
Setelah puas bermain, akhirnya keduanya kembali ke karpet yang sudah mereka siapkan. Meneguk satu botol minuman untuk menyegarkan tenggorokan yang terasa kering, Axel merasa senang.
Pikiran gelisah yang ia rasakan akhirnya berkurang. Ia sangat bersyukur memiliki kakak yang sangat mengerti dirinya. Dan ia bertekat untuk menceritakan pada sang kakak agar hatinya kembali lega.
Axel mendekat pada sang kakak. Dilihatnya sang kakak yang sedang memakan salad buah dengan lahapnya. Axel tersenyum melihat bagaimana sang kakak yang porsi makannya menjadi banyak dan badan sedikit berisi. Ia begitu bersyukur pada Allah, telah mempertemukan sang kakak dengan lelaki yang sangat mencintainya.
Ia juga berdoa semoga nanti kehidupannya akan sama seperti sang kakak. Ya mungkin dari dijodohkan tetapi akhirnya menjadi saling menerima dan mencintai.
“Kakak” panggil Axel
“Iya” saut Adel dengan mengalihkan pandangannya pada sang Adik. “Ada apa?” sambung Adel setelah meletakkan sendok saladnya.
“Aku ingin cerita masalah kemarin” ujar pelan Axel
“Kemarilah” menepuk paha Adel. “Tidurkan disini kepalamu lalu berceritalah pada kakak” ujar Adel melanjutkan.
Axel segera merebahkan dirinya dikaki sang kakak. Ia memandang langit dan daun kelapa yang berada diatasnya. Menghembuskan nafas berat ia mulai bercerita pada sang kakak.
“Bagaimana perasaan kakak ketika pertama kali dicium pipinya oleh kak Kevin?” tanya pelan Axel
Adel yang mendengar pun sontak matanya melebar, apa maksut sang adik.
Perasaan pertama ketika pertama dicium?
Cium pipi?
Astaga untuk apa ia tanya seperti itu. Banyak pertanyaan dikepala Adel, lalu ia menatap wajah sang adik yang sedang tidur dikakinya.
“Untuk apa kau menanyakan itu?” tanya balik Adel
“Kemarin saat aku pulang ada seorang wanita menghampiriku” memberi jeda untuk menarik nafas lalu mengeluarkan. “Lalu wanita tersebut menarik tanganku ketika aku ingin masuk mobil. Dan secara tiba-tiba ia mencium pipiku kak” sambung Axel
Adel masih mematung, meresapi pembicaraan sang adik.
“Wanita itu sekolah disekolah lamaku, ia memang selalu mengejarku tapi aku selalu mengacuhkannya. Karena menurutku aku sekarang ingin fokus sekolah tak ingin memikirkan hal lain apalagi wanita. Tetapi entah kenapa karena kemarin wanita itu mencium pipiku, pikiranku menjadi gelisah” lanjut Axel
“Sepertinya memang wanita itu menyukaimu” ujar pelan Adel. “Sampai ia nekat mencium pipimu” menghembuskan nafas kasar Adel. “Dia mencium pipimu karena apa?” tanya lembut Adel
“Entah, katanya kenapa aku pindah, terus dia bilang kenapa gak pamit sama dia. Ih bayangin aja siapa dia coba, dan untuk apa aku pamit padanya” ujar sebal Axel
“Hahahaha jangan terlalu acuh juga kamu Xel, dia itu wanita. Wanita jika sudah menyukai seorang pria memang terkadang menjadi lupa diri” ujar Adel
“Tetapi aku menjadi risih dan kemarin tidurku terganggu” gerutu Axel
“Apa kau menyukainya?” tanya Adel
“Tidak kak” saut cepat Axel dengan menggeleng kepalanya.
“Jika kau tidak suka ya sudah. Tapi ingat jangan pernah menyakiti seorang wanita. Jika ia menyukai yasudah itu hak mereka. Cinta datang tanpa kita tau akan berlabuh pada siapa. Tetapi kita harus menghargai mereka yang sudah menyukai kita meski kita tak bisa membalas perasaan mereka.” Ujar Adel menjelaskan
__ADS_1
“Iya kak, kakak benar” saut Axel pelan. “Lalu sekarang aku harus bagaimana?” tanya Axel
“Ya gak gimana-gimana sayang” Adel tersenyum. “Jika memang kamu tidak menyukainya ya sudah seperti biasanya kamu, jangan dipikirkan dan fokus sekolah” lanjut Adel
“Jika dia datang kembali” Axel bertanya dengan menatap wajah sang kakak. “Aku harus bagaimana?” lanjut Axel
“Ya gak gimana-gimana, kamu berlaku seperti kejadian kemarin tidak pernah terjadi” ujar Adel menjelaskan.
