Jodoh Pilihan Mama

Jodoh Pilihan Mama
Kembali mual


__ADS_3

Beberapa menit kemudian sang Dokter datang untuk memeriksa. Mau tak mau Adel membangunkan Aqila.


“Sayang” Panggil Adel lembut.


Aqila mulai mengerjapkan matanya dan membukanya dengan berat. Terlihat jelas guratan matanya yang tebal karena banyak menangis.


“Ada dokter, ayo biar segera diperiksa” ujar Adel


Aqila mengangguk, Dokter pun mendekat dan tersenyum.


“Saya periksa dulu yah” ujar sopan Dokter


Aqila hanya membalas dengan senyum terpaksanya.


“Bagaimana dok?” tanya Adel


“Alhamdulillah semua sudah baik kok Nyonya” ujar Dokter


“Apa boleh saya pulang sekarang?” tanya Aqila


“Boleh, biar perawat melepas infusnya dulu yah. Tapi ingat jangan banyak pikiran dan istirahat terlebih dahulu” Dokter mengingatkan


“Iya dokter, siap” melebarkan senyum


Aqila senang karena ia bisa pulang ,sejenak melupakan kejadian hari ini. Sekarang tak sabar bertemu sang mama. Padahal hanya sehari tak bertemu tetapi memang rindu pada mama itu sangat berat.


“sudah” ujar perawat


“Makasih sus” seru Aqila


“Iya sama-sama” perawat itu tersenyum lalu berpamitan keluar meninggalkan ruangan Aqila.


Adel dibantu Axel membereskan keperluan Aqila.


“Tidak perlu sayang nanti aku minta pelayan aja” tutur Kevin


“Mas” Adel memperingati. “Mas gak lupa kan?” tanya Adel


“Enggak sayang" Ujar Kevin dengan kikuk


Ya Adel pernah bilang jangan pernah melakukan apapun menyuruh pelayan. Selagi Adel atau mereka bisa sendiri maka lalukan sendiri. Karena bergantung pun pada pelayan juga tidak baik. Adel ingin mengajarkan kemandirian pada kedua adiknya.


Setelah semua selesai akhirnya mereka keluar dari ruangan menuju parkiran.


Di mobil


“Kakak?” panggil Aqila


“Iya sayang” saut Adel yang duduk didepan


“Aqila ingin anggun merah” celetuk Aqila


“Baiklah, Mas mampir supermarket yah” menatap wajah suaminya yang sedang menyetir


“Iya sayang” jawab Kevin dengan tersenyum.


Sesampai disupermarket


Adel berjalan sendiri karena ia meminta yang lain menunggu di mobil. Adel belanja buah banyak bukan hanya untuk sang adik tetapi juga untuknya.


Setelah selesai segera Adel membayar dan kembali ke mobil. Melajukan kembali mobilnya Kevin sesekali melirik wajah sang istri yang nampak senang itu pun mengernyit heran.


“Kamu ada apa sayang?” tanya Kevin

__ADS_1


“Kenapa memang mas?” Adel malah balik bertanya


“Kayaknya kamu seneng banget yang” tutur Kevin


“Aku juga gak tau mas. Ngerasa mood ku membaik aja. Apa karena abis belanja yah heheh” cengengesan Adel menatap suaminya


“Bisa aja kamu” mengacak rambut istrinya


Beberapa menit kemudian mobil yang mereka tumpangi telah sampai didepan rumah Kevin.


Aqila dibantu Axel untuk turun dan berjalan berdampingan menuju pintu. Pintu terbuka lebar oleh Mama Nora dan Mama Angel.


“Maafin mama ya sayang, mama gak bisa nemenin kamu karena mama juga lagi gak enak badan” ujar Mama Angel penuh penyesalan


“Gak papa ma, Kakak udah bilang ke aku. Aku ya gak bakal ijinin mama buat jenguk aku, biar mama cepet sembuh” tulus Aqila menatap sang mama


“Ayo masuk” ajak Mama Nora


Semuanya masuk kedalam rumah. Adel langsung berjalan menuju dapur, entah kenapa perutnya merasa lapar.


“Bibi masak apa?” tanya Adel


“Bibi masak sayur sop sama perkedel kentang dan ayam goreng non” ujar Bibi


“Yaudah tolong siapin di meja ya bi, saya mau ke kamar dulu terus makan” tutur Adel lembut lalu berjalan menuju ke kamarnya yang berada dilantai bawah itu.


Setelah berganti pakaian, Adel berjalan menuju meja makan. Terlihat makanan sudah rapi di meja makan, Adel dengan cepat mengambilnya ke piring. Setelah itu ia membaca doa dan memakan makanannya dengan lahap.


