Jodoh Pilihan Mama

Jodoh Pilihan Mama
Bahagianya RuMe (Rudi-Meli)


__ADS_3

Setelah menghabiskan waktu berdua didanau untuk saling mengenal dan mengenang masa pertama mereka berjumpa akhirnya Rudi mengajak Meli pulang.


“Ayo pulang sayang, sudah sore” ajak Rudi lembut


“Ternyata kamu bisa lembut juga ya” goda Meli dengan cekikikan


“Hanya untukmu yang” saut Rudi


“Ya aku mengerti” jawab Meli


Lalu keduanya berjalan menuju mobil dengan bergandengan tangan saling menautkan jari jemari mereka dan senyum tak luntur di bibir keduanya.


“Silahkan masuk tuan putri” seru Rudi dengan menundukkan tubuhnya


“Hahahha jangan gitu ah mas” saut Meli lalu masuk


Memutari mobil lalu Rudi masuk di kursi kemudi. Mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang dan pandangannya fokus kedepan. Tak lupa tangan kiri sambil saling menggenggam satu dengan yang lain.


Posisi Meli pun sudah menatap Rudi. Ia menatap wajah sempurna Rudi dengan tersenyum.


“Masih kayak mimpi aja yang” seru Meli tiba-tiba


“Tapi sayangnya ini bukan mimpi sayang ini nyata” saut Rudi


“Kau benar” jawab Meli


Lalu mobil Rudi menepi, Meli celingukan karena menurutnya mobil yang mereka tumpangi belum sampai di kos anya.


“Mas kemana?” tanya Meli


“Ayo kita makan sayang” ajak Rudi


Lalu menggandeng tangan Meli saat wanita itu keluar. Berjalan berdua dan memasuki restaurant. Rudi memilih ruang VIP agar nyaman berduaan dengan wanitanya.


“Kok disini mas” tutur Meli


“Biar nyaman aja sayang” saut Rudi


“Tapi kalau disini agak mahal mas, mending didepan” celetuk Meli


“Sttt tenang sayang” saut Rudi


“Kamu yah boros. Lain kali duduk didepan yah jangan pakek VIP room paham?” tanya Meli


Rudi mengangguk pasrah. Ia dibuat kagum dengan kesederhanaan wanita didepannya. Mungkin jika perempuan lain sudah senang dibawa ke restaurant mewah dan diruangan VIP. Tapi itu tak berlaku pada Meli.


Meli dan Adel lebih suka makanan pinggiran jalan. Menurut mereka masakan mereka lebih enak hanya saja mungkin tempatnya aja yang tidak mewah dan luas.


Tetapi menurutnya makanan pinggir jalan atau warung juga sehat dan higenis. Harga tak terlalu mahal dan masakannya enak.


“Kamu pesan apa yang?” tanya Rudi ketika pelayan mendekat


“Samain aja mas” saut Meli


“Kamu gak ada alergi kan?” tanya Rudi


“Gak ada mas” saut Meli


Lalu Rudi menyebutkan makanan mereka dan pelayan pergi meninggalkan mereka.


Rudi masih menatap wajah cantik wanita didepannya, senyumnya tak luntur sekalipun. Ia masih merasakan degub jantungnya berdebar ketika menatap wajahnya.


“Mas” panggil Meli


“Hm” masih menatap wajah Meli


“Udah jangan diliatin mulu aku, malu tau” gerutu Meli dengan cemberut

__ADS_1


“Abisnya kamu imut yang mangkanya mas betah liatin kamu” gombal Rudi


“Heleh mas, kamu pinter gombal gini dari siapa hmm?” tanya Meli


“Sering liatin Kevin sama Adel jadinya ketularan” ujar santai Rudi


“Astaga” menepak jidat. “Mas beneran belum pernah pacaran?” tanya Meli


“Belum pernah yang” menggeleng kepala pelan


“Jadi aku yang pertama?” tanya Meli


Rudi mengangguk. “Kamu juga pertama buat aku mas” ujar Meli dengan senyum lebar


“Ya aku tau sayang” jawab Rudi


“Apa kamu mencari identitasku” Mata Meli memicing. “Bisa dibilang seperti itu” sahut enteng Rudi


“Ya tuhan mas, kamu kan bisa tanya ke aku langsung” ujar Meli


“Gak sempet. Dulu kita tiap ketemu berantem terus” saut Rudi


“Iya sih mas” lirih Meli


Lalu obrolan mereka berhenti dengan kedatangan pelayan. Pelayan langsung menata makanan diatas meja. Setelah selesai ia undur diri.


“Banyak banget mas” seru Meli


“Kamu pasti lapar ayo makan” mengalihkan pembicaraan Meli


“Jangan bilang kamu pengen aku gendut ya yang” Meli meninggikan suaranya


“Enggak yang, astaga” saut Rudi


“Aku pengen makan enak disini dan ngerasain makanan kesukaan ku sama kamu direstaurant ini” Rudi menjelaskan


Lagi-lagi Rudi mengangguk lalu Meli pun percaya.


