
Sesampai dirumah..
“Lu tidur disini Rud” perintah Kevin
“Baiklah gue tidur sini, toh udah dini hari begini” jawab Rudi
“Ya udah tidur di kamar tamu lu dilantai 2” ujar Kevin
“Oke” saut Rudi
Kedua lelaki itu melangkahkan kakinya ke arah lift, setelah masuk mereka langsung menekan tombol 2 untuk mengantar Rudi. Setelah Rudi keluar Kevin langsung menekan tombol untuk ke kamar utama.
Kevin melangkah dengan gontai ke kamarnya, pikirannya dipenuhi rasa bersalah yang mendalam. Ia langsung menghempaskan dirinya di ranjangnya. Tanpa membuka sepatu dan berganti pakaian Kevin langsung memejamkan matanya. Sungguh hatinya sedang kacau saat ini.
-*****-
Di kos Meli
“Udah Del tenang” ujar Meli masih memeluk Adel
Adel masih tak beranjak dari balik pintunya, ia masih menangis dengan kejadian yang terjadi.
“Hati gue sakit banget Mel hiks hiks bayangin aja hiks gue nungguin suami gue dirumah nungguin kabarnya hiks eh dia disana enak-enak sama mantannya” ujar Adel sambil menangis sesegukan.
“Iya gue tau Del, pasti sakit banget buat lu. Tapi lu juga harus tau alasan dia ngelakuin gitu” ucap Meli pelan memberikan pengertian pada sahabatnya itu.
“hiks hiks hiks” Adel hanya terus menangis.
Ia mencurahkan sakit hatinya di pelukan sahabatnya Meli sambil menangis, hingga bola matanya mengecil dan sembab. Sungguh terlihat sekali bahwa dia terlalu banyak menangis.
“Udahan ****, noh liat mata lu sembab banget kek hantu hahaha” goda Meli agar sahabat nya tersebut berhenti menangis.
“Sialan lu hiks biarin” ujar Adel dengan tetap menangis tapi bibir tersenyum
“Wahahaha liat habis nangis pas ketawa jelek banget lu” goda Meli sambil berdiri dan berlari menjauh.
“Awas aja lu, sini gue geplak” ucap Adel sambil berdiri dan mengejar Meli.
Mereka tetap berlarian kesana kemari hingga terasa lelah dan keduanya sama sama menghempaskan dirinya di ranjang.
“Hah hah hah capek juga gue ngejar lu” ucap Adel ngos ngos an
“hahha sama gue juga” saut Meli
“Makasih ya Mel” ucap Adel
“Buat apa hey?” tanya Meli
“Lu udah mau hibur gue” jawab Adel
“Iya sama-sama, tapi lu masih punya hutang penjelasan sama gue” ujar Meli
“Iya gue pasti jelasin besok yah pas ada Tyo sekalian” saut Adel
“Oke, besok kuliah jam berapa kita?” tanya Meli
“Siang beg* lu napa jadi lupa” sinis Adel
“hahah lupa dikit gue, untung siang akhirnya bisa tidur agak tenang” ucap Meli
“Yaudah yuk tidur udah dini hari ini” ujar Adel.
Mereka pun membenarkan posisi tidurnya dan menarik selimut. Meli pun langsung memejamkan matanya tidak perlu waktu lama Meli sudah terlelap tidur. Sedangkan Adel masih berjaga, ia masih sedih memikirkan semua yang terjadi semalam.
__ADS_1
“Aku berusaha belajar mencintaimu mas, menerima perjodohan ini dan memupuk rasa percaya kepadamu. Tapi kenapa ketika aku sudah mencintaimu sekarang kau malah membohongiku apalagi sampai kau berkhianat seperti ini hikss” lirih Adel pelan
“Sungguh aku sangat mencintaimu tapi pengkhianatan ini masih menusuk sakit hatiku mas” sambung Adel dengan berlinang air mata.
Sungguh Adel masih belum percaya akan kejadian semalam, ia berharap bahwa ini cuma mimpi. Tapi ini bukanlah mimpi ini nyata, mau tidak mau ia harus bisa menerima. Ya walau hatinya sakit.
Kringgg kringg kringg
Bunyi alarm jam weker menunjukkan pukul 08.30
Meli yang mendengar langsung mendekati meja nakas dan mematikan jam wekernya.
“huftt udah jam segini, cepet banget” lirih Meli
Meli melihat sampingnya ternyata Adel masih tertidur. Meli menatap mata sahabatnya yang masih sembab.
“Sebegitu cintanya lu Del sampai lu nangis terus” gumam Meli dalam hati.
Akhirnya Meli beranjak dari ranjang menuju kamar mandi, sedangkan Adel yang mendengar suara pintu terbuka yang tak lain pintu kamar mandi langsung mengerjapkan matanya. Ia melihat arah jendela ternyata waktu sudah siang.
Ia beranjak dari ranjang menuju meja rias Meli.
