Jodoh Pilihan Mama

Jodoh Pilihan Mama
Jalani saja dulu


__ADS_3

Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 4 Sore. Akhirnya keduanya pun sudah pamit pulang kepada Pak Arif.


“Saya jadi beli rumah ini pak, nanti saya akan menghubungi pemiliknya dan akan mengurusi segala berkas surat rumah ini.” Kata Kevin pada Pak Arif


“Siap tuan terimakasih kami tunggu.” Saut Pak Arif sambil tersenyum.


“Kami pamit pulang ya pak, terimakasih sudah mengajak kami berkeliling rumah ini.” Saut Adel sambil bersalaman dengan Pak Arif.


Lalu keduanya memasuki Mobil dan Kevin melajukan mobilnya menuju rumahnya. Selama perjalanan keduanya diam sesekali Kevin mencuri pandang kepada Adel dan begitupun sebaliknya. Hingga Kevin memecahkan keheningan.


“Jangan lupa dengan yang tadi.” Ujar Kevin


“Tadi apa?” tanya Adel


“Apa kau melupakan pembicaraan kita tadi sayang?” Goda Kevin sambil mengerlingkan kedua matanya.


Ucapan Kevin membuat kedua mata Adel membulat besar.


“Dasar Pria Cabul.” Teriak Adel sambil kedua pipinya merah seperti tomat.


“hahahha.” Tertawa Kevin


“Kalau tidak ya sudah aku tidak membeli rumah tadi.” Ujar Kevin dengan serius


“ih jangan gitu mas.” Rengek Adel sambil memegang salah satu lengan Kevin


“Wah lihatlah jika ada maunya pun kau memanggilku begitu.” Goda Kevin lagi


“Bukan seperti itu ish.” Adel berdecak


“Terus maksutmu apa?” timpal Kevin sambil menaikkan salah satu alisnya


“Ya tuhan kenapa kau sangat menyebalkan hari ini.” Jawab Adel sambil mengacak-acak rambut Kevin.


“Yang pasti jangan lupa permintaanku tadi.” Ujar Kevin dengan wajah serius


“Bagaimana aku melakukannya dengannya sedangkan ini pengalaman pertamaku, dan aku menikah dengannya pun karena permintaan mamanya. Aku belum siap memberikan haknya tapi dia juga suamiku. Menolaknya didalam agama adalah dosa.” Gumam Adel dalam hati


Didalam perjalanan kerumah keduanya pun hanya terdiam sampai mobil yang mereka tumpangi berhenti didepan rumah Kevin. Keduanya turun dari mobil dan disambut oleh para pelayan. Ya memang kebiasaan keluarga disana, jika tuan nya akan keluar atau masuk rumah harus ada yang menyambut dan terlihat Mama Nora ikut menyambut mereka.


“Wah menantuku sudah datang.” Kata Mama Nora sambil memeluk Adel


“Iya ma.” Jawab Adel sambil membalas pelukan mertuanya tersebut


“Bagaimana dengan survey kalian? “ tanya Mama Nora pada Kevin


“Berjalan lancar ma, dan kami sudah yakin untuk membeli rumah itu ma." Ujar Kevin

__ADS_1


“Wah serius nak? Ceritakan pada mama bagaimana keadaan rumahnya. “ tanya Mama Nora Antusias


“Biar Adel yang ngasih tau mama yah.” Ajak Adel sambil menarik tangan mertuanya agar masuk dan duduk diruang tamu.


Setelah mereka duduk, Adel pun menceritakan apa yang terjadi dan kondisi rumah itu, tak ada satu pun yang terlewatkan dalam cerita Adel dan sesekali Mama Nora mengangguk-anggukan kepala tandanya dia faham maksut menantunya tersebut.


“Apa kamu menyukai rumah itu nak?” tanya Mama Nora


“Sangat ma Adel sangat menyukainya “ Jawab Adel dengan mata berbinar-binar dan senyum merekah dari bibirnya.


“Nah Kevin turutilah istrimu oke?” ujar Mama Nora pada Kevin yang sedang sibuk dengan handphone


“Hmmm.” Jawab Kevin


“Sepertinya kau lelah nak pergilah istirahat sekarang.” Perintah Mama Nora


“Iya ma, Adel mau mandi dulu lalu istirahat, badan Adel lelah sekali.” Jawab Adel sambil meregangkan otot tangannya.


Adel pun beranjak dari duduknya dan ia tak lupa mengajak Kevin juga, keduanya pun berjalan beriringan. Sesampai dikamar Adel langsung mengambil pakaian ganti dan masuk ke kamar mandi. Beberapa saat Adel pun keluar dengan handuk yang menutupi rambutnya diatas kepalanya. Kemudian disusul Kevin yang masuk kedalam kamar mandi.


Adel yang sudah sangat lelah ia langsung merebahkan dirinya diatas ranjang empuknya dan benar tidak perlu waktu lama ia pun sudah tertidur.


