Jodoh Pilihan Mama

Jodoh Pilihan Mama
Aktor


__ADS_3

"Yuk, Sayang!"Ujar Ibram menggenggam tangan Airin saat kaki nya baru saja menginjak pekarangan rumah.


Kaget? Tentu saja. Benar-benar berbakat jadi aktor. Aktingnya pasti tidak kalah hebat di serial Ind*siar,Airin patut memberikan nya acungan jempol untuk kategori aktor bermuka dua.


"Selain pintar soal keuangan kamu juga berbakat jadi aktor mas" bisik Airin


"Jangan bikin ulah" bisik pria itu cepat,saat Airin mencoba menarik tangannya tapi tak di izinkan oleh Ibram.


Setelah menyapa semua keluarga yang hadir sang mertua Airin menyuruh mereka beristirahat karena perjalanan cukup melelahkan apalagi Ibram menyetir mobil sendiri tadi Airin sudah menawarkan jasanya bergantian tapi Ibram menolak.


Foto-foto pernikahan mereka berbagai pose dan ukuran terpasang di bingkai yang sebagian tergantung pada dinding. Ada syahdu menyaksikan semua itu. Namun, rasa miris lebih mendominasi di hati Airin akan kah ini menjadi perkumpulan terakhir di akhir cerita pernikahan nya.


"Ingat! Jangan sekali-kali salah ucap karena semua anggota keluarga ku berkumpul" ujar Ibram yang baru datang membawa koper mereka.


"Dengar nggak?" tanyanya lagi saat mata Airin masih tertuju di luar rumah,Airin berdiri di balkon kamar,letak kamar Ibram di lantai dua dan balkon nya menghadap langsung ke arah perkebunan milik keluarga Ibram.


"Kamu budeg Ai"kesal Ibram dengan suara di tekan.


"Apa perlu aku menuruti semua keinginanmu? sedangkan kamu berbuat semau mu!" tanya Airin tak mengalihkan pandangan.


"Aku melakukan semua ini karena kamulah sumber kekacauan ini! kamu sudah mengobrak-abrik masa depanku, menghancurkan mimpi-mimpiku dan Jenny dan sepertinya akan merusak namaku di tengah keluarga ku" bentak Ibram

__ADS_1


Airin mendekat dan menunjuk tubuh Ibram


"Kamu pikir hanya kamu yang memiliki mimpi bersama pasangan,kamu pikir hanya kamu yang memiliki masa depan,aku tidak!" balas Airin tak kalah membentak


"Aku pikir dengan menerima perjodohan ini kamu bisa mengakhiri semua nya dengan kekasih mu seperti aku mengakhiri dengan kekasih ku dan menerima satu sama lain dan saling mulai membuka diri, ternyata aku salah" geleng Airin,kali ini dia tak bisa lagi menahan air mata nya,air mata yang selama ini dia sembunyikan dari Ibram keluar tanpa permisi.


"Aku salah!!! penilaian ku terhadap kamu salah besar dan sekarang aku harus masuk kedalam dunia mu yang aku sendiri tak tau harus berbuat apa,kenapa kamu egois memikirkan masa depan mu sendiri tanpa memikirkan perasaan ku mas,kamu punya adik perempuan mas jika Nita di posisi ku apa perasaan mu!!!" pekik Airin lagi sambil menangis membuat Ibram ketakutan,dia takut jika kelurga nya mendengar pertengkaran mereka.


Kalimat berapi-api yang keluar dari mulut wanita berbibir tipis itu, membuat nya tak bisa mengontrol emosi.


"Kenapa tidak akhiri pernikahan ini sekarang? Kenapa bukan Jenny yang kamu bawa ke sini? Kenapa nggak jujur saja ke keluarga mu dengan pernikahan palsu ini ha!” lanjut Airin dengar suara bergetar. Kini emosi telah menguasai jiwa nya,dia tidak bisa berpikir jernih lagi.


"Kenapa? Takut? takut jika keluarga mu tau dengan rumah tangga yang kita jalani selama ini, bagaimana kabar nya jika mama mu tau tentang pernikahan siri mu"Ujar Airin mulai mengancam


"Belum waktunya! Banyak orang di luar,tolong jaga sikap Ai" Nadanya masih sama,Ibram berusaha menuruti semua permintaan Airin saat ini karena takut berimbas pada mama nya.


"Kamu seolah-olah ingin menjadi yang paling baik, yang paling berbakti pada orang tua tapi di balik semua itu hanya kamuflase semata,ada istri yang kamu sakiti mas, ingat karma!"


"Nanti sampai di rumah, kita selesaikan semua Ai, untuk saat ini tolong bersikap manis nya selayaknya kita pasangan serasi"


"Aku sudah muak dengan semua ini mas, mumpung keluarga besar mu berkumpul lebih baik kita umumkan saja perceraian kita dan kembalikan aku pada orang tua ku"

__ADS_1


"Airin......" ujar Ibram mencengkram tangan Airin kuat


"Lepas!!!"


"Tok....tok...."


"Boleh aku masuk" ujar Nita langsung membuka pintu membuat Ibram bingung harus berbuat apa,dia takut Nita malah berpikir dia menyiksa Airin.


Ibram langsung mencium bibir Airin dan ******* nya membuat Airin terdiam kaku,mata nya melirik ke arah pintu melihat Nita yang berdiri di sana.


"Upppzz...maaf aku pikir kalian sedang bicara biasa" ucap Nita menutup pintu kembali


Airin segera mendorong tubuh Ibram dan mengelap bibir nya,dia merasa jijik dengan lelaki ini.


"Jangan macam-macam pada ku"


"Kenapa? kamu istri ku"


"Bukan nya kamu tak berselera dengan ku,tak ada yang bisa kamu lirik dari diriku ini" sindir Aira membuat Ibram malu, padahal sejak melihat tubuh Airin dengan handuk dia selalu membayangkan nya.


"Keluar aku mau mandi" usir Airin membuat Ibram segera keluar dengan menggaruk kepalanya seperti nya lelaki itu sudah termakan dengan omongan nya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2