Jodoh Pilihan Mama

Jodoh Pilihan Mama
Kehilangan


__ADS_3

Sudah hampir 3 jam Rudi dan Kevin menunggu Dokter keluar dari ruang operasi. Tak henti-hentinya Kevin menatap sendu pintu ruangan operasi yang tertutup rapat.


Derap kaki mendekat membuat kedua lelaki itu mendongakkan kepalanya.


“Kevin” panggil Mama Nora


“Mama” Kevin berjalan menghampiri sang mama dan memeluknya


Sungguh Kevin mencari kekuatan dalam pelukan sang mama ,ia tak sanggup membayangkan apa yang akan terjadi sebentar lagi didalam hidupnya dan istrinya.


“Bagaimana keadaan Adel?” tanya Papa Radit


“Masih didalam pah” saut Kevin


“Bagaimana bisa terjadi Kevin?” tanya Papa Radit


“Aku juga tidak tau pah” lirih Kevin


“Maksutmu apa? Istrimu kecelakaan dan kau tidak tau?” bentak Papa Radit


“Om tenang om, biar Rudi yang jelasin” Rudi melerai perdebatan kedua lelaki tersebut.


Lalu ia menarik tangan Papa Radit agar duduk disebelahnya. Dan Rudi menatap wajah lelaki paruh baya didepannya itu.


“Maafkan Rudi om” seru Rudi


“Maksutmu apa nak?” tanya Papa Radit dengan wajah bingung.


“Sebenarnya tadi Adel bersamaku saat kejadian om, Kami berniat makan siang direstaurant depan. Karena memang Adel, aku dan Kevin sangat suka makan siang disana. Tetapi tadi Kevin memang tidak ikut karena dia ada kerjaan untuk pertemuan besok. Jadi Adel bersamaku” Rudi mengambil nafas dan melanjutkan


“Saat hendak menyebrang, aku dan Adel sudah menoleh kanan kiri dan jalan sudah kosong. Tapi waktu kami menyebrang, entah dari mana ada mobil yang melaju sangat cepat ke arah Adel. Dalam sekejap Adel langsung tertabrak dan tergelatak hiks” tangis Rudi pecah


“Maafkan aku om ,maafkan aku” lirih Rudi


“Sudah Rud, ini buka salah siapa-siapa. Ini sudah takdir” pasrah Papa Radit


Hingga terdengar bunyi pintu Operasi terbuka, dan seorang lelaki paruh baya keluar dari pintu dengan menggunakan seragam operasi. Sontak Kevin langsung berlari menuju arah dokter tersebut.


“Bagaimana istri saya dok?” tanya Kevin


Terlihat raut wajah Dokter yang pasrah dan sedih. Berulang kali Dokter menghembuskan nafas kasar ,tetapi inilah yang harus ia katakan sejujurnya.


“Kalian keluarga pasien?” tanya Dokter


“Iya dok, saya suaminya” jawab cepat Kevin


“Istri anda selamat tetapi...” suara Dokter menggantung


“Tetapi apa dok?” saut Mama Nora

__ADS_1


“Keadaan pasien masih kritis dan maaf sejujurnya saya harus mengatakan ini, anak yang dikandung pun mengalami keguguran” ucap Dokter


Deg


“Ma anak aku ma, anak aku” tangis Kevin pecah dalam pelukan sang mama


Rudi dan Mama Nora pun yang melihat keadaan kacau Kevin menjadi iba, Mereka mencoba menangkan Kevin.


“Nak tenang nak, kamu harus kuat demi istrimu” ucap Mama Nora dengan membelai rambut Kevin


“Bagaimana aku harus kuat ma ,anakku pergi sebelum lahir. Bagaimana aku harus menjelaskan pada istriku ma. Gimana ma” teriak Kevin dengan lelehan air mata


Mama Mora hanya bisa memeluk anaknya. Sungguh ia juga merasa sakit dengan kejadian menantu dan anaknya seperti ini


“Tuan yang sabar, kami akan berusaha yang terbaik untuk istri anda. Saya pamit permisi dulu” seru dokter dengan menepuk pundak Kevin lalu meninggalkan mereka.


“Mari nak duduk” ajak Mama Nora membangunkan anaknya yang terduduk dilantai.


