
Setelah drama dimeja makan, sekarang mereka kedatangan sepasang calon pengantin yang membuat rumah Kevin menjadi heboh.
“Hallo bumilkuu” teriak Meli sambil memeluk Adel
“Hay mel” sapa balik Adel
“Wahh kau semakin seksi aja” bisik Meli
Adel tersentak refleks ia memukul lengan sang sahabat. “Serius?” tanya Adel
“Iya lah, memang nya apa lagi?” tanya Meli
“Aku gak gendut?” tanya Adel
Meli menggeleng. Memang benar apa yang dikatakannya. Adel tak terlihat gemuk hanya saja ia semakin seksi karena beberapa bagian mulai berkembang. Seperti pipi yang tirus sekarang berisi. Meli menjadi gemas dengan wajah sahabatnya sekarang.
“Kenapa kau hamil kau makin menggemaskan” cubit pipi Adel
“Aww sakit tau” dengus Adel
“Hahahha kamu gemesin Del?” goda Meli
“Astaga” menepuk jidat. “Meski gemesin tapi ya jangan kamu cubit juga pipiku” seru Adel kesal
“Hahahha kan pengen aja ngerasain bakpau manusia” ledek Meli
Adel mendelik sebal “Awas aja kalau kau hamil, kau bakal ngerasain juga” sinis Adel
“Ahhh aku tak sabar malahan” ucap santai Meli
“Ihhh kamu kok makin ngeselin sih” seru Adel
“Lah kan emang bener toh, orang nikah pasti nanti pengen hamil juga si wanitanya” Meli memberi pengertian
“Yayayaya tumben kamu mikir dewasa” ledek Adel
“Hahhaha udah mau nikah gue jangan kek bayi terus” saut Meli
“Yayayaya bener” Adel mangguk-mangguk
Keduanya terdiam karena Adel mengambil cemilan dan memakannya sedangkan Meli hanya tertawa kecil. Ia senang melihat sahabatnya doyan makan seperti ini. Malahan Adel sudah tak peduli dengan beratnya. Tetapi Meli menjadi bangga dengan sahabatnya itu. Karena ia rela melepas masa kuliah untuk mengandung buah cinta mereka.
“Del lo jadi ikut kan?” tanya Meli
“Jadi dong, bentar ya gue ambil dompet” seru Adel
Ia berdiri lalu berjalan menuju kamar, sedangkan Meli ia menghampiri sang calon suami yang berdiri bersama Kevin.
“Mas” panggil Meli
“Iya sayang” saut Rudi
“Cihhh mual gue” ledek Kevin
“Syirik aja loh” sinis Rudi
“Ngapain gue syirik heloo, noh gue udah ada istri” ledek Kevin
Yayaya kembali lagi jika kedua manusia es ini berkumpul mereka akan seperti bocah 4 tahun yang selalu berantem jika bersama. Tetapi keduanya tau tempat dan sikon. Keduanya salin menyayangi dan mengasihi. Maka dari itu mama papa Kevin juga sangat menyanyangi Rudi.
“Yang” panggil Adel setelah ia berdiri disamping Kevin
__ADS_1
“Sudah?” tanya Kevin lalu menatap penampilan sang istri dari atas sampai bawah.
Memang istrinya sangat berbeda. Adel tak pernah memakai baju berlebihan dan mencolok jika sedang bersantai. Dia pintar dalam menentukan pakaian dan model untuk yang ia pakek sendiri.
Adel mengangguk. “Ayo” Kevin mulai memegang pinggul sang istri lalu berjalan menuju mobil.
“Kita semobil aja Vin?” tanya Rudi ketika mereka sampai diteras rumah.
“Iya enak semobil” celetuk Kevin.
Keempatnya masuk mobil, lalu perlahan mobil menghilang dan menembuskan jalanan kota tersebut. Memilih sebuah mall terbesar dan termasuk salah satu harta kekayaan Kevin.
Ketika baru masuk banyak pasang mata melihat seorang pewaris Raharja sedang berbelanja dengan seorang wanita sederhana.
Adel mulai tak nyaman ia gelisah dan itu diperhatikan oleh Kevin.
“Kenapa sayang?” tanya Kevin
“Emmm aku gak nyaman mas” lirih Adel sambil menunduk
“Jangan pernah menunduk yang” mengangkat dagu Adel
“Tegakkan wajahmu ,kamu sama aku yang” Kevin tersenyum
Seakan mendapat ketenangan dan kekuatannya akhirnya Adel mengangguk lalu mulai berjalan kembali untuk mengikuti langkah sepasang calon pengantin itu.
Memasuki sebuah butik gaun yang tersedia di mall. Rudi dan Meli pun mulai memilih. Sedangkan Adel hanya memilih duduk sambil menatap kanan kirinya.
