
“Apaa!!” teriak Rossa dengan mata melotot
“Hee usst Qila tidur” seru kesal Axel
“Sorry sorry kak, hehehe” saut Rossa cengengesan
“Memangnya Aqila gak pernah cerita kah Sa?” tanya Adel
“Gak pernah kak, tapi sempet curiga sih kenapa Qila sama Kak Axel tiap hari berangkat bareng. Tapi gak pernah mikir kalau mereka saudaraan” celetuk Rossa
“mungkin karena wajah mereka beda kali yah” Seru Adel
“Iya kak, Qila hampir mirip sama kakak, kalau Kak Axel wajahnya ada kebuleannya tapi ya masih bulean Qila hehe” ujar Rossa
“Tapi kan gue tampan” mendelik kesal kearah Rossa
“Ya tampan lah. Namanya aja cowok. Iya kalau cewek cantik” seru Rossa
“Kamu yah, awas aja” Axel tambah kesal melihat tingkah Rossa.
Adel dan Kevin hanya geleng-geleng kepala melihat keduanya saling mengejek. Hingga suara dering ponsel mengejutkan Kevin.
“Hallo” suara Kevin setelah mengangkat ponsel
“Lo dimana?” tanya Rudi dari seberang
“Dirumah sakit gue” saut Kevin
“Lah sapa sakit emang?” tanya Rudi
“Aqila” saut malas Kevin
“Lo ngapain telfon gue?” sambung Kevin
“Lo cepet balik ke kantor ada meeting nih klien penting” saut Rudi
“Ck apa gak bisa diwakilin elo?” seru kesal Kevin
“Mereka maunya lo tau gak” suara Rudi mulai meninggi
“Hufttt baiklah gue berangkat sekarang” mendesah pelan
“Gue tunggu” seru Rudi
Tut
Lalu Rudi langsung mematikan telfon tanpa menunggu jawaban Kevin.
“Huh dasar, untung sahabat kalau orang lain udah gue tonjok tu muka ntar” gerutu Kevin pelan tapi masih didengar oleh Adel
“Ada apa mas?” tanya Adel
“Aku harus ke kantor sayang sekarang” ujar Kevin dengan wajah yang terlihat tidak mau meninggalkan istrinya.
“Ya sudah mas, mas berangkat aja” tersenyum manis ke arah suaminya
“Tapi aku gak mau ninggalin kamu sayang” ujar Kevin
“Tapi kamu harus kerja sayang, pasti ada yang penting kan mangkanya sampai kamu ditelfon” ujar Adel penuh pengertian
“Hah” menghela nafas berat Kevin. “Baiklah aku berangkat” saut Kevin dengan berdiri diikuti oleh Adel.
“Tolong jagain Aqila dulu ya dek” seru Adel pada Axel lalu Adel mengikuti langkah sang suami keluar ruangan Aqila.
Kevin berhenti didepan pintu lalu berdiri didepan istrinya. “Kamu anter sampai disini aja sayang” ucap Kevin lembut menatap mata istrinya.
“Baiklah mas, mas hati-hati oke. Cepet pulang” seru Adel
__ADS_1
“Iya mommy, Daddy akan pulang cepet” suara Kevin manja pada Adel
Deg
Adel tersentak dengan panggilan suaminya tersebut. Ya setelah beberapa bulan kemarin dia keguguran sampai sekarang ia belum diberi anugrah lagi oleh Allah. Sontak Adel langsung memegang perutnya. Matanya sendu dan berkaca-kaca.
Kevin yang melihat sikap istrinya merutuki dirinya sendiri. Bagaimana bisa ia melupakan kejadian itu akhirnya sekarang membuat istrinya sendiri.
“Sayang” panggil Kevin
Adel tak menjawab, tetap hening dengan mata berkaca-kaca
“Sayang maaf” lirih Kevin dengan langsung memeluk istrinya
Tes
Jatuhlah air mata Adel yang sejak tadi ia tahan. Sejujurnya ia sudah menunggu kapan ia hamil. Karena ia menginginkan kehadiran bayi diantara mereka. Tetapi mungkin Allah belum memberikannya lagi.
Setelah menjatuhkan air matanya dan mengotori baju suaminya akhirnya Adel melonggarkan pelukannya dan menatap sendu suaminya.
Menangkup pipi suaminya dan mendaratkan kecupan dikening Kevin. “Mas berangkat kerja sana nanti telat” ujar Adel pelan
“Kamu yakin mas tinggal?” tanya Kevin
“Iya sayang” saut Adel dengan memaksakan senyumannya.
“Maafin mas sayang yah, mas gak bakal manggil gitu lagi” sendu Kevin kearah istrinya.
“Usttt” telunjuk Adel mendarat dibibir Kevin. Dengan menggeleng pelan diiringi senyuman.
“Aku baik-baik aja kok mas” Adel berucap dengan tenang untuk menyalurkan rasa yakin pada suaminya jika dirinya sedang baik-baik saja.
