Jodoh Pilihan Mama

Jodoh Pilihan Mama
Rasa Masam


__ADS_3

“Ayo keluar kita makan” ajak Axel


“Iya kak” Aqila mengangguk lalu berjalan menuju meja makan


Terlihat dimeja makan tertata rapi makanan dan terdengan suara lirih diruang keluarga. Akhirnya kakak adik itu melanjutkan langkahnya ke meja makan dan makan siang dalam diam.


Setelah selesai mereka ikut bergabung di ruang keluarga. Terlihat sang kakak memakan cemilan dengan lahap membuat Axel tersenyum geli.


“Uh bumil kalau makan yah” goda Axel


Adel menoleh dan mencebikkan bibirnya.


“Kenapa kalau kakak doyan makan?” ketus Adel


“Gakpapa biar makin imut aja” goda Axel


“Bilang aja biar kakak gendut kan” melotot kearah Axel


Axel gelagapan dengan reflek ia menggelengkan kepalanya. “Enggak kak”


“Terus?” tanya Adel penuh selidik


“Emmm itu, itu kalau kaka doyan makan kak nanti ponakan aku sehat” ujar Axel terbata


Adel mengangguk. “Kamu bener mangkanya kakak makan nih” Adel manggut manggut


Axel mengelus dada. “Alhamdulillah gak jadi bahan amukan. Lupa kalau bumil moddyan” gumam Axel dalam hati


Adel yang lelah mengunyah akhirnya berhenti dan menatap sang suami yang masih mengobrol dengan papa mertuanya.


Adel melihat kesamping terlihat Axel sedang bermain game sedangkan Aqila sedang melihat youtube.


Adel menghela nafas ia merasa bosan.


“Mas” panggil Adel


Kevin langsung menatap sang istri penuh cinta. “Iya sayang” saut Kevin


“Aku bosen disini mas” rengek Adel


Kevin mengangguk dan menatap sang papa. “Pah aku nemenin istri aku yah” ijin Kevin


Papa Radit mengangguk lalu Kevin berlalu bersama Adel menuju belakang rumah. Menghirup semerbak bunga yang tumbuh dibelakang dan pohon buah.


Terlihat buah strawberry berbuah, Adel berlari kecil.


“Jangan lari sayang” ucap Kevin menyusul sang istri


Adel berjongkok memegang buah strawberry yang sudah memerah. Diikuti Kevin yang ikut berjongkok disampingnya.


“Sayang mau?” tanya Kevin


“Mau mas, kelihatannya seger” ucap Adel


Kevin memetik beberapa buah strawberry lalu membawa ke dapur untuk mencuci dan memberikan pada istrinya.


Adel menerima dengan senyum lebar tak lupa mengucapkan terimakasih lalu ia makan dengan tak sabaran.


“Pelan sayang” Kevin memperingati


“Hehehhe” Adel menyengir kuda


“Mas mau?” tawar Adel


“Enggak yang ,pasti masam” ujar Kevin dengan bibir yang seperti membayangkan rasa masam


“Manis mak serius” ujar Adel


“Nih” menyodorkan strawberry didepan bibir Kevin yang masih tertutup rapat.

__ADS_1


“Gak mau mas?” tanya Adel saat melihat bibir Kevin tertutup rapat.


Melihat sang istri sudah mode wajah memelas akhirnya Kevin membuka mulutnya dan menerima sodoran Strawberry itu.


“Uhh masam” ucap Kevin dalam hati sambil memicingkan matanya menahan asam


“Enak kan mas?” ucap Adel


Kevin menganggukkan kepalanya. Ia tak ingin sang istri merajuk ketika ia mengatakan bahwa itu sangat masam.


“Mas kedapur ya sayang ambil minum” ijin Kevin


Adel hanya mengangguk dengan fokus memakan strawberrynya.


Kevin berjalan tergesa-gesa dan membuka kulkas untuk mencari air dingin. Segera ia meneguknya tanpa melihat bahwa di dapur ada sang mama.


“Kenapa kamu nak?” tanya Mama Nora


“Adel memintaku makan strawberry ma, uhh rasanya begitu masam. Begitu katanya enak” adu Kevin


“Hahahha yang sabar yah, bawaan bayi loh” goda Mama Nora


“Tapi ma, uhh masamnya gak enak banget” gerutu Kevin


“Hus udah sana, awas istri kamu denger loh” ledek Mama Nora


“Bisa- bisa nanti kamu suruh tidur diluar hahahah” sambung Mama Nora


Kevin tak menggubris ia memilih melangkah kakinya kembali ke istri sebelum ia mengecup pipi sang mama dulu.


