Jodoh Pilihan Mama

Jodoh Pilihan Mama
Cek kandungan


__ADS_3

Hari berganti hari, bulan berganti bulan. Tak terasa kandungan Adel sudah menginjak 8 bulan. Drama kehamilan nya pun masih berlanjut dari yang suaminya mengalami mual muntah, mengidam, dan Adel mengalami sakit punggung dan kaki bengkak. Tetapi Adel menjalani semua itu dengan senang.


Karena memang ini adalah momen yang ia tunggu, bisa mengandung buah cintanya dengan suami tercinta. Bisa merasakan masa-masa indah seperti perut buncit, gerakan menendang dan setiap malam selalu ke kamar mandi.


Adel tak pernah mengeluh karena memang ia sangat menunggu kehamilan keduanya setelah anak pertamanya meninggal sebab kecelakaan. Ia sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk menjaga kehamilan keduanya ini.


Tepat hari ini adalah jadwal cek up kandungan Adel. Sedari semalam Adel sudah merengek pada Kevin agar sang suami ikut ke dokter. Sejujurnya Kevin tak bisa ikut karena bertepatan dengan meeting penting. Akan tetapi melihat istrinya merengek, merajuk dan menangis akhirnya Kevin pun memilih ikut sang istri sedangkan proyek besarnya sekaligus meeting akan ia alihkan pada Rudi. Entah sumpah serapah apalagi yang akan Rudi lontarkan.


“Mas jadi kan anter?” tanya Adel saat mereka bersantai ditaman belakang.


“Iya sayang mas yang anter” saut Kevin tersenyum


Adel bahagia tetapi ia juga merasa bersalah karenanya sang suami harus terkena omelan Rudi.


“Maafin aku ya mas” ujar Adel dengan mata sendu


“Untuk apa hm?” tanya lembut Kevin


“Karenaku mas meninggalkan pekerjaan mas” cicit Adel dengan mata berkaca-kaca


“Hey sayang” menangkup kedua pipi Adel. “Liat mataku” menatap penuh cinta. “Untukmu aku rela meninggalkan apapun apalagi sekarang aku akan berjumpa dengan anak kita” Kevin tersenyum


Adel menangis ia terharu dengan ucapan sang suami. “Makasih mas makasih” sesegukan menangis dalam pelukan Kevin


Kevin hanya bisa mengusap punggung sang istri dan dengan menghadiahi kecupan dipuncak kepalanya.


“Ayo masuk kita siap-siap” ajak Kevin


Memgulurkan tangan mereka jalan bergandengan tangan dengan wajah bahagia. Ya meski mata Adel sembab tetapi senyum kebahagiaan terpancar di matanya.


Ketika mereka masuk semua keluarga sudah bersiap. Kevin dan Adel saling berpandangan lalu mendekat.


“Mama mau kemana?” tanya Kevin


“Ya mau liat cucu mama dong” saut Mama Nora


“Maksutnya?” Kevin masih belum mengerti


“Kan hari ini istri kamu mau cek up jadinya kami ikut” ujar Mama Nora


“Apa!!” mata Kevin membulat


Adel hanya bisa menepuk jidatnya. Hah sudah dipastikan pasti akan ada kehebohan kembali dirumah sakit milik sang suami.


“Yaudah lah mas ayo ganti baju” ajak Adel pasrah


Kevin mengangguk lalu mereka masuk kedalam kamar.


--*--


Akhirnya setelah drama keluarga tentang pembagian mobil selesai. Mereka menuju rumah sakit dengan Adel dan Kevin memakai mobil sendiri. Wajah Kevin sudah muram ia sejujurnya hanya ingin berdua dengan sang istri tapi lagi-lagi harus mengalah karena keluarganya.


“Mas udah dong cemberutnya” rayu Adel


“Aku gak habis pikir aja yang tiap kamu kontrol semua ikut” rajuk Kevin


“Namanya aja keluarga mas pasti mereka juga pengen ketemu baby” bujuk rayu Adel

__ADS_1


“Ya tapi aku juga pengen ngerasain anter anak sama istri periksa sendiri sayang”


“Iya iya sabar mas sabar, nanti kalau aku hamil lagi yah” Adel tersenyum penuh maksud


Kevin menoleh sebentar ke arah sang istri. “Apa ini kode tanda kamu mau hamil lagi?” tanya Kevin


“Ya iya dong mas, aku juga pengen punya anak lebih dari satu” ucap Adel kesal


“Siap sayang tenang aja aku akan menghamilimu segera setelah baby lahir” goda Kevin


“Astaga mas dasar suamiku mesum. Ini baby belum lahir aja udah siap-siap aja kamu” gerutu Adel


“Lah emang gak boleh?” goda Kevin dengan senyum nakal


“Gak usah begitu” mencubit perut sang suami lalu memalingkan wajahnya ke arah jendela karena Adel merasa pipinya panas.


Untuk Kevin ia tersenyum lebar karena berhasil menggoda sang istri.


30 menit kemudian mobil keluarga Raharja telah sampai didepan rumah sakit. Kedatangannya sudah membuat heboh. Direktur rumah sakit pun sampai datang untuk menyambut. Astaga namanya holang kaya mah disambut dimana-mana.


