
Kembali dirumah sakit..
Meli yang merasakan tangannya ngilu karena dijadikan bantal olehnya akhirnya mengerjapkan matanya. Mengucek salah satu matanya dan ia perlahan mendudukkan dirinya disofa panjang itu.
Matanya tak sengaja menatap seseorang yang sangat ia kenal. Tidur dengan menyandarkan dirinya disofa dengan duduk. Posisinya ia disebelah Meli karena sofanya bedempetan.
“Oh astaga jangan katakan dia melihatku saat tidur. Bagaimana ini, apa semalam aku mendengkur, apa bibirku terbuka apa aku ngiler. Oh astaga memalukan. Mau kukemanakan wajahku, lebih baik tenggelamkan dalam laut” gumam Meli dalam hati sambil memukul dahinya.
“Hei hei, kenapa kamu pukul dahimu sendiri” sentak Rudi dengan memegang tangan Meli
Deg
Deg
Deg.
“Oh astaga ini jantung kenapa lagi, omg tanganku dipegang.” Gumam Meli dengan melototkan matanya kearah tangan yang dipegang oleh Rudi
“Lepaskan” seru Meli dengan mengibaskan tangan Rudi.
“Loh hey, dasar. Aku hanya melindungi kepalamu” dengus Rudi
“Untuk apa hah?” seru Meli tak mau mengalah
“Agar kau tak mencelakai ciptaan Allah huh” seru kesal Rudi
“Ckk dasar. Ini kan dahiku untuk apa mengurusiku huh” kesal Meli
“Hehh aku hanya kasihan pada dahimu. Dahimu tidak bersalah tapi kena pukul olehmu” ucap Rudi tak mau kalah
“Oh astaga kau” geram Meli
Hingga suara menggelegar menghentikan mereka.
“Diam” bentak Kevin
Adel yang mendengarpun akhirnya mengerjapkan matanya.
“Hoaammmm ada apa ini” seru Adel dengan mengucek matanya dan mengumpulkan kesadaran
“Huh gara-gara kalian berdua, istriku bangun” seru Kevin dengan sorot mata tajam kepada Meli dan Rudi
“Ini salahnya” tunjuk Meli pada Rudi
“Ck sudah tau ini salahmu huh” dengus Rudi
__ADS_1
“Hey stop it. Apa kalian tidak bisa akur hanya satu hari saja. Disini dirumah sakit ada istriku juga sedang tidur. Dan sekarang bangun karena suara kalian” seru Kevin kesal
Adel yang sudah mengumpulkan kesadarannya akhirnya mendudukkan dirinya lalu mengusap pipi Kevin.
“Sudah mas jangan marah-marah” Adel mencoba menenangkan Kevin
“Mereka seperti tom & jerry sayang. Berantem terus, ramai dimana-dimana huh” seru Kevin
“Hufft” Adel menghela nafas berat, lalu ia menatap wajah sahabatnya itu. “Pagi mel” sapa Adel
“Pagi, sorry mengganggu tidurmu” Meli menjadi tidak enak.
“Oh sudahlah tidak apa-apa. Ini juga sudah siang” seru Adel
Sehabis perdebatan itu Meli berjalan menuju ke kamar mandi, sedangkan Adel memilih mengobrol dengan suaminya dan Rudi masih mengecek ponselnya.
“Mas gak ke kantor?” tanya Adel
“Enggak sayang. Mas bakalan disini jagain kamu. Kantor ada Rudi yang ngurus” ucap Kevin lembut
Rudi yang mendengar hanya mendengus kesal. Hah pasalnya bosnya yang satunya ini tidak bisa diganggu gugat jika iya harus iya tidak bisa menolak.
“Kalau seperti ini bisa mati gantung diri gue” gumam Rudi dalam hati sambil memijat kepalanya yang pusing
“Gue pulang yang Del, gue ada jadwal kuliah” ucap Meli
“Ehhh lo mau naik apa?” tanya Adel
“Gue naik taxi aja” seru Meli
“Jangan” Ucap Adel
Meli menatap Adel dan manaikkan alisnya pertanda ia bertanya kenapa.
“Lo diantar Kak Rudi ke kos an lo dan ke kampus” ujar Adel dengan tersenyum
“Apa!!” Adel membelalakkan matanya mendengar ucapan Adel
Begitu pula Rudi, ia mendengus kesal. Bagaimana bisa kondisi selalu membuatnya berdua dengan wanita bar bar itu.
“Tidak perlu” tolak Meli
“Tidak ada penolakan” Kevin bersuara dengan ketus
Meli terdiam. Ia memang sangat takut pada suami sahabatnya itu. Meli hanya bisa mengangguk lalu memeluk Adel dan mengucapkan agar ia cepat sembuh. Dan berpamitan pada Kevin. Setelah selesai ia mengambil tas lalu keluar dari ruangan Adel diikuti Rudi.
__ADS_1
“Oh ya Allah kenapa harus dia lagi dia lagi” gerutu Meli
Sepanjang perjalan menuju parkiran. Tak henti-hentinya Meli mengumpat kesal untuk Rudi.
Dasar pria es
Pria angkuh
Tidak bisa apa hangat sedikit
Atau berbicara dengan lembut
Ckk banyak sekali pikiran Meli yang melayang-layang dan gerutuan untuk Rudi. Hingga gerutuan itu berhenti didepan mobil milik Rudi.
“Jika kau tidak bisa diam, aku yakini kau akan jalan kaki ke kosanmu” ancam Rudi
Meli hanya diam lalu masuk kedalam mobil dengan wajah merah padam. Menahan amarah dan kekesalannya pada lelaki es disampingnya ini.
Hening tak ada pembicaraan sampai mereka sampai didepan kos an Meli.
“Aku tunggu disini selama 20 menit lebih dari itu kamu jalan sendiri ke kampus” gertak Rudi
Meli hanya diam dan turun lalu membanting pintu mobil dengan kencang.
“Dasar wanita bar bar” dengus Rudi dari dalam mobil
Tak henti-hentinya Meli mengumpati Rudi dari mulai turun mobil sampai didalam kamar kos. Ia segera mengganti pakaian dan berdandan. Karena sejatinya ia tadi mandi dirumah sakit.
Detik-detik akhir Meli berlari kecil menuju mobil Rudi. Tanpa ia tau senyum kecil tumbuh disudut bibir pria tampan itu.
Meli masuk kemobil lalu duduk disamping Rudi. Rudi tanpa bicara langsung melajukan mobilnya menuju kampus Meli. Hanya butuh setengah jam akhirnya ia sampai digerbang kampus. Meli turun tapi sebelumnya ia mengucapkan terimakasih.
“Terima kasih” seru Meli lalu turun dan berjalan menjauh
Terlintas senyuman Rudi dari dalam mobil tapi hanya sekilas lalu berganti dengan rahang mengentat. Ia melihat Meli dihampiri lelaki yang sama ketika ia menjemput Meli tempo lalu. Mereka berjalan bersama sambil bercanda tawa.
Entah kenapa Rudi menjadi tak rela jika wanita bar-bar itu tersenyum selain kepadanya. Ck memang siapanya dia hingga seposesif ini. Segera Rudi memutar kendali mobil dan melajukan mobilnya ke kantor.
-------*-------
Minta VOTE nya dong, kan author udah semangat loh ini buat update tiap hari.
Jangan lupa like yah dan kasih komentar oke. biar author makin semangat.
Dan Kunjungi karya Author yang baru judul Azzahra dan Azkiyah.Like yah dan Favorit. ceritanya bakal beda dari ini.
__ADS_1