Jodoh Pilihan Mama

Jodoh Pilihan Mama
Extra Part (Hamil lagi!)


__ADS_3

Hoek hoek


Hoek hoek


“Sayang kamu kenapa?” cemas Kevin


“Iya mommy tenapa?” tanya bocah kecil berumur 2 tahun itu


Adel masih terdiam, perutnya masih seperti diaduk. Ia menghirup nafas untuk menetralkan keadaannya yang ingin muntah kembali.


Adel membersihkan bibirnya lalu berdiri tegak. Ia berbalik dan terlihat dua jagoannya menemaninya dikamar mandi.


“Mommy akit?” tanya Baby Taqy


“Enggak abang, mommy hanya pusing aja”


“Mommy pucat ayo sini” Kevin memegang tangan Adel lalu kedua nya mengapit ibu anak satu itu diranjang.


Adel menyelonjorkan kakinya dan menyandarkan punggungnya di tepi ranjang. Dengan senang hati sang anak memijat kaki ibunya sedangkan Kevin membersihkan bibir sang istri dengan tisu.


“Sudah abang ,kemari nanti kamu capek nak” ujar Adel


“Ndak mau, mommy akit, abang mau ijit mommy” ucap anak lelaki itu yang sok tau dengan wajah menggemaskan


Kevin tersenyum “Liatlah yang, dia sangat menyanyangimu” ujar Kevin menatap wajah istrinya


“Dia juga sayang padamu mas” ujar Adel


“Tapi dia lebih sayang sama kamu, dia lebih dekat denganmu mommy” serius Kevin


“Udah daddy jangan sedih gitu dong” ucap Adel


“Bentar aku panggil dokter dulu” seru Kevin lalu turun dari ranjang dan mengambil ponsel yang berada di nakas samping.


Semua itu tak luput dari penglihatan Adel sampai mata Adel menatap kalender di atas nakas.


Mata Adel membulat ketika melihat kalender. Seketika ia memegang perutnya.


“Apa mungkin” gumam Adel dalam hati


“Mas” panggil Adel


Kevin masih tak menggubris ia mencoba menelfon dokter pribadi.


“Gak perlu telfon mas kayaknya aku tau kenapa aku seperti ini” ucap Adel dengan nada sedikit tinggi


Kevin spontan menatap sang istri. Adel mengangguk kearah suaminya. Dengan pasti Kevin meletakkan ponselnya dan berjalan kembali ke atas ranjang.


“Sepertinya Abang bakalan punya adik mas” bisik Adel ditelinga Kevin ketika suaminya sudah disampingnya.


Mata Kevin membulat dengan mulut menganga tak percaya. Ia menatap istrinya mencari kebohongan dimatanya tetapi disana hanya ada kejujuran dan ketulusan seorang istri


“Beneran yang?” tanya Kevin


“Sepertinya mas” tebak Adel


“Kenapa kamu bisa bilang kalau Abang bakal punya adik?” tanya Kevin penuh selidik


“Aku gak sengaja liat kalender mas pas kamu ambil ponsel. Dan aku baru ingat udah 2 bulan lebih aku gak halangan mas. Kamu tiap malam minta jatah terus gitu” ucap Adel serius


“Ah iya aku lupa. Bener juga yang aku gak pernah absen setiap malam” ujar Kevin


“Jangan kenceng-kenceng ada Abang daddy” ucap Adel

__ADS_1


“Upss” menutup mulut. “Maaf mommy” cengengesan menatap istrinya


“Abang udah nak, kemari” menjulurkan tangannya kearah sang anak


Baby Taqy dengan lincah menangkap uluran tangan sang mommy dan duduk dipangkuan sang mommy sambil memeluknya.


“Boy jangan terlalu erat memeluk mommy kasihan adik” ucap Kevin pada Baby Taqy


“Adik dad?” tanya Baby Taqy dengan kening berkerut.


“Ya kamu sebentar lagi punya adik abang” bahagia Kevin


“Yeyy adik adik” Baby Taqy ikut bahagia sambil bertepuk tangan dan meloncat-loncat diatas ranjang.


“Hey boy cukup nanti ranjang daddy jebol kamu lompatin” gerutu Kevin


“Iya daddy maaf” Ucap Baby Taqy dengan memberengut


“Uh sini nak anak mommy” Adel merayu


Ia tau bahwa sang anak lelakinya tak pernah akur dengan Kevin. Selalu saja ada perdebatan dan pertengkaran pada kedua jagoannya itu. Seperti Baby Taqy meminta Adel menemaninya tidur di ranjangnya sendiri.


Ya semenjak Baby Taqy berumur satu tahun setengah, Kevin membelikan ranjang sendiri untuk Baby Taqy tetapi masih sama didalam kamar Kevin. Jadi kamar itu ada dua tempat ranjang. Dan setiap malam lah kedua lelaki itu memperebutkan wanita yang mereka cintai.


Tapi selalu saja sang istri Adel memilih tidur bersama anaknya terlebih dahulu baru ketika si anak tidur ia akan berpindah keranjangnya.