“Selamat datang tuan” salam Direktur Rumah Sakit


Direktur Rumah Sakit ini pun merupakan salah satu orang kepercayaan Kevin.


Keluarga hanya menyambut salam dengan mengangguk lalu tersenyum. Mereka langsung berjalan menuju Dokter Kandungan.


Ternyata mereka tak perlu mengantri karena Kevin telah mendaftarkan sang istri.


Dokter Tia pun sudah menyambut kedatangan mereka dengan senyum lebar dan sopan.


“Selamat datang Tuan Nyonya” sapa Dokter Tia ramah.


“Ada keluhan apa nyonya?” tanya Dokter Tia.


“Hanya baru-baru ini saya sering sakit punggung Dokter” seru Adel


“Ah itu wajah Nyonya karena kandungan anda juga sudah memasuki trimester tua” seru sopan Dokter Tia. “Apa anda ingin berjumpa anak anda?” tanya Dokter Tia


Adel memgangguk. “Iya Dokter” itu bukan suara Adel melainkan sang suami Kevin.


Setelah tadi ia memilih diam akhirnya sekarang ia bicara.


“Mari anda tidur disini” pinta Dokter Tia.


Dibantu oleh perawat untuk menuang gel pada perut Adel lalu Dokter Tia mengambil tempat disamping Adel.


Menggerakkan alat tersebut diatas perut Adel lalu telihat lewat monitor. Menggerakkan ke kanan ke kiri.


“Keadaan bayi sehat” seru Dokter Tia. “Posisi sudah bagus Nyonya” sambung Dokter Tia


“Alhamdulillah” puji syukur Semua keluarga.


“Apa anda ingin tau jenis kelamin si baby nyonya?” tanya Dokter Tia.


Kevin menyahut. “Tidak perlu dokter”


Mama Nora dan Papa Radit menatap Kevin. “Loh kenapa emang Vin?” tanya Mama Nora

__ADS_1


“Biar jadi kejutan dong ma” sahut Kevin


“Baiklah” Terdengar nada kecewa dari Mama Nora


Tapi mau bagaimana lagi Kevin memang tak ingin mengetahui jenis kelamin sang anak. Menurutnya perempuan atau lelaki itu sama saja. Yang penting untuknya keselamatan anak dan istrinya ia doakan. Lahir dengan lancar tanpa kendala pikir Kevin.


Setelah menebus vitamin akhirnya mereka kembali keparkiran rumah sakit.


Sebelum masuk ke mobil Adel menghampiri Aqila. Ia mendekat lalu membisikkan sesuatu pada Aqila dengan badan sedikit membungkuk.


“Beli es krim yuk” ajak Adel


“Ah beneran kak?” mata Aqila berbinar


Adel mengangguk dengan semangat Aqila berjalan menuju mobil Adel dan Kevin. Tak lupa Axel juga ikut karena ia pasti tak bakal ketinggalan dengan kedua saudaranya itu.


Setelah semua berada didalam mobil, Kevin melajukan mobilnya kembali perlahan.


“Jadi mau kemana sayang?” tanya Kevin


“Kedai Es krim” saut Aqila dan Adel serempak


“Wah kaka dan adek memang kompak” celetuk Axel sambil memajukan bibirnya.


“Ihh ngambek yah” goda Qila


“Enggak” Axel membuang muka


“Hhihi udah jangan ngambek dong kakakku yang tampan” goda Aqila


“Hmmmm” saut cuek Axel


“Ih ayo dong kak cuek banget sih” masih berusaha dengan bergelanyut manja dibahu sang kakak


“Baiklah baiklah gadis kecilku” saut Axel dengan tersenyum lebar


“Nah gitu dong ayo semangat ke kedai es krim” teriak Aqila


Adel dan Kevin hanya bisa tersenyum melihat dua adik yang selalu kompak, saling memaafkan dan saling jahil. Mereka selalu saling memaafkan antar saudara karena Mama Angel dan Adel selalu menasehati dengan hal baik hingga menjadikan sifat dan perilaku keduanya baik.


-*-


Sesampai di Kedai Es Krim.


Keempatnya keluar dan berjalan masuk ke kedai yang terlihat ramai. Adel mengambil tempat duduk didekat jendela. Kevin dan Aqila memesan es krim yang mereka sukai. Tak beberapa lama mereka kembali duduk setelah menulis pesanan mereka.


“Mas udah ijin mama?” tanya Adel


“Udah sayang” seru Kevin


Setelah menunggu akhirnya es krim mereka pun telah berada diatas meja. Menikmati dengan santai hingga es krim mereka pun habis. Akhirnya mereka langsung pulang setelah selesai dari kedai Es Krim itu.


---*---


Bagaimana pada kepo gak si baby cowok apa cewek?


Hayoo tebak tebak hihi.

__ADS_1


Ahhh ku menunggu baby lahiran hihi. Sabar ya nak sebentar lagi kamu bakal lahir hihi.


YUK JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE NYA YAH


__ADS_2