
Axel segera menghempaskan tubuhnya ke ranjang setelah mengganti pakaian nya dengan piyama tidur. Sekilas dia ingat dengan Dion, yah dia belum memberi tau perihal kepindahannya. Axel langsung meraih ponselnya di nakas dan membuka aplikasi pesan. Mengetik di layar tersebut lalu terkirim.
*Axel : Men? Lo tidur belum?
Dion : ya, belum napa Xel?
Axel : Gue mau pamit sama lu, gue mulai besok pindah sekolah*!
Tak ada balasan pesan singkat mereka tetapi langsung beralih panggilan telfon dari Dion. Segera Axel mengangkatnya. Belum ia mengucapkan salam Dion langsung mencerca nya dengan banyak perkataan.
Dion : “What the **!! Lo seriusan pindah. Apaan lo pindah buat apa Xel?” teriak Dion dari sambungan telfon.
Axel : “Woii pak gak pakek ngegas nih kuping gue gak tuli, iya gue serius pindah” saut Axel.
Dion : “Lo napa pindah? Apa karena tu jessica? Jujur lo” cerca Dion.
Axel : “ Bukan sama sekali, ini semua karena permintaan Kakak ipar gue. Gue diminta masuk sekolah internasional” ujar Axel
Dion : “Hah!! Lo seriusan?” tanya Dion.
Axel : “iya seriusan. Semua yang urusin malahan asisten kakak ipar gue” balas Axel.
Dion : “ Setau gue sekolah sana agak sulit masuknya Xel. Katanya kalau gak kuat mending keluar aja gitu” serus Dion.
Axel : “Lu gaktau gue kayak gimana hah :p “ balas Axel dengan emoticon menjulurkan lidah.
Dion : “Hahaha iya gue lupa :) , tapi gue kan jadinya sendirian”
Axel : “Oh ayolah kita bisa ketemu diluar, atau lo pindah juga”
Dion : “oh come on Axel, otak gue bukan kayak otak lo”
Axel : “Yaudah yaudah, gue mau tidur. Selamat sekolah besok ya. Bye”
Lalu keduanya mematikan telfon. Menjulurkan tangannya dan meletakkan ponselnya diatas nakas, Axel lalu menarik selimutnya dan tertidur.
---*---
Dikamar Kevin
“Sayang” panggil Adel.
“Iya sayang ada apa?” tanya Kevin.
“Kamu yakin mau menyekolahkan adikku disana?” tanya Adel lembut.
“Iya yakin sayang malah yakin banget. Memangnya kenapa dengan istriku ini?” ucap Kevin.
“Emmm setau aku sekolah disana biayanya juga banyak yang. Kan kamu juga kerja banting tulang sendiri terus aku cuma dirumah diem gak bantu ap...” belum selesai Adel, Kevin langsung menutup bibir Adel dengan bibirnya. ******* sekilas dan melepaskannya.
“Sayang dengar yah, lihat aku. Kamu itu istri aku, kamu sudah jadi tanggung jawab aku sayang. Kebutuhan kamu, nafkah lahir batin harus aku yang penuhi. Dan aku gak ngijinin kamu kerja diluar selama aku masih bisa nafkahin kamu. Dan untuk kedua adik kamu memang sudah keinginan aku untuk mendidik mereka dan menginginkan mereka agar masa depan mereka bagus sayang. Aku juga ingin nanti Axel bekerja dikantor aku. Plis kamu dukung aku juga dan support adik-adik kamu” ujar Kevin menjelaskan.
__ADS_1
Akhirnya Adel hanya melihat kejujuran dan ketulusan dari mata suaminya itu dan tanpa permisi air matanya telah mengalir dipipi indah Adel. Sungguh dia bersyukur Allah memberikan suami seperti Kevin yang selalu menyanyangi Adel setulus ini.
“Terimakasih sayang terimakasih” ucap Adel dengan menghadiahi banyak kecupan disemua wajah tampan Kevin.
Kevin hanya terkikik geli. Melihat tingkah menggemaskan istrinya.
“Ya sudah ayo tidur, apa kita mau bikin Kevin junior” goda Kevin dengan mengerlingkan salah satu matanya.
“Boleh. Ayo siapa takut babe” goda balik Adel dengan membuka kancing atas piyama tidur Kevin.
Kevin yang mendapat serangan akhirnya memulai melancarkan aksinya balik hingga terjadilah pergulatan panas.
Hehe skip adegannya oke.
Keesokan harinya...
Semua keluarga akhirnya berkumpul untuk melakukan sarapan pagi. Semua keluarga yang berada dimeja makan merasakan kehangatan. Yang biasanya melakukan sarapan hanya berdua atau bertiga sekarang akhirnya berkumpul. Terpancar jelas pada raut semua orang. Selesai menghabiskan sarapannya Kevin langsung memulai bicara.
“Apa kalian berdua sudah siap berangkat sekolah?” tanya Kevin pada Axel dan Aqila.
“Siap” jawab serempak keduanya dengan wajah antusias.
“Wahh, anak papa pinter sekolah nya ya nak, yang rajin oke” saut Papa Radit.
“Siap pah” celetuk Aqila dengan hormat seperti tentara.
Yang lainnya hanya geleng-geleng kepala dengan tingkah lucu gadis remaja itu.
“Hari ini bakalan Kak Kevin antar sampai kelas yah” seru Kevin.
“Ma kami pamit” ucap Axel.
