Jodoh Pilihan Mama

Jodoh Pilihan Mama
LDR


__ADS_3

Dirumah...


Waktu sudah menunjukkan pukul 21.00, Adel pun memasuki rumah terlebih dahulu dikarenakan Kevin masih memasukkan mobil ke dalam garasi. Adel berjalan kearah dapur untuk mencari minuman dingin. Setelah menemukan didalam kulkas ia langsung menenggaknya sampai habis.


“Ahh segernya.” Ucap adel


Setelah meminumnya Adel pun langsung menaruh botol kosong itu diatas meja dapur, tapi sebelum ia membalikkan badan ternyata ada dua tangan kekar sedang memeluknya dari belakang. Ya siapa lagi kalau bukan Kevin.


“Hmm mas ayo ke atas.” Ajak Adel


“Kamu sudah tidak sabar ya sayang.” Goda Kevin


“Bukan gitu mas, ini sudah malam, besok kamu berangkat pagi ayo istirahat. Besok bangun jam 04.00 loh kamu.” Kata Adel sambil menarik tangan suaminya menuju lift.


Didalam lift tangan Kevin memegang setiap inci tubuh istrinya, Adel hanya bisa diam menikmati sentuhan tangan yang selalu menjadi candu untuknya.


Ting


Pintu lift terbuka, Kevin langsung menggendong tubuh istrinya ala bridal style menuju kamar mereka. Mereka langsung ke kamar mandi untuk membersihkan diri secara bersama. Dan ya pertama kalinya Adel ingin menggunakan ligeria.


Kevin keluar terlebih dahulu dari kamar mandi, sedangkan Adel masih membilas tubuhnya dibawah shower.


Setelah selesai Adel mengenakan ligeria warna hitam dan berjalan perlahan membuka pintu kamar mandi. Lalu menutupnya dan berdiri didepan pintu sambil berpose menggoda.


Kevin yang melihat istrinya seperti itu langsung saja birahi nya naik, bagaimana tidak naik melihat setiap lekuk tubuh seksi istrinya itu sudah menjadi candu untuknya. Ditambah ligeria hitam yang seksi menambah kesan seksi dan memikat hati bagi yang melihat.


Kevin hanya bisa menelan air liurnya secara kasar dan membuang nafasnya secara kasar juga. Adel yang melihatnya hanya terkekeh geli karena menurutnya ia telah berhasil membuat suaminya tergila-gila padanya bahkan nafsunya sudah tinggi.


Kevin yang sudah tidak bisa menahan akhirnya ia langsung berjalan dan menggendong tubuh istrinya lalu ia langsung melempar tubuh istrinya secara perlahan ke ranjang. Secara sigap Kevin merangkak keatas tubuh istrinya dengan nafas yang sudah tidak beraturan.


Adel hanya bisa terkekeh geli.


“Sudah sampai mana sayang nafsumu.” Goda Adel sambil mengigit bibir bawahnya


“Kau begitu menggoda sayang, awas saja yah tak akan aku beri ampun. Besok aku yakin kau tidak akan bisa berjalan.” Ucap Kevin ditelinga Adel


Adel yang mendengarkan hanya bisa terkekeh geli. Karena pasalnya suaminya memang paling tidak bisa menahan godaan nafsu dirinya.


Tanpa meminta ijin Kevin langsung ******* bibir istrinya secara perlahan, semakin lama semakin dalam dan menjadi ciuman panas. Akhirnya malam itu benar-benar dihabiskan hanya untuk ranjang yang panas oleh Kevin. Hingga pukul 03.30 pagi mereka baru selesai untuk bercumbu mesra menyalurkan rasa cinta dan sayang mereka.


Setelah nafas mereka beraturan akhirnya Adel mengatakan sesuatu.


“Sayang.” Panggil Adel


“Hmmm.” Jawab Kevin sambil mengusap rambut Adel dengan lembut


“Kalau begini kamu tidak bisa tidur lagi yang, liat itu jam udah setengah 4 loh.” Ucap Adel dengan nada begitu kesal


“Ya tidak apa-apa sayang yang penting batrei ku telah dicas full.” Saut Kevin santai


“Astaga.” Jawab Adel dengan tepok jidat


“Kenapa, apa masih kurang?” goda Kevin


“Tidak ini sudah cukup aku lelah.” Sinis Adel

__ADS_1


“Hahahaha.” Kevin tertawa terbahak-bahak


“Ayo mandi yang habis itu aku siapin kamu sarapan, jadi nanti ketika berangkat perut kamu sudah terisi nasi.” Ajak Adel


Ketika Adel hendak berdiri, tubuhnya begitu terasa sakit dan otot-ototnya seperti lemah akhirnya ia duduk kembali.


“Kenapa sayang?” tanya Kevin


“Gara-gara kamu ini tidak memberiku istirahat akhirnya aku gak bisa jalan.” Ketus Adel


“Hahahha kan semalam sudah aku bilang, aku bisa membuatmu tidak bisa jalan.” Jawab Kevin sambil berdiri dan menggendong Adel ala bridal style


Akhirnya Adel hanya menurut dan mengalungkan tangannya dileher Kevin, Kevin menggendong Adel dan membawanya ke kamar mandi. Merekapun melakukan mandi bersama dan keluar dari kamar mandi pun Adel digendong kembali oleh Kevin.


