
Hari ini tepat dimana Rudi, Kevin, Adel, Kedua orang tua Kevin dan kedua adik Adel ikut kerumah Meli. Sejujurnya Mama Angel ingin ikut tetapi karena melihat kondisi Mama Angel yang masih lemah akhirnya ia dijaga oleh suster dirumah.
Dalam perjalanan menuju rumah Meli, tak henti-hentinya Adel menahan tawa. Rasanya Adel ingin tertawa, bagaimana tidak wajah yang biasanya dingin dan kaku sekarang berubah tegang dan takut.
“Mukanya biasa aja kak” goda Adel
“Bagaimana ingin biasa del, kakak deg degan nih” saut Rudi
Kevin melirik sebelahnya, “Udah tuir pakek deg degan segala” ketus Kevin
“Hee lo jelas gak bakal ngerasain ini, lo kan dijodohin” seru Rudi kesal
Deg
Kevin bungkam ya memang benar. Dulu saja saat mamanya mengenalkan dengan Adel ia hanya diam acuh tak merasakan apa-apa.
Apa mungkin karena dulu ia belum mencintai istrinya itu. Sedangkan sekarang Rudi melamar kekasih tambatan hatinya. Ah entahlah Kevin memilih diam.
Rudi yang menyadari kesalahan bicaranya pun hanya menghela nafas berat sambil sesekali mencuri pandang ke arah Kevin.
“Maaf ya Vin, gue gak sengaja” ucap sesal Rudi
“Udah lah, kan emang gitu kenyataannya” saut Kevin
“Yang terpenting sekarang gue sayang sama istri gue” sambung Kevin dengan mencuri pandang dari kaca depannya ternyata istrinya terlelap.
“Lo bener. Sekarang lo malah bucin akut sam Adel” ledek Rudi
“Bukan cuma bucin tapi emang gue gak bisa jauh dari dia” celetuk Kevin
“Yayayya serah lo dah” saut Rudi
Hingga tak terasa mobil yang mereka tumpangi telah berhenti disebuah rumah yang tak terlalu megah tapi juga besar.
Adel yang sudah terbangun akhirnya turun dan membuka bagasi belakang untuk mengambil oleh-olehnya. Tetapi dengan sigap kedua lelaki dewasa itu mengambil alih.
“Jangan Del ,lu diam aja oke” seru Rudi
“Iya sayang kamu jangan bawa apa-apa ingat anak kita” ujar Kevin mengingatkan
“Tapi kan aku mau bantu mas” memelas Adel
“Noo ingat baby” memperingati
Baiklah sepertinya aku harus mengalah pikir Adel. Adel mengangguk pasrah lalu ia berjalan kedepan rumah Meli. Terlihat Meli dan mamanya sudah didepan rumah. Ya Meli hanya tinggal berdua dengan mamanya. Meli anak tunggal dan papanya sudah dari Meli kecil papanya pergi dari rumah.
“Assalamu’alaykum” sapa Adel dengan melepas sandalnya
“Wa’alaykumsalam, eh pakai aja sayang” seru Mama Meli
__ADS_1
“Jangan tante nanti kotor” menggeleng pelan
“Baiklah terserah kamu, kamu memang anak kedua tante” memeluk Adel
“Assalamu’alaykum calon mama mertua” celetuk Rudi
Mama Meli menahan senyum. Sepertinya anaknya salah mengira. Calon menantunya manis begini sikapnya kenapa tadi Meli mengatakan kalau calonnya sikapnya dingin dan angkuh.
“Wa’alaykumsalam calon menantu mama” sapa balik Mama Meli
“Apa kabar ma?” tanya Rudi setelah melepaskan cium dipunggung tangan wanita paruh baya itu
Meli melongo, dia kaget dengan sikap yang berbeda jauh dari sikap kekasihnya itu. Apa semalam kepalanya kepentok apa dia salah makan hingga bersikap manis begini.
“Mama baik” saut Mama Meli
“Selamat datang Tuan dan Nyonya Raharja. Mari masuk” ucap sopan Mama Meli.
Lalu semuanya pun masuk kedalam ruang tamu Meli yang sederhana tetapi indah.
Letak barang-barang yang rapi dan indah membuat ruangan yang sederhana menjadi bagus. Kevin dan Rudi serta yang lain menatap takjub sekelilingnya.