“Iya nak, dengerin mama yah, sekolah yang rajin, dengerin gurunya dan jangan main-main. Ingat cita-cita kalian yang ingin kalian raih oke” seru Mama Angel.
“Iya mah kami selalu ingat” jawab Axel.
Akhirnya Axel, Aqila, Rudi dan Kevin masuk kedalam mobil. Keduanya melambaikan tangannya dari sela jendela mobil lalu mobil melaju keluar. Hingga mobil menghilang akhirnya keluarga yang tinggal masuk.
“Mama papa masih menginap disini kan?” tanya Adel setelah mereka semua duduk dikursi tamu.
“Iya nak, gakpapa kan?” tanya balik Mama Nora.
“Gakpapa lah ma, malah aku seneng kalau mau mama tinggal disini gakpapa” seru Adel.
“Ya kalau gitu sama aja bohong dong. Papa sama Mama kan udah ada rumah kasihan rumah entar kosong” jawab Papa Radit.
“Hehee iya juga sih pah, tapi main-main kesini ya pa ma” seru Adel.
“Iya nak pasti” saut Mama Nora.
-*****-
__ADS_1
Disisi lain...
Mobil masih melaju di jalanan yang mulai ramai oleh orang yang hendak bekerja, pelajar yang berangkat sekolah dan orang berlalu lalang. Axel dan Aqilla melihat semua orang dari balik mobil. Axel pun hanya bisa bersyukur jika ingat dulu ia dan sang adik sekolah hanya naik sepeda atau ojek. Tapi sekarang dia sekolah naik mobil bahkan diperlakukan sangat baik oleh Kakak Iparnya. Sungguh beruntung kakaknya Adel dengan keluarganya mendapatkan seorang Kak Kevin yang tulus menyanyangi keluarganya.
Keheningan itu terpecah ketika Kevin bersuara.
“Mulai besok kalian akan diantar ke sekolah oleh supir oke” seru Kevin tiba-tiba.
“Serius Kak?” tanya Aqila.
“Iya serius, nanti akan kakak siapkan mobil dan supir khusus kalian. Kalian pasti pulangnya sendiri-sendiri kan. Ini “ ucap Kevin dengan menyodorkan sebuah ponsel pada masing-masing adik iparnya itu.
“Buat apa kak?” tanya Axel ketika sudah memegang ponsel itu.
“Itu hadiah kecil buat kalian” jawab Kevin.
“Apa!!” Axel terpekik kejut pasalnya ponsel yang ia pegang adalah ponsel keluaran baru.
“Iya jadi itu buatlah dengan sangat baik karena pasti nanti kalian akan ada tugas yang membutuhkan ponsel dan disana sudah ada nomer Kak Kevin, Kak Rudi, Kak Adel, sama supir kalian oke” Kevin menjelaskan.
“Iya kak” jawab serempak mereka.
Aqila dan Axel masih mengotak atik ponsel yang mereka pegang. Terlihat jelas wajah bahagia keduanya. Apalagi Aqilla, ia biasanya rebutan ponsel dengan Kakaknya Axel. Tapi sekarang tidak perlu karena ia memegang ponsel sendiri. Dan begitupun Axel, ia yang memiliki ponsel ya memang sudah butut hanya bisa bersyukur dengan lagi lagi nikmat yang Allah beri padanya. Ia berjanji akan menggunakannya dengan sebaik mungkin.
Hingga tak terasa mobil yang mereka tumpangi telah masuk di area sekolah. Keempatnya langsung turun bersamaan, siswa siswi sana menatap ke arah keempatnya. Tetapi terfokus pada kedua orang yang memakai pakaian seragam berbeda dengan mereka. Tetapi wajahnya cantik dan tampan.
Ah iya author belum cerita kan heheh.
Axel dan Aqila memiliki wajah tampan dan cantik karena memang ketiga saudara kandung ini menurunkan garis keturunan dari kedua orang tuanya. Mama Angel dan almarhum papa Adel adalah orang tua yang tampan dan cantik.
Axel memiliki tinggi yang proposional 175 cm dengan rambu hitam pekat dan mata tajam elang. Hidung mancung kulit mulus. Tubuh berotot karena memang ia pandai gym dengan kakak iparnya tiap hari libur.
Sedangan Aqila memiliki tinggi 167 di Sekolah Menengah Pertamanya ini. Rambut lurus, bulu mata lentik dan alis yang bagus. Mata indah coklat hidung mancung dan kulit putih juga. Lebih putih dari Axel.
Jadi jika ada yang melihat mereka pasti akan menyangka mereka terlahir dari keluarga kaya raya.
Kevin dan Rudi berjalan di depan lalu diikutin Axel dan Aqila dibelakangnya. Mereka yakin akan mencari ruang kepala sekolah untuk keduanya.
Hingga sampailah mereka didepan ruangan kepala sekolah. Rudi pun mengetuk pintu terlebih dahulu.
Tok tok tok
Masuk
-------*-------
Author update 1 episode dulu hari ini. Semoga bisa mengobati rindu kalian sama Kevin dan Adel.
Mohon Maaf banget author dua hari gak update karena habis author sembuh sekarang anak bayik author demam..Doain sembuh ya biar author nisa crazy up.
Minta VOTE nya dong, kan author udah semangat loh ini buat update tiap hari.
__ADS_1
Jangan lupa like yah dan kasih komentar oke. biar author makin semangat.
Dan Kunjungi karya Author yang baru judul Azzahra dan Azkiyah. Like yah dan Favorit. ceritanya bakal beda dari ini