Jodoh Pilihan Mama

Jodoh Pilihan Mama
Meli dan Rudi part 2


__ADS_3

Semakin lama, Rudi mendekatkan wajahnya hingga tinggal beberapa centi hingga Meli mengerjapkan matanya dan membuat sang empu berteriak sambil menutup wajahnya dengan bantal.


“Akhhhhhh” teriak Meli dengan mengambil bantal untuk menutup wajahnya.


Sedangkan Rudi langsung reflek menjauhkan wajahnya, dan berdiri.


“Apa yang kamu lakukan” ucap Meli sinis sehabis membuka bantalnya.


“Aku memindahkan mu ke kamar karena kau tertidur di kursi” saut santai Rudi


“***** , dan kau mencari kesempatan untuk mendekatiku hah?” bentak Meli


“Untuk apa mendekatimu? Bahkan tubuhmu saja sungguh bukan kriteriaku” sinis Rudi


“B**** keluar kau dari kamarku” teriak Meli


Sedang dikamar lain, Adel dan Kevin yang mendengar teriakan akhirnya langsung berlari ke lantai dua.


“Ada apa ini?” tanya Adel setelah sampai dikamar tersebut.


Akan tetapi Meli dan Rudi hanya diam dengan saling melontarkan tatapan tajam diantara keduanya. Adel yang melihatnya pun memicingkan matanya karena sungguh keduanya seperti kucing dan tikus tidak ada akur-akurnya.


“Apa yang terjadi Rud?” tanya Kevin


“Tidak ada, dia hanya kehabisan obat kali mangkanya teriak-teriak” sinis Rudi sambil keluar dari kamar tersebut.


“Sialan, kamu kira aku gila apa hah” bentak Meli dari atas ranjang dengan tatapan bengis.


“Sudah Mel sudah” ucap Adel menenangkan temannya itu


“Bagaimana bisa tenang, tu orang balok es menyebalkan sekali Del” ucap Meli


“iya gue faham udah udah lu marah-marah cepet tua loh” hibur Adel


“Huftttt” Meli hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar.


Lalu ia langsung menatap ke arah Adel, karena memang dikamar tersebut hanya ada Adel dan Meli. Kevin tadi keluar bersama Rudi jadi dikamar hanya ada mereka berdua.


“Gue mau pulang jadinya Del, gak enak sama suami lo” ucap Meli


“Udah lo tidur sini aja, besok kita berangkat bareng ke kampus” saut Adel


“Tapi gue gak bawa baju tau Del” saut Meli


“lu bisa pakek baju gue kan, orang tubuh kita sama”


“emang sama suami lo gak apa-apa?” tanya balik Meli


“Iya gakpapa udah lo tidur sini oke” pinta Adel

__ADS_1


“oke demi lo ini yah” ucap Meli dengan tersenyum


“terimakasih , lo sahabat gue yang paling pengertian” saut Adel dengan memeluk Meli


“Iya sama-sama” ucap Meli


Setelah Meli tenang akhirnya ia melanjutkan tidurnya karena memang tubuhnya sangat benar lelah, dan Adel pun keluar dari kamar Meli dan kembali ke kamarnya.


Sesampai dikamar ,ia melihat suaminya Kevin sedang berkutat dengan laptop. Sepertinya ia begitu sibuk sampai tidak menyadari kehadiran Adel yang sudah berada disamping nya.


“Mas kamu gak mau istirahat?” tanya Adel dengan mengelus tangan Kevin


“Aku masih ada pekerjaan sayang, tidurlah dulu” pinta Kevin


“Tapi aku ingin tidur dengan memelukmu” rengek manja Adel


Kevin pun jika sudah melihat rengekan manja istrinya ia tidak bisa menolak, sungguh ia sangat suka ketika istrinya manja padanya. Karena memang tingkah manjanya itu yang membuatnya luluh lantah kepada Adel.


“Baiklah sebentar mas taruh laptop ini dulu” kata Kevin sambil menutup laptopnya dan beranjak meletakkan laptopnya.


Setelah meletakkannya Kevin menghampiri istrinya tersebut yang sudah berbaring di ranjang. Kevin mendekat dan mengendus bau istrinya yang sudah menjadi candu untuknya. Dan memang benar sehari tidak melakukannya dengan istrinya membuatnya rindu. Karena memang Adel sendiri selalu menuruti permintaan hubungan suami istri tersebut untuk memuaskan dan memenuhi kewajibannya kepada suaminya.


“Sayang besok aku kuliah bawa mobil bareng Meli boleh tidak?” tanya Adel


“Tidak boleh” ucap langsung Kevin tapi tetap dengan posisinya memeluk Adel


“Huftt. Kenapa sih mas aku gak boleh bawa mobil?” tanya Adel lagi.


