Jodoh Pilihan Mama

Jodoh Pilihan Mama
Ngidam


__ADS_3

Siang hari, ketika semua orang sedang merasakan jam makan siang dan melepaskan lelah. Adel yang sedang tidur siang tersebut mengerjapkan matanya. Dengan perlahan ia mangusap kedua matanya ,dan Adel merasakan adalah sesuatu yang berat diperutnya. Dilihatnya ternyata lengan kekar suaminya yang sedang memeluknya.


Menggeliat sebentar dan berusaha keluar dari pelukan suaminya, tetapi bukannya terlepas melainkan Kevin semakin mengeratkan pelukannya.


“Mau kemana hmm?”tanya Kevin dengan suara serak khas orang bangun tidur. “Ke kamar mandi sayang, kebelet” lirih Adel pelan dengan menahan sesuatu yang sudah ingin keluar.


Mengendurkan pelukannya akhirnya Adel terlepas dari pelukan Kevin, dengan segera Adel berlari menuju ke kamar mandi.


“Hei sayang jangan lari, ingat kau sedang hamil” teriak Kevin kesal sambil mendudukkan dirinya diatas ranjang.


Adel tak menjawab, ia masih fokus didalam kamar mandi, hingga beberapa saat ia keluar dengan cengiran kudanya.


“Aku sudah sering bilang sayang, jangan pernah lari. Apalagi ke kamar mandi, aku takut kamu jatuh. Paham” ucap Kevin dengan lembut.


“Iya sayang maafkan aku, udah kebelet banget” lirih Adel dengan mata berkaca-kaca.


Kalau menurut Dokter orang hamil itu sensitif, itu memang benar. Emosi dan mood yang naik turun, perubahan sikap pasti akan terjadi. (Kenapa author paham, soalnya author pernah rasain pas hamil si bayik hihi)


“Hey ya tuhan, kemarilah jangan menangis” ucap Kevin dengan tatapan menyesal. Adel pun menghampiri Kevin yang duduk diatas ranjang dan berlari kepelukan Kevin.


“Jangan menangis oke, aku tidak marah sayang. Aku hanya memperingatimu” seru Kevin


Adel hanya mengangguk dengan luruhan air mata dimatanya yang masih menetes. Kevin pun melepaskan pelukannya dan menghapus air matanya.


“Maafin mas ya sayang” ucap Kevin


“Seharusnya Adel yang minta maaf mas, Adel masih ceroboh kadang pula Adel lupa bahwa Adel telah mengandung. Maaf” ujar Adel


“Sudah gakpapa sayang wajar. Perutmu masih datar, nanti kalau udah buncit pasti kamu udah ingat” seru Kevin


Adel hanya mengangguk lalu ia menyuruh Kevin untuk membersihkan diri. Sembari menunggu Kevin, Adel menyiapkan baju untuk suaminya dan merapikan tempat tidur mereka. Ya karena memang tidak boleh satupun pelayan yang boleh masuk kekamar Adel. Jadi mengakibatkan Adel dan Kevin yang membersihkan kamarnya sendiri.


Setelah selesai mandi, seperti biasa Kevin hanya memakai handuk yang dililitkan dipinggangnya lalu keluar dari kamar mandi, dan menghampiri istrinya. Adel pun yang sudah paham langsung mengambil handuk kecil dan mengeringkan rambut suaminya tersebut.


Setelah rambutnya kering, Adel memberikan baju yang sudah ia siapkan pada suaminya. Dengan tidak malu Kevin pun mengganti pakaiannya didepan istrinya itu.


Adel yang melihat hanya geleng-geleng kepala dengan pipi yang sudah merona. Meski sudah menikah tetapi tetap saja ada perasaan malu untuk Adel ketika melihat tubuh suaminya. Selesai dengan pakaiannya Kevin menghampiri istrinya.


“Sayang, aku mau makan cimol” cicit Adel pelan.


“Hah cimol? Makanan ringan yang bentuk bulet-bulet itu yang?” tanya Kevin


“Iya sayang, aku pengen makan itu. Kasih garem sama bubuk chili uhh enaknya” seru Adel dengan membayangkan dan meneguk salivanya sendiri.


“Jangan begitu sayang, ya sudah ayo kita mencari orang penjual cimol” seru Kevin


“Oke ayo mas” dengan semangat Adel menggandeng tangan suaminya dan berjalan menuju lift.


“Mulai nanti malam kita tidur dikamar bawah ya sayang, kamar bawah sudah siap” seru Kevin.


“Oke siap bos” saut Adel dengan hormat

__ADS_1


Kevin pun terkekeh dengan tingkah lucu istrinya tersebut. Setelah berpamitan pada Mama Nora akhirnya mereka melajukan mobilnya dan mencari penjual cimol.


-*-


Dikampus.