“Kamu gak mau beli sayang?” tanya Kevin
“Belum ada yang cocok mas” jawab Adel
Sejujurnya Kevin sangat tau istrinya tidak pernah membeli gaun atau tas dan sebagainya jika sendirian. Adel bukan tipe wanita sosialita, memang benar dia memiliki suami kaya raya tapi tak membuat Adel sombong. Ia selalu memilih membeli makanan daripada hal yang menurutnya tidak penting.
Kebanyakan Adel mendapat gaun, tas, sepatu dan perhiasan dari hadiah suaminya. Kevin memang sengaja membelikan istrinya tanpa sepengetahuannya karena jika tau sudah pasti Adel akan menolak dari awal.
--*--
Berbeda dengan calon pengantin, keduanya sekarang terlihat bingung memilih gaun disana. Karena gaun-gaunnya modelnya limited semua.
“Mas gaunnya mahal banget” bisik Meli
“Terus kenapa sayang” timpal Rudi enteng
“Mending uangnya ditabung deh mas ,cari tempat lain yuk” ajak Meli
Rudi menggeleng, “Ayo cari sana” suruh Rudi
Meli menolak ,Rudi langsung memberikan tatapan tajam akhirnya Meli menghela nafas dan mulai berjalan melihat gaun-gaun.
Bersamaan itu Adel pun juga sudah bangkit dan mencari gaun kesukaannya. Entah Adel ingin membeli gaun hari ini. Ia mencari berkeliling hingga hampir jatuh karena menabrak seseorang.
“Aduh” ringis Adel sambil berpegangan pada patuh manequin yang terpajang.
Meli mendongak menatap wanita yang ia tabrak. Matanya terbelalak saat melihat sahabatnya yang ia tabrak sendiri. Segera Meli membantu Adel agar berdiri seimbang.
“Kamu gakpapa Del?” meli khawatir.
“Gakpapa kok” Jawab Adel
“Kamu yakin?” masih dengan wajah serius dan khawatir.
__ADS_1
“Aku yakin Mel” saut Adel. “Gimana gaun mu?” sambung Adel saat melihat bahwa sahabatnya itu tidak menenteng apapun.
“Masih cari” lirih Meli
“Ya sudah ayo cari bersama” tangan Adel memegang lengan Meli
Senyum merekah keduanya terpancar dengan semangat mereka melangkahkan kaki jenjang mereka untuk mengelilingi toko itu. Sedangkan kedua lelaki itu sedang bermain game diruagan itu.
“Ck lo emang payah” ledek Kevin
“Hee ini hanya game yah” dengus Rudi
“yayaya okeoke” Kevin mengalah.
Sudah hampir 1 jam mereka bermain game tapi tak ada pergerakan dari kedua wanita yang sedang mencari gaun itu. Akhirnya kedua lelaki itu menghentikan gamenya dan memasukkan ponselnya pada saku. Mereka berjalan bersama mencari kedua wanitanya.
Memicingkan matanya menyusuri ruangan itu tapi tak ada sang istri dan calon istri pikir Kevin dan Rudi.
Keduanya selain bersitatap. “Kemana mereka?” tanya Rudi
“Gue juga gak tau” mengangkat kedua bahunya.
“Ck mereka selalu membuat ulah” gerutu Rudi.
---*---
Berbeda dengan kedua wanita itu. Setelah tadi membeli gaun mereka kabur dari butik karena mereka lapar. Sejatinya tadi kedua wanita itu ingin menghampiri lelaki mereka akan tetapi mereka menjadi sebal karena ternyata dua lelaki itu enak-enaknya main game.
Flashback on
“Mel ini udah kan kita belanjanya?” tanya Adel
“Udah dong” saut Meli
“Makasih ya kak” ucap Adel kepada kasir
“Sama-sama nyonya” saut kasir di toko itu.
Ya kedua wanita itu sedang membayar barang – barang mereka. Setelah membayar keduanya menghampiri tempat duduk Rudi dan Kevin.
“Heee liat lah” dengus Meli menghentikan langkahnya
“Enaknya mereka santai kita yang pusing cari huh” sambung Adel
“Kita pergi aja yuk Del” ajak Meli
“Kemana?” tanya Adel dengan ambigu
“Cari makan” saut Mei
Seketika keduanga keluar mengendap dari toko dan mencari tempat makan.
Flashback off
----+++----
Selamat Sore para pembaca novel setia "Jodoh Pilihan Mama"
Author usahakan bakalan tamat awal Juli. tapi bisa mundur bisa maju sayang.
Yokk jangan lupa VOTE dan LIKE nya dong
__ADS_1