
Dengan menangis ia membaca setiap kata yang tertulis dikertas yang ia pegang. Dengan nafas berat ia mencoba meredakan tangisannya dan berfikir jernih.
“Lihatlah Baby, Daddymu sangat mencintaimu sayang. Dia selalu mengerti kondisi mami. Kamu pasti kangen kan sama Daddy. Baiklah ayo kita kekamar Daddy” gumam Adel dengan mengusap perutnya.
Dengan pikiran jernih ia ingin melupakan semua pembahasan tentang semalam dengan keluarganya. Yang ia inginkan sekarang tidur dalam pelukan suaminya. Karena ia tau suaminya tidak akan bisa tidur jika tidak ada dirinya dalam pelukannya.
Sesampai dipintu kamarnya, perlahan Adel membuka pintunya dan terlihat wajah tidur suaminya. Terlihat kegelisahan diraut wajah tidur suaminya tersebut. Perlahan Adel menidurkan dirinya diranjang dan mengusap pipi suaminya dan menghadiahi ciuman dikening Kevin.
“Maafin aku sayang” lirih Adel dengan mengusap pipi suaminya tersebut.
Kevin yang merasakan hangatnya usapan dipipinya akhirnya membuka matanya. Matanya langsung melebar ketika melihat seseorang yang sangat ia rindukan.
“Sayang” panggil Kevin
Adel hanya diam dan tangannya masih mengusap pipi Kevin.
“Maafin aku sayang, aku gak bakal egois lagi. Aku gak bakal maksain kamu buat berhenti kuliah” ucap Kevin dengan memeluk Adel
Adel tak membalas ucapan Kevin, malah ia semakin mengendus-ngendus bau suaminya yang sudah menjadi candu untuknya. Perlahan dirinya mulai tenang dan memejamkan matanya. Berbeda dengan Kevin. Ia sangat merindukan istrinya, dan sekarang melihat istrinya ada didekapannya ia menjadi senang. Perlahan Kevin juga ikut memejamkan matanya dan akhirnya tertidur pulas.
.....*.....
Keesokan harinya...
Seperti biasa Kevin, Adel dan yang lain melaksanakan sarapan pagi bersama ditambah ada Tyo, Meli dan Rudi. Menjadikan suasana dirumah semakin ramai. Perlahan Adel mendudukkan dirinya dikursi yang sudah tersedia dimeja makan. Terlihat banyak macam makanan yang tersedia diatas meja, tetapi tak membuat selera Adel naik. Malah sebaliknya, membuat Adel mulai mual.
Dengan segera Adel berlari ke kamar mandi dan memuntahkan cairan kuning karena memang ia belum sarapan pagi.
Hoekk hoekk
Dengan keadaan pusing Adel juga mulai memijat keningnya dan tangan Kevin senantiasa memijat tengkuk Adel untuk membantu istrinya tersebut. Setelah membersihkan bekas muntahnya Adel meminta digendong oleh Kevin.
“Gendong” ucap Adel dengan merentangkan kedua tangannya.
“Uhh istri manja aku, sini aku gendong” saut Kevin dengan mulai menjulurkan tangannya untuk menggendong istrinya.
Tetapi Adel tidak mau digendong ala bridal style, ia meminta digendong seperti anak koala.
“Gak mau gendong gitu” lirih Adel dengan cemberut.
“Terus mau gimana sayang?” tanya kevin dengan lembut. “Gendong depan bak anak koala” ucap ketus Adel.
“Baiklah, kemarilah sayangku” saut Kevin dan menggendong tubuh istrinya tersebut.
Dengan manja ia mengalungkan tangannya pada leher suaminya tersebut, dan dengan semangat Kevin kembali menuju meja makan. Hendak sampai meja makan Adel bersuara.
“Jangan bawa kesini, nanti aku pasti mual lagi” seru Adel.
“Baiklah kamu mau dimana sayang?” dengan sabar Kevin menghadapi sikap manja Adel. “Ruang keluarga” saut Adel
Dengan cepat Kevin mulai menggendong istrinya menuju ke Ruang keluarga.
-*-
Kembali ke meja makan.
Setelah kepergian Adel dan Kevin ke depan, semua orang hanya bisa geleng-geleng ketawa.
“Adel sama kayak aku ya pah, pas dulu hamil Kevin” seru Mama Nora dengan tertawa.
__ADS_1
“Iya sayang benar, kamu dulu gak makan sama sekali 6 bulan. Hanya buah yang masuk terus sikap manja mu juga” celetuk Papa Radit.
“Mungkin cucu kita laki-laki Ra” seru Mama Angel
“Kalau aku laki-laki atau perempuan sama saja yang penting Adel sehat dan bayinya juga sehat” seru Mama Nora
“Kamu benar Ra, aku jadi gak sabar dipanggil Oma” raut wajah antusias Mama Angel terlihat.
Axel dan Aqila merasa bahagia, melihat mamanya begitu senang dengan kehamilan sang kakak, keduanya pun berdoa supaya mamanya selalu diberi kesehatan seperti ini dan bisa menggendong cucu pertama mereka.
Berbeda dengan Meli dan Tyo mereka berdua, manusia jomblo yang belum memikirkan pernikahan sama sekali. Tetapi melihat Adel hamil, entah hati kecil Meli ingin merasakannya juga.
“Astaga apa-apaan otakku ini, belum waktunya memikirkan ini” seru Meli dengan geleng-geleng kepala.
