
Rudi masih menatap lekat wajah teduh Meli yang tertidur. Ia menyentuh mata sembab Meli, bulu lentik Meli, hidung mancung dan bibir tipis Meli.
“Sempurna” gumam Rudi dalam hati.
“Astaga otak gue udah gila kalau udah bareng nih cewek” gumam Rudi sambil memukul kepalanya.
Tanpa Rudi sadari ternyata ada sepasang manik mata yang menatapnya intens.
“Lu ngapain mukul kepala lo” tanya Meli dengan mendudukkan dirinya.
“Ehhh gak papa, lu udah bangun?” tanya Rudi mengalihkan pembicaraan.
“Ya kalau gue ngomong berarti gue bangun” ketus Meli.
“Ya elah bangun tidur, udah bertenaga aja lu bisa marah-marah” sinis Rudi.
“Ya ini salah lo juga. Buat apa coba lo nyuruh gue kesini, gue bosen nungguin lo kerja” ketus balik Meli.
“Ya ya ya, yaudah ayok pulang” ajak Rudi dengan berlalu pergi.
“Ck dasar lelaki menyebalkan gak tau terimakasih” gerutu Meli.
Akhirnya Meli pun mengikuti langkah Rudi dibelakangnya. Ia berjalan pelan karena memang dirinya baru bangun tidur. Sejujurnya badannya lelah dan pengen tidur lagi, tetapi karena ini bukan dikos-kosannya akhirnya ia mau tidak mau harus mengikutinya.
Sesampai diparkiran Rudi pun langsung masuk ke kursi kemudi dan Meli juga mengikuti dikursi sebelah Rudi. Tanpa babibu Rudi pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, sesekali dia mencuri pandang ke wajah Meli.
Meli pun kembali hanya menatap kearah jendela, ia masih memikirkan bagaimana kelangsungan hidupnya dan uang kos-kosannya.
“Apa aku meminta bantuan nih orang” ucap Meli dalam hati dengan mencuri pandang kearah Rudi.
Tanpa Meli sadari ternyata ia ketahuan mencuri pandang Rudi.
“Lo ngapain nyuri-nyuri pandang gitu, gue tau gue ganteng. Kalau lo pengen liat ya liat aja langsung” lirih Rudi.
“Huh dasar kepedean” sinis Meli.
“Loh ya kan bener gue bilang, ngapain lo ngeliatin gue?” ejek Rudi.
Meli hanya bungkam, sungguh ia bingung harus bilang dan minta tolong atau menyembunyikan ini. Tapi ia juga tidak faham kenapa mamanya tidak mentranfer uang untuknya.
Meli pun berpikir keras, akhirnya ia mengumpulkan keberanian untuk mencari solusi pada pria disebelahnya.
“Mmm tuan?” panggil lirih Meli.
“Hmm” saut Rudi tanpa mengalihkan pandangannya.
“Boleh aku minta tolong?” pinta pelan Meli.
“Tolong apa?” ucap singkat Rudi
Huftft..
Suara hembusan nafas Meli secara kasar.
“Apa di Kantor Kak Kevin dan Tuan ada lowongan pekerjaan?” cicit Meli.
__ADS_1
Rudi yang mendengar pun langsung mengerem mendadak. Untungnya dibelakang mobilnya tidak ada mobil satupun. Jadi tidak akan membuat macet.
“Kenapa ngerem mendadak sih, untung gakpapa” ucap Meli.
Rudi yang mendengar menatap tajam ke arah Meli, tatapannya membuat nyali ciut Meli dan Meli menundukkan wajahnya.
“Untuk apa lo tanya lowongan pekerjaan?” tanya Rudi.
“Mmm mm apa aku harus bilang alasannya?” tanya Balik Meli.
“Iya” ucap Rudi dengan menatap penuh selidik ke arah Meli.
“Huftt sejujurnya aku terpaksa mencari pekerjaan ini. Uang kos-kosanku nunggak 2 bulan. Mamaku belum kirim uang untukku. Rasanya uang tabunganku juga bakal habis kalau untuk makan dan bayar uang kos. Makanya aku cari kerjaann” cicit Meli pelan.
Rudi yang mendengar pun menjadi sedikit iba. Entah ada apa dengan dirinya. Sejujurnya ia adalah lelaki tanpa perasaan. Tapi entah kenapa saat bersama wanita didepannya ia merasakan kehangatan dan perasaan itu semakin kuat.
