
Airin menggeliat dalam tidurnya dan perlahan menerjabkan kedua matanya. Pertama yang dia lihat adalah dada bidang seseorang yang diyakini adalah milik seorang pria. Hembusan nafas Ibram menerpa kening Airin,membuat perempuan yang berstatus istri itu mendongak,matanya membulat sempurna.
"Astaghfirullah mas" Airin begitu terkejut saat tangan Ibram sudah sampai di dada nya, bahkan lelaki itu memiringkan tubuhnya sambil memeluk Airin.
Ibram membuka mata nya perlahan dan masih terasa berat karena efek alkohol semalam.
"Kamu??"
"Kamu sudah bangun mas?" Tanya Airin yang juga terkejut lalu segera bangkit menjauh dari Ibram,dia takut jika Ibram mengetahui mereka tidur satu ranjang.
Ibram meremas rambut nya pelan, kepalanya masih pusing.
Airin segera mendekat "Syukurlah kamu sudah sadar dan tidak panas" Ucap Airin,sambil menyentuh kening Ibram
"Semalam kamu mabuk mas? kamu suka Alkohol?" tanya Airin lagi
"Hanya sesekali untuk menghilangkan stres"jawab Ibram
"Jaga kesehatan mas,jangan sampai di sini kamu malah sakit, angin malam tidak baik untuk kesehatan"
"Huek.....huek...."Ibram segera berlari kearah kamar mandi untuk memuntahkan isi perut nya,Airin segera berlari ke kamar mandi dengan membawa minyak angin
"Boleh aku bantu mas?" tanya Airin lembut dan di angguki Ibram lemas
Airin menggosok leher Ibram dengan minyak angin seraya mengurut pelan.Setelah berkumur Ibram segera keluar.
"Aku tinggal sebentar ya mas" ujar Airin tapi Ibram justru menarik ujung pakaian Airin.
"Kemana? suami kamu sedang sakit" tanya Ibram pelan, kepalanya semakin pusing
"Aku buat kan air jahe untuk menghilangkan mual nya,nanti aku akan gosok semua tubuh kamu dengan minyak angin agar angin nya keluar" jawab Airin lembut lalu segera pergi
"Pagi ma,bude" sapa Airin pada sang mertua
"Pagi Ai,Ibram mana?" tanya Bude Darmi
"Nggak enak badan bude"
"Kenapa?"
"Semalam Mas Ibram begadang bude,ada pekerjaan yang harus di selesaikan" bohong Airin sambil melirik Nita yang sedang sibuk menyusun undangan pernikahan nya.
"Di bilangin sama Ibram nya Ai cuti dulu,Nita mau nikah nanti malah sakit"
"Iya ma,cuma masuk angin biasa"
__ADS_1
"Kamu mau buat apa nak?" tanya bude Lasih
"Air jahe anget bude,biar lebih enakan"
"Itu bawang merah nya?"
"Buat kerikan,biar angin nya keluar semua bude,kasian kan kalau mas Ibram sakit" jawab Airin lagi
"Beruntung nya Ibram punya kamu Ai, apa-apa di perhatikan, terimakasih ya nak kamu sudah masuk di keluarga kamu" ujar Bude Lasih lagi dan di jawab senyuman manis oleh Airin
"Aku ke atas dulu ma,bude" pamit Airin membawa air jahe untuk Ibram
"Gimana nggak tambah sayang kalau sikap Airin begitu peduli sama Ibram, memang nggak salah pilih kakek untuk cucu menantu nya" puji Bu Fatma
"Mbak Airin itu seperti paket komplit ya ma,udah pintar baik lagi" sahut Sarah ikut memuji
"Kamu juga harus mengikuti sifat mbak mu itu sar agar saat menikah nanti di sayang mertua"
***
"Mas, minum dulu air jahe nya biar enakan" ucap Airin menyodorkan minuman nya pada Ibram
Ibram bangkit dan meneguk nya beberapa kali lalu memberikan kembali pada Airin.
