Jodoh Pilihan Mama

Jodoh Pilihan Mama
Tak sengaja menabrak


__ADS_3

Keesokan Harinya..


Adel mulai mengerjapkan kedua matanya, masih mencoba menyesuaikan matanya dengan silauan cahaya yang menembus dinding kaca dikamarnya. Setelah sesuai ia melirik jam yang berada di nakas meja samping ranjangnya.


“Astaga, shit pasti aku datang terlambat” umpat Adel ketika ia kaget melihat jam di nakasnya sudah pukul 07.30.


Ia langsung terburu-buru mandi. Dan memakai pakaian nya dan segera turun kebawah. Dibawah ia bertemu dengan Bi Ira.


“Bi, Pak Adi ada dimana?” tanya Adel


“Pak Adi di depan Nona, sedang menghidupkan mobil” Saut Bi Ira


“Ya sudah terimakasih bi” Ucap Adel sembari berlari kecil menuju depan tempat Pak Adi


Setelah ia sampai didepan, ia segera menuju ke arah lelaki paruh baya yang sedang membersihkan mobil.


“Pak Adi” Panggil Adel.


“Iya Nona” Saut Pak Adi.


“Tolong antarkan aku sekarang ke kampus, aku sudah hampir terlambat” Ucap Adel sambil terburu-buru masuk kedalam Mobil.


Pak Adi pun setelah mendengar perintah Adel, Ia langsung bergegas masuk ke mobil dan melajukan mobilnya ke universitas tempat majikannya kuliah.


Setelah mobil sampai di depan kampus, Adel langsung berjalan tergesa-gesa menuju kelasnya.


“oh my god, baru kali ini aku keburu-buru kek gini, shitt bagaimana bisa alarm tidak terdengar oleh ku” umpat Adel sambil berjalan tergesa-gesa.


Karena ia sangat tergesa-gesa sambil menggerutu kesal sampai ia berjalan hanya menunduk dan tak menyadari didepan ada seseorang yang juga berjalan ke arahnya.


“Shit” umpat Adel saat ia bertabrakan dengan seseorang hingga buku yang ia bawa terjatuhan.


“Maafkan aku Nona, aku tidak sengaja” Ucap Lelaki itu


“Tidak apa-apa tuan, harusnya saya yang meminta maaf” Saut Adel sambil mengemasi bukunya yang berantakan di lantai.


“Kau tidak apa-apa” ucap Lelaki tersebut sambil menjulurkan tangannya ke arah Adel


“Tidak perlu saya tidak apa-apa” jawab Adel sambil berdiri sendiri


Ia belum mendongakkan kepalanya untuk melihat wajah siapa yang ia tabrak karena Adel masih membersihkan pakaiannya dengan tangannya.


“Ya sudah ya tuan, saya mau ke kelas dulu” ucap Adel sambil mendongakkan wajahnya ke wajah lelaki tersebut.


Deg


Keduanya masih bertatap wajah entah apa yang ada dipikiran keduanya hingga mereka masih hanyut dengan saling pandang. Hingga seseorang menepuk pundak Adel dan membuyarkan pandangan mereka.


“Adel” Ucap seorang perempuan yang tak lain adalah Meli sambil menepuk pundak Adel.


“Astaga, ya” jawab Adel lirih.


“Kau sedang apa kemari? Ayo kita sudah terlambat ini” Ajak Meli


“Baiklah ayo” Kata Adel sambil berjalan meninggalkan lelaki tersebut yang masih mematung melihat ke arah Adel yang sedang menjauh dari dirinya.


Adel tetap berjalan dengan cepat bersama Meli ke arah kelasnya. Untungnya Dosen belum memasuki kelas dan setelah mereka mendudukkan dirinya dikursi dosen kemudian datang.


“Huftt untungnya gak telat” Ucap lega Adel


“Bener lu del, untung gak telat kita” saut Meli


“Masih rejeki kita Mel” Ucap Adel


“Lu bener, hahaha. Eh bentar lu tadi ngapain sama tu cowok disana?” tanya Meli sambil mengingat ia tadi melihat Adel bersama lelaki yang tak mereka kenal.

__ADS_1


“Gue tadi gak sengaja nabrak tu orang, asli gue keburu-buru jadi gue jalan sambil nunduk” Ujar Adel


“Hahaha terus lu nabrak tu orang jadinya, hahaha mangkanya jadi orang kalau jalan tu liat kedepan bukan nunduk” Ucap Meli sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


“Astaga lu rese banget yah, namanya aja gue keburu ya gue udah nyelonong cepetan nyampek sini” Gerutu Adel


“Udah udah noh liat tu dosen” Kata Meli agar Adel memperhatikan dosennya juga


-*******-


Di sisi lain


“Cewek tadi manis banget” Gumam seseorang.


Yah seseorang itu yang tak lain adalah lelaki yang ditabrak oleh Adel, namanya Rey dia mahasiswa baru di universitas tempat Adel juga. Berbeda divisi dengan Adel tetapi masih 1 angkatan mereka.


