
“Eh mas, mas ikut aja ke kamar dah ayok!” ajak Adel sambil mengulurkan tangannya pada suaminya tersebut
Kevin menerima uluran tangan Adel lalu berjalan beriringan menuju lift. Selama dilift sampai pintu lift terbuka tidak ada sepatah kata pun dari keduanya. Lalu mereka berjalan menuju ke kamarnya.
Setelah sampai dikamar, Adel langsung mencari tas belanjaannya tadi siang. Setelah menemukannya akhirnya ia menghampiri suaminya yang sedang duduk diatas ranjang sambil bermain ponsel.
Adel membuka perlahan tas belanjaannya dan diambilnya tas plastik dari dalam tas tersebut.
“Mas.” Panggil adel
“Hmmm.” Jawab Kevin singkat
“Mau lihat tidak, malah dicuekin aku.” Cemberut Adel
“Iya apa sayang.” Kevin pun mengalihkan pandangannya ke arah Adel
Adel lalu mengambil ligeria hitam dan membukanya didepan wajah Kevin.
“Punya siapa ini yang?” tanya Kevin dengan wajah penuh tanda tanya
“Punyaku mas.” Jawab Adel dengan tersenyum
“Serius yang kamu beli ini?” tanya Kevin dengan wajah heran
“Iya yang serius.”
Lalu diambillah ligeria dari tangan istrinya tersebut dan Kevin perhatikan sendiri setiap detail ligeria itu.
“Kamu mau godain mas yah?” Goda Kevin sambil menarik dagu Adel hingga wajah mereka berdekatan
Adel yang merasakan hembusan nafas Kevin hanya bisa menelan salivanya secara kasar karena mendadakan jantungnya berdegub kencang setiap kali berdekatan dengan Kevin.
“Nanti kalau perlu mas belikan yang banyak ligeria.” Goda Kevin lagi
“Mas ih jangan lah.” Jawab Adel sambil mencubit lengan suaminya
“Auu sakit sayang, tapi gakpapa kan biar tiap malem kita bikin dedek.” Goda Kevin dengan tersenyum mesum
“Dasar mesum banget sih suami aku.” Jawab Adel sambil menangkup kedua pipi Kevin
“Gakpapa mesum sama istri sendiri.” Saut Kevin
“Iya lah harus sama istri sendiri. Mau sama siapa lagi.” Timpal Adel dengan wajah cemberut
“Sama yang lain ya yang boleh?” goda Kevin
“Gak boleh mas.” Suara Adel mulai meninggi
“Hahahha iya iya sayang, mas bercanda loh. Ini tubuh mas cuma punya kamu.” Ucap Kevin sambil memeluk istrinya
“Hufttt besok bakalan kangen pelukan ini.” Lirih Adel
“Kamu mau ikut ta yang? Ayo kalau mau ikut gakpapa.” Ajak Kevin karena ia melihat istrinya begitu sedih jika ditinggal
“Enggak usah mas, mas kan mau kerja. Kalau aku ikut entar ganggu mas.” Jawab Adel sambil mengelus pipi Kevin
“Tapi kalau kamu sedih gini mas berat ninggalin kamu.” Saut kevin
“Udah gakpapa mas, wajar ini pertama kali kan aku mau ditinggal ke luar kota.” Jawab adel dengan tersenyum
__ADS_1
“Iya sayang, nanti mas janji bakal nyelesain secepatnya biar cepat pulang.” Ucap Kevin
“He’em mas, kemari mas aku mau peluk kamu.” Minta Adel
Akhirnya Kevin mendekat pada istrinya dan memeluk istrinya begitu erat. Entah kenapa pertama kali ia ingin berangkat keluar kota untuk bekerja tapi kali ini sungguh berat untuk berangkat. Mungkin karena sekarang berbeda, dulu berangkat tidak ada yang menunggunya pulang kecuali mamanya, sedangkan sekarang ada istri tercinta yang menunggunya dirumah.
Reflek ketika Kevin memeluk Adel, bulir air mata Adel jatuh. Bulir yang ia tahan sedari tadi akhirnya lolos lah dari kedua matanya. Kevin yang merasakan baju yang ia pakai basah ia makin mempererat pelukannya.
Ia semakin berat meninggalkan istri kecilnya dirumah, tapi mau bagaimana lagi. Ini demi pekerjaan juga toh pekerjaan ini juga untuk masa depan keluarga kecilnya.
Karena terlalu lama menangis akhirnya Adel sampai tertidur dipelukannya Kevin, Kevin yang merasakan tubuh istrinya dan nafas istrinya teratur perlahan ia membenarkan posisi tidur sang istri. Ia membaringkan istrinya diatas ranjang dan perlahan ia memandangi wajah cantik istrinya.