"Mas,baju nya di buka dulu ya"
"Biar aku kerik sebentar agar angin nya keluar,aku yakin kamu masuk angin ini mas"
Ibram segera membuka baju nya,Airin sedikit tertegun Melih tubuh sang suami,wajar saja Jenny tak bisa berpaling dari suaminya ini Ibram sangat tampan apalagi tubuh atletis nya membuat perempuan menggila.
"Ai...."
"Airin" panggil Ibram
"he..i-ya mas"
"Kata nya mau kerikin aku kenapa malah bengong"
"He....iya mas,maaf" jawab Airin cepat
Perlahan Airin mulai menggosok tubuh Ibram dengan minyak.
"Pelan Ai,lecet semua tubuh ku" rintih Ibram karena terasa sakit
"Hanya bawang merah mas,nggak bakalan lecet,ini juga sudah merah semua, hampir hitam malahan"ujar Airin
__ADS_1
"Putar badan mas biar aku gosok perut nya terus minum air jahe nya lagi setelah itu mandi pakai air hangat ya,biar lebih Fresh"
Ibram menuruti semua perintah Airin,dia memutar tubuh nya menghadap perempuan berhijab ini.
Perlahan Airin menggosok dada dan perut Ibram pelan membuat Ibram malah terangsang,Ibram memperhatikan wajah Airin, terlihat cantik tanpa polesan make up.
Ibram menghentikan tangan Airin lalu menatap nya membuat Airin salah tingkah.
"Ai....." panggil Ibram lembut
Dia mendekatkan tubuh nya pada wajah Airin membuat perempuan itu gugup, terasa hembusan nafas Ibram yang masih berbau alkohol membuat Airin sedikit tidak suka tapi dia tidak bisa mengelak dari pesona suaminya ini.
Saat bibir mereka hampir bersatu bersamaan dengan pintu kamar terbuka membuat Airin tersadar dan segera berdiri.
"Mama!!" kesal Ibram
"Kata Airin kamu masuk angin"
"Hmmm.....hanya masuk angin biasa ma,tidak-"
"Ram....jangan terus-terusan bekerja,ada kala nya tubuh butuh istirahat,jika terus menerus di forsir kamu bisa mati nak,hanya untuk memperkaya perusahaan orang lain kamu jadi begini, kalau papa tau pasti beliau kecewa berat sama kamu,sudah jangan lagi urus-urusan kantor sekarang saat nya kita bergembira di pesta adik mu,untung ada Airin yang merawat mu" oceh mama Ibram
Ibram menatap Airin, pasti istri nya ini tadi sudah berbohong soal sakit nya ini.
"Sekarang bagaimana masih sakit?" tanya bu Fatma sambil memegang dahi Ibram
"Udah nggak ma,udah di kerik Airin juga, sekarang udah mendingan,aku mau mandi ma,nanti turun ke bawah"
"Baiklah kalau begitu mama turun dulu,mama tadi hanya khawatir kamu demam"ucap nya segera keluar
Airin ingin mengikuti langkah sang mertua tapi hijab nya justru di tarik oleh Ibram hingga terlepas.
"Mas jangan kurang ajar" marah Airin
"Kenapa kamu begitu takut aku melihat rambut mu"
"Bukan-"
"Muhrim!!! aku suami mu,suami mu Ai,suami sah di mata hukum dan agama" potong Ibram tak terima
"Suami dalam negeri dongeng" ketus Airin sambil merapikan hijab nya dan hendak keluar
"Mau kemana?"
"Luar,kamu mau mandi bukan!"
__ADS_1
"Mandi kan aku"canda Ibram
"Ogah" jawab Airin cepat lalu segera berlari dan menutup pintu, Ntah kenapa jantung Airin berdegup kencang wajah nya memerah menahan malu mendengar ucapan Ibram tadi.