Kevin yang mencari istrinya di ruang keluarga itu akhirnya berjalan kebelakang. Senyumnya mengembang saat melihat sang istri makan dengan lahap.


“Sayang?” panggil Kevin


“Hmm” jawab Adel


“Banget mas, entah kenapa perutku lapar terus” gerutu Adel dengan mengerucutkan bibirnya


“Kan bagus sayang kalau kamu makan terus” timpal Kevin


“Aku takut gendut” lirih Adel


“Ehh gak bakal sayang, ayo makan lagi” Kevin menyuapi istrinya.


Kevin pun sepertinya merasa istrinya tak bakal gemuk meski ia makan banyak. Karena melihat dulu waktu hamil pun terus sehabis keguguran sekarang tubuh istrinya kembali normal. Jadi Kevin yakin kalau istrinya tak bakal menjadi gemuk.


“Mas gak makan?” tanya Adel


Kevin menatap makanan didepannya akhirnya mengangguk, dengan cekatan Adel mengambil kan nasi dan lauk pauk untuk sang suami.


Dengan pelan Kevin mulai menyendokkan makanannya. Ketika membuka paha ayam entah kenapa mual nya mendera.


Kevin berlari ke kamar mandi dan


Uwekk


Uwekk


Uwekk


Kevin memuntahkan semuanya di kamar mandi. Adel pun yang terkejut juga ikut berlari dibelakang suaminya


“Kamu makan aja sayang sana” usir Kevin


“Enggak mas. Mas gakpapa?” tanya khawatir Adel

__ADS_1


“Gakpapa sayang” saut Kevin


Setelah Adel memijat tengkuk suaminya akhirnya Kevin kembali dimeja makan digandeng Adel. Segera piring Kevin dan ayam dijauhkan dari pandangan Kevin.


“Mas kenapa sih?” tanya Adel


“Gak tau sayang” saut Kevin


Mama Mora yang mendengar suara anaknya muntah pun menghampiri meja makan.


“Mas kenapa?” tanya Mama Nora


“Gakpapa ma, mungkin masuk angin” jawab Kevin


“Beneran?” tanya Mama Nora


“Iya ma” saut Kevin


“Mama bikinin teh hangat dulu buat kamu, terus Adel lanjut makan” pinta Mama Nora


Adel mengangguk lalu melanjutkan makannya, sedangkan Mama Nora membuatkan teh hangat.


Setelah selesai Mama Nora membawa Segelas teh ke meja makan. Dan dihirup dalam-dalam rasa hangat dan semerbak teh di gelasnya. Sayangnya mual itu kembali mendera.


Uwek


Uwek


Kevin kembali ke kamar mandi memuntahkan cairan kuningnya. Wajahnya mulai pucat pasi. Dan Akhirnya Kevin dibantu Mama Nora dan Adel berjalan ke kamar.


Sesampai dikamar


“Mama telfon dokter pribadi mama” ujar Mama Nora setelah membaringkan tubuh anaknya.


Setelah menghubungi akhirnya 15 menit kemudian Dokter datang.


“Keluhan Tuan Apa?” tanya Dokter dengan menyiapkan alat-alat untuk memeriksa.


“Beberapa hari ini saya mual muntah di pagi hari dokter. Kadang pas liat makanan tertentu. Dan juga ketika jauh dengan istri saya. Tetapi kalau deket sama istri saya mual saya hilang” tutur Kevin pelan


Dokter tersenyum penuh arti.


“Sepertinya yang harus diperiksa bukan Anda tuan tapi Nyonya muda” ujar Dokter pelan.


“Bagaimana bisa dokter?” tanya Mama Nora


“Ini masih diagnosa saya. Biar saya priksa nyonya dulu. Bagaimana?” tanya Dokter


Akhirnya keduanya mengangguk. Adel membaringkan dirinya disisi ranjang yang kosong dan Dokter mulai memeriksa.


Setelah memeriksa wajah Dokter menjadi senyum lebar. Membuat semua orang heran.


“Bagaimana dokter?” tanya Kevin


“Sesuai diagnosa saya, benar bahwa Nyonya Muda ......”


--*--


Jeng jeng jeng


heheh sabar sabar oke. Putus ditengah jalan sudah biasa haha yang penting author gak hiatus dan ninggalin cerita ini kan.


Ayo Jangan lupa VOTE dan LIKE oke

__ADS_1


Gratis loh tinggal mencet aja. Ditunggu yah


__ADS_2