Jodoh Pilihan Mama

Jodoh Pilihan Mama
Titipan terindah dari Allah


__ADS_3

“Sesuai diagnosa saya, benar bahwa Nyonya Muda sedang hamil” Tutur Dokter dengan tersenyum


“Apa dok! Hamil?” tanya Kevin


“Hamil” cicit pelan Adel reflek tangannya menyentuh perutnya.


“Iya tuan, Nyonya sedang hamil. Tetapi saya tidak tau berapa minggu usia kehamilannya. Lebih baik anda bawa ke dokter kandungan nanti” Dokter menjelaskan


Kevin masih mematung, apa yang ia nantikan setelah kehilangan ternyata Allah mempercayai dirinya kembali untuk menjadi seorang ayah. Tanpa sadar air mata menetes dipipinya.


“Mas, aku hamil mas” ujar Adel dengan menangis tetapi bibirnya tersenyum menatap sang suami


Kevin mengangguk lalu segera mendekap tubuh istrinya. Sungguh berita ini membuat kebahagiaan membuncah dikedua hati pasangan itu. Apa yang mereka inginkan alhamdulillah Allah titipkan lagi. Titipan terindah dari Allah yang dinantikan keduanya.


Tak luntur-luntur senyum mengembang diwajah keduanya.


“Tapi sepertinya disini Tuan Kevin yang merasakan ngidam dan mual. Itu wajar tuan, tidak ada penyakit serius di diri anda. Seiring berjalannya usia kehamilan nanti mual nya akan mereda” sang Dokter menjelaskan


“Terimakasih banyak dok” Kevin menyalami dokter tersebut.


“Sama-sama tuan. Saya ucapkan selamat yah” ucap tulus Dokter.


Lalu Dokter keluar dari kamar disambut wajah cemas oleh anggota keluarga. Karena memang dikamar hanya ada Kevin dengan Adel.


“Bagaimana keadaan anak saya dok?” tanya Mama Nora


“Tenang nyonya, keadaan tuan baik-baik saja. Ini hanya bawaan bayi” ujar Dokter


“Bayi?” tanya Mama Nora dengan mata melebar


“Iya nyonya bayi, selamat anda akan menjadi oma” ujar Dokter dengan senyum tulus


“Alhamdulillah, beneran dok?” tak percaya masih dengan wajah ragu


Sang dokter langsung mengangguk dan akhirnya tangis bahagia pecah diruang keluarga itu. Setelah mengucapkan terimakasih dan mengantar dokter keluar rumah. Akhirnya semua orang berjalan menuju kamar Adel.


“Sayang selamat yah” ujar tulus Mama Angel


“Mama juga ucapin selamat ya nak” saut Mama Nora ke arah anaknya


“Terimakasih ma” jawab Adel dan Kevin bersamaan


“Kakak selamat yah, aku bakalan jadi om” ujar Axel dengan wajah berbinar


“Iya kamu bakal jadi om” saut Adel


“Aqila mana?” tanya Adel


“Di kamar istirahat” saut Axel


Adel mengangguk lalu ia mendudukkan dirinya disandaran ranjang dibantu Mama Nora.


“Mas Kevin duduk aja. Kasihan mas” seru Adel sendu menatap wajah suaminya


Sepertinya wajahnya mulai tirus, ia tau beberapa waktu ini suaminya tidak makan dengan benar. Pagi suaminya akan merasakan mual sampai menjelang siang. Baru siang ia akan makan.

__ADS_1


Kevin menurut, ia mendudukkan dirinya disamping istrinya. Senyum masih menghiasi wajah Kevin.


“Kalian jaga baik-baik titipan Allah ini” Mama Angel mengingatkan


“Pasti mah” saut Adel yakin


Setelah beberapa menit mereka mengobrol akhirnya semua kembali ke kamar masing-masing. Tinggallah Kevin dan Adel dikamar.


“Mas” panggil Adel


Kevin mendongak, ia sedari tadi sedang menciumi perut istrinya dengan sayang.


“Apa sayang” saut Kevin


“Laper” seru Adel


“Yaudah ayo makan, habis itu nanti sore kita periksa ke Dokter kandungan” Ajak Kevin


“Iya mas, ayo aku udah lapar banget” cicit Adel


Keduanya berjalan menuju meja makan dengan canda tawa bahagia. Kevin membantu istrinya berjalan dengan tangan memegang perut datar istrinya. Adel jadi malu sendiri karena kelakuan mereka diliat oleh semua keluarga.


Papa Radit yang baru pulang berjalan menghampiri sang anak. “Selamat ya nak, kamu bakal jadi seorang ayah dan Papa jadi opa” ujar Papa Radit penuh semangat.