“Beneran sayang?” tanya Kevin
Adel mengangguk. “Sana kerja!” usir Adel dengan mengibas-ngibaskan tangannya dengan diiringi tawa kecil
Setelah tak terlihat punggung suaminya, akhirnya Adel kembali masuk kedalaam ruangan Aqila. Dan mendudukkan kembali dirinya ke sofa yang tadi ia duduki.
Rasanya akhir-akhir ini, dirinya merasakan sakit pinggang.
“Hufttt” menghela nafas berat karena pinggangnya kembali sakit.
Meringis pelan hingga perhatian Axel beralih ke arah kakaknya.
“Kakak kenapa?” tanya Axel
“Gakpapa dek. Pinggang kakak sakit aja” ujar Adel menjelaskan
“Kakak bawa tidur aja oke” usul Axel
Adel mengangguk lalu Axel membetulkan letak sofa diruangan itu untuk dibuat tidur sang kakak. Setelah selesai akhirnya Adel menidurkan dirinya disofa dan memejamkan matanya.
Sedangkan Axel dan Rossa masih mengobrol dengan duduk di sofa yang lain. Entah apa yang dibicarakan keduanya tetapi terlihat antusias dan seru.
---*---
Kevin yang sudah naik mobil. Akhirnya segera melajukan mobilnya kearah kantor. Sepanjang jalan ia merasakan perutnya seperti di aduk-aduk. Hingga mual hebat mendera, Kevin segera menepikan mobilnya dan berlari keluar.
Hoek
Hoek
Hoek
Kevin memuntahkan segala isi diperutnya, hingga setelah selesai ia berjalan sempoyongan masuk ke kursi kemudi. Ketika ia mencium bau pewangi dimobil, mual yang tadi hilang seketika kembali mendera. Spontan ia menutup hidungnya dan membuang pewangi tersebut keluar mobil.
“Hufft ya tuhan baunya sungguh menyengatkan” seru Kevin
__ADS_1
Menghembuskan nafas berulang kali dengan memijat pelan pangkal hidungnya dan membuat pusing dikepalanya perlahan reda.
Dengan tekat kuat akhirnya Kevin melajukan kembali mobilnya menuju ke kantor.
Sesampai di Kantor.
Kevin segera masuk ke dalam perusahaan. Berjalan menuju lift badan mereks srgera menutup pintu lift. Sambil menunggu pintu lift terbuka, Kevin merengganggkan ototnya. Rasanya badannya sekarang sakit dan remuk. Tetapi demi pekerjaan ini ia rela datang dan meninggalkan istrinya.
Ting
Pintu lift terbuka
Kevin segera melangkahkan dirinya menuju ruangan tempat ia bekerja.
Ceklek
Bau semerbak didalam ruangan menusuk indra penciuman Kevin. Sontak perutnya kembali terasa teraduk. Dengan langkah lebar ia setengah berlari menuju kamar mandi. Dan memuntahkan kembali isi perutnya.
Rudi yang diberi info oleh sekretaris Kevin jika CEO nya tersebut sedang mual muntah akhirnya berjalan menuju ruangan Kevin dengan tergesa-gesa.
Membuka pintu secara kasar lalu berlari menuju kamar mandi Kevin. Terlihat Kevin duduk diatas closet dengan wajah pucat pasi.
“Lo kenapa Vin?” tanya Rudi cemas
Rudi yang berada didekat Kevin ,akhirnya tanpa sengaja mencium bau wangi Rudi. Tetapi ternyata bau Rudi membuat perutnya diaduk kembali.
“Lo sana pergi” seru Kevin marah dengan menutup hidungnya.
“Lah kenapa bos?” tanya heran Rudi
“Udah sana lo keluar dari ruangan gue” sentak Kevin
“Gue gak bakal keluar. Lo jangan aneh-aneh sini gue bantu lo jalan” seru Rudi dengan wajah serius.
“Gak perlu, udah sana lo pergi” suruh Kevin
“Lo kenapa sih?” tanya kesal Rudi
“Bau minyak wangi loh gak enak banget dihidung gue” pekik Kevin
“Apa!!” kaget Rudi dengan melototkan matanya.
“Iya, sana lo pergi. Bau lo bikin gue mual” Kevin dengan mengibaskan tangannya
Dengan terpaksa akhirnya Rudi berjalan keluar dari kamar mandi. Tetapi ketika Rudi sampai didepan pintu suara Kevin menghentikan.
“Stop” ucap Kevin dengan teriak
----*----
Readers: stop apaan thor
Author : stop jangan berpaling dari novelku
Readera : wah gak bakal thor
Author : beneran ente pada
Reader : iya beneran thor. udah sana tidur
Author : oke siap. udah ayo sono sekarang vote yang banyak
Readers : oke oke bentar
Author : sekarang woi sana cepet taruh
Readers : oke kamu aku taruh sini oke. bye jangan nakal
__ADS_1