“Maaf ya, kalau rumah Mama kecil Rud” ujar Mama Meli pelan
“Enggak kok ma” saut sopan Rudi
“Iya bener kok, disini nyaman” saut Mama Nora
“Terimakasih Nyonya” saut Mama Meli
“Jangan panggil seperti itu, sebentar lagi kita adalah keluarga” seru Mama Nora
“Baiklah” bingung canggung menjadi satu dipikiran Mama Meli.
Setelah semuanya terlihat rileks akhirnya Papa Radit menyampaikan niat nya untuk datang disini dan alhamdulillah Mama Meli pun menerima dengan baik, tawa bahagia terpancar diwajah semua orang. Terutama wajah Meli dan Rudi saling berseri-seri.
Meli tak mengira jika sang mama akan langsung menyetujuinya meski tadi Keluarga Kevin telah menceritakan asal-usul Rudi.
“Mama menerimamu bukan karena keluarga Kevin nak. Tetapi mama suka kerja kerasmu” ujar Mama Meli dengan memeluk Rudi
“Makasih ma, Rudi gak bakal kecewain anak mama” seru Rudi
“Buktikan nak” saut Mama Meli
Rudi tersenyum lebar lalu mengangguk. Ia senang sekali mama mertuanya sangat baik padanya. Sekaligus mama mertua juga tidak matre. Ia malah menghargai barang seserahan Rudi dan tidak merendahkannya setelah mengetahui identitas Rudi.
Setelah berbincang-bincang, semua orang mengambil makanan yang sedang disediakan Mama Meli. Rudi melihat piring Adel hanya bisa geleng-geleng kepala. Menghampirinya dan berniat menggodanya.
“Del lo makan banyak banget” pancing Rudi
__ADS_1
“Ck orang dikit” ketus Adel
“Gak istri gak suami sama-sama ketus” gerutu Rudi dalam hati
“Dikit lo bilang, astaga Del” Rudi menatap tak percaya
“Makanlah, awas kau gemuk” Rudi memperingati lalu berjalan kearah Meli.
“Kau” geram dengan mendelik sebal ke arah Rudi, “Sayang” teriak Adel
Semua menoleh kearah Adel. Mata Adel sudah berkaca-kaca. Mama Nora dan Kevin segera berjalan menuju Adel.
“Kenapa sayang ada apa?” tanya Mama Nora khawatir
“Iya yang kamu kenapa ada yang luka” ujar Kevin dengan memeriksa tubuh istrinya.
“Tidak ada mas, Kak Rudi bilang aku gemuk jika makan ini” menunjuk nasi dipiringnya
Kevin melotot tajam menatap Rudi. Ia sungguh sebal sudah tau mood ibu hamil naik turun sekaligus emosional malah sekarang sahabatnya itu membuat istrinya menangis dan marah seperti ini.
“Enggak sayang, kamu gak gemuk kok ayo makan” ajak Kevin
“Hiks hiks gak mau” menggeleng kepala.
“Kamu kalau gak makan kasihan bayi kalian nak” Mama Nora membujuk
“Gak mau ma” tetap menggeleng dengan menangis.
Kevin berjalan menuju ke arah Rudi dan mendekat. Berbisik yang membuat Rudi mematung.
“Kalau lo gak bisa bujuk Adel makan. Gaji lo gue potong + uang di atm lo berkurang” menyeringai puas ketika melihat wajah Rudi mematung.
“Jangan dong Vin, Jangan. Gue kan mau nikah” memelas kearah Kevin
“Sana bujuk Adel sampai makan” Ketus Kevin lalu meninggalkan Rudi dan berjalan ke arah istrinya.
-**-
Hy Readers setia? bagaimana masih setia baca karya author ini gak?
Ceritanya mau dilanjut apa nggak nih? Bosenin gak komen dibawah yah.
Author usahain cerita JPM tamat bulan ini. tapi gak janji juga takutnya ternyata sampai bulan Juli. Hehehe
Soalnya author juga pengen segera nulis cerita Aqila Love Story nih. Pasti pada kepo kan? Iya kan iya.
AYO JANGAN LUPA VOTE DAN LIKE DONG
Author udah usahain up tepat waktu loh. No libur jadi biar sama-sama menguntungkan yo di Vote Koin atau Poin
__ADS_1