“Bagaimana aku harus bilang pada istriku ma, Adel pasti akan sedih ma. Dia akan kecewa, anak kami mah anak kami” lirih Kevin dengan air mata yang masih menggenang


“Hey nak ,lihat papa” Papa radit membalikkan tubuh anaknya dan menghadapkan padanya. “Sekarang istrimu membutuhkanmu, ia butuh suami yang kuat dan selalu berada disampingnya. Kamu harus kuat demi istrimu” ucap tegas Papa Radit


“Tapi aku gak sanggup liat istriku nangis nanti pah” seru Kevin dengan tertunduk


“Nak dengar, Istrimu juga tak menginginkan ini, tapi kalian harus kuat dan ingat jangan saling menuduh apalagi emosi. Mental istrimu pasti akan terguncang nanti” seru Papa Radit.


Sayang maafkan aku?


Aku tidak bisa menjagamu?


Maafkan daddy nak?


Semua pikiran itu meronta dipikiran Kevin ,lelehan air mata juga mulai mengering. Ia mencoba untuk tenang. Benar yang dikatakan papa dan mamanya ia harus kuat demi istrinya.


-***-


Diruangan lain


Seorang wanita paruh baya masih terbaring lemah diatas ranjang ditemani kedua anak nya.


Wanita paruh baya itu mulai mengerjapkan matanya ,terlihat ruangan nuansa putih dan berbau obat. Melihat pergerakan diranjang akhirnya Axel mendekat


“Mama, alhamdulillah mama sudah sadar” ujar Axel lalu cepat menekan tombol dokter.


“Mama dimana nak?” tanya Mama Angel


“Mama dirumah sakit” seru Axel


Seketika Mama Angel masih terdiam memikirkan apa yang terjadi, dan ketika ia ingat. Ia langsung beranjak dari ranjang tetapi ditahan oleh Axel.

__ADS_1


“Mama mau kemana mah?” tanya Axel


“Kakakmu kakakmu, mama mau lihat kakamu” ujar Mama Angel


“Mama diam sini dulu ma ,mama butuh istirahat ma” seru Axel


“enggak Axel mama pengen ketemu kakakmu” kekeh Mama Angel


“Jangan mah, mama masih lemah” Ujar Axel menahan mamanya


“Mama mohon antar mama nak” ujar Mama Angel lalu menarik paksa infus ditangannya.


Axel dan Aqilla buk terbelalak kaget dengan aksi mamanya.


“Mam” seru keduanya saat Mama Angel hampir terjatuh kelantai karena memaksa turun.


“Ada apa ini” tanya Dokter


Alhamdulillah keberuntungan Dokter datang.


“Tolong dok, saya mau lihat kondisi anak saya dok, hiks saya mohon dok” mohon Mama Angel dengan air mata yang luruh.


“Ibu harus istirahat dulu bu, saya mohon. Ibu masih lemah” ujar Dokter


“Enggak dok saya mau lihat anak saya, lepasin” mama Angel pun memberontak


Akhirnya dengan sangat terpaksa suster dan dokter pun memegangi tangan dan kaki Mama Angel, lalu memberi suntikan penenang. Dokter kembali memasang infus ditangan Mama Angel. Aqila hanya bisa menangis dalam dekapan Axel.


“Bagaimana dok?” tanya Axel


“Mama kalian tetap harus istirahat, kondisinya masih lemah” ujar Dokter. “Tolong jaga mama kalian jangan bikin dia stress dan banyak pikiran” turu Dokter


“Baik dokter” jawab Axel


“Baik, saya permisi dulu” seru Dokter


“Terimakasih” saut Axel


Dokter pun mengangguk lalu meninggalkan Axel dan Aqila dikamar untuk menemani Mama Angel. Keduanya duduk disisi ranjang mamanya. Menatap sendu kearah wajah mamanya. Axel sangat tau pasti mamanya sangat mengkhawatirkan keadaan kakaknya Adel. Tetapi Axel harus tetap kuat untuk menjaga mamanya saat ini.


-------*-------


Kalau ada yang kecewa kenapa sih harus keguguran? jawaban author karena memang itu sudah alur dari ceritanya. Sesungguhnya author juga agak sedikit kurang suka kalau ceritanya datar-datar aja dan tidak ada sentuhan alami cerita kehidupan sesungguhnya. Jadi meski cerita ini murni cerita imajinasi author tapi author kasih kesan alami tetap. Semoga tetap menjadi novel favorit kalian oke. Komen aja🤗


Minta VOTE nya dong, kan author udah semangat loh ini buat update tiap hari.


Jangan lupa like yah dan kasih komentar oke. biar author makin semangat.


Dan Kunjungi karya Author yang baru judul Azzahra dan Azkiyah. Like yah dan Favorit. ceritanya bakal beda dari ini.

__ADS_1


__ADS_2