“hah mataku, aku tidak mungkin kuliah dengan wajah seperti ini” ujar Adel sambil menggeleng-gelengkan kepalanya ketika melihat wajahnya di cermin.
Sedangkan Meli yang baru saja keluar dari kamar mandi melihat Adel duduk didepan meja rias miliknya sambil menggelengkan kepalanya menjadi heran.
“Lu napa Del?” tanya Meli
“Lihat” Adel membalikkan badannya ke arah Meli dan menunjuk matanya yang sembab dengan telunjuknya
“Hahahha ngantung banget” ejek Meli
“Gue gak bakal kuliah dengan keadaan kek begini” gerutu Adel
“Bolos kuliah” jawab singkat Adel
“Yakin bolos?” saut Meli
“Ya yakin lah” ketus Adel
“Ya udah oke gue bolos juga” saut Meli
“Lah lu serius bolos juga?” tanya balik Adel
“Ya serius lah, gue chat Tyo biar kesini juga” ujar Meli sambil berjalan menghampiri ponselnya
Meli langsung mengirim pesan ke sahabatnya itu yang tak lain Tyo.
Meli : Yo, gue hari ini ijin gak kuliah sama Adel. Adel tidur dikos-kosan gue semalem sampai sekarang. Dia lagi ada masalah. Lo kalau mau ikutan kita dan dengerin alasan Adel lu cepet ke kosan gue. Gue tunggu
Itulah isi pesan Meli kepada Tyo.
“Udah” ucap Meli pada Adel
“hmm oke, tunggu Tyo aja oke” ucap Adel
“Sono mandi dulu, udah jelek, mata sembab, bau juga” ejek Meli
“Sialan lu, gue meski gak mandi cantik yah” ketus Adel sambil menjulurkan lidahnya ke arah Meli
Keduanya masih saling mengejek, hingga akhirnya Adel mengalah dan pergi melangkah ke arah kamar mandi. Ia segera membersihkan badannya karena sahabat lelakinya juga akan ke kosan Meli. Setelah mandi Adel langsung keluar dan menuju ranjang Meli.
“Belum sampai Tyo?” tanya Adel
__ADS_1
“Belum nih entah tu anak kemana” saut Meli
“Tunggu aja lah, pasti dia kesini” ujar Adel
Keduanya akhirnya menunggu Tyo dan tiba-tiba terdengar bunyi klakson mobil di depan.
Tin tinnn
Meli langsung keluar dari kamarnya dan melihat ternyata benar mobil Tyo sudah didepan kos-kosannya. Tyo langsung keluar dari mobil dan berjalan menuju arah Meli.
“Kita ke cafe aja, gak enak disini gue kan cowok gak bisa masuk” ujar Tyo
“Oh oke bentar gue bilang Adel” saut Meli
Meli langsung bergegas masuk dan mengajak Adel ke cafe.
“Yok kita ke Cafe” ajak Meli
“Lah ngapain?” tanya heran Adel
“Tyo yang ngajak, kalau disini kasihan dia. Kan dia gak bisa masuk Del” ujar Meli
“Eh iya gue lupa, oke ayok” saut Adel
Adel langsung menghampiri tasnya begitupun Meli. Keduanya langsung melangkah keluar, setelah Meli mengunci pintu kos nya ia langsung menyusul Adel yang sudah berjalan ke arah mobil Tyo.
Ketika keduanya sudah didalam mobil, Tyo langsung melajukan mobilnya. Sesekali ia melirik Sahabatnya Adel yang berada dikursi samping kemudi.
“Lu napa del, mata lu jelek amat?” ucap Tyo
“Gue gak apa-apa” ujar Adel sambil memaksakan senyum.
“Serius?” tanya Balik Tyo
“Iya serius, ntar aja dicafe gue ceritain” ujar Adel
Akhirnya Tyo hanya bisa menganggukkan kepalanya dan kembali fokus ke arah cafe. Karena jalanan yang lumayan macet akhirnya mereka baru sampai di depan Cafe.
Mereka langsung masuk dan mencari meja yang memang nyaman dan jatuhlah di kursi paling pojok dekat jendela.
“Disana aja” tunjuk Meli
“Oke” jawab serempak Tyo dan Adel.
Setelah memesan makanan, akhirnya Adel mengumpulkan semua niatnya untuk bercerita ke kedua sahabatnya itu.
“Huftt gue mau jujur sama kalian semua dan ceritain semunya” ujar Adel sambil menunduk
Tyo yang tidak tau sama sekali akan hal apa yang akan dibicarakan Adel menjadi heran dan bingung.
“Lu mau bilang apa Del?” tanya Tyo
“Huftt sebenarnya gue.....
.
.
.Jangan lupa VOTE dan LIKE yah sebanyak-banyak nya yah biar author makin semangat.
.
.
__ADS_1
. jangan lupa tekan favorit biar gak ketinggalan. author usahain update tiap hari