
"Mama sudah menghubungi mu" ujar Ibram saat Airin sedang makan sendirian di meja makan
"Sudah"
"Kau sudah menyiapkan semua nya? kita berangkat pukul tujuh" ucap Ibram lagi
"Aku nggak mau ikut!" jawab Airin berusaha tenang dengan ekpresi dibuat santai.
"Jangan gila Ai,ini pernikahan adik kandung ku,apa kata keluarga besar jika kamu tidak datang,nanti mereka akan berpikir macam-macam dengan pernikahan kita" marah Ibram
"Bukan kah pemikiran mereka benar adanya kenapa harus takut"
"Ai.... tolong turun kan ego mu sedikit saja"
"Aku egois!!!" Airin menuju diri nya sendiri "Apa kabar dengan kamu mas"tekan Airin membuat Ibram tak bisa berkata-kata lagi
Airin menatap pada Jenny yang sedang asik mengikir kukunya di ruang keluarga
"Kenapa tidak dia saja yang kamu ajak,bukan nya dia istri kesayangan mu!"
"Apa maumu sebenarnya Ai?"Tatapnya mulai nanar seperti hendak menerkam mangsanya.
"Kita cerai!" jawab Airin lantang,mencuci tangan, sendok, dan piring lalu meletakkan di rak.
"Apa kamu mau lihat mamaku mati karena jantung nya kumat , karena ulahmu?"desis Ibram
__ADS_1
"Dan aku mati berdiri di sini karena keegoisanmu?" jawab Airin tak kalah sengit.
"Jadi, aku harus bagaimana?"Tanya Ibram mulai melunak tapi tak sedikit pun membuat Airin iba.
"Pikirkan sendiri! aku rasa kamu cukup dewasa untuk memikirkan nya pak Ibram yang terhormat jangan terlalu egois,mau nya menang sendiri dengan prinsip mu" sindir Airin sambil gegas meninggalkan pria egois itu dengan wajah memerah.
****
Semalaman sang mertua menghubungi Airin melalui Video call memperlihatkan dekorasi pesta bahkan sang mertua yang akrab di panggil bu Fatma ini meminta sang menantu untuk memberikan ide jika ada yang kurang, memang seluruh anggota keluarga Ibram sangat menyayangi Airin apalagi mereka tau Airin itu perempuan yang penuh dengan prestasi berparas cantik serta lemah lembut.Airin hanya memperlihatkan kegarangan nya pada Ibram karena dia merasa tak perlu do kasihani oleh lelaki itu.
Rasa sayang dan hormat nya membuat Airin mau ikut ke Semarang hari ini dengan Ibram
Dua tas besar Airin kemas,rencana nya nanti setelah pulang dia langsung cari rumah sewa,dia tak mau lagi tinggal satu rumah dengan lelaki ini,biarlah ini pertemuan keluarga yang terakhir pikir Airin.
"Ai.....cepat" pekik Ibram
Airin keluar kamar dengan wajah jutek karena pasti akan ada drama Korea setelah ini.
Sambil menyeret koper nya Airin tak ingin melihat kemesraan Jenny dan Ibram.
"Beb,ingat ya jangan dekat-dekat wanita itu, setelah acara selesai langsung pulang beb,nanti aku kasih yang spesial" ucap jenny manja,wajah nya masih kucel dan rambut nya acak-acakan, seperti nya perempuan ini baru bangun tidur.
"Ueeek....." ingin muntah rasanya Airin melihat drama ini,eneg di tenggorokan seperti mereka saja yang punya dunia
Setelah meletakkan barang nya di bagasi Airin langsung masuk kedalam mobil.
__ADS_1
Jenny ******* bibir Ibram di depan teras rumah tanpa rasa malu...
"Tin......tin.....tin....." klakson mobil di bunyikan oleh Airin dia terlalu muak melihat sepasang suami-istri ini jika ada yang lihat bagaimana? ujung -ujung nya dia juga yang repot
"Aku berangkat dulu ya sayang" pamit Ibram
"Beb,ingat pesan ku, jangan sampai d langgar,kamu jangan berusaha mendekati Ibram ku" ingat Jenny tapi tak di hiraukan Airin
"Hati-hati di jalan beb" lanjut Jenny melambaikan tangan nya,Ibram membunyikan klakson tanda mobil akan pergi.
Aira segera merendahkan kursi mobil nya lalu menutup mulutnya dengan masker dan matanya dengan kacamata hitam.
"Ai....kamu kira aku sopir"
"Kalau bukan sopir lalu siapa?" ucap Aira ketus
"Jangan bicara macam-macam Ai saat di rumah mama,aku tidak ingin acara bahagia menjadi duka"
"Kalau aku bicara kamu mau apa?" ancam Airin
"Ai...tolong untuk kali ini saja bersikap lah yang baik layaknya suami-istri sungguhan"
"Ck....apa aku tidak salah dengar mas,Kamu memang lelaki egois" kecam Airin
Airin lebih memilih untuk tidur dari pasa harus meladeni suami bohongan nya ini.
__ADS_1