
Di sebuah hotel..
Pagi itu Kevin bangun pukul 08.00 ia mengerjapkan matanya dan melihat Jam didinding. Ia langsung bergegas ke kamar mandi dan setelah mandi ia mengganti pakaian nya dengan kemeja dan jas yang sangat cocok dipakai olehnya.
Setelah selesai semua ia keluar dari kamarnya, dan ternyata disana terlihat Rudi yang juga hendak keluar kamar.
“Akhirnya lu juga udah siap” Ucap Rudi
“Kita makan dimana?” tanya Kevin
“Di restoran bawah aja, sambil nunggu Pak Handoyo” Saut Rudi
Keduanya pun berjalan berdampingan menuju restoran. Setelah sampai di restoran mereka memesan makanan. Sambil menunggu makanan yang mereka pesan tersaji, mereka berbincang-bincang ringan. Hingga terdengar suara yang memanggil Kevin.
Akhirnya Kevin mendongakkan kepalanya ke arah asal suara tersebut. Ternyata suara itu dari Pak Handoyo dan Sheirin yang berjalan dibelakang Pak Handoyo.
“Maaf Tuan Kevin, jika kami terlambat” Ujar Pak Handoyo sambil menyodorkan tangan.
“Oh tidak pak, mari silahkan duduk” ajak Kevin
Akhirnya mereka berempat sarapan bersama, dengan sesekali Sheirin menatap wajah Kevin. Kevin yang merasa diperhatikan oleh Sheirin merasa risih. IAYA hendak keluar tetapi i a merasa tak enak hati pada Pak Handoyo. Akhirnya Kevin mempercepat makannya dan sampai semuanya selesai sarapan.
“Mari pak, kita liat proyek kita sekarang” ajak Kevin.
“Baik mari” Ujar Pak Handoyo.
Mereka berempat berjalan keluar restoran setelah Rudi membayar billnya. Mereka berjalan menuju mobil dan memakai mobil sendiri-sendiri.
Pak Handoyo dengan Sheirin sedangkan Rudi dengan Kevin. Dan melajukan mobilnya ke arah proyek yang sedang mereka kerjakan. Setelah sampai disana mereka turun dan disambut oleh kepala proyek.
Ke empatnya masih berjalan ditemani kepala proyek, dan sama Sheirin masih menatap ke arah Kevin. Hingga saat mereka berjalan ke arah luar bangunan jalan yang mereka pijaki tidak rata dan terdengar..
“Awww” pekit Sheirin
Kevin yang melihat Sheirin memekik kesakitan langsung mendekat ke arah Sheirin.
“Kau kenapa Shei?” tanya Kevin dengan wajah khawatir.
“Aku keseleo” ujar Sheirin pelan
“Diamlah, aku akan melihat kakimu” ujar Kevin
Kevin yang melihat kaki Sheirin yang mulai bengkak dan memar ia langsung beranjak berdiri dan menggendong Sheirin.
“Kenapa kau menggendongku, turunkan” Teriak Sheirin
“Diamlah kakimu bengkak, kau harus ke rumah sakit” Ucap Kevin
“Ayo pak kita antar sekretaris anda ke rumah sakit, kakinya kesleo sampek memar” ajak Kevin pada Pak Handoyo
__ADS_1
“Mari Tuan” suat Pak Handoyo
Rudi yang menatap Kevin sedang menggendong Sheirin ia merasa kesal, kenapa harus ia begitu khawatir kepada mantan kekasihnya tersebut.
Rudi hanya mengekori Kevin dari belakang dan mengikuti langkah Kevin. Sedangkan Sheirin ia hanya menatap wajah Kevin dengan sebegitu dekatnya.
“Kenapa wajahmu saja tidak ada perubahan sama sekali, bahkan jantungku masih berdetak kencang saat bersamamu” gumam Sheirin dalam hati.
Mereka langsung menuju ke rumah sakit. Dengan posisi Sheirin masih berada digendongan Kevin. Terlihat sekali wajah Kevin sangat khawatir. Dan sesampai di rumah sakit, Kevin masih menggendong Sheirin dan berjalan menuju Rumah sakit.
