Jodoh Pilihan Mama

Jodoh Pilihan Mama
Keadaan Adel


__ADS_3

Keesokan harinya..


Matahari terbit menyinari bumi dan menyalurkan kehangatan dipermukaan bumi, cahaya matahari mulai menerobos mengusik manusia yang masih tertidur lelap. Begitupun Kevin ,ia mengerjapkan matanya ketika merasa tidurnya terusik oleh cahaya matahari.


Akhirnya setelah kesadarannya terkumpul, Kevin berjalan gontai menuju kamar mandi, sebelum itu ia sudah membawa pakaian ganti dan handuk untuknya.


Hanya butuh 15 menit Kevin sudah menyelesaikan ritual mandinya. Lalu ia berjalan kembali kekursi sebelah ranjang istrinya.


Memandangi wajah sayu sang istri, yang masih terlihat pucat dan tak bertenaga. Hingga terdengar bunyi ketukan pintu yang membuatnya menatap pintu itu.


“Masuk” ucap Kevin


Dan terlihat Rudi masuk dengan wajah serius dan tegang. Hingga Kevin sudah paham betul apa yang akan diucapkan sahabat sekaligus tangan kanannya itu.


“Gimana?” tanya Kevin tanpa basa basi.


“Lu bener, kalau semua ini udah direncanain. Kamera CCTV udah ngerekam semuanya. Dan gue udah nangkep tu orang yang nabrak istri lu” seru Rudi.


“Bagus. Dia dimana sekarang?” ucap Kevin geram


“Tempat biasa” saut Rudi.


“Oke gue kesana setelah nunggu Meli kesini, soalnya kemarin katanya dia kesini”


“Oke Vin” seru Rudi. “Kalau lu nerka-nerka siapa yang ngerencanain ini semua?” celetuk Rudi


“Yang pasti orang yang gak suka sama gue dan Adel” ucap Kevin dengan menatap Wajah Adel


“Kalau udah gue tau tu orang, gue bakal bunuh dia sama tangan gue sendiri” seru Kevin dengan wajah bengis.


“Tenangin aja diri lo oke” Coba Rudi menenangkan


Rudi tau dengan keadaan dan suasana hati Kevin yang sedang kacau dan terpuruk, dan so pasti dia bakal ngelakuin apapun kalau ada yang mengusik kehidupannya. Apalagi sampai anaknya pergi pasti ia akan mengamuk. Tetapi Rudi masih mencoba untuk menenangkannya.


Hingga bunyi seorang wanita membuat keduanya menghentikan obrolannya.


“Masuk Mel” ajak Kevin


“Ah iya pak” ucap Meli


Maklum meskipun sering bertemu tetapi tetap saja Meli canggung jika berhadapan dengan suami sahabatnya tersebut.


“Saya minta tolong yah, jagain Adel sebentar karena saya sama Rudi ada urusan” seru Kevin pada Meli


“Siap pak pasti, tanpa diminta pasti saya jagain Adel. Karena saya sangat sayang sama dia” saut Meli dengan mengusap pipi Adel


Kevin mulai mendekat pada istrinya dan mencium keningnya.


“Mas pergi sebentar ya sayang, nanti mas akan kesini lagi” pamit Kevin pada istrinya.


“Dan sekali lagi terimakasih ya mel” seru Kevin


“Iya pak” ucap Kevin

__ADS_1


Beda dengan Rudi. Ia hanya menatap Meli dengan wajah datar dan tanpa tau bahwa hatinya begitu berdebar ketika menatap wajah wanita yang sering ia sebut bar bar tersebut.


“Lo ngapain natap gue gitu” gerutu Meli menatap Rudi


“Kepedean, emang gue natap elo?” sinis Rudi


“Cehh, udah kelihatan kali kalau lo natap gue” ejek Meli


“Hey udah-udah, ayo rud” ajak Kevin


“Huh” dengus kesal Rudi


Meli hanya melambaikan tangan dengan wajah mengejek karena ia berhasil membuat lelaki menyebalkan itu kesal.


Setelah kepergian Rudi dan Kevin, Adel perlahan mengerjapkan matanya. Meli yang melihat pun bersyukur dan senang. Tetapi kesenangannya hanya sebentar karena melihat keadaan sahabatnya yang berbeda jauh.


Sahabatnya sekarang hanya diam, dan menatap kosong tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Dengan cepat Meli memencet tombol disamping ranjang Adel.


Terlihat air mata jatuh dari mata cantik Adel yang menatap kosong kedepan tanpa senyuman hangat dan celotehannya.


Buru-buru Meli menghapus air mata Adel dan berbisik.


“Jangan sedih Del ,disini ada gue dan keluarga lo yang selalu semangatin elu” seru Meli dengan suara yakin


Tes


Air mata Adel jatuh kembali, entah pertanda apa tetapi ia tetap meneteskan air matanya ketika Meli membisikkan itu.


