
Keesokan harinya.
Aqila terbangun karena ada suara gaduh didepan ruangannya. Terlihat Kakaknya Adel disampingnya sambil menatap pintu keluar.
Tetapi suara diluar lebih membuat Aqila memperhatikan. Terdengar suara familiar diluar, seperti suara orang berantem.
“Kakak” panggil Qila
Adel menoleh. “Iya sayang” jawab Adel sambil tersenyum paksa
“Ada apa kak?” tanya Aqila
“Tidak ada apa-apa. Yaudah ayo kamu lanjutin tidurnya” pinta Adel
Qila menggeleng. “Aku bosen kak, capek tidur mulu. Ayo pulang” rengek Aqila
“Baiklah , sebentar lagi Dokter akan memeriksamu. Kamu tunggu yah nanti kakak tanyakan” ujar Adel
Aqila mengangguk.
-**-
Sedangkan didepan pintu rawat Aqila.
“Lo ngapain disini hah?” desis sinis Kevin
“Pliss bos aku mau jenguk Aqila” pinta James
“Pergi dari sini kamu, jangan pernah muncul didepannya lagi. Udah cukup semua yang kamu lakuin” seru tajam Kevin
“Tapi bos pliss ku mohon boss, aku ingin menemuinya” James kukuh
“Tidak perlu. Sudah kukatakan jangan pernah menemui Aqila lagi. Karena selamanya aku tidak akan pernah mengijinkanmu dekat dengannya” tunjuk Kevin kearah James
“Bos” menggeram James. “Aku tidak ingin melukaimu” desis sinis James
“Aku demi keluargaku akan aku lakukan meski aku terluka” tak kalah kejam Kevin pun menyaut
“Hah” mengeluh panjang James menatap Kevin
“Ku mohon untuk terakhir kalinya bos” masih berusaha
“Sekali tidak ya tidak” jawab Kevin
“Untuk terakhir kalinya bos setelah itu aku akan menjauh” ujar yakin James
Karena Kevin sudah berjanji pada Adel untuk menjauhkan James dari Aqila mau tak mau Kevin juga tetap kekeh dengan pendiriannya. Hingga membuat Axel yang melihat pun geram sendiri karena lelaki didepannya itu ngotot ingin ketemu adiknya. Axel sendiri sudah tau dari Kakak dan Kakak Iparnya.
Ya Kevin dan Adel memberitahu semuanya pada Axel tak ada yang ditutupi. Jujur Axel pun marah besar dan ia juga tidak sudi adik yang ia sayang jatuh pada pelukan pria brengsek sepertinya.
“Ku mohon kak, menghindari pertikaian, kakak pergi dari sini” mohon Axel dengan sopan
“Aku akan tetap disini sampai kalian ijinkan aku bertemu Aqila” seru James
__ADS_1
Dugh
Buk
Buk
Axel sudah hilang kendali, lelaki didepannya ini sangat egois dan keras kepala. Meski Axel masih SMA tetapi ia juga ikut beberapa ektrakurikuler bela diri. Jadi ia bisa membentengi dirinya sendiri.
“Saya sudah bilang, pergi dari sini. Dan ingat jauhi ADIK saya” seru Axel dengan tajam
Wajah James pun sudah babak belur, ujung bibir sobek. Tapi ia masih tak bergeming, duduk dilantai rumah sakit dengan menghapus ujung darah di bibirnya yang robek.
“Si*lan apa kamu gak dengar!” Seru Kevin
“Aku mohon pada kalian. Ini yang terakhir kalinya” masih tak menyerah bersujud di kaki Axel dan Kevin
“Cih, kau sudah tidur dengan wanita lain lalu sekarang ingin bertemu adikku dan mengatakan lagi bahwa kamu mencintainya” seru lantang Axel
“Siapa tidur dengan wanita lain kak?”
Deg
Sontak ketiga lelaki itu menatap wanita yang berdiri mematung di ambang pintu dengan infus di tangan kirinya.
“Aqila kamu ngapain disini dek?” ujar Axel menghampiri sang Adik
Aqila sontak menepis tangan Axel yang ingin meraih infusnya.
“Aqila tanya siapa yang tidur sama wanita lain?” tanya Aqila menatap tajam Axel
“Mulut memang pandai berdalih tapi mata tidak mampu berbohong” ujar Aqila dengan mata berkaca-kaca.
