Jodoh Pilihan Mama

Jodoh Pilihan Mama
Kami bukan sepasang kekasih melainkan kami adalah saudara kandung


__ADS_3

“Begini sebenarnya Pasien mengalami kelelahan dan banyak pikiran. Dan juga tekanan darah pasien rendah itulah yang menyebabkan pasien pingsan. Saya akan resepkan obat dan tolong pasien harus istirahat total dan jangan banyak pikiran” Dokter menjelaskan hingga detail.


Adel dan Kevin menganggukkan kepalanya. Tetapi setelah Adel mendengar penjelasan semua dari Dokter tanpa terasa air matanya menetes. Ia segera menghapus air matanya.


“Maafin Adel pa, Adel gak bisa jagain Qila dengan baik” gumam Adel dengan menangis.


Kevin yang melihat istrinya menangis hanya bisa menggenggam tangannya. Lalu berpamitan kepada Dokter. Setelah keluar dari ruangan Dokter, Adel langsung memeluk tubuh suaminya itu.


“Aku gagal jagain Qila mas hiks hiks” ujar Adel dengan menangis.


“Enggak sayang, kamu gak gagal kok” Kevin menyakinkan.


Kevin dengan setia memeluk istrinya sampai tubuh Adel tidak bergetar kembali lalu perlahan Kevin melonggarkan pelukannya. Ia meletakkan tanganya pada kedua pipi istrinya.


Dengan perhatian Kevin menghapus air mata di mata dan wajah istrinya.


Cup


“Jangan menangis lagi sayang” Kevin menatap dalam mata Adel


“Kamu gak gagal sayang, kamu sudah menjadi kakak yang baik untuk mereka” dengan wajah yakin Kevin menatap wajah istrinya.


Adel menganggukkan kepalanya lalu menarik nafas dalam.


“Ayo mas” ajak Adel dengan memaksakan senyumnya untuk keruangan rawat sang adik.


Tadi setelah Adel dan Kevin ke ruangan Dokter, Aqila sudah dipindah ke ruangan VVIP. Ditemani Rossa diruangan tersebut.


Ceklek


Bunyi pintu terbuka membuat kedua gadis diruangan menatap pintu itu.


“Kakak” lirih Qila dengan tersenyum


Wajah cantik yang pucat tengah menatap kehadiran sang kakak. Qila menjulurkan tanga pertanda ia meminta sang kakak mendekat.


“Maafin Aqila kak hiks hiks Aqila bikin kakak khawatir” Aqila menangis dengan memeluk sang Kakak.


“Sudah sayang cup cup, setelah ini kamu janji gak bakal begini lagi yah” ujar Adel lembut


“Iya kak, Qila janji” saut Aqila


Adel tersenyum lalu menatap ke arah suaminya.


“Mas” panggil Adel


Kevin menoleh. “ Iya sayang” saut Kevin


“Axel kemana mas, bukannya dia berangkat duluan” tanya Adel karena ia belum mendapati sang adik sampai.


“Oh ya tuhan aku juga hampir lupa” celetuk Kevin lalu ia segera merogoh sakunya mencari nomer sang adik ipar lelakinya.

__ADS_1


Ditempat Axel


“Bapak minta maaf sekali lagi ya nak” ujar Sopir online yang tadi ia pesan.


Ya baru 100 meter Axel menaiki mobil yang ia pesan ternyata ban mobilnya kempes.


“Iya pak, bapak tenang aja. Ini uang nya” Axel memberikan uang ongkos untuk sang bapak.


“Wah kebanyakan ini nak” Supir hendak mengembalikan


Tetapi tangan Kevin mendorong kembali uangnya.


“Tidak perlu pak, untuk bapak” ujar Axel menjelaskan.


“Saya duluan ya pak” Axel pamit


“Baik nak, bapak terimakasih dan maaf ya tidak bisa mengantarkan kamu ketempatmu” ucap supir merasa bersalah karena ia tidak bisa mengantar Axel ketempat tujuannya.


Axel tersenyim tipis dan mengangguk lalu ia mulai berjalan menuju rumah sakit.


“Huftt sepertinya hari ini memang diriku harus banyak berjalan” gumam Axel dengan semangat berjalan.