Setelah sampai didepan mereka disambut oleh Perawat, dan perawat mengatakan pada Kevin agar meletakkan Sheirin di atas kasur dorong.
Kevin, Rudi dan Pak Handoyo mengikuti arah perawat membawa Sheirin. Hingga sampai didalam ruangan dan dokter pun sedang memeriksa. Setelah itu keluarlah dokter dan menuju ke arah 3 lelaki yang sedang menunggu kabar.
“Bagaimana keadaannya dokter?” tanya Kevin langsung setelah melihat dokter keluar
Pak Handoyo yang melihat Kevin begitu khawatir ia merasa bingung sekaligus curiga, entah hubungan apa yang sedang ada pada mereka hingga Kevin begitu khawatir.
“Kakinya hanya kesleo tuan, tapi saya sudah menyuntikkan obat agar tidak bengkak dan nanti saya kasih obat biar nyeri nya hilang” ujar Dokter dan dokter meninggalkan mereka.
Setelah diijinkan masuk, ketiganya pun berjalan menghampiri Sheirin.
“Kau baik-baik saja?” tanya Kevin pada Sheirin
“Aku tidak apa-apa ta” jawab Sheirin dengan tersenyum.
“Bagaimana bisa kesleo kamu rin?” tanya Pak Handoyo
“Tadi kan saya pakai heels pak, terus jalannya tidak rata. Oleh sebab itu saya kurang seimbang dan akhirnya seperti ini” ujar Sheirin dengan sendu.
“Sudah jangan sedih, tidak apa-apa yang penting tidak terjadi hal lebih padamu rin” ujar Pak Handoyo
Kevin yang sedari tadi hanya memikirkan Sheirin tanpa disadari ia belum mengabari Adel sejak tadi malam terakhir kali mereka panggilan video.
-*******-
Dirumah Kevin
Setelah dari Tyo, Adel langsung pergi ke kamarnya. Ia bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan berganti pakaian. Setelah memakai pakaian santai ia berjalan menuju meja makan.
Bi Ani yang melihat Nona Mudanya berjalan menghampiri meja makan akhirnya bertanya.
“Nona ingin makan siang?” tanya Bi Ani
“Iya bi, saya mau makan. Sudah lapar sekali saya bi dari tadi pagi belum sarapan” ujar Adel sambil tersenyum lebar ke arah Bi Ani.
“Astaga non, baiklah sebentar bibi siapkan makanan diatas meja” Jawab Bi Ani sambil bergegas ke dapur.
Beberapa menit kemudian Bi Ani sudah meletakkan makanan di atas meja makan. Dengan cepat Adel meraih nasi dan meletakkan lauk pauk diatas piringnya. Adel makan begitu lahap meski sejujurnya hatinya sedang gundah karena Kevin belum memberinya kabar.
__ADS_1
Adel cepat-cepat menyelesaikan makanannya, dan sehabis makan ia kembali lagi ke kamar. Ia melihat ke arah layar ponsel lagi dan benar tidak ada kabar balasan dari Kevin. Malahan Pesan yang dikirim tadi siang pun belum dibaca oleh Kevin.
“Ya Allah mas kau kemana? Kenapa tidak menghubungiku? Apa kau sesibuk itu?” gumam Adel sambil tak terasa air matanya luruh
“Kenapa aku harus menangis, Mas Kevin disana kerja, ia tidak akan aneh-aneh” ujar Adel meyakinkan diri.
“Tapi perasaanku tidak enak, aku kepikiran mas Kevin” Gumam Adel
Sontak ia langsung mencari nomer lelaki yang ia tunggu kabarnya.
Ia mencoba menghubunginya tapi sampai panggilan kelima belum diangkat.
“Apa aku sudah tidak penting buatmu mas, sampai mengangkat telfonku saja tidak bisa” ujar lirih Adel sembari menangis.
Ia masih bingung ada apa gerangan pada suaminya, karena seharian ini ia tidak mengabari. Dan Adel pun sampai tertidur karena lelahnya menangis.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa LIKE dan VOTE sebanyak-banyak bair author makin semangat
__ADS_1