“Emang berapa uang kos-kosannya?” tanya Meli
“***** segitu kak?” seru Meli dengan tertunduk
“Terus kalau lo kerja gimana kuliah lo?” tanya Rudi
“Itu yang aku masih pikir kak. Apa aku pindah di kuliah swasta aja biar bisa selingan kerja dan kuliah” cicit Meli.
“Tidak perlu, ntar lo lelah. Gimana kalau gue kasih saran?” tanya Rudi
“Saran apa?” ucap ketus Meli
“Cih lo butuh tapi tetep ketus” ucap Rudi
Maaf, terus gimana? Gue butuh banget kerjaan ini” ucap Meli
“Lo gue kasih uang buat kos dan kuliah tapi ada satu syaratnya” ujar Rudi
“Apa syaratnya?” tanya balik Meli
“Setiap hari lo harus ke apartemen gue buat masakin gue dan temenin gue kalau gue minta” saut Rudi
Meli yang mendengar matanya langsung membulat seketika.
Apa yang harus ia lakukan?
Jika hanya memasak ia bisa.
Tapi kalau nemenin pas dia minta, nemenin apa maksutnya?.
Perkataan itu terngiang-ngiang dikepala Meli hingga membuatnya bingung.
“Maksutnya nemenin, nemenin apa? Mata indah Meli telah melotot sempurna didepan Rudi.
“Dasar, otakmu itu isinya apa hal-hal mesum?” sarkasme Rudi
“Ckkk terus apa?” tanya balik Meli
“Ya kalau gue minta temenin makan ya makan, keluar ya keluar. Gimana?” ucap Rudi dengan menaikkan kedua alisnya
__ADS_1
“Astaga, gimana caranya gue bisa ngikutin syaratnya dia. Dia aja kutub es mana bisa jalan sama tu orang. Yang ada gue didiemin. Tapi kalau gak gitu gue mana bisa bayar kontrakan dan kuliah plus kerja” gumam Meli dalam hati.
“Gimana?” suara Rudi membuyarkan lamunan Meli.
Meli masih terdiam, ia masih bingung dengan syarat akan Rudi. Sejujurnya apa yang dikatakan Rudi juga benar. Ia mahasiswa di kampus negeri. Dia tidak bisa sembarangan masuk pada waktu kuliah. Akhirnya Meli pun menghembuskan nafas berat dan...
“Baiklah” ucap Meli singkat
“Oke, nanti gue siapin kertas persetujuan lo dan gue” ujar Rudi
“Terserah!” seru Meli.
“Anter gue pulang sekarang” cicit Meli
“Iya ini gue anter” jawab Rudi.
Rudi pun segera melajukan kembali mobilnya dan menaikkan gas agar segera sampai di kos-kosan Meli.
Setelah sampai didepan kos-kosan,Meli hendak turun tapi tangannya dicekal oleh Rudi. Seketika Meli segera menghentakkan tangan Rudi dengan kasar.
“Apa lagi” ucap Meli dengan melototkan kedua matanya.
“Nih” saut Rudi dengan memberikan uang
“Untuk apa?” tanya Meli.
“Bayar kos” ucap singkat Rudi dan menyerahkan uang itu pada Meli.
Meli pun menatap uang yang diberikan oleh Rudi. Ia memicingkan matanya karena merasa uang yang diberikan terlalu banyak.
“Ini kebanyakan” ujar Meli
“Sisanya ambil, sudah sana keluar dari mobilku” sinis Rudi
“Ckk dasar menyebalkan” gerutu Meli
Akhirnya Meli pun segera membuka pintunya, tetapi sebelum melangkah pergi ia mengucapkan terimakasih dengan seutas senyum di bibirnya.
“Terimakasih” ujar Meli tersenyum dan menutup pintu mobil.
“Sama-sama” jawab Rudi dengan tersenyum tapi sudah tidak bisa dilihat oleh Meli.
---------*---------
Minta VOTE nya dong yang banyak🤗 author usahain update tiap hari loh.
jangan lupa Like juga tiap episode yang author tulis yah😚
Follow instagram baru Author yah
@mrs_jblack
curhat dikit oke😁😁
Sejujurnya author pengen cantumim foto pemain dinovel ini. tapi masih bingung dan gusar. kalau menurut readers gimana?
__ADS_1
kasih komentar yah!