Ia sibakkan anak rambut yang menutup sebagian wajah Adel hingga terlihatlah wajah kecil teduh istrinya.
“Aku janji bakalan cepet pulang sayang, aku janji bakalan bahagiain kamu. Maafin aku ya mulai awal nikah aku tidak memperlakukanmu dengan baik. Tapi mulai hari itu ketika kamu menyerahkan semuanya kepadaku aku berjanji akan menjadi suami yang baik dan ayah yang baik untuk anak-anak kita.” Gumam pelan Kevin
Lalu Kevin ikut membaringkan tubuhnya dengan memeluk istrinya dan ikut terlelap juga.
Tanpa disadari pukul sudah menunjukkan 18.00, akan tetapi kedua insan masih terlelap tidur dengan berpelukan. Hingga suara handphone membangunkan Adel.
Beep beep beep
Adel yang mendengar telfon pun akhirnya membuka mata dan mencari letak handphone, setelah ia ambil ternyata itu bukan handphone miliknya melainkan milik suaminya.
Layar hidup dan tertera panggilan telfon bernama Rudi, akhirnya Adel berniat mengangkat telfon tersebut karena takut ada urusan penting.
“Iya haloo kak.” Suara Adel
“Haloo del, ini kamu? Kemana Kevin?” tanya Rudi dari seberang
“Mas Kevin lagi tidur kak, ada apa? Ada urusan penting kah?” tanya Adel
“Oh baiklah kak ,nanti aku sampaikan ke mas Kevin.” Saut Adel
“Ya sudah terimakasih yah.” Kevin
“Iya kak samasama.” Jawab Adel
Tut akhirnya telfon pun berakhir.
Adel melihat kearah luar jendela ternyata langit sudah gelap.
“Apaaa.” Adel membelalakkan matanya
Adel langsung melihat arah jam dinding ternyata benar sudah pukul 18.00.
“Astaga aku tidur begitu lama.” Ucap Adel sembari tepuk jidat dan berjalan ke kamar mandi.
Setelah menyelesaikan ritual mandi dan sholat, akhirnya ia membangunkan Kevin.
“Mas ayo bangun sudah magrib.” Ucap Adel sambil menggerak-gerakkan badan Kevin
Untungnya Kevin langsung bangun dan bergegas mandi. Ketika Kevin telah selesai mandi ia langsung memakai pakaian yang sudah disiapkan istrinya.
Disisi lain Adel sedang berada didapur ia mau menyiapkan makan malam untuk suaminya, tetapi sebelum itu ia menghentikan pekerjaan nya karena Kevin kini berbicara pada Adel.
“Kita dinner diluar yuk sayang.” Ajak Kevin
“Yasudah ayok yang.” Jawab Adel
__ADS_1
Adel hanya bisa menuruti keinginan suaminya karena memang ia ingin menghambiskan waktu bersama suaminya sebelum besok pagi ditinggal oleh suaminya tersebut.
~ ~ ~
Di restaurant
Setelah memesan makanan akhirnya Adel pun membuka pembicaraan dengan Kevin.
“Oh iya mas, tadi kak Rudi telfon terus Adel yang angkat.” Ucap Adel
“Ada apa sayang?” tanya Kevin
“Mmm kata Kak Rudi besok mas berangkat dari rumah jam 05.00 pagi.” Saut Adel
“Apaaa. Ckk pagi sekali.” Ucap Kevin dengan raut wajah kecewa.
“Sudahlah mas gakpapa.” Kata Adel sambil menggenggam tangan suaminya tersebut
“Tapi aku masih ingin bersamamu sayang, kamu ikut aja yah.” Rengek Kevin
“Eh mas besok Adel kuliah loh, udah gakpapa namanya aja kerja. Nanti malem aku cas full deh.” Goda Adel
“Beneran yah full loh.” Saut Kevin dengan wajah berbinar
“Iya beneran mas.” Yakin Adel sambil tersenyum pada suaminya.
“Ya sudah ayo lanjutin makannya biar kita cepet pulang.” Goda Kevin
Adel hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah suaminya yang seperti itu.
“Kalau urusan ranjang udah cepet mah.” Gumam Adel dalam hati.
Setelah selesai dinner malam itu, akhirnya keduanya pun memutuskan untuk pulang. Setelah membayar bill nya Adel dan Kevin pun keluar dari restoran. Kevin membukakan pintu istrinya dan diikuti olehnya. Ia mendudukkan pantat seksinya di kursi kemudi. Dan mengemudikan mobilnya secara perlahan.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
. Jangan lupa like dan komen yah biar author tau kurang dan lebihnya cerita ini.
__ADS_1