Kevin yang sudah mandi langsung keluar dan melihat istrinya sedang tertidur pulas. Ia berjalan menghampiri istrinya dan duduk disebelah tubuh istrinya


Ia menarik selimut agar menutup tubuh istrinya, Kevin menatap wajah Adel dengan intens. Lalu tatapannya berhenti pada bibir tipis Adel, ya bibir itu bagaikan candu untuknya. Tanpa sadar ia mengecup bibir Adel saat Adel tertidur.


“Aku sangat mencintaimu istri ku, Tubuhmu bagaikan candu untukku. Berjauhan denganmu membuatku gila. Aku tidak sanggup jangan pernah meninggalkanku.” Bisik Kevin pelan di telinga Adel lalu mengecup kening Adel


Kemudian Kevin berjalan kearah sisi ranjang satunya dan merebahkan dirinya disamping istrinya. Ia menarik tubuh istrinya agar dekat dengannya dan memeluknya. Tanpa perlu waktu lama akhirnya Kevin ikut terlelap bersama istrinya.


**


Cahaya matahari telah masuk melewati jendela kamar, perlahan Adel mengerjapkan matanya berusaha membuka pelan-pelan agar bisa melihat fokus. Setelah kesadarannya terkumpul ia melihat tangan kekar sedang memeluknya dan wajahnya begitu dekat dengan wajah Adel.


Perlahan Adel memperhatikan wajah Kevin yang sedang terlelap tidur, Ia mengusap pipi Kevin yang membuat pemiliknya terusik dan perlahan membuka matanya.


Kevin yang baru membuka matanya langsung membuka lebar matanya karena melihat Adel yang sudah terbangun terlebih dahulu tetapi masih menatapnya.


“Apa kau akan menatap wajah tampan suamimu ini?” Goda Kevin dengan mengerlingkan salah satu matanya.


“Astaga kau sungguh sangat menyebalkan, kau sangat kepedean sekali.” Ketus Adel sambil berusaha melepas pelukan Kevin.


Tetapi bukannya dilepas malah membuat Kevin memperkuat dekapan pelukannya.


“Kau belum mandi sudah mendekat seperti ini padaku.” Ledek Adel dengan suara sinis


“Cehhh.. Meski aku belum mandi wajah tampanku tidak pernah luntur.” Dengan pedenya Kevin berucap.

__ADS_1


“Oh ya tuhan ,suamiku ini sungguh sangat kepedean sekali.” Ucap Adel sambil mencubit hidung Kevin.


“hahhaha... Cupppp.” Dengan sontak Kevin mencium bibir Adel


Hanya mencium dengan sayang, tidak ada lumatan dan gairah.


“Dasar cabul.” Teriak Adel sambil melepas ciuman dan berdiri


“Morning kiss baby.” Goda Kevin


“Dasar, sudah sudah sana mandi.” Perintah Adel kemudian Kevin pun menurut.


Setelah Kevin masuk kedalam kamar mandi, Adel pun menata ranjang mereka sendiri dan membersihkan kamar mereka. Adel melakukannya sendiri tiap hari karena memang ia yang meminta kepada Kevin agar tidak ada orang yang memasuki kamarnya secara sembarangan. Kevin pun menuruti permintaan istrinya itu.


Hingga semua selesai dan terdengar bunyi pintu kamar mandi terbuka, dan terlihat Kevin berjalan keluar dengan menggunakan handuk yang dipakai untuk menutupi bagian pinggang, sedangkan dadanya dibiarkan bertelanjang dada.


“astaga seperti ini pun dia sangat seksi sekali, rasanya tanganku ingin memegang perut sobek-sobeknya tersebut.” Gumam Adel dalam hati


Kevin yang melihat istrianya sedang menatapnya tanpa berkedip, ia pun menghampiri istrinya tersebut.


“Adel, ada apa ?” tanya Kevin


“Gak pa pa.” Jawab Adel dengan terbata-bata.


“Ya sudah sana mandi, setelah mandi jangan lupa kau beresin perlengkapan kita untuk pindah rumah yah, nanti sore kita sudah pindah kesana.” Ucap Kevin


“Serius mas?” tanya Adel


“iya serius.” Jawab Kevin sambil mencium kening istrinya.


Adel yang mendapatkan perlakuan itu hanya bisa membeku dan diam, dia seperti bermimpi tapi itu memang benar nyatanya bahwa Kevin mencium keningnya. Beberapa kali Adel memukul wajahnya dan menggeleng-gelengkan wajahnya agar sadar bahwa ini nyata.


Kevin yang melihat tingkah istrinya menjadi tertawa dan menghampirinya.


“Kau jangan menyakiti kepalamu sendiri dengan tanganmu.” Ujar Kevin memelas


“itu tidak sakit kok.” Jawab cepat Kevin


“Kau kenapa sampai memukul wajahmu? “ tanya Kevin


“Entahlah seperti semuanya mimpi.” Jawab Adel sekenanya.


“Sekarang kita jalani saja dulu yah.” Ucap Kevin seraya memegang tangan Adel.


“he.em “ jawab Adel langsung


Duh readers sudah cium-cium kening nih haha🤣 hayoo Kevin masih menutupi perasaannya kah atau gimana...

__ADS_1


-Jblack-


__ADS_2