Hampir 10 menit ia berjalan pelan hingga suara ponsel nya menghentikan langkahnya. Setelah melihat siapa yang menelfonnya dengan semangat ia mengangkatnya.


“iya kak” saut Axel


“Kamu dimana Xel? Kenapa belum sampai?” tanya Kevin terdengar cemas.


“Kamu sharelock aja ke kakak, kakak kesana sekarang” ucap Kevin dari seberang


“Tidak perlu kaka, rumah sakitnya sudah terlihat kok” Ucap serius Axel


Ya memang benar kata Axel ,rumah sakitnya sudah terlihat dimata Axel sekarang ia tetap berjalan dengan handphone ditelinga kanannya.


“Ya sudah kamu hati-hati ya. Kakak kirim alamat ruangan Aqila” saut suara berat dari seberang.


“Oke kak, sampai jumpa bye”


Tut


Lalu Kevin memutuskan panggilan telfon nya dari seberang. Axel berjalan dengan cepat menuju rumah sakit tersebut.


Beberapa menit kemudian Axel sudah berada diparkiran rumah sakit. Ia menyeka keringat yang berada di wajah nya itu.


Banyak orang yang memperhatikan wajah tampan Axel tapi yang ditatap hanya acuh.


Ting


Bunyi notif ponsel Axel membuatnya mengambil ponsel dan membaca notif itu. Senyum tipis terlihat diwajahnya lalu ia berjalan dengan cepat ke ruangan sang adik karena sudah tidak sabar.


“Hah hah hah, capek juga fyuhhh” Axel dengan ngos- gosan sampai didepan pintu Aqila.

__ADS_1


Badannya sudah basah terkena keringat lalu wajahnya juga dipenuhi peluh. Dengan segera Axel membersihkan peluh diwajahnya dengan sapu tangan yang berada disaku seragamnya. Setelah selesai ia membuka pintu.


Ceklek


“Assalamu’alaykum” seru Axel dengan melangkahkan kakinya masuk.


Semua orang langsung menatap seseorang yang baru masuk tersebut.


“Wa’alaykumsalam” saut semua orang yang berada di dalam.


Aqila tersenyum menatap kaka lakinya berjalan kearahnya dengan wajah datarnya. Aqila tau sang kakak Axel pasti mengkhawatirkannya mangkanya dia diam dan wajahnya terlihat cemas.


“Maaf” cicit pelan Qila setelah tubuhnya dipeluk oleh sang kakak


“Lain kali jangan buat kami cemas padamu yah”Seru Axel pelan.


“Iya kak, Adik janji” masih dengan suara pelan.


Axel mengelus rambut sang adik dengan sayang. Ia tetap memeluk sang adik hingga kantuk mendera Qila lalu ia tertidur dipelukan Axel.


Dibaringkan tubuh sang adik lalu ia berjalan menuju sofa. Tanpa mereka sadari Rossa melihat semua tingkah orang didalam ruangan.


Adel yang tau Rossa kebingungan akhirnya bertanya.


“Ada apa sa” Tanya Adel


“Ehh gak ada kak” saut Rossa


“Wajahmu kenapa seperti itu. Apa kau ada pikiran?” tanya Adel


“Tidak kak, hanya saja aku mau tanya. Mmm mm” masih dengan wajah bingung Rossa


“Apa Axel itu kekasihnya Qila?” tanya Rossa hati-hati


Ketiga orang itu tertawa renyah dengan ucapan Rossa. Merasa lucu dengan pertanyaan teman adiknya. Akhirnya Axel mulai bersuara.


“Kami bukan sepasang kekasih melainkan kami adalah saudara kandung” saut Axel dengan tegas.


----*----


Author : Nah kan, pada mikir hamil aja si Qila. noh kecapekan aja kata dokter. jadi tenang aja ya para netizen


Readers : Ya kan kita nih nebak aja thor. mangkanya ente pakek mual segala


Author : hahahha iya iya dah maap ye. ayo sekarang kalian vote dong biar ane semangat up lagi


Readers : hening


Author : Woy napa diem. gue getok entar ye hahahah


Readers : Jangan dong thor sakit

__ADS_1


Author : Ceilehh canda doang. mangkanya ayo vote cerita author biar makin semangat nih


__ADS_2