“Sudah habis sayang?” tanya Kevin setelah ia duduk disebelah istrinya dan melihat tempat buahnya kosong.


“Iya mas” jawab Adel


“Ayo masuk” ajak Kevin


“Ayo” ujar Adel mengulurkan tangan


---*---


Di kamar Axel


Axel sedang fokus membawa buku sekolahnya dengan duduk dikursi belajarnya. Ia hampir lupa besok ada tugas sekolah jadinya ia harus menyelesaikan hari ini.


Baru selesai mengerjakan ketuka pintu mengalihkan perhatiannya.


“Masuk” suara Axel


Ceklek


“Kakak” suara manja Aqila terdengar


“Iya sayang” saut Axel


“Aqila bubuk sini yah” tutur lembut Aqila


“Baiklah, ayo tidur besok sekolah” ujar Axel


Aqila mengangguk lalu ia mulai memejamkan matanya diikuti Axel disampingnya yanh sedang mengusap rambutnya.


---*---


Keesokan harinya


Seperti biasanya meja makan terlihat ramai dengan menu makanannya banyak.


Semua keluarga menatap lapar kearah meja makan tetapi berbeda dengan Kevin. Ia langsung lari menuju kamar mandi. Memuntahkan cairan kuning karena ia belum makan.


Adel dibelakangnya dengan setia memijat tengkuknya.

__ADS_1


“Sudah mas?” tanya Adel


“Iya sayang” saut Kevin lalu mendudukkan dirinya di closet


Menghapus keringat sang suami di dahinya Adel memandang cinta suaminya.


“Maaf ya mas” yakin Adel


“Maaf untuk apa sayang?” tanya Kevin


“Untuk semuanya mas, dan hari ini aku harus menyiksamu karena aku hamil adek” ujar Adel tulus


“Jangan menyalahkan dirimu. Ini sudah takdir Allah oke” Kevin menasehati


“Iya mas”


"Yang penting kamu sama bayi kita sehat sayang" ucap tulus Kevin


Adel hanya mengangguk lalu keduanya berjalan kembali ke meja makan.


"Kamu aja makano yang" suruh Kevin


"Nanti aja mas" saut Adel


"Lah kenapa?" tanya heran Kevin


"Belum laper" jawab jujur Adel


"Yaudah ayo ke ruang tamu aja" ajak Kevin


"Nunggu yang lain" seru Kevin. "Tuh liat pada makan" sambung Kevin


Setelah semua selesai sarapan akhirnya Aqila dan Axel pamit berangkat sekolah.


"Mah berangkat yah" pamit Axel dan Aqila mencium punggung tangan wanita yang sudah membesarkannya.


"Hati-hati nak" saut Mama Angel dan melambaikan tangannya.


Di mobil


Axel dan Aqila terdiam dengan pikiran masing-masing.


Jika Aqila sedang mengumpulkan mood dan semangatnya untuk sekolah, sedangkan Axel ia mengumpulkan moodnya untuk latihan basket nanti sore.


"Kakak nanti jadi?" tanya Aqila


"Iya jadi sayang" saut Axel


"Baiklah yang penting kakak hati-hati" seru Aqila memperingati.


Axel menunduk sejujurnya ia tau jika sang adik tengan mencemaskannya. Sang Adik sangat menyanyanginya. Itulah yang membuat Axel tak menyiksa Adel.


---*---


Selamat Sore


Hallo para readers setia JPM. Terimakasih atas segala keramahan kalian semua. Ini adalah karya saya pertama kali dan ingin segera menuntaskan cerita ini sampai end.


Untuk soal anak hehehe Aku mau tulis kisah nyata nih kalau soal anak. Mau ambil kisah nyata hidup temanku.


Beberapa temen udah ada yang aku tawarin buat kisah hidupnya dan ada yang mau.


Yah alhamdulillah sujud syukur Author punya temen anak kembar, dan ada yang anak tunggal juga sih. Hehehe


Tapi masih nanti dipikirin dulu alur ceritanya yah. Kalau cerita Anak Kevin dan Adel pengennya aku lanjut disini. Heheh


Untuk cerita Aqila aku pisah pasti. Tapi kalau aku ngerjain novel kisah Anak Kevin dan Kisah Aqila Jadinya Cerita Sikembar Azkiyah dan Azzahra ditunda lagi dong.


Huhu

__ADS_1


semangatin aja Author yah.


JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE yah


__ADS_2