“ya tapi kan hanya sekali ini saja” pinta Adel


“Tetap tidak boleh” ucap Kevin


Adel pun yang menerima jawaban kekeh suaminya pun akhirnya mengalah, daripada nanti akan semakin runyam. Adel pun memilih diam dan memejamkan matanya.


Sedangkan Kevin yang mendapat kediaman istrinya hanya bisa menghela nafas panjang dan mengusap puncak rambut Adel


“Bukannya aku melarangmu sayang, tapi aku tidak ingin kamu kenapa-kenapa” gumam Kevin dalam hati sambil tangannya mengusap puncuk kepala Adel


Akhirnya keduanya pun tertidur pulas, meski dengan kondisi Adel memunggungi Kevin. Tapi Kevin tetap bisa memeluknya dari belakang. Karena itu sudah menjadi tradisi Kevin, ia tidak akan bisa tidur jika tidak memeluk istrinya itu.


-****-


Sedangkan dikamar lain


Rudi yang masih belum terpejam pun hanya bisa menatap langit-langit kamar tersebut dengan mengenang kejadian tadi yang hampir saja ia mencium gadis yang tak lain Meli.


“Tapi dia kalau diam cantik juga, apalagi senyumnya bikin meleleh” gumam Rudi dalam hati sambil mengingat senyum Meli ketika bercanda dengan Adel


Jantungnya pun berdegub kencang ketika mengingat wajah Meli.

__ADS_1


“Kayaknya ini jantung harus diperiksa deh, ada masalah dari tadi detak nya kenceng banget” ucap Rudi


Karena memang tidak bisa dipungkiri, Rudi sebenarnya tertarik dengan sosok Meli. Bagaimana tidak tertarik hanya dia lah wanita yang tidak terpacu karena ketampanan Rudi. Bahkan Meli sungguh acuh ketika melihat Rudi.


Tetapi Rudi sekejap menghilangkan pikiran itu semua, karena ia tidak ingin terjebak dengan kerumitan seorang wanita. Bahkan menurutnya wanita selalu benar, ia tidak mau mengalah. Jadi Rudi tidak ingin ambil pusing untuk seorang wanita. Biarkan waktu saja yang menentukan kata Rudi.


“Semua wanita hanya menyusahkan saja, liatlah Kevin sekarang sungguh takluk dengan Adel. Aku jadi tidak ingin menikah dulu” pikir Rudi sambil bergidik ngeri


Sungguh pikiran Rudi dipenuhi hal-hal negatif jika ia menyukai dan menikah dengan wanita nantinya. Tetapi ia juga bukan gay dan mungkin hanya waktulah yang akan menjawabnya nanti. Tanpa terasa Rudi pun akhirnya terlelap tidur juga.


Tetapi tidak dengan Meli, ia terbangun dan merasa haus. Ia ingin keluar akan tetapi takut karena pasti penghuni rumah sudah tertidur. Akhirnya dengan kepercayaan diri ia keluar dari kamar dan berjalan ke arah lift. Karena menurutnya lewat lift lebih cepat dari pada naik tangga. Setelah sampai dibawah ia menjadi merinding karena memang ruangan itu sudah remang-remang.


“Astaga kenapa bulu kudukku berdiri” lirih Meli.


Ia langsung berjalan dengan cepat ke arah dapur. Sayangnya didapur pun lampunya dimatikan. Akhirnya ia memakai lampu senter dari ponselnya untuk menerangi keadaan dapur. Ia berjalan pelan mengambil gelas dan mengisinya.


Setelah terisi penuh ia langung meneguknya karena ia memang merasa haus. Setelah habis ia kembali mengisi gelas itu untuk ia bawa ke kamar. Kemudian...


Krucuk krucuk


“sialan ini perut lapar juga” ucap Meli sambil mengusap perutnya yang berbunyi.


Ia berjalan ke arah kulkas dengan gelas yang sudah ia taruh dimeja dapur dulu. Ia membuka kulkas dan mencari makanan. Terlihat ada 2 bungkus roti disana, ia langsung mengambil sebungkus dan memakannya tepat masih didepan kulkas yang belum tertutup.


Tanpa ia sadari ada orang yang memerhatikannya dari belakang. Dengan mengendap orang itu berjalan ke arah Meli untuk mengagetkan nya. Dan setelah sampai dibelakang Meli, Meli merasa merinding. Ia menyentuh bulu kuduknya.


“kenapa jadi berdiri begini bulu kudukku” ucap Meli sambil beranjak dari kulkas dan menutup pintunyam


Setelah itu, ia langsung membalikkan dirinya dan sontak ia menjerit kaget. Karena dari belakang ada suara yang mengagetkan nya.


“Duarrr”


.


.


.


.


.


.


.


.


hayoo tebak siapa yang ngagetin Meli?

__ADS_1


.


. Jangan Lupa LIKE dan VOTE sebanyak-banyaknya yah biar author makin semangat. dan tinggalkan Komentar biar rame authornya gak kesepian.


__ADS_2