Dan beberapa menit kemudian Dokter datang dan mengecek kondisi Adel.


“Mmm tuan Kevin sedang ada urusin diluar dok” jawab Adel


“Begini, keadaan mental Nona Adel sangat buruk. Saya takutnya nanti nona Adel semakin tertutup dan membuat organ tubuhnya menjadi diam tanpa merespon lagi. Saya mohon ajak bicara Nona Adel. Buat dia memiliki semangat hidup” seru Dokter menjelaskan. “Dan nanti ketika Tuan Kevin datang tolong beritahu beliau untuk menemui saya” lanjut dokter


“Baik dokter, terimakasih” saut Meli


Setelah itu Dokter keluar dari ruangan Adel, dan Meli menatap nanar kondisi sahabatnya tersebut. Meli memilih mendekat dan duduk diatas ranjang Adel. Ia menggenggam tangan Adel dan mengusapnya.


“Lo ingat gak del, pas dulu kita awal kenal” celoteh Meli dengan tangan menggenggam Adel


“Dulu kita ketemu pas masa awal masuk kuliah, dan saat itu juga lo ajak gue kenalan. Lo anaknya emang dingin tapi entah kenapa pas dulu lo ajak gue kenalan gue malah seneng dan tertarik” lanjut Meli


“Gue belajar banyak dari lo, belajar hemat uang, terua membagi waktu dengan bekerja. Meski gue gak kerja tapi gue sering ikut lo ketempat lo kerja. Dari situ gue tau kalau lo orang yang gigih, kuat dan gak gengsian” celoteh Meli.


“Lo dulu gak pernah lemah Del, lo kuat dan gue yakin sekarang lo bakal kuat lagi kok. Gue yakim apalagi ditemani orang-orang yang sayang sama lo. Apa lo mau gini terus. Gue kangen celotehan lo Del, kangen kejahilan lo hiks hiks. Gue kangen sikap jutek lo dan gue kangen masakin lo cimol. Hiks hiks” air mata meli menetes tetapi tangannya masih menggenggam tangan Adel


Tes


Adel merespon dengan air mata yang luruh dari matanya.


Dengan spontan Meli menghapus air mata Adel.


“Cup cup lo gak boleh nangis. Inget disini ada gue. Ada suami lo, ada tyo dan ada keluarga lo Del. Lo harus jadi Adel yang dulu” saut Meli

__ADS_1


Adel hanya diam masih menatap kosong kedepan, Meli merasa ia harus menghubungi Kedua Adik Adel dan Mama Angel.


-**-


Ditempat lain.


“Dimana orangnya?” tanya Kevin dengan wajah merah padam


“Di dalam bos” saut pengawal Kevin


Brakk


Pintu terbuka


Terlihat seorang lelaki sekitar umur 30 an duduk dikursi dengan tangan dan kaki terikat. Wajah yang sudah ada beberapa babak belur. Mungkin anak buah Kevin sudah membuatnya terkapar terlebih dahulu tadi.


Byurrr


Kevin melemparkan segelas air di wajah lelaki tersebut. Hingga lelaki tersebut bangun dan terbatuk-batuk.


“Uhuk uhuk”


“Sadar juga” sinis Kevin


Lelaki itu mulai mengerjapkan matanya dan melihat siapa pria didepan matanya itu. Seketika matanya membulat sempurna. Lelaki yang telah istrinya ia celakai berada didepannya.


“Siapa yang nyuruh kamu buat nyakitin ISTRI SAYA” seru Kevin dengan wajah bengis dengan penekanan kata ucapan terakhirnya.


“Cuhh hahahah” lelaki itu malah meludah di wajah Kevin


Bughh


Kevin memukul wajah lelaki itu lalu menarik kerah bajunya.


“Saya tanya sekali lagi siapa yang nyuruh kamu mencelakai istri saya” teriak Kevin


Lelaki itu tetap bungkam. Kevin sudah menahan amarah yang sejak tadia ia tahan.


“Rudi, cepat hubungi anak buah kita bilang bunuh semua keluarga yang tinggal di alamat Jalan Anugerah Blok M nomer 10” seru Kevin dengan tegas dan kejam


Seketika mata lelaki itu terbelalak kaget, batinnya mengatakan itu kan alamat rumahnya.


“Toling jangan sakiti keluarga saya” seru lelaki itu


“Kalau kamu tidak ingin keluargamu tersakiti cepat katakan siapa yang menyuruhmu” bentak Kevin


“Nona.........


-------*-------


Minta VOTE nya dong, kan author udah semangat loh ini buat update tiap hari.


Jangan lupa like yah dan kasih komentar oke. biar author makin semangat.

__ADS_1


Dan Kunjungi karya Author yang baru judul Azzahra dan Azkiyah.Like yah dan Favorit. ceritanya bakal beda dari ini.


__ADS_2