Jodoh Pilihan Mama

Jodoh Pilihan Mama
Gado-gado


__ADS_3

Sebelum membaca bab ini. Author ingatkan baca bab sebelumnya yah. Karena kemarin NT dan MT masih eror jadi pasti kalian belum baca.


Selamat membaca ^-^


-------------


Masih didalam kamar mandi.


Setelah membersihkan dirinya, Kevin dibantu Adel berjalan menuju ruang keluarga. Ia sudah tak berminat untuk makan karena perutnya merasa diaduk.


Tetapi selintas pikirannya memikirkan sebuah makanan. Membayangkan saja sudah membuat Kevin menelan ludah secara kasar.


“Oh astaga kenapa aku jadi pengen gini” ucap Kevin dalam hati


“Mas” suara Adel mengejutkan Kevin


“Iya sayang” jawab Kevin


“Kamu kenapa mas?” tanya Adel


Kevin menggeleng, ia enggan untuk meminta kepada istrinya. Tetapi Adel yang tau sorot mata suaminya akhirnya bertanya.


“Kenapa mas?” desak Adel


Kevin masih terdiam. Ia bingung harus bilang bagaimana dengan istrinya.


“Mas” ucap kesal Adel


Adel hendak berdiri namun tangannya telah dicekal oleh Kevin. Reflek Adel duduk kembali lalu menatap wajah sang suami.


“Mas pengen gado-gado” suara Kevin terdengar pelan tapi masih bisa didengar oleh Adel karena jarak mereka dekat


“Gado-gado?” sentak Adel terkejut


“Iya sayang” Kevin menjawab sambil mengangguk


“Kamu ngidam mas?” goda Adel


“Uh ayolah sayang, mas pengen nih” rengek Kevin


“Baiklah mas tunggu sini aku bakal minta Pak Adi cari gado-gado.


Sontak Kevin menggeleng membuat Adel mengernyit heran.


“Kenapa mas?” tanya Adel


“Aku mau dimakan ditempat” ujat Kevin dengan senyum lebar.


“Kamu yakin?” tanya Adel


“Iya lah sayang kenapa?” Kevin menatap heran


“Ah gakpapa. Yaudah ayok mas”Ajak Adel


Adel mengambil tas dan ponselnya dulu dikamar lalu berjalan bersama sang suami kemobil setelah berpamitan dengan keluarga dirumah.


Disepanjang jalan di dalam mobil Kevin tak henti-henti bersikap manja pada Adel. Sampai-sampai Adel harus menahan kesal dan malu pada Pak Adi.


“Mas malu” dengus Adel

__ADS_1


“Pak Adi gak bakal liat. Bener kan pak?” tanya Kevin enteng


“Iya tuan” saut Pak Adi dengan menahan tawa


Adel menepuk jidatnya, oh astaga punya suami gini amat pikir Adel. Tetapi ia memilih diam.


Bagaimana tak malu, sedari masuk mobil Kevin meminta Adel memangku kepalanya. Mau tak mau Adel menuruti keinginan sang suami yang sedang fase PMS hahahhaha. Bukan PMS tapi pengganti Bumil hahaha.


Sesampai didepan warung gado-gado.


Kevin masih terdiam sedangkan Adel menahan tawanya.


“Ayo mas katanya tadi pengen banget” ucap Adel


“Kamu yakin yang?” tanya Kevin ragu


Ya Kevin mengira Adel akan membawanya makan direstaurant mewah atau kedai mewah. Sayangnya itu semua harus dikubur ketika mobil yang ia tumpangi berhenti didepan warung kecil.


“Yakin, ayo mas” ajak Adel


Keduanya berjalan beriringan menuju warung gado-gado tersebut.


“Mang gado-gadonya 2 makan sini yah” ujar Adel


“Siap neng” saut Bapak penjual


Kevin heran menatap istrinya. Sepertinya sang istri mengenal penjual tersebut.


“Sayang, sayang kenal bapaknya?” tanya Kevin


“Kenal mas” saut Adel


“Hihi aku langganan makan disini dulu mas sebelum nikah” ujar Adel


“Iya mas, mbaknya ini sering kesini sama sahabatnya” penjual gado-gado menjelaskan


“Enak kah yang disini?” bisik Kevin


“Enak pakek banget” seru Adel dengan membasahi bibir nya sendiri. Berniat menggoda sang suami.


“Jangan menggoda mas sayang, apa kamu mau mas lahap disini” goda balik Kevin dengan wajah nakal


Adel mendelik kesal dan memperagakan gerakan menyayat jarinya pertanda ia akan memotong hak aset miliknya jika Kevin melakukan itu.