“Heh lu lagi ngelamunin apa?” tanya teman Rey.


“Bukan apa-apa” Kilah Rey


“Yang bener lu” ucap Temen Rey


“Iya bener, yuk pulang” ajak Rey


Mereka pun akhirnya jalan menuju tempat parkir mobil mereka, tetapi pikiran Rey masih memikirkan Adel. Menurutnya Adel adalah wanita manis dan cantik sampai dia sangat ingin mendekatinya.


“Gue bakal nyari tu cewek besok” gumam Rey


-******-


Waktu sudah menunjukkan siang, jam kuliah Adel pun berakhir ia langsung membereskan buku yang berada di mejanya dan langsung menghampiri Meli.


“Mel yuk” ajak Adel


“Bentar gue belum selesai” saut Meli


“Astaga gue lupa bilang. Tyo lagi sakit jadi dia gak masuk” Ucap Meli


“Hah, sakit. Sakit apa Mel?” tanya Adel


“Entah, dia tadi chat di grub kita” ucap Meli


“Astaga, handphone gue , sampai gue lupa sama handphone” lirih Adel sambil merogoh tasnya untuk mencari benda pipih tersebut.


Setelah menemukannya ia langsung mengambilnya dan melihat kabar dari seseorang yang ia tunggu. Tapi ternyata belum ada kabar sama sekali sejak tadi malam sehabis mereka panggilan video.


“Apa dia sibuk sekali, sampai tak mengabariku sama sekali” Lirih Adel sambil menatap layar ponselnya.


“Yuk” Ajak Meli


Adel yang mendengar ajakan Meli, langsung meletakkan ponselnya kembali didalam tasnya. Dan berjalan beriringan menuju depan kampus.


“Mel jenguk Tyo yuk?” Ajak Adel


“Sekarang?” Tanya Meli


“Iya sekarang lah, mau kapan lagi tahun depan” saut Adel dengan nada kesal.


“hahhahaha ayok, biasa aja keles tu muka gak usah ditekuk begitu” Ledek Meli.


“Ya lu nanya nya aneh banget, gue ngajak sekarang ya sekarang” Ketus Adel


“Udah gak usah cerewet cepet berangkat ke Tyo gak nih? Tanya Meli


“Jadi dong, yuk” ajak Adel

__ADS_1


Adel langsung menghampiri Pak Adi yang sedang menunggunya.


“Pak Adi kita mampir kerumah sahabat saya dulu yah” Ajak Adel


“Iya non” saut Pak Adi


Meli yang melihat Adel dan Pak Adi masih bingung, ia heran sejak kapan sahabatnya itu memakai mobil dan diantar seorang supir.


Adel yang melihat temennya sedang kebingungan, ia jadi tersadar.


“Astaga kenapa bisa lupa sih, gue harus bilang apa ntar” guma Adel dalam hati


“Ayok Mel” ajak Adel


“Oke” saut Meli dengan perasaan yang masih bingung


“Lu gak mau nyeritain apa maksutnya ini semua? Tanya Meli penuh selidik.


“Nyeritain apa?” tanya balik Adel dengan gugup.


“Ya ini hmm” ucap Meli sambil menunjuk ke arah Pak Adi dan mobil.


“Mmm mmmm” Adel masih bingung dengan jawabannya.


“Gue sahabat lu del, apa lu mau nutupin sesuatu sama gue dan Tyo” Ujar Meli


“Nggak, gue gak pernah nutupin apa-apa sama kalian” Ucap Adel


“Terus sekarang lu harus jelasin ini semua sama gue dan Tyo” Ketus Meli


“Huft baiklah nanti di tempat Tyo gue ceritain semua ke kalian” jawab Adel sambil menghela nafas kasar.


Adel dan Meli masih memberi tau tempat tinggal Tyo karena memang ini baru pertama kali Pak Adi mengantarkan mereka.


Dalam perjalanan, Adel ingat ponselnya. Akhirnya ia masih memikirkan suaminya yang masih belum memberikan kabar padanya. Akhirnya Adel mengirimkan pesan kepada suaminya untuk berpamitan.


.


.


Adel : assalamu’alaykum mas, Adel ijin ke rumah Tyo sekarang ya sama Meli dan dianter Pak Adi soalnya Tyo ijin gak ngampus hari ini karena sakit. Nanti sepulang dari sini Adel langsung pulang kerumah. Salam sayang suamiku semangat❤️


Itulah isi pesan Adel yang dikirim ke nomer suaminya. Setelah mengirimkan pesan Adel meletakkan ponsel nya kembali kedalam tas. Dan ia mulai fokus dengan jalan didepan dari balik kaca mobil karena memang mobil mereka hampir sampai.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


MAAF yah author telat upload soalnya nunggu review juga.


.

__ADS_1


.


. Jangan lupa LIKE dan VOTE sebanyak-banyak bair author makin semangat


__ADS_2