Jodoh Pilihan Mama

Jodoh Pilihan Mama
Apa ada yang salah dengan tubuhku?


__ADS_3

Rudi masih terdiam menunggu ucapan selanjutnya dari Kevin.


“Tolong ganti pewangi diruangan gue sama minyak wangi lo tolong ganti” seru Kevin


Rudi kembali mengangguk lalu meninggalkan ruangan Kevin.


Di dalam kamar mandi Kevin hanya bisa memijat pelipisnya dengan menatap kosong kedepan.


“Ada apa sama gue yah, kenapa gue mual-mual terus. Terus hidung gue sensitif banget” gumam lirih Kevin dengan duduk di atas closet.


“Tapi kalau deket sama istri napa kagak ada mual-mualnya” masih bergumam lirih


Karena sudah mulai tak nyaman dengan keberadaannya, akhirnya Kevin menguatkan tekatnya untuk kembali ke ruangannya. Berjalan sempoyongan dengan berpegangan dinding Kevin segera masuk ke ruangannya. Mencium bau yang masih sama akhirnya Kevin melepas dasinya dan ia tutupkan pada lubang hidungnya.


Mengubah jalur yang ingin duduk di kursi kebesarannya akhirnya Kevin berjalan menuju pintu keluar.


Ceklek


“Hah syukurlah akhirnya aku terbebas” gumam Kevin lirih dengan mengusap keringat di keningnya.


Sekretaris Kevin sendiri pun mengernyit heran menatap keadaan bosnya yang sedang berdiri tak jauh dari mejanya. Memberanikan diri mendekat ke arah bosnya yang membuatnya bosnya menatap tajam ke arahnya.


“Pak bos baik-baik aja?” Tanya Sekretaris Kevin


“Iya saya baik” jawab Kevin


“Tapi kenapa bos berkeringat seperti ini. Kalau bos sakit saya panggil dokter aja gimana?” seru Sekretari Kevin


“Diamlah, dan jangan banyak bicara” ketus Kevin lalu mendudukkan dirinya dikursi sofa dekat meja sekretarisnya.


Menghelas nafas berat akhirnya sekretaris Kevin kembali ke mejanya dan melanjutkan pekerjaan yang sempat tertunda. Seharusnya ia tau sikap ketus dan galak bosnya itu. Tetapi melihatnya seperti ini juga menimbulkan rasa iba darinya.


Memilih diam dan melanjutkan pekerjaannya adalah keputusan tepat untuk Sekretaris Kevin. Hingga bunyi lift membuatnya sedikit mendongak.


Ting


Pintu lift terbuka


Terlihat Rudi dengan beberapa orang membawa beberapa kantung plastik yang entah apa isinya tak Kevin ketahui.


Berjalan dekat kearah Rudi. Tetapi suara Kevin membuat ketiganya menegang.


“Berhenti” hardik Kevin

__ADS_1


Akhirnya ketiganya diam mematung ditempat hanya bisa saling melirik.


“Apa yang kamu bawa?” tanya Kevin


“Ini beberapa bau pewangi ruangan dan minyak wangi. Anda bisa memilih mana bau yang anda suka tuan” ujar sopan Rudi.


Kevin mengangguk lalu meminta kedua petugas itu meletakkan kantung plastik diatas meja. Mulai membuka dan menata beberapa pewangi itu diatas meja.


Mencoba mencium bau wangi disetiap pewangi ruangan. Berubah ekspresi terjadi diwajah Kevin. Dari yang kening berkerut, hampir mual. Mencium bau seperti orang kesetanan.


Hah membuat ketiga orang yang berdiri tak jauh darinya mengernyit heran. Pasalnya bosnya itu termasuk lelaki pecinta bau maskulin. Dan ini apa tidak salah? Semua yang ia bawa adalah bau buah apel.


Oh astaga apa ada pikiran dalam otak bosnya?


Atau bosnya sedang sakit?


Banyak sekali pertanyaan yang hinggap dipikiran Rudi tetapi tak ia tanyakan takut terkena semprotan mematikan dari bosnya.


Memberi perintah pada kedua petugas untuk segera mengganti pewangi diruangannya dan mobilnya akhirnya bisa membuat Kevin menghela nafas lega. Rudi yang tadinya berdiri akhirnya ikut duduk di sofa seberang.


“Bos, bos pilih juga minyak wangi mana yang buat bos gak mual. Biar saya bisa kerja dengan bos tanpa bikin bos gak mual” seru pelan Rudi


Kevin mendongak dan menatap tajam Rudi. Rudi hanya bisa menelan ludahnya kasar saat menyadari mungkin perkataannya membuat lelaki didepannya tersinggung.