Adel tersenyum kecil melihat mertuanya sangat antusias dengan kehamilan keduanya itu. Memang benar kedua mertuanya itu sangat menyanyangi dirinya. Sejak menikah Mama Mora dan Papa Radit tak pernah meminta Adel melakukan hal berat. Tetapi karena Adel bersikeras jadinya terkadang yang membersihkan beberapa ruangan adalah istrinya.


“Terimakasih banyak pah, doakan kandungan istri aku ya pah” pinta Kevin dengan seutas senyum


Sang papa mengangguk dengan menepuk pundak sang anak. Lalu mereka pun duduk sambil menyantap makan siang mereka.


“EMm tapi ma...” belum sempat ia melanjutkan suaranya, suara bariton terdengar


“Kamu diam dirumah sayang. Ingat demi anak kita” ujar Kevin


“Tapi..”


“Gak perlu tapi-tapian” seru Papa Radit


Menghela nafas berat akhirnya Adel mengangguk lagi dengan seutas senyum.


“Sepertinya berdebat pun tak akan berakhir” gumam Adel


Selesai makan siang akhirnya mereka semua berkumpul diruang keluarga. Mama Nora tak lupa membawa cemilan dan minuman untuk mengobrol sebentar.


Kevin dan Papa Radit membicarakan tentang bisnis dan perusahaan sedangkan Mama Nora dan Mama Angel membicarakan bisnis yang sedang mereka geluti yaitu restaurant. Ya Mama Nora dan Mama Angel sedang mengurus pembukaan restaurant baru mereka.


Adel sendiri hanya diam sambil bermain ponsel dan tangannya tak berhenti memakan cemilan yang sudah Mama Nora sediakan.


--*--


Di kamar Aqila


Aqila masih menatap kosong. Ia sedang duduk didepan cermin riasnya. Sedari tadi air mata yang ia tahan luruh dengan pandangan kosong.


Hatinya masih terguncang, terkejut karena ia tak menyangka lelaki yang telah mengatakan bahwa ia cinta pada dirinya ternyata dengan mudahnya tidur dengan seorang wanita.

__ADS_1


Dan itupun telah diketahui oleh keluarganya berarti ia sendiri yang tidak diberitahu.


Besar tanpa seorang ayah menjadikannya kurang kasih sayang seorang ayah. Ketika ia mendapatkan cinta dari lelaki lain membuat hatinya bimbang dan hangat tetapi ia juga tidak mudah untuk menerima cinta seseorang karena cita-cita dan harapan tinggi untuk masa depannya sudah ia tata.


“Ingat Aqila, Aku harus kuat. Buat bangga Papa sama Mama dan kakak” gumam Aqila dengan menghapus air matanya kasar


“Mulai detik ini, aku harus matikan rasa dihatiku dulu. Belajar rajin dan raih cita-citaku dulu baru aku akan memikirkan lelaki” ujar yakin Aqila.


Karena dulu keadaan yang serba kurang menjadikan Aqila dewasa sebelum umurnya. Keadaan yang hanya tinggal ditempat kecil dengan ketiga orang yang sangat ia cintai membuatnya berpikir dewasa dan mandiri.


Tok tok tok


Ketukan pintu dikamar Aqila tak membuat Aqila tersadar dari pikirannya.


Ceklek


Axel memasuki ruangan Aqila pelan dan tersenyum masam mendapati keadaan adiknya. Axel paham sepertinya hati adiknya sedikit tersentuh oleh James. Dan hari ini ia harus mendapatkan sebuah kabar mengejutkan dari lelaki yang katanya mencintainya.


“Aqila” panggil Axel


“Qila” menggoyang bahu sang adik


“Astagfirullah” Aqila terperanjat karena kaget dengan kedatangan sang kakak.


“Kapan kakak masuk?” tanya Aqila


“5 menit yang lalu” jawab Axel


“Tapi aku gak tau kehadiran kakak” seru Aqila


“Bagaimana mau tau kamu aja ngelamun” ujar Axel


“Maaf” Aqila menunduk


“Sudah sayang, lupakan” Axel berkata lembut


Aqila mengangkat kepalanya dan terlihat air mata diujung matanya. “Aku kangen papa kak” Aqila terisak


“Kemarilah” Axel membentangkan tangannya.


Aqila mendekat dan memeluk sang Kakak.


“Doakan papa ya sayang, biar papa bahagia diatas sana. Kamu harus bahagia juga biar papa gak sedih disana” lembut Axel


“Iya kak pasti” Aqila mengangguk.


---*---


Ayo ucapkan Selamat sama Daddy Kevin dan Mommy Adel.


Ini kan yang kalian mau hihi biar Adel hamil lagi. Yang request minta hamil kembar banyak banget😂😂


Ntar minta cerita anak-anaknya apa kalian gak bosen banyak cerita anak kembar hihihi.


Hayoo mau gimana, Anak tunggal apa kembar apa kembar 3 🤣🤣🤣

__ADS_1


JANGAN LUPA VOTE DAN LIKE OKE


__ADS_2