“Nanti sore kita ke dokter kandungan ya mommy” ajak Kevin


Adel mengangguk.


---*---


Sore harinya..


Dan disinilah mereka berada. Diantrian dokter kandungan. Setelah proses mencari alasan agar bisa keluar dari rumah tanpa diikuti keluarga untuk cek kebenarannya. Akhirnya mereka bertiga berhasil kabur.


“Gak capek yang?” tanya Kevin


“Enggak mas” Adel tersenyum


Untuk Baby Taqy sendiri. Dia diam duduk di stroller nya dengan ditemani mainan dinosaurus kesukaannya. Tanpa mempedulikan keadaan sekitarnya ia tetap fokus dengan mainannya.


“Mommy” panggil Baby Taqy


“iya sayang” seru Adel


“Abang tuyunn” menjulurkan kedua tangannya meminta sang mommy menurunkannya.


“Jangan gendong mommy boy, kemari sama daddy” Kevin hendak meraih tangan sang anak tetapi Baby Taqy malah menggeleng kepalanya.


“Ndak mau sama daddy, mau sama mommy acuu” kata lucu Baby Taqy


“Haiss, Mommy gak bisa gendong kamu sayang. Ingat ada adik bayi diperut mommy” seru Kevin memberi pengertian


Baby Taqy langsung menatap sang mommy, Adel yang tau dibenak penuh tanya sang anak akhirnya menjelaskan.


“Mommy gak bisa gendong kamu sayang, kamu udah besar. Diperut mommy ada adik kamu. Jadi mommy gak boleh capek-capek” memberi pengertian


Akhirnya Baby Taqy mengangguk sedih, Kevin segera meraih sang anak dan meletakkan dipangkuan sang istri karena Adel yang meminta.


Akhirnya nomor urut Adel dipanggil. Ketiganya memasuki ruangan dan ternyata masih sama Dokter Tia yang menangani.


“Selamat datang Nyonya Adel” sapa ramah Dokter Tia

__ADS_1


“Iya dokter Tia” Ucap Adel tersenyum


“Ada keluhan apa?” tanya Dokter Tia


“Saya sudah 2 bulan lebih gak halangan dokter, terus tadi pagi mual muntah” Adel menjelaskan keluhannya.


Dokter Tia mengerti dan meminta Adel berbaring. Seperti dulu perawat mengoleskan gel dan Dokter Tia segera meletakkan alat usg diatas perut Adel hingga muncul gambar pada monitor.


“Selamat Tuan Kevin, anda akan menjadi ayah lagi. Dan kamu boy akan punya adik” ujar Dokter Tia dengan tersenyum


Adel hanya bisa meneteskan air mata. Tanda syukur dan doa ia sematkan dalam hatinya. Allah maha baik memberikan keturunan lagi padanya. Mempercayakan mereka dengan kehadiran bayi lagi ditengah-tengah mereka. Tak ada kebahagiaan yang lebih selain ini untuk Adel.


“Itu kenapa kantungnya ada dua dok?” tanya Kevin


Memang benar dalam monitor itu terdapat dua kantung yang sudah terlihat disana.


“Ah iya benar. Selamat anak kedua anda kembar” ujar sopan Dokter Tia


Kevin tak percaya dengan kabar itu. Ia segera memberi ciuman kening pada sang istri dan ciuman pipi pada Baby Taqy. Sungguh ia sangat bahagia, melihat istrinya hamil kembali sekaligus Allah langsung memberi kembar untuk mereka.


---*---


Dengan wajah bahagia ketiganya sampai dirumah Kevin.


Mereka segera turun dari mobil dan berjalan bersama. Dengan Baby Taqy pada gendongannya Kevin.


“Papa mama” teriak Kevin


“Maa!”


“Pa”


Kevin masih teriak dengan senyum tak luntur dibibirnya.


Karena suara teriakan Kevin, semua orang keluar dari kamar dan berjalan menuju ruang tamu.


“Kamu apa-apaan si nak teriak-teriak” ujar Mama Nora


“Iya Kevin. Kamu itu apaan sih” kesal Papa Radit.


“Kevin punya kabar bahagia ma pa dek” ujar Kevin dengan senyum lebar


“Kabar bahagia apa nak?” tanya Mama Angel


“Adel hamil lagi”


“Apa!!” terkejut semua orang


Tapi seketika mereka langsung tersenyum bahagia dan memberi pelukan dan ciuman pada sang anak dan menantunya itu.


“Dan lagi Adel hamil kembar ma pa” sambung Kevin


“Masya allah”


Semua keluarga menjadi ikut bahagia karena akan ketambahan personil baru dikeluarga mereka. Dan mereka pun sudah tak sabar dengan kehadiran bayi kembar tersebut.


--*--


Yey bagaimana dengan part ini?


Alhamdulillah udah terkabul kan yang ingin punya anak kembar.


Hihihi masih mau part lagi gak?

__ADS_1


Kalau mau segera komen dibawah yah!!


JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE YAH!!


__ADS_2