
Kevin langsung keluar dari ruangan Dokter dan berjalan kembali menuju kamar istrinya. Ia mulai mengatur nafasnya untuk menjelaskan pada istrinya tersebut.
Ceklek
Kevin membuka pintu dan masuk kedalam kamar istrinya. Terlihat Adel sedang duduk dengan wajahnya menatap penuh harap kepada Kevin.
“Gimana sayang?” tanya Adel
Kevin mengambil kursi disamping ranjang istrinya dan menggenggam tangan istrinya. “Untuk semalam ini aja kamu tidur disini ya sayang. Kondisimu masih lemah jadi dokter menyarankan kamu menginap disini dulu. Demi anak kita oke” bujuk Kevin dengan raut wajah sendu.
Adel masih menatap wajah suaminya. Dan ia membalas menggenggam tangan suaminya dengan erat. “Baiklah mas” balas Adel dengan tersenyum.
“Terimakasih sayang, kamu mau nurut sama aku dan dokter” saut Kevin dengan memeluk Adel
“Iya sama-sama mas” balas Adel.
“Kamu gak tidur sayang?” tanya Kevin
“Iya mas aku ngantuk, tapi aku mau dipeluk kamu” pinta Adel
“Oke ayo” ajak Kevin dengan tersenyum
Akhirnya Adel berbagi ranjang dengan Kevin. Beruntungnya ranjangnya cukup untuk dua orang. Kevin dengan setia mengusap punggung istrinya untuk memberi rasa nyaman pada istrinya ketika tidur. Hingga bunyi pintu terbuka mengalihkan perhatian Kevin.
Ceklek
Terlihat dua orang manusia masuk yang membuat Kevin mengernyitkan dahinya. Karena bagaimana bisa dua orang yang berbeda bisa berjalan bersama kemari.
“Bagaimana kalian bisa bersama?” tanya Kevin pelan lalu beranjak perlahan turun dari ranjang dan berjalan menuju sofa yang tersedia.
Seketika Meli dan Rudi saling pandang, Meli bingung harus menjawab bagaimana. Karena ini juga bagian perjanjian keduanya.
Flashback on
Ketika Rudi selesai dengan pekerjaannya, ia segera mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.
Tut tut
“Halo” suara wanita dari seberang
“Ada dimana?” tanya Rudi
“Kos” jawab wanita dari seberang
“15 menit aku kesana kau harus sudah siap” ujar Rudi lalu segera memutuskan panggilan di ponselnya.
“Shitt” pekik kesal Meli
“Bagaimana bisa tu orang seenaknya sendiri ajak-ajak pergi” gerutu Meli dengan kesal.
Segera ia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri lalu berganti pakaian. Dia mengambil celanan jeans dan kaos polos dan dilengkapi oleh jaket untuk menghangatkan tubuhnya.
Sedikit berias diri didepan cermin. Memakai riasan setipis mungkin agar tak terlihat wajah pucatnya.
Lalu terdengar suara notif di ponselnya
Ting
Pesan masuk dari Rudi
Rudi : aku sudah ada didepan, cepat keluar!!
Meli yang membaca pun masih gerutu kesal.
“Bisa-bisanya memerintah huh, tanpa bertanya apapun atau meminta penjelasan. Dasar” gerutu Meli
Dengan langkah malas ia keluar dari kamar kosnya dan berjalan menuju mobil milik Rudi.
Dengan segera ia membuka pintu mobil dan mendudukkan dirinya dikursi penumpang dan menutup pintu mobil dengan kencang.
__ADS_1
Brakkk
“Apa kamu bisa menutup pintu mobil dengan pelan hah” bentak Rudi
“Tidak bisa” ketus Meli
“Hey kenapa kamu malah yang marah, seharusnya aku yang marah” seru Rudi
“Jelas aku marah, bagaimana bisa kamu memerintah tanpa meminta persetujuan ku dulu huh” sungut Meli kesal
“Kan sudah aku bilang perjanjian kita dulu, saat aku meminjamkan uangku padamu” ucap Rudi dengan wajah datar.
“Ya ya ya, mau kemana?” tanya Meli dengan wajah kesal
“Rumah sakit” jawab singkat Rudi
Meli yang melihat raut wajah Rudi berubah menjadi dingin pun membuatnya takut. Karena memang biasanya lelaki disampingnya akan bersikap usil tapi lain sekarang ia menjadi dingin. Masih berkutat dengan pikirannya hingga ia tak sadar bahwa mobil yang mereka tumpangi berhenti.
“Ayo turun” ajak Rudi
“Hah apa sudah sampai?” kaget Meli
“Kita membeli buah dulu untuk oleh-oleh” seru Rudi.
Keduanya pun turun dari mobil dan menuju ke pembeli buah ,setelah memilih dan membayarnya mereka kembali ke mobil. Karena rasa penasarannya akhirnya Meli mencoba bertanya.