“Yang penting ingat dengan prinsipmu ya dik, ingat itu. Fokus belajar. Meski nanti kamu suka sama wanita jangan pernah ajak berpacaran. Jangan mendekati zina oke. Ajak taaruf aja atau kamu minta jodohkan sama dia. Kakak selalu mendukung” goda Adel
“Astaga kaka” Axel tersenyum malu. “Aku belum menyukai siapapun, aku hanya menyayangi kakak, adik dan mama” seru Axel
“Baiklah, terimakasih adik kakak yang tampan ini yang selalu sayang sama kakak” ledek Adel
“Kakak jangan goda terus” sebal Axel
“Baiklah baiklah” Adel menahan tawa.
--**--
Dirumah
Huftt
“Akhirnya selesai juga” Kevin menghembuskan nafas lelah.
Laporan pekerjaan pentingnya telah selesai, dan akhirnya besok ia harus kembali ke kantor untuk melaksanakan rapat dan pembukaan cabang perusahannya.
“Rud?” panggil Kevin
“Hmmm” saut Rudi
“Ayo ikut gue” ajak Kevin
Mendongak kepalanya. “Kemana?” tanya Rudi
“Jemput Adel” saut Kevin
“Lah emang Adel kemana?” tanya Rudi
“Dia ke pantai sama Axel” seru Kevin. “Ayo” ajak Kevin
Keduanya pun berjalan bersama menuju mobil yang sudah disiapkan oleh supir Kevin yang lain. Melajukan mobilnya menuju alamat yang sudah di share oleh istrinya.
Butuh 35 menit karena Kevin mengendarainya dengan kecepatan tinggi, dan akhirnya ia telah sampai ditempat yang sama dengan istrinya.
Mengedarkan pandangan Kevin mulai mencari tempat istrinya berdiam diri. Terlihat wanita yang ia sayang sedang duduk santai dibawah pohon kelapa dengan menyeruput es kelapa muda. Berjalan perlahan bersama Rudi untuk menghampiri istrinya.
“Sayang?” panggil Kevin
__ADS_1
Adel mendongakkan kepalanya ketika mendengar suara yang ia sangat kenal.
“Mas” pekik kaget Adel. “Sini” menepuk tempat sebelah Adel agar diduduki Kevin
Segera Kevin mendudukkan dirinya disamping istrinya lalu mencium keningnya. Dan beralih mengusap perut istrinya.
“Anak daddy udah seneng?” ucap Kevin dengan berbicara didepan perut istrinya.
“Udah daddy, baby dan mommy seneng” Adel menyaut dengan suara anak kecil
“Alhamdulillah, baby gak boleh nakal oke. Daddy sama mommy sayang baby” ucap Kevin lalu memberi ciuman pada perut istrinya.
Rudi dan Axel yang menyaksikan pun hanya bisa menatap haru dengan mengelus dada.
“Kenapa kalian?” ledek Kevin
“Nasib jombo ya Xel” celetuk Rudi
“Iya kak bener, jomblo mah cuma bisa ngelus dada kek gini” seru Axel dengan mengelus dadanya
Dan ditertawakan oleh ketiga orang disana.
“Malah ketawa semua huh” dengus kesal Axel
“Mangkanya cepet lulus sekolah terus kuliah pas nikah” goda Adel
“Apa mau nikah dulu?” sambung Kevin
“Astaga ck. Gak mau” seru Axel
“Lah memang kenapa?” tanya Rudi
“Belum siap” jawab cepat Axel
“Yakin belum siap, apa karena belum ada ceweknya” ledek Rudi
“Ih kakak, apaan sih” gerutu Axel
“Hahah udah udh jangan ganggu adik bujang aku. Kasihan udah jomblo di kibulin terus” goda Adel
Lalu diikuti tertawa bersamaan. Sungguh momen seperti ini sangat membuat perasaan mereka bahagia dan senang. Meski formasi mereka kurang lengkap tetapi bisa membuat hati mereka hangat dan tenang.
-------*-------
Hy readers tercinta akhirnya Author udah dapet visual yang pas buat Kevin dan Adel. Enaknya kapan ya Author pos visualnya. Author pengen post visualnya sama kasih kuis aja gimana?
mau gak?
Minta VOTE nya dong, kan author udah semangat loh ini buat update tiap hari.
__ADS_1
Jangan lupa like yah dan kasih komentar oke. biar author makin semangat.
Dan Kunjungi karya Author yang baru judul Azzahra dan Azkiyah.Like yah dan Favorit. ceritanya bakal beda dari ini.