“Heh lo kenapa?” seru Rudi yang menatap ke arah Meli.
“Huh mau tau aja lo” sinis Meli
“Astaga gue cuma nanya doang, karena lo geleng-geleng kepala” bentak Rudi.
Keduanya tetap tak mau kalah, saling sinis dan berdebat hingga Mama Nora dan Mama Angel yang melerai.
“Sudah-sudah kalian ini dimeja makan debat, awas aja ntar jadi jodoh loh kalian” seru Mama Nora
“Whatt” sontak Rudi dan Meli saling menatap dan bergidik ngeri.
“Ya tuhan, jangan sampek suami gue kek dia, udah dingin, sok cool, kepedean, ngeselin lagi” gumam Meli dalam hati.
“Kalau dia jadi istri gue ,astaga bar bar banget. Jangan sampek jangan sampek” gumam Rudi dalam hati
“Ayo kalian makan” seru Mama Angel
Mereka semua hanya mengangguk lalu memakan sarapan paginya bersama.
Diruang Keluarga.
Selesai mendudukkan istrinya di sofa, Kevin juga duduk disamping istrinya dan tidur dipangkuan istrinya.
“Kamu gak kerja mas?” tanya pelan Adel
dengan mengusap rambut suaminya.
“Enggak sayang ,besok aja” seru Kevin
“Memangnya kenapa mas kalau sekarang?” tanya lagi Adel
“Aku masih ingin bersamamu” saut Kevin dengan menghadapkan wajahnya pada perut istrinya.
“Selamat pagi anak Daddy. Apa semalam tidurmu nyenyak nak. Jangan nakal diperut mami oke. Kita jaga sama-sama nanti mami ya sayang” ucap Kevin dengan mengusap perut Adel.
“Iya daddy, aku bakalan jagain mami kok” ujar Adel dengan menirukan suara anak kecil.
“Aku jadi gak sabar ketemu mereka sayang” seru Kevin
“Sabar dong mas, kamu ini dikira orang hamil itu bentaran doang” saut Adel dengan menjewer telinga Kevin.
“Sakit yang aw aw” ringis Kevin
“Mangkanya jangan aneh-aneh kalau ngomong” seru Adel
__ADS_1
“Iya iya istriku sayang” goda Kevin.
Lalu terdengar suara dari belakang mereka dan terlihat Axel dan Aqila yang sudah siap berangkat sekolah.
“Kami berangkat dulu ya kak” ujar Axel
“Qila juga ya kak” pamit Qila
“Iya, kalian berdua yang rajin sekolahnya oke” seru Adel dengan tersenyum
“Pasti bubos” serempak Axel dan Aqila lalu memeluk sang kakak. “Hati-hati” saut Kevin setelah keduanya mencium tangan Kevin.
“Iya kak” saut Axel
Keduanya pun berangkat sekolah dan terdengar panggilan Mama Nora juga.
“Iya ma” saut Adel dengan menatap wajah Mama Nora yang berjalan diikuti Papa Radit dan Mama Angel.
“Kamu gak sarapan nak?” tanya Mama Nora ketika ketiganya telah duduk di sofa ruang keluarga.
“Nanti aja ma, perut aku masih gak enak” lirih Adel
“Baiklah nak yang penting kamu jangan sampek lupa makan” saut Mama Nora
“Dan jangan lupa vitaminmu sayang” tambah Mama Angel
“Siap ma” saut Adel dengan tersenyum
Lalu Adel teringat dengan pembicaraan semalam yang sudah ia pikirkan matang-matang. Hari ini Adel sudah akan memberi jawaban pada semua orang yang menunggu jawaban Adel.
“Emm pa ma mas” cicit Adel
“Iya nak ada apa?” tanya Papa Radit
“Iya sayang kenapa?” saut Kevin
“Emmm Adel mau bahas soal semalam” lirih Adel
“Masalah kampus? Kenapa sayang” seru Kevin
“Iya nak ada apa? Mama gak bakal maksa kamu kok sayang. Keputusan kamu bakal mama hargain dan kabulin” ucap Mama Nora dengan tersenyum.
Sejujurnya Adel begitu senang karena keluarganya sangat mendukung dan mensupport dia. Tapi dia juga sudah memikirkan matang-matang semalam.
“Adel setuju buat berhenti sementara dari Kampus” ucap Adel
“Adel udah mutusin buat milih kesehatan dan keselamatan anak Adel daripada kuliah ma. Mungkin mas Kevin benar bahwa aku bisa kuliah setelah nanti anak aku udah lahir ma” sambung Adel
“Kamu serius nak?” tanya Papa Radit
“Udah yakin kamu sayang?” ujar Kevin
Adel pun mengangguk dan tersenyum. Ia sudah berfikir dan mengambil keputusan. Ia berharap keputusannya ini tidak salah. Dan mungkin nanti setelah anaknya lahir ia akan melanjutkan kuliahnya kembali.
-------*-------
Selamat Menjalankan Ibadah Puasa ya🤗
Minta VOTE nya dong, kan author udah semangat loh ini buat update tiap hari.
__ADS_1
Jangan lupa like yah dan kasih komentar oke. biar author makin semangat.
Dan Kunjungi karya Author yang baru judul Azzahra dan Azkiyah.Like yah dan Favorit. ceritanya bakal beda dari ini.