
"Gimana Ibram Ai?" tanya pak Pangestu
"Udah mendingan pa"
"Syukur lah,di bilangin Ai jangan terlalu memforsir tubuh nya untuk orang lain"
"Iya pa nanti aku kasih tau mas Ibram"
"Untung dapat istri seperti kamu kalau menikah dengan perempuan itu ntah jadi apa dia"oceh pak Pangestu
"Kamu mau kemana nak?" tanya Bu Fatma
"Buat bubur ma, mungkin mas Ibram selera nya masih pahit jadi di kasih bubur aja dulu" jawab Airin sambil berjalan kearah dapur
***
Airin naik lagi ke atas dengan membawa baki berisi bubur ayam dan teh hangat.
Ibram yang sudah selesai mandi duduk di balkon kamar menikmati udara segar.
"Sudah selesai mandi nya mas?"
"Hmmmm"
"Makan dulu,agar ada tenaga untuk berdebat dengan ku " Sindir Airin membuat Ibram tersenyum kaku
"Ayo duduk" perintah nya lagi saat Ibram mendekati nya
Ibram duduk di sofa sedangkan Airin mengaduk bubur yang masih hangat itu dan sesekali meniupnya agar cepat dingin.
"Biar aku yang suap mas kamu duduk saja" ucap Airin lagi dan di turuti Ibram,kali ini dia tak ingin membantah ucapan Airin.
"Aaa....."
Ibram membuka mulut nya lebar.
"Meskipun sedang sakit tetap harus makan mas, apalagi kita ke sini untuk acara Nita,kalau kamu sakit pas hari H kan tidak lucu,Nita bisa kecewa dengan mu"ingat Airin
__ADS_1
"Minum dulu" ucap nya lagi menyodorkan teh hangat pada Ibram
"Apa semua anggota keluarga mu sudah hadir mas?" tanya Airin yang memang belum mengetahui seluruh anggota keluarga Ibram karena setelah menikah hanya yang inti saja yang di kenal kan oleh sang mertua.
"Jika sepupu jauh masih banyak yang belum datang,Ada oma Asih adik bungsu nya oma dia sedikit kritis sayang" jawab Ibram membuat Airin tersentak kaget karena setau nya panggilan sayang itu hanya saat mereka berakting di depan keluarga saja tapi kini justru jadi kebiasaan Ibram.
"Maksud nya?"
"Ya dia lebih suka mengkritik penampilan seseorang tanpa tau penampilan nya sendiri,kamu tau dia lebih cerewet dan ketus kalau kamu bertemu dia pasti jengkel" cerita Ibram lagi dengan terkekeh kecil.
"Oh ya"
"Ya,dulu Nita pernah berpacaran dengan bule dari Jerman karena dia tidak suka bahasa nya dia meminta Nita putus saat itu juga"
"Di depan bule itu?" tanya Airin penasaran sambil terus menyuapi Ibram
"Iya..... pasti kamu nggak percaya kan,tapi itu lah oma Asih dia akan mengatakan apa yang dia tidak suka tanpa memikirkan perasaan orang lain"
"Waktu kita menikah dia datang?"
"Tidak,dia sedang menjalani operasi usus buntu waktu itu,jadi tidak bisa perjalanan jauh tapi untuk pernikahan Nita dia akan datang,aku akan kenalkan kamu nanti"ucap Ibram lagi
"Sedikit lagi mas, tanggung! biar kamu punya tenaga"
****
"Kenapa loe nekat Jenn,Ibram sudah menikah biarkan dia bahagia dengan pasangan nya" ucap Dena sahabat Jenny
"Loe kira gue orang bodoh De,biarin Ibram sama Airin, enakan sama perempuan itu dong,nah gue yang selama ini nemenin Ibram dari Nol dapat apa? cuma jagain jodoh orang gitu! nggak lah,gue bukan malaikat De yang bisa iklhas begitu aja memberikan apa yang seharusnya jadi milik gue"
"Apa loe nggak mau hidup normal Jen?" tanya Dena penasaran
"Ya mau lah,tapi sama Ibram bukan yang lain"
"Tapi seingat gue sesudah Ibram nikah loe jalan sama Diko?"
"Cuma penghilang stres aja,nggak ada yang lain" jawab Jenny cepat
__ADS_1
"Menurut gue ya Jen lebih baik loe tata hidup,belum tentu keluarga Ibram terima loe,bukan nya loe sendiri yang bilang kalau mama Ibram benci sama loe"
"Gue nikah sama Ibram nya De,bukan mama atau keluarga nya,masa bodo' dengan mereka yang jelas gue cinta Ibram dan begitu juga sebaliknya"
"Lo yakin Ibram cinta loe?"
"Yakin!! loe nggak percaya? gue bakalan hubungi dia pasti do'i langsung angkat, secara Ibram nggak akan berani cuekin gue"
"Meskipun dia sedang bersama keluarga nya?"tanya Dena lagi
"Hmmm.... tunggu ya" Jenny segera mengeluarkan ponsel nya
****
"Siapa mas? kenapa tidak di angkat?" tanya Airin melihat Ibram terdiam
"Jenny!" jawab nya pelan
"Angkat saja mas,nanti dia malah marah"
"Nanti aku hubungi balik" jawab Ibram membuat Airin menarik sudut bibirnya kecil,Ibram sudah mulai menghargai nya
"Aku letak ini dulu mas di bawah"
"Aku antar"
"Kamu masih sakit"
"Nggak,udah sehat, sudah kuat" jawab Ibram menuntun Airin keluar kamar, ponselnya pun dia tinggal kan begitu saja,Ntah ini awal yang baik atau hanya sekedar akting belaka Airin juga tidak bisa mengerti.
****
"Di angkat?" tanya Dena
"Sebentar mungkin Ibram sedang mandi"jawab Jenny gugup, berkali-kali dia mengulangi nya tapi tetap tidak di angkat membuat Jenny kesal
"Kenapa nggak kamu angkat beb"
__ADS_1
"Gimana mau di angkat Jen, orang dia sedang sama istri sah nya,kamu cuma istri siri yang nggak akan pernah di anggap sama keluarga nya,come on Jen!! move on,jangan jadi pengganggu kamu cantik" nasehat Dena
"Nggak De,Ibram milik aku,nggak akan ada yang bisa rebut dia" kekeh Jenny kesal lalu pergi meninggalkan sahabat nya itu.