Keduanya makan tanpa bersuara hanya bunyi denting sendok dan saling suap menyuapi. Setelah selesai Rudi segera membayar bill dan meninggalkan restaurant.


Akhirnya mobil yang dikendarai Meli dan Rudi sampai didepan kos Meli.


“Aku pulang ya mas” pamit Meli


“Kamu hati-hati ya yang besok kita ketemu Adel oke” ajak Rudi


“Iya mas. Yaudah yah” meraih tangan Rudi dan mencium punggung tangannya. “Assala...” belum sampai Meli mengucapkan salam matanya terbelalak kaget.


Ia merasakan benda kenyal menyentuh keningnya dan mendekap tubuhnya erat.


“I love you”


“Love you too mas” saut Meli malu


“Ya udah bye” melambaikan tangan lalu keluar dari mobil.


Berjalan masuk kedalam gerbang tapi sebelum melangkah kembali ia membalikkan badan. Mobil kekasihnya masih didepan. Akhirnya Meli tersenyum dan melambaikan tangan.


Cium jauh dan “Love You”


Meski Rudi tak bisa mendengar tapi ia bisa melihat gerak bibir Meli. Senyum merekah tak abis-abisnya dibibir Rudi. Ia baru tau bahwa calon istri dan kekasihnya itu sangat romantis.


Akhirnya Rudi melajukan mobilnya meninggalkan rumah Meli. Ia ingin kerumah sahabatnya untuk memberikan kabar bahagianya ini.


Menatap jam tangan ternyata masih pukul 7 malam akhirnya Rudi melajukan mobilnya menuju rumah sahabatnya.


Tetapi sebelum itu ia mampir sebentar ke arah Toko Buah. Karena Rudi tau istri sahabatnya sangat suka buah tertentu saja.

__ADS_1


Tin tin


Satpam membukakan pintu gerbang dan tersenyum sopan. Karena ia faham mobil didepannya adalah mobil sahabat tuannya.


Brak


Rudi menutup pintu mobil setelah ia sampai di depan pintu utama. Tak lupa ia membawa buah tangan agar sahabatnya tak marah.


Tok tok tok


“Assalamu’alaykum” salam Rudi


“Wa’alaykumsalam” jawab bibi dari dalam


Ceklek


“Malam bibi” sapa ramah Rudi


“Oh mas Rudi, masuk mas. Malam juga” sapa Bibi ramah.


“Kevin kemana bi?” tanya Rudi


“Tuan ada dikamar mas. Bentar saya panggilkan” ujar bibi sopan


--*--


Sedangkan dikamar Kevin


Setelah tadi makan malam dengan keluarga Kevin langsung mengajak istrinya ke kamar karena ia sudah sangat menginginkan istrinya itu. Entah kenapa atau mungkin efek istrinya hamil atau karena ia yang merasakan ngidam tetapi ia sangat ingin istrinya sekarang.


“Mas pelan-pelan” nasihat Adel


“Iya sayang maaf. Mas pasti pelan” ujar Kevin


Cup


Kevin mulai ******* bibir Adel dan tangannya sudah bergerak liar tetapi setelah dua kancing piama Adel terlepas akhirnya.


Tok tok tok


Kevin dan Adel masih melanjutkan rutinitas mereka Kevin hendak membuka kancing ketiga tetapi lagi-lagi ketukan pintu membubarkan rencana mereka.


Tok tok tok


“Maaf tuan, Ada Mas Rudi di ruang tamu” ujar Bibi dari depan pintu


“Oh shit, Kenapa dia datang disaat seperti ini” gerutu Kevin


Adel hanya bisa menahan tawanya, sejujurnya ia tau suaminya sudah sangat ingin tetapi ia harus menahan karena sahabat suaminya datang.


“Udah mas nanti dilanjut yah, ayo turun kasihan Kak Rudi” ajak lembut Adel


“Nanti aja yang, biar dia nunggu. Kita lanjut aja” rengek Kevin


“Kasihan dia nunggu lama mas. Kamu aja gak pernah cukup 1 jam” seru Meli


“Huftt awas aja gak penting gue tabok dia” kesal Kevin lalu ia menjauhkan diri dari iatrinya.


Membantu istrinya duduk dan mengancingkan kembali kancing piama sang istri.


Keduanya berjalan berdampingan keluar dari kamar dan disambut senyum suringah Rudi.


---*---


Hayo berkat doa tim ReMe nih. Author segera kabulin lo. Heheh karena memang aku juga suka gaya mereka hehehe.


Author usahain author up setiap jam 15.00 yah🤗

__ADS_1


JANGAN LUPA VOTE DAN LIKE yah


__ADS_2