“Lebih baik kau tanya istriku. Minyak wangi apa yang ia pakai. Karena didekat Adel mual ku menjadi hilang” seru Kevin santai tanpa ingin menjawab pernyataan Rudi berusan.


Rudi mengangguk cepat lalu segera mempersilahkan Kevin kembali keruangan karena dua petugas tadi sudah selesai melaksanakan tugasnya.


-**-


Diruangan Aqila


Hampir 2 jam Adel tertidur di sofa dan diikuti oleh Axel yang juga tertidur selepas Rossa pergi meninggalkannya untuk pulang.


Mulai mengerjapkan matanya saat merasakan perutnya sangat lapar. Adel perlahan mendudukkan dirinya di sofa dan melihat kanan ke kiri. Terlihat sang adik perempuannya masih tertidur dan Axel pun sama seperti Aqila.


Turun dari sofa perlahan dan mengotak-atik ponselnya. Membuka aplikasi untuk membeli makanan secara online. Setelah berhasil akhirnya ia mencoba mengirim pesan untuk suami tercintanya.


Jari jemarinya lihai mengetik diatas layar ponsel dan akhirnya tertulis sebuah tulisan yang berisi perhatian dan kasih sayangnya.


Assalamu’alaykum sayang? Sedang apa? Ingat jangan terlalu lelah dalam bekerja dan jangan sampai lupa untuk makan. Aku merindukanmu segeralah pulang dan hati-hati. Loveyouu


Send

__ADS_1


Akhirnya isi pesan itu telah terkirim pada kekasih hatinya. Tetapi sayangnya sepertinya suaminya sedang sibuk hingga tak membalas pesan yang ia kirim.


Sudah lah namanya saja bekerja pasti mas Kevin sedang tidak memegang hp. Pikir Adel dalam hatinya.


Beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan mengganti pakaian. Setelah selesai ia menghampiri ponselnya dan mengambilnya saat mendengar notif ponselnya. Ternyata kurir makanannya sudah ada didepan pintu.


Segera Adel mengambilnya dan mengucapkan terimakasih. Karena rasa lapar yang mendera akhirnya ia memilih untuk makan terlebih dahulu tanpa membangunkan kedua adiknya.


Tetapi sayangnya hidung Axel terlalu tajam hingga akhirnya lelaki tampan yang tengan tertidur itu mengerjapkan matanya dan mencium bau harum yang menggelitik hidungnya.


“Hah ternyata kakak sedang makan, kenapa kakak tidak membangunkanku” dengus kesal Axel setelah ia mendudukkan dirinya.


“Heheh kakak lapar jadi kakak berniat membangunkanmu saat kakak selesai makan” cengengesan tanpa dosa pada adiknya.


Axel hanya geleng-geleng kepala. Lalu ia beranjak untuk mencuci tangan dan ikut merasakan makan karena perutnya juga lapar.


-**-


Kembali diruangan Kevin


Lelaki tersebut sedari tadi tidak fokus untuk menunggu 2 jam lagi untuk rapat. Perutnya terasa teraduk-aduk dan kepalanya terasa pusing. Bibirnya sudah mulai pucat.


Ia tak mengerti ada apa dengan tubuhnya karena biasanya tubuhnya tak pernah seperti ini.


Apa ini masuk angin begitulah pikirnya. Tetapi kenapa mualnya hilang jika ada istrinya. Itulah pikirannya bergelanyut diotak Kevin.


“Ada apa dengan tubuhku, apa ada yang salah. Kenapa aku merasakan akhir-akhir ini aku malas untuk jauh dari Adel. Lalu bau-bau menyengat membuatku mual sepanjang hari” gumam Kevin pelan dengan memejamkan matanya.


-**-


Author : Hallo selamat hari minggu. ane mau menyapa nih di hari weekend.


Readers : Selamat hari minggu juga thor. Kenapa semalem ente kagak up?


Author : Sorry ya, bayi kecil sedang demam jadinya ane kagak bisa upload karena belum ngetik sampai 1000 kata jadinya ane tahan di word. hehehhe


Readers : Elu sih thor. gue udah nungguin tau gak


Author : Ya maaf lah, namanya aja anak sakit. huhu tapi sekarang ane udah up jadi kalian pada harus VOTE dong


Readers : Ente mah kalau urusan Vote paling cepet


Author : Ya jelas yah, ya udah sana Vite ane tunggu

__ADS_1


__ADS_2