Sejujurnya Aqila sudah mendengar semua yang mereka bicarakan, karena Adel meninggalkan Aqila di kamar mandi. Adel bilang bahwa ia sedang sakit perut. Jadinya Aqila yang penasaran turun dari ranjang dan mendekat ke pintu.
Ketiganya masih terdiam tanpa ada yang ingin menjawab.
“Baiklah jika tidak ada yang menjawab” Ujar Aqila dengan penuh kekecawaan. Melangkah pergi menuju ruangannya kembali.
Axel yang mendengar ada guratan kekecawaan diwajah sang adik pun mau tak mau menahan tangan Aqila.
“Kamu ingin tau?” tanya Axel
Aqila mengangguk. Meski ia tau siapa ia ingin kakaknya jujur padanya.
“Dia” tunjuk Axel pada James
Tes
Air mata yang Aqila tahan akhirnya gugur sudah. Ia sungguh merasakan sakit, disaat hatinya mulai terbuka ternyata sudah ditorehkan luka oleh lelaki didepannya itu.
“Terimakasih” Ujar Aqila lalu ia masuk kedalam ruangannya.
Adel yang melihat adiknya masuk dengan air mata yang masih membekas diwajahnya akhirnya mendekat.
__ADS_1
“Kamu kenapa sayang?” tanya Adel
Aqila menggeleng pelan lalu berjalan dibantu Adel ke ranjangnya. Aqila memilih diam seribu bahasa. Hatinya masih sakit. Meski ia masih muda bahkan terkesan anak kecil, Aqila termasuk gadis yang pintar dan cerdas. Aqila yang sudah kelas 3 SMP pun sudah tau tentang apa itu cinta. Meski ia tak pernah berpacaran.
Aqila yang sudah diranjang akhirnya langsung menidurkan dirinya. Adel yang merasakan gelagat sang adik langsung keluar dan melihat ketiga lelaki itu tetap tak bergeming.
“Ada apa mas?” tanya Adel
Kevin mendekat lalu memeluk Adel, ia berbisik “Aqila dengar semua”
“Apaa!!” sontak mata Adel melebar dengan mulut menganga
“Bagaimana bisa mas?” tanya Adel dengan raut wajah serius
“Entah tau-tau Aqila udah diambang pintu” seru Kevin
“Oh ya tuhan, aku tadi ninggal dia ke kamar mandi emang mas karena perutku sakit” ujar Adel
“Sudah biarkan kak, sekalian tau Aqila gimana tingkah lelaki ini” seru Axel tajam yang berada didekat kakaknya.
“Pulanglah James” seru Adel
“Aku mohon sebagai kakak, jangan pernah temui adikku lagi, jangan ganggu dia. Pergi lah darinya” pinta Adel
James dengan lesu mengangguk lalu ia pergi dari sana. Menghela nafas berat akhirnya Adel, Axel dan Kevin masuk keruangan Aqila.
Adel melihat bahu Aqila bergetar dengan tangan mengusap kasar matanya. Meski posisi Aqila membelakangi, mereka tau kalau Aqila menangis.
Adel berjalan mendekat, mengusap punggung sang Adik dengan lembut. Sedangkan Aqila masih terdiam. Ia menangis ingin menenangkan hati dan pikirannya. Hingga Aqila tertidur dalam keadaan menangis.
Adel yang melihat pun iba, karena baru kali ini sang adik menangis karena seorang lelaki. Tetapi Adel juga tak bisa berkata apa, ia memilih berjalan ke sofa bersama suami dan adik lelakinya.
"Sudah sayang jangan difikirin" ujar pelan Kevin
"Tapi aku kasihan Aqila mas hiks" Adel mulai terisak
Kevin membawa Adel dalam pelukannya.
"Kita jaga sama-sama Aqila sayang" ujar yakin Kevin
"Iya mas" saut Adel dengan mengangguk
--*--
Hayoo pasti pada penasaran kan?
Hihi biar pada berfantasi ria untuk cerita Aqila didepannya. Yang pada minta Aqila sama James aja hemmm sepertinya harus Author pikirkan hehehe.
Ingat yah cerita Aqila mungkin banyak menunjukkan pengorbanan, keikhlasan, pengkhianatan, perjuangan dan merelakan.
Dan diiringi Waktu Aqila akan berganti menjadi sosok yang kuat, tegar dan sabar.
Jadi plis sabar aja yah nunggu cerita Sequelnya Ini❤️
__ADS_1
Hayoo Jangan Lupa VOTE dan LIKE YAH