Jodoh Pilihan Mama

Jodoh Pilihan Mama
Kumpul


__ADS_3

"Mana Airin,ram?" tanya Bu Fatma yang hanya melihat anak lelaki nya turun ke bawah.


"Lagi mandi ma"


"Baru juga sampai sudah di sosor mas, tunggu malam kenapa" goda Nita tertawa cekikikan


"Husttt anak kecil nggak boleh ikut campur"


"Udah mau nikah juga mas" rengek Nita tak terima di katakan anak kecil membuat semua tertawa.


Airin keluar dari kamar dengan pakaian rapi dan hijab nya, terkesan anggun dan keibuan sekali memang sosok seperti ini yang menjadi menantu idaman di keluarga Pangestu, perempuan cerdas penuh dengan prestasi dan beradab jauh berbeda dengan Jenny yang selalu berpenampilan seksi.


"Ai....sini sayang" panggil bu Fatma memukul kecil sofa di sebelah nya agar Aira ikut bergabung.


Aira tersenyum manis pada semua orang yang ada di sana lalu duduk sedangkan Ibram justru berdiri di belakang kursi Airin.


"Gimana? udah ada tanda-tanda?" tanya Bude Kasih adik paling bontot papa Ibram

__ADS_1


"Tanda apa bude?" tanya Airin bingung


"Itu cucu" jawab Bude Darmi kakak mama Ibram


Airin terdiam sejenak dia bingung harus menjawab apa? harus kah dia berteriak mengatakan kalau dia masih perawan!!! mungkin semua orang akan tertawa pada nya.


"Do'a kan saja secepatnya bude,iya kan sayang! kami tidak menunda, sedikasihnya Tuhan saja" jawab Ibram bijak sambil meletakkan tangannya di pundak Airin dan sesekali memijit nya seperti suami yang sayang pada istri nya.


"Iya nggak perlu buru-buru nikmati dulu masa pengantin baru nya Ram,kalau sudah ada anak malah susah buat mesra-mesraan" jawab pakde Guntur adik papa Ibram yang kedua


Papa Ibram tiga bersaudara,dia anak pertama dan pakde Guntur ke dua sedangkan bude Lasih anak ketiga yang paling bungsu mereka semua menetap di Semarang kalau dari mama Ibram hanya Bude Darmi karena adik bungsu mama nya sudah meninggal tiga tahun lalu karena kecelakaan.


"Jadi ma"


"Nanti di pakai saat acara ya,itu kalung turu temurun lo nak,kalung keberuntungan kalau kata buyut kalian"


"Ini baju kebaya nya,warna kuning emas,yang ini untuk Airin yang ini untuk Ibram nanti kalian tes saja di kamar kalau ada yang kurang cepat beritahu agar bisa di perbaiki,dan ini cincin berlian untuk Airin" ujar Bu Fatma memberikan kotak perhiasan berwarna merah.

__ADS_1


"Kenapa banyak sekali ma" tolak Airin karena dia bingung untuk menerima semua ini, sementara dia akan meninggalkan Ibram setelah acara ini usai.


"Ini dulu cincin punya nenek buyut kalian,ada empat,dua untuk bude Darmi dan dua untuk mama karena hanya Nita anak perempuan mama satu nya untuk kamu sayang,bukan nya kamu anak mama juga kan"


"Ma-"


"Stttt.... tidak boleh menolak,ayo di pakai nak,kamu bagian dari keluarga ini" titah bude Darmi membuat Airin benar-benar bimbang,di satu sisi dia bahagia di hadapan dengan keluarga yang begitu baik nya dan di satu sisi dia jengkel dengan perilaku suaminya.


Jika masuk terlalu dalam akan sulit keluar Ai bisikan setan jahat dalam tubuh Airin...


Apa kamu tega menghancurkan mimpi seorang ibu,kamu di lahiran dari rahim seorang ibu Ai bisik setan baik Airin membuat nya pusing.


"Waah....pas pa, cantik " pekik Bu Fatma saat memasangkan cincin di jari manis Airin tanpa di sadari oleh perempuan itu.


"Iya kan Ram, cantik "ucap Bu Fatma lagi dan di angguki Ibram pelan sedangkan Airin hanya bisa tersenyum kaku.


"Perpaduan yang pas,warna gold dari kebaya nya lalu perhiasan dengan berlian mungil ini membuat kamu menjadi berkelas sayang" puji Bu Fatma

__ADS_1


Diam-diam Ibram mantap Airin yang tersenyum kaku,jika di pandang dengan teliti memang perempuan ini berparas cantik tapi Ibram sudah memiliki tambatan hati.


__ADS_2