Jodoh Pilihan Mama

Jodoh Pilihan Mama
Sah


__ADS_3

"Aku sedang sibuk Jen"


"Sibuk apa mas, memang nya kamu yang akan menikah sampai sesibuk itu dan tidak bisa mengangkat telpon ku" marah Jenny


"Jen,ini pernikahan adikku, tolong mengerti Jen"


"Aku tidak mau tau,kalau aku menghubungi mu kamu harus angkat" ujar Jenny menutup panggilan nya


"Jen.... Jenny" panggil Ibram tapi ponsel nya sudah mati


Ibram meletakkan ponsel nya di atas nakas lalu menghela nafas berat.


"Mas" panggil Airin


"Ya...."


"Mama memanggil mu"


Ibram mengangguk kan kepala nya pelan lalu mengajak Airin turun ke bawah.


*****


"Sah"


"Sah"

__ADS_1


Selesai sudah acara pernikahan Nita membuat semua anggota keluarga merasa lega,kini tinggal acara resepsi nya.


Anggota keluarga secepat bergantian berfoto dengan mempelai begitu juga dengan Ibram dan Airin mereka ikut berfoto bersama.


Hubungan Ibram dan Airin semakin baik apalagi setelah Ibram sakit dan Airin yang merawat nya membuat tidak ada jarak lagi di antara mereka.


Airin sendiri sekarang sudah mulai nyaman dengan perlakuan Ibram yang terlihat manis pada ny, semula dia ingin berpisah dari Ibram setelah pulang dari acara ini tapi kini tiba-tiba Airin justru berubah pikiran dia ingin mempertahankan pernikahan nya dengan Ibram meskipun ada Jenny di tengah-tengah mereka.


****


"Cie....yang pengantin baru" goda sepupu Nita


"Yang mau belah duren" ucap yang lain


"Tanya-tanya dulu Nit sama yang sudah pengalaman" ujar sepupu Nita lagi


"Sama Mbak Airin juga boleh,iya kan mbak orang kita udah gede juga,cerita sedikit mbak pengalaman nya" cecer sepupu Nita membuat Airin terdiam kaku,dia sendiri sampai saat ini masih perawan bagaimana dia mau berbagi pengalaman


"Hus.....jangan di godain gitu mbak Airin nya,nanti di marah mas Ibram loe" ujar mama Nita


Airin tersenyum lega karena ada sang mertua yang membantu menjawab nya.


"Nit, sana suami kamu udah nunggu di kamar,kenapa malah ngerumpi di sini" ucap sang mama mengusir anak nya


"Kok di usir bude,belum juga di kasih wejangan" goda yang lain membuat Nita tersenyum malu lalu pergi

__ADS_1


Setelah selesai acara mereka masih berkumpul keluarga, meskipun lelah tapi perasaan lega juga ada.


"Sayang,ayo tidur aku mengantuk" ajak Ibram dan di angguki Airin


"Jangan kalian yang belah duren ya mas,yang penganten baru nya Nita!!" seru sepupu Nita membuat Airin menatap Ibram malu


Ibram menuntun tangan Airin kearah kamar mereka, meskipun bukan mereka yang menjadi pengantin baru Airin tetap saja gugup karena merasa malam ini sedikit berbeda dari tatapan Ibram.


"Mas,aku tidur di sofa saja" ucap Airin tiba-tiba


"Kenapa? apa aku ada berbuat kesalahan?" tanya Ibram karena sudah beberapa hari ini mereka tidur satu ranjang dan tiba-tiba Airin meminta tidur di sofa.


"Aku-a-ku, badan ku sedikit bau keringat mas" alasan Airin


"Tidak masalah,ayo tidur mas sudah lelah" ajak Ibram memukul kasur mereka,mau tidak mau Airin berjalan pelan ke arah ranjang king size tersebut.


"Ai kenapa tidur terus memakai kerudung? aku suami mu Ai, izinkan aku melihat rambut mu" pinta Ibram


"Tapi mas"


"Ai....aku berharap kamu mau menuruti permintaan ku"


Beberapa hari bersama Airin membuat Ibram merasa nyaman apalagi semua anggota keluarga nya memuji Airin,tak ada yang cacat dari perempuan ini.


Airin membuka pelan hijab nya menampilkan rambut lurus,hitam dan panjang membuat Ibram terpana, perempuan di hadapan nya ini benar-benar cantik jika membuka kerudung.

__ADS_1


"Kenapa mas, jelek ya?" tanya Airin pelan,dia mengambil kembali kerudung nya tapi di tahan oleh Ibram


"Jangan Ai,biar saja begini,ayo tidur" ajak Ibram menarik Airin kedalam pelukan nya membuat jantung Airin berdegup kencang,rasanya ingin sekali dia terbang melayang dengan perlakuan suaminya ini.


__ADS_2