Spontan Kevin tertawa terbahak hingga Adel harus menutup mulutnya dengan mata melotot.


Kevin melepas tangan sang istri dan menahan tawanya. “Iya sayang ,iya maaf” ujar Kevin dengan menahan tawanya


“Awas aja ketawa” sungut Adel sambil mencebikkan bibirnya.


Beberapa menit kemudian Gado-gado mereka diantar oleh mamang penjual.


“Makasih mang” ujar Adel dengan ramah


“Mari mbak” saut Mamang penjual


Kevin sendiri masih menatap lekat gado-gado didepan matanya itu. Penampilannya mungkin sederhana tetapi mencium baunya saja perutnya sudah kelaparan.


“Ayo makan sayang” Ajak Adel

__ADS_1


Membaca doa lalu keduanya memakan dengan lahap.


“Gimana mas?” tanya Adel ditengah memakan gado-gadonya.


Kevin mengacungkan jempol lalu fokus dengan makanannya. Membuat senyum Adel mengembang. Ia bersyukur sang suami bisa makan banyak tanpa mual dan muntah.


Sungguh ia merasa kasihan pada sang suami. Pipi Kevin mulai menirus dan wajahnya pucat. Tetapi mau bagaimana lagi itu morning sickness dari kehamilan keduanya. Tetapi Adel banyak bersyukur karena Allah mempercayai mereka kembali.


--*--


Dirumah


Sehabis sarapan Axel dan Aqila Berpamitan berangkat sekolah. Ya aqila bersikekeh untuk sekolah karena ia takut banyak pelajaran tertinggal. Mama Angel dan Mama Nora mengijinkan dengan syarat Aqila harus segera pulang dan membawa bekal serta obatnya.


“Ma Kami berangkat yah” ucap Axel lalu mencium punggung tangan orang tua disana.


“Hati-hati ya nak, semangat sekolahnya” sang Mama Angel menyemangati


Keduanya mengangguk dengan tersenyum. Berjalan berdampingan menuju mobil. Lalu melambaikan tangan setelah mobil meninggalkan halaman rumah Kevin.


Disepanjang perjalanan, Aqila hanya diam sambil menatap keluar jendela mobil. Entah kenapa pikiran dan hatinya masih kalut. Ia enggan untuk melakukan apapun tetapi takut pelajaran akan ketinggalan membuatnya mau tak mau harus sekolah.


Dan disinilah mereka sekarang ,di depan gerbang Sekolah Nusantara. Berjalan berdua seperti biasa Axel mengantarkan sang adik ke kelasnya. Ia ingin melihat sendiri kondisi sang adik dan sampai tepat dikelasnya.


“Belajar yang rajin yah” ujar Axel lembut dengan mengelus kepala Aqila setelah mereka sampai didepan pintu kelas Aqila.


“Iya kak, kakak juga” Aqila tersenyum dan melambaikan tangannya.


Aqila memasuki kelasnya dan langsung dihadiahi pelukan oleh Rossa.


“Lo udah baikan” ucap Rossa setelah pelukan mereka terlepas.


“Udah sa, nih gue masuk” ujar Aqila dengan tersenyum kecil


“Tapi kenapa wajah lo kelihatan muram?” tanya Rossa


“Enggak lah. Gue ngerasa capek aja” Aqila berkilah


“Serius lo? Mata lo gak bisa bohong lo La” serius Rossa menatap kedua mata Aqila


“Iya gue serius” ujar Aqila


“Yaudah kalau lo masih gak mau cerita sama gue. Gue tau itu” nada Rossa dibuat kecewa


“Eh sa, maaf gue belum bisa cerita” pelan Aqila bicara sambil menunduk


“Udah gakpapa santai” menyentuh bahu Aqila dan mengusapnya.


Keduanya langsung menata tasnya dan duduk sampai bunyi bel berbunyi tanda pelajaran pertama dimulai.


Sedangkan Axel sendiri sehabis ia mengantar adiknya ia kembali berjalan menuju kelasnya. Seperti biasa sepanjang perjalanan banyak kaum hawa menatap kagum Axel.


Wajah tampan bak dewa dengan sorot mata tajam, menjadi pemandangan gratis setiap hari disekolah.


Termasuk most wanted di SMA nusantara membuat Axel tetap menjadi pria dingin. Mungkin kebanyakan jika pria tampan dan most wanted akan menjadi lelaki playboy tetapi tidak dengan Axel. Ia tetap dingin dan cuek dan jangan lupa pelit senyum.


-----*-----


Maaf baru update yah, soalnya nunggu NT sama MT normal jadi author up malam ini.

__ADS_1


Jangan lupa VOTE dan LIKE yah. Biar author makin semangat nih.


__ADS_2