, Dia istrimu yang kau cintai dan sekarang sedang menunggumu dirumah.” Ujar Rudi.
“Ya aku mengerti, tapi kau tau bagaimana aku dengan Sheirin dulu” Kata Kevin lirih
“Ya aku tau, bahkan kau mengenalkannya padaku dulu.” Jawab Rudi
__ADS_1
“Tapi sekarang ingatlah, hatimu dan semuanya milik Adel. Jangan pernah menyakiti hati istrimu ingatlah itu.” Sambung Rudi
“Ya aku ingat, yasudah ayo kembali ke kamar.” Ajak Kevin
Akhirnya keduanya pun berjalan bersamaan ke kamar hotel mereka. Setelah berganti pakaian dan berbaring diatas ranjang, Kevin langsung meraih benda pipih di atas ranjangnya dan menekan mencari nama My Wife dan melakukan panggilan video.
“Selamat malam sayangku cintaku babyku my wife” Ucap Kevin beruntun setelah melihat wajah istrinya dilayar handphonenya.
“Selamat malam juga suamiku tersayang” jawab Adel
“I miss you baby” Saut Kevin
“I miss you too, segeralah pulang” rengek Adel
“Baru tadi aku berangkat sudah suruh pulang yah.” Ujar Kevin
“Iya biarin, aku sudah sangat rindu sekali yang. Biasanya kau menemaniku tidur, mengusap rambutku secara lembut, dan aku membenamkan wajahku didadamu menghirup aroma tubuhmu sampai tertidur.” Ujar Adel
“Sabar sayang, secepatnya aku akan pulang janji.” Rayu Kevin
“Hmm baiklah” Jawab singkat Adel
“Sebagai gantinya aku akan menemanimu sampai kau tertidur sayang” Ucap Kevin
“Beneran ya sayang?” tanya Adel
“Ya benar, ayo tidur sekarang” Ajak Kevin
Adel pun mengganti pakaiannya dan berjalan ke kamar mandi, setelah selesai ia kembali ke ranjang dan menatap kelayar handphone kembali.
“Selamat malam sayang, selamat tidur” Ucap Kevin
“Selamat malam juga, selamat tidur, muchhh” Jawab Adel
“Muachhh love you” Saut Kevin
“Love you too sayang” lirih Adel
Akhirnya Adel memejamkan matanya dengan panggilan video masih berlangsung dan tak perlu waktu lama Adel pun tertidur.
Kevin yang melihat istrinya sudah terlelap hanya bisa tersenyum sambil mengusap layar ponselnya berharap bisa memegang istrinya tersebut. Kevin pun mengakhiri panggilan videonya.
Ia beranjak ke kamar mandi dan langsung mengganti pakaian. Merebahkan dirinya dan menatap langit-langit atap hotel.
“Kenapa setelah 5 tahun kau baru kembali sekarang” gumam Kevin sambil memijat-mijat pelipisnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
. Jangan lupa LIKE dan VOTE sebanyak-banyaknya yah. biar author makin semangat dan komen kurang lebih dari novel ku ini.