“Huft kenapa harus siang jam mata kampus gue” kesal Meli


“Udah takdir woy, gak pakek ngeluh” celetuk Tyo


“Astaga elo yah udah kayak setan aja datang ngejutin aja” seru Meli


“Mangkanya muka lo udah masam aja, ini masih siang” saut Tyo


“Gue capek aja, apalagi gak ada Adel. Biasanya dia selalu main sama gue, bikin gue mood baik terus. Lah sekarang tu orang harus berhenti kuliah” ucap sedih Meli.


“What lo serius?” tanya Tyo


“Iya bener tadi Adel telfon gue” ucap Meli


Flashback on


“Hallo assalamu’alaykum Mel” ucap Adel dari seberang telefon.


“Iya wa’alaykumsalam sayangku, ada apa” celetuk Meli dari balik telfon


“Gak ada ,gue cuma mau ngabarin doang. Kalau gue milih berhenti kuliah dulu” seru Adel dengan nada sedih.


“Mel gak pakek teriak-teriak” kesal Adel dengan mendengus karena suara Meli sangat kencang dari balik telfon.


“Hehee sorry sorry ,gue kaget aja. Lo udah yakin?” tanya Meli


“Iya gue udah yakin Mel, demi anak gue juga ini” lirih Adel


“Baiklah, gue cuma bisa dukung semua keputusan lo, yang penting lo harus bener jaga kandungan lo oke. Jangan kecapekan” ujar Meli memperingati.


“Siap bos, lo udah kayak dokter aja. Cerewet” goda Adel dengan tertawa


“Hah awas lo yah” saut Meli


Flashback Off


“Yah jadi kita cuma berdua sampai tahun depan” seru Tyo


“Entahlah, belum dipastikan sama Adel waktunya” saut Meli dengan menepuk pundak Rudi


“Kita sebagai sahabat harus dukung semua keputusan Adel oke” sambung Meli


“Iya lo bener” seru Tyo dengan semangat.


-*-

__ADS_1


Kembali pada Kevin dan Adel.


Selesai mencari ternyata tidak ada penjual cimol yang terlihat. Terlihat raut wajah sedih dan kecewa dari wajah Adel. Kevin yang menatapnya pun merasa iba.


“Udah sayang ,jangan sedih kita cari lagi oke” ucap Kevin dengan menenangkan


“Tapi kita udah cari dari tadi mas keliling gak ada” ucap Adel dengan raut wajah kecewa.


Sejujurnya apa yang dikatakan oleh Adel benar. Ia sudah berkeliling bersama dan tidak terlihat penjual cimol satupun. Akhirnya Adel memiliki ide brilian.


“Mas?” panggil Adel


“Iya sayang ada apa?” tanya Kevin dengan pandangan masih menatap lurus kedepan.


“Emmm gimana kalau kita buat sendiri Cimolnya mas” celetuk Adel


“Serius kamu yang? Mana bisa” seru Kevin


“Bisa mas, kan ada tutorialnya di youtube gimana” celetuk Adel


“Baiklah ayo kita cari bahannya sayang” ujar Kevin dengan senyum merekah


“Ahh serius mas, makasih banyak. Tapi aku pengen yang bikin cimol Kak Rudi sama Meli” seru Adel


“Apa sayang? Mana mau Rudi” tukas Kevin


“Pokoknya harus mau mas, gak mau tau caranya” seru Adel dengan kesal


Adel pun cemberut dan menatap kearah jendela luar. Ini permintaan yang meminta anak dalam perutnya. Tetapi kenapa ayahnya tidak mau mengabulkannya. Sungguh menyebalkan seru Adel dalam hatinya. Masih diam dan dengan wajah datar Adel tetap tak bergeming. Meskipun mobil sudah berhenti didepan market Adel masih diam.


“Ayo sayang turun itu supermarketnya” seru Kevin


“Gak” sinis Adel


“Ya tuhan, kenapa orang hamil selalu aneh seperti ini. Ayahnya aku kenapa Rudi yang diminta masak. Astaga kenapa menyebalkan sekali. Untungnya aku sangat sayang pada istriku” gumam Kevin


“Yaudah iya iya sayang, ntar aku kabarin Rudi dia kusuruh kerumah buat masak sama Meli” ucap Kevin


Dengan seketika raut wajah Adel tersenyum sumringah, seperti mendapat lolipop dari ibunya. Adel pun mengangguk bahagia dan segera turun dari mobil. Mereka bergandengan tangan dan memilih semua bahan yang digunakan untuk membuat cimol nanti.


Selesai membayarnya, Kevin dan Adel pun melanjutkan perjalanan kembali kerumah.


-------*-------


SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA BAGI YANG MENJALANKAN🤗


Minta VOTE nya dong, kan author udah semangat loh ini buat update tiap hari.


Jangan lupa like yah dan kasih komentar oke. biar author makin semangat.


Dan Kunjungi karya Author yang baru judul Azzahra dan Azkiyah.Like yah dan Favorit. ceritanya bakal beda dari ini.

__ADS_1


__ADS_2