“Kalau begini caranya bagaimana aku bisa masak sarapan untukmu.” Ujar Adel sedih


“Bisa sayang, ayo aku gendong kamu ke dapur.” Ajak Kevin


“Baiklah bener yah, aku pakai pakaianku dulu.” Jawab Adel


Kevin pun memakai baju dinasnya, kemeja warna putih dan jas warna navy. Perpaduan begitu bagus dan dengan ukuran yang pas ditubuhnya. Menjadikan aura ketampanannya lebih bertambah, siapa wanita yang melihatnya pasti akan tergila-gila.


“Sudah sayang, ayo.” Ajak Kevin


Lalu ia menggendong Adel kembali dan berjalan keluar menuju lift. Setelah sampai didapur Akhirnya Adel memasak dibantu dengan Bi Ira dan Bi Ani.


Ya mereka ART yang dipekerjakan oleh Kevin untuk membantu Adel membersihkan rumah. Sebenarnya ada 8 ART disana. Tetapi pekerjaannya berbeda-beda. Ada yang bagian dapur, bagian ngepel dan nyapu, terus ada yang bagian menyiram tanaman, ada yang bagian melap perabotan rumah tangga dan jendela. Itu semua dilakukan secara bergantian oleh ART.


Meski terkadang untuk dapur Adel lebih sering ingin memasak sendiri untuk dirinya dan Kevin, Kevin tak pernah melarangnya. Yang penting Adel tidak kecapekan aja itu sudah cukup.


Setelah berkutat selama 30 menit akhirnya jadilah sarapan pagi nasi goreng dan omelet sudah tersaji diatas meja. Lalu keduanya pun melakukan sarapan bersama hingga terdengar bunyi bel rumah.


“Bi tolong bukakan pintu.” Kata Adel untuk Bi Ira


“Baik nona.” Saut Bi Ira


Ternyata Rudi lah yang memencet bel, dan ia masuk untuk menghampiri Adel dan Kevin di meja makan.


“Oh kak Rudi, mari kak ikut sarapan.” Ajak Adel


“Tidak Del terimakasih, aku sudah sarapan tadi.” Jawab Rudi


“Serius Kak sudah?” tanya Adel


“Iya serius, makanlah dulu.” Ucap Rudi


Dimeja makan mereka melanjutkan makan tanpa mengeluarkan sepatah katapun, setelah makan Kevin mengajak Adel keruang tamu.


“Aku berangkat dulu ya sayang.” Pamit Kevin sambil mencium kening Adel


“Iya mas hati-hati yah, oh Iya kak Rudi ,jika Kevin nakal bilanglah padaku oke.” Ucap Adel pada Rudi sambil membuat jari berbentuk bundar dengan ibu jari dan telunjuk.


“Tenanglah, jika dia macam-macam aku akan lapor padamu.” Saut Rudi pada Adel sambil mengerlingkan salah satu matanya.


“Pintar.” Jawab Adel

__ADS_1


“Kau bekerja padaku apa pada istriku Rud.” Sinis Kevin


“Padamu Bos. Tapi nyonya juga bosku juga kan.” Ejek Rudi


“Awas aja, gajimu akan kupotong bulan ini.” Ujar Kevin dengan Kesal


“Jangan gitu dong bos.” Saut Rudi sambil memohon


“Tenanglah kak. Jika ia berani tidak menggajimu, Dia tidak akan dapat jatah dariku.” Ancam Adel


“Jangan gitu sayang.” Rengek Kevin


“Ya sudah sana berangkat.” Usir Adel dengan nada bercanda


“Kamu hati-hati dirumah yah sayang, kuliah langsung pulang. Ingat minta antar pak Adi kemana-mana. Ujar Kevin


“Iya sayang pasti, kamu juga hati-hati jangan lupa kabarin kalau sampai.” Ucap Adel


Cup


Adel mencium kilas bibir Kevin. Tapi sebelum Adel melepas akhirnya Kevin menarik tengkuk Adel agar lebih dalam dan ******* bibir yang menjadi candu untuknya. Untungnya Rudi sudah berada dikursi kemudi jadi tidak melihat adegan kedua manusia yang sedang tidak ingin berjauhan.


“Sudah mas berangkat nanti ketinggalan pesawat loh.” Kata Adel setelah melepaskan pagutannya.


“Ya sudah sayang, mas berangkat yah assalamu’alaykum.” Pamit Kevin sambil mencium kening Adel


“Wa’alaykumsalam.” Jawab Adel


Kevin pun berjalan dan memasuki mobil, dari mobil ia melambai-lambaikan tangannya dan diikuti oleh lambaian tangan Adel. Setelah mobil tak terlihat dimata Adel, Adel pun masuk kerumah baru beberapa langkah ia merasa perasaannya tidak enak.


“Kenapa perasaanku tidak enak seperti ini.” Ucap Adel


“Semoga saja Mas Kevin selamat sampai tujuan.” Sambung adel


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


. Jangan Lupa VOTE sebanyak-banyaknya yah ,biar author makin semangat nyelesain novel ini.


__ADS_2