“Memang siapa yang sakit?” ucap Meli pelan
“Adel” seru singkat Rudi
“Apa!!!” pekik Meli
“Apa kamu tidak dihubungi oleh Adel. Bukannya kalian bersahabat” ujar Rudi
“Tidak, tumben sekali dia tidak memberitahuku” gerutu Meli
“Yasudah mungkin dia lupa yang penting kita sekarang menjenguknya” saut Rudi
Flashback off
“Ya bagaimana bisa kalian bersama” tanya Kevin dengan memicingkan matanya.
“Aku yang menjemputnya” saut Rudi
“Apa!! Tumben sekali lo” ledek Kevin
“Ckk dasar lo selalu meledek” seru Rudi
“Kan gue kaget, baru kali ini lo mau capek-capek jemput cewek” ledek Kevin
“Gue kasihan sama dia apalagi dia sahabat istri lo” ujar Rudi
“Yakin? Apa ada maksut lain?” goda Kevin
“Lo, berhentilah goda gue” seru Rudi dengan Kesal
Meli yang melihat dua orang lelaki yang terkenal kutub es tetapi sekarang mereka saling meledek hanya membuat Meli geleng-geleng kepala. Betapa lucunya mereka menurut Meli.
“Kamu kenapa?” Seru Rudi
“Tidak, lanjutkan saja kalian” ucap cuek Meli.
Meli akhirnya memilih mendekat ke ranjang sahabatnya itu dan mengusap tangan sahabatnya itu. Adel yang merasakan usapan ditangannya membuatnya membuka mata.
“Meli” lirih Adel dengan tersenyum
“Hay sayang, lo kenapa?” tanya Meli
Adel mencoba mendudukkan dirinya agar bisa berbicara dengan sahabatnya itu.
__ADS_1
“Sudah nyaman?” tanya Meli ketika sudah membantu Adel duduk.
“Sudah” balas Adel
“Ceritalah kenapa lo bisa sakit?” tanya Meli pelan
Adel hanya tersenyum lebar ketika mendengar pertanyaan sahabatnya itu.
“Kenapa lo malah nyengir gak jelas Del?” tanya Meli dengan mengernyitkan dahinya.
“Sini gue kasih tau ,gue sakit apa” ucap Adel dengan meminta sahabatnya itu mendekat.
“Lo bakal dipanggil tante bentar lagi” lirih Adel pelan ditelinga Meli
Meli masih terdiam mencerna perkataan sahabatnya itu, setelah ia tau ia langsung kaget dan membulatkan matanya. Ia langsung menatap Adel dengan wajah berbinar.
“Lo hamil” teriak Meli
“Usst jangan rame-rame napa” ucap Adel dengan tertawa
“Astaga gue lupa, gue ikut seneng. Selamat yah” ucap Meli dengan memeluk sahabatnya itu.
Rudi yang mendengar pertanyaan Meli pun langsung menatap Kevin dengan wajah bahagia. Kevin yang tau arti tatapan wajah sahabatnya itu langsung membenarkan ucapan Meli.
“Iya gue bakalan jadi Papa dan lo bakal dipanggil Om” ucap Kevin dengan bahagia
“Wah selamat bro, gue ikut seneng” ucap Rudi dengan memeluk Kevin
“Thank bro” seru Kevin
“Gue bantuin jagain istri lo oke” ujar Rudi
“Bantuin dari jauh aja kalau lo, gue gak mau istri gue deket-deket ama laki lain selain gue” ketus Kevin
“Wah wah makin posesif yee” ledek Rudi
“Sialan lo, lo ntar bakal tau rasanya kalau udah nikah” ketus Kevin
“Hahah sayangnya gue belom nikah” ujar Rudi dengan tertawa
“Ya lo sana cepet nikah” ejek Kevin
“Puftt hahah gue mau nikah sama siapa, belum ada calon” sungut Rudi
“Lah noh ada cewek cantik nganggur” sambil menunjuk ke arah Meli
“Ih amit-amit, cewek nyebelin kek dia. Bikin naik darah terus kalau sama dia” seru Rudi
“Ati-ati entar jadi cinta lo” seru Kevin
“Gak bakal” ketus Rudi
“Ya udah kita lihat aja oke” ejek Kevin
Rudi memilih diam, dia tau jika dia terus meladeni ucapan sahabatnya itu ia akan kalah. Dan ledekan Kevin tidak akan berhenti.
Setelah berbicara dengan Meli, akhirnya Adel memanggil Kevin.
“Sayang” panggil Adel
Kevin yang mendengar langsung menatap istrinya dan menghampirinya.
“Iya sayang ada apa?” tanya Kevin
“Laper” lirih Adel dengan berbisik.
-------*-------
Minta VOTE nya dong, kan author udah semangat loh ini buat update tiap hari.
__ADS_1
Jangan lupa like yah dan kasih komentar oke. biar author makin semangat.
Dan Kunjungi karya Author yang baru judul Azzahra dan Azkiyah. Like yah dan Favorit. ceritanya bakal beda dari ini.