Jodoh Pilihan Mama

Jodoh Pilihan Mama
Perasaan James


__ADS_3

“Berita apa yang lo bawa?” tanya Kevin to the point.


“Wanita itu sekarang menjadi kurang waras bos, hahah” seru lelaki itu yang tak lain adalah James


“Hah, lo yakin?” seru Kaget Kevin


“Serius bos. Nih” tunjuk James pada sebuah tablet di tangannya.


Terlihat dilayar handphone itu, seorang wanita ketawa ketiwi didekat halte. Dengan pakaian tak layak, rambut berantakan dan mata yang terlihat tidak pernah tidur.


Ia sudah terlihat jauh beda dengan dirinya yang dulu. Dulu kehidupannya glamor, cantik, seksi dan anggun. Tetapi sekarang hidupnya sudah 360° berubah. Sungguh miris Kevin melihatnya. Tetapi jika ingat karena ulahnya ia kehilangan calon bayinya membuatnya naik darah.


“Biarkan, tetapi jangan lupa lo harus selalu awasin dia” seru Kevin


“Siap bos. Pasti” saut James


“Ya sudah, tidak ada lagi?” tanya Kevin


“Mmm itu bos” seru james ragu


Kevin menaikkan salah satu alisnya pertanda ia bertanya apa.


“Adiknya Adel itu kelas berapa bos?” lolos sudah pertanyaan yang sedari ia pendam


“3 smp, kenapa memang?” Kevin menatap penuh selidik


James masih menunduk dan ragu untuk menjawab. Sepertinya Kevin tau apa yang akan ditanyakan oleh James.


“Dia masih jomblo, terus dia cuek sama cowok emang. Terus dia masih harus fokus sekolah” seru Kevin dengan menatap tajam mata James


James meneguk kasar ludahnya. Ternyata bosnya memiliki insting yang kuat.


“Kasih ijin gue deketin Aqila dong bos” rayu James


“No” saut tegas Kevin


“Kenapa bos? Aku baru pertama kali ini bos ngerasa nyaman sama wanita” seru James


“Qila masih kecil, selain itu lo gak inget gimana keadaan lo sekarang” sindir Kevin


Ya Kevin masih tetap mengontrol Alex dan James. Ternyata James tak jauh beda dengan Alex. Mereka masih suka main perempuan, bergonta ganti pasangan diranjang.


Bagaimana bisa Kevin akan menyerahkan adik perempuan dari istrinya itu pada lelaki seperti James. Ia tidak ingin membuat Aqila sedih. Apalagi istri dan mama mertuanya yang sangat ia cintai.


Biarkan sekarang ia menjauhkan keduanya. Daripada akan ada hubungan lebih nantinya.

__ADS_1


“Gue mohon lepasin Aqila ,biarin dia sekolah dulu oke. Dan rubah sikap lo” nasihat Kevin


James hanya mengangguk lalu menghembuskan nafas berat seperti ada pikiran keras dalam otaknya.


“Ya sudah ya bos, gue pamit” seru James dengan tiba-tiba


“Ya” jawab dingin Kevin


James lalu beralih keluar ruang kerja Kevin lalu berjalan menuju mobilnya. Melajukan mobilnya kencang menuju tempat yang ia rasa akan membuatnya melupakan segala pikirannya.


“Apa gue gak pantes buah Aqila” gumam James dengan mencengkram kuat setir kemudinya dan menambah kecepatan mobilnya.


Terlihat pemandangan air nan indah. Ditemani angin sepoy dan pemandangan indah. Tetapi awan mulai mendung. Mungkin mewakili perasaannya yang sedikit tertohok dengan ucapan Kevin.


Sejujurnya meski ia disebut casanova atau sering main perempuan itu hanya kesenangan saja. Baru pertama kali ini dia mencintai seorang gadis muda yang masih SMP.


Tetapi perasaannya tak main-main. Maka dari itu dia tadi memberanikan diri untuk meminta restu pada Kevin. Tetapi sayangnya bukan restu yang ia dapat melainkan perkataan yang menyuruhnya mundur.


“Aaaaa” James berteriak kencang menghadap pantai


“Kenapa hidup ku seperti ini ya allah” masih berteriak, matanya mulai memerah


“Apa tuhan menghukumku” sendu James langsung terduduk diatas pasir pantai


James membenarkan duduknya dan menenangkan pikirannya. Agar ia bisa bertindak untuk selanjutnya.


---*---


Disekolah


Aqila dan Axel baru sampai didalam sekolah. Mereka berjalan berdampingan, seluruh sekolah sudah tidak perlu menanyakan hubungan mereka berdua. Karena seantero sekolah sudah tau bahwa keduanya adalah kakak beradik.


“Nanti istirahat kakak jemput ke kelasmu yah” seru Axel


“Oke kak” dijawab senyuman manis oleh Aqila


“Belajar yang pinter yah” seru Axel dengan mengelus rambut sang adik lalu melenggang pergi ke kelasnya.


Banyak pasang mata yang melihat apa yang barusan mereka lakukan.


Suara mereka tadi pun terdengar.


“*Duh meleleh bang”


“Coba aku yang dielus bang”

__ADS_1


“Mau dong jadi adiknya”


“Uhh manisnya bang*”


Suara wanita yang tak tau malu bersahutan, tetapi kedua nya tidak ada yang menimpali. Tetap memasang mode cuek dan angkuh jika dimuka umum.


Aqila berjalan menuju kelasnya. Terlihat kelasnya mulai terisi dengan teman-temannya. Ia duduk dan membuka buku pelajarannya untuk belajar.


Lalu sebuah ketukan membuat Aqila mendongak. Terlihat wajah tampan khas kebulean. Putih, manis, rahang kokoh, wajah kebulean. Dan ia juga merupakan ketua osis dan ketua basket.


Aqila masih diam dan menaikkan satu alisnya pertanda ia bertanya ada apa.


“Yuk keluar” ajak Johan


“Nggak Kak Jo” balas Qila cuek


“Kenapa?” suara Johan dengan nada tak suka karena Qila menolaknya


“Aku mau belajar” cuek Qila


“Gak ada penolakan” seru Johan


Lalu menarik tangan Qila dengan kasar dan berjalan keluar dari kelas. Tidak ada yang berani dengan Johan. Karena Johan terkenal dingin, dan anak orang kaya juga. Banyak yang takut pada Johan tetapi berbeda dengan para siswi putri.


Banyak yang mengidolakannya bahkan mengejarnya. Tiap hari di meja Johan banyak coklat dan bunga. Tetapi sejujurnya Johan menunggu semua itu dari Qila. Tapi tak satupun hadiah itu dari Qila. Itulah yang menyebabkan Johan antusias dengan Qila.


--**--


Kembali ke pantai


Setelah menenangkan pikirannya akhirnya James berbalik dan berjalan menuju mobilnya. Perasaannya sudah membaik dan tenang.


Ia memasuki mobil lalu menutup pintu mobil. Matanya masih menatap kurus kedepan.


“Aku harus bertemu dengan Aqila dan menanyakan sendiri” seru yakin James.


---*---


Untuk Jawaban Kuis Aku Jawab Besok Oke❤️🤗


Minta VOTE nya dong, kan author udah semangat loh ini buat update tiap hari.


Jangan lupa like yah dan kasih komentar oke. biar author makin semangat.


Dan Kunjungi karya Author yang baru judul Azkiyah Dan Azzahra . Like yah dan Favorit. ceritanya bakal beda dari cerita author yang lain.

__ADS_1


__ADS_2