
“Mas serius?” tanya Adel
“Iya sayang, mas serius” jawab yakin Kevin
Adel bisa melihat kejujuran dimata sang suami, bahwa apa yang dikatakannya pasti benar adanya. Adel menghela nafas berat dan memejamkan matanya sebentar.
Jika seperti ini ia akan berusaha menjauhkan lelaki itu dari adiknya. Lagi pula sang adik masih berumur 15 tahun. Adel takut sang adik akan lalai dalam belajar dan sekolahnya akan kelimpungan.
“Hah” menghela nafas berat lalu Adel membuka matanya dan menatap sang suami.
“Bantu aku untuk menjauhkan Qila darinya mas” pinta Adel dengan nada memohon
Kevin mengangguk setuju. “Aku juga akan menjaga Aqila sayang, dan aku tidak akan memberikan adikku pada lelaki yang salah” seru Kevin yakin
Adel merasa sedikit lega karena sang suami juga berpihak padanya. Akhirnya keduanya mulai memejamkan matanya karena hari sudah semakin larut.
--*--
Ditempat James
Alex baru saja datang, ia segera masuk dan mencari keberadaan teman sekaligus sudah ia anggap saudara.
“James” panggil Alex dari ruang tamu
Tetapi tidak ada sahutan
“Ck kemana dia” gerutu Alex
Ia segera menanyakan keberadaan James pada bodyguard yang berada disana. Setelah tau Alex segera menuju kamar Luna setelah mendapat info bahwa James ada disana.
Ceklek
“James” teriak Alex kasar
“Hey bangun” sungut kesal Alex dengan menggoyangkan tubuh James
“Ck seperti ini klakuanmu, kalau begini ku yakini bos tidak akan setuju kau dengan adik iparnya” gerutu Alex dalm hati dengan menatap wajah sang teman
“James hey ayo bangun” Alex menarik tangan James
__ADS_1
Akhirnya mau tak mau James mengerjapkan matanya, dan Luna sendiri ia memegangi selimut untuk menutupi tubuh polosnya
“Ada apa sih” seru kesal James
“Hey lo lihat. Apa yang lo lakuin hah?” dengus kesal Alex
James menatap kearah samping dan mendapati Luna disana dengan telanjang. James masih terdiam ia ingat jika ia minum lalu apa ini ia juga telanjang.
Apa aku tidur dengannya?
Apa aku melakukannya lagi?
Pikiran itu memenuhi pikiran James.
“Lo bilang sama gue cinta sama Qila tapi kelakuan lo kayak gini hah ,gue yakini bos gak bakal ngelepasin adiknya buat lo” bentak Alex lalu pergi meninggalkan James.
Untuk James sendiri ia mengacak rambutnya frusatasi. Bisa-bisanya ia melakukan ini jika Aqila tau sudah pasti wanita itu tidak akan menerimanya.
“Akghhh” teriak frustasi James
Ia segera bangkit lalu memakai kembali pakaiannya dan meninggalkan Luna sendirian tanpa kata.
Luna memandang kepergian James dengan sedih. Ia tak menyangka jika James pergi tanpa kata untuknya.
“Kamu itu sampah, tidak akan dipandang oleh James. Ingat itu” lanjut Luna dengan menangis
Dan malam itu menjadi malam tangisan untuk Luna. Ia merasa cintanya sudah bertepuk sebelah tangan. Lelaki yang ia cintai ternyata mencintai wanita lain. Apa yang Luna harus lakukan sekarang?
Mengikhlaskan?
Atau berusaha mendapatkan lelaki itu?
Ia harus memilih bertahan atau berkorban?
Pikiran itu menaungi otak Luna sampai Luna merasakan pusing dan sakit. Akhirnya Luna merebahkan dirinya dan mulai memejamkan matanya untuk tidur.
--*--
Keesokan harinya
__ADS_1
Aqila bangun pukul 03.00, seperti biasa ia mengambil air wudhu dan mengerjakan Sholat tahajud. Sejak kecil ia tidak pernah melupakan kewajibannya sebagai umat muslim. Ia bersyukur bisa mengerjakannya dengan tepat dan tak pernah meninggalkan.
Selesai Tahajud, Aqila melanjutkan mengaji. Suara indahnya menggema diseluruh kamar Aqila. Pikiran dan hatinya menjadi tenang setelah mencurahkan segalanya dengan mengaji. Hingga bunyi adzan subuh Aqila melaksanakan sholat subuh sendirian. Biasanya ia ikut sholat dimusholla tetapi hari ini ia menjalankan sholat sendiri.
Setelah sholat seperti biasa ia selalu berdoa pada sang ilahi.
Aqila menengadahkan tangannya.
“Ya allah, Berilah kesehatan pada ibuku, dan kedua kakakku serta orang yang selalu sayang pada kami. Berilah kami kelancaran untuk menuntut ilmu ya allah dan beri kelancaran kakak ipar untuk mencari nafkah. Ya allah biarkan jodoh, maut semua engkau yang menentukan. Hamba hanya meminta jika ia jodoh yang baik untukku dekatkanlah jika tidak tolong jauhkan dari hamba ya allah aamiin”
Setelah berdoa hati Aqila semakin lega.
“Alhamdulillah memang benar obat manjur untuk semua masalah adalah berdoa pada allah” gumam Aqila sambil tersenyum.
Setelah sholat Aqila mulai mengulang pelajaran yang kemarin dan mengecek semua peralatannya sudah benar terbawa atau tidak.
Hingga jam dinding menunjukkan pukul 06.00 Aqila segera pergi mengganti pakaiannya dengan seragam sekolah. Memakai lip balm dan bedak tipis lalu segera melangkahkan kakinya menuju ruang makan.
Terlihat di meja makan semua orang sudah berkumpul, dengan tersenyum Aqila mendekat ke meja makan.
Adel yang melihat adiknya sudah tersenyum dan lebih baik dari kemarin menjadi lega. Ia semapt berfikir bahwa sang adik akan menjadi murung tetapi ternyata tidak.
“Ayo Qila sarapan yang banyak, nanti kakak ikut antar kamu yah” ujar Adel dengan tersenyum
“Siap bos” ujar Qila dengan hormat
Selesai sarapan Aqila, Adel dan Axel segera menaiki mobil yang sama. Mereka berangkat menuju sekolah mereka. Aqila masih memandang pemandangan disetiap jalan banyak kendaraan lalu lalang, oeang berpakaian rapi, remaja berpakaian seragam semua memadati jalan raya tersebut.
Hingga 30 menit kemudian mereka telah sampai disekolah. Keduanya mencium punggung tangan Adel lalu melambaikan tangan sambil melangkahkan kakinya kedalam sekolah.
Setelah tak terlihat Adel meminta pak supir untuk melajukan kembali kendaraannya. Hari ini ia ingin menemui James untuk menyelesaikan semuanya tetapi ia harus meminta pendapat sang suami.
“Ke kantor Ma Kevin ya pak” seru Adel
“Iya nona” saut Pak Adi.
-----****-----
Minta VOTE nya dong, kan author udah semangat loh ini buat update tiap hari.
__ADS_1
Jangan lupa like yah dan kasih komentar oke. biar author makin semangat.
Dan Kunjungi karya Author yang baru judul Azkiyah Dan Azzahra . Like yah dan Favorit. ceritanya bakal beda dari cerita author yang lain.