
Deg..
“mmm gue” Lirih Meli pelan
Kedua sahabatnya yang tak lain Adel dan Tyo masih setia menunggu penjelasan Meli. Meli hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar ketika melihat tatapan mata dari kedua sahabatnya.
“gue gak kenal tapi gue pernah ketemu pria menyebalkan itu di mall” dengus kesal Meli ketika mengingat kejadian di mall
Flashback on
Ketika Meli hendak keluar dari toko ia tertabrak seseorang.
Bukkk
Kantong belanjaan Meli pun berserakan kebawah, dan amarah Meli memuncak ketika yang menabraknya malah masih berjalan masuk tanpa memedulikannya. Meli bersungut kesal, ia langsung memungut tas belanjaannya dan langsung menghampiri lelaki tersebut yang tak lain Rudi.
“hay tuan, anda tidak punya sopan santun yah” ketus Meli
Rudi yang melihat wanita didepannya sedang marah hanya bisa diam dan masih melakukan telfon penting di ponsel genggamannya. Sedangkan Meli yang sudah kesal akhirnya langsung merampas benda pipih yang menempel ditelingan Rudi. Sontak membuat sang empu kaget.
“Kamu apa-apaan?” bentak Rudi
“Anda yang apa-apaan, menabrak saya tidak membantu atau meminta maaf malah nyelonong pergi aja. Anda gak punya sopan santun yah” sungut Meli
“Saya sedang terburu-buru dan mana handphone saya” ucap Rudi
“Bantu beresin belanjaan saya dan antar saya ke mobil terus nanti akan saya kembalikan ponsel anda” ucap Meli sambil melipat tangannya didepan dada.
“Ckk kau siapa yang seenaknya menyuruhku” sinis Rudi
“Aku orang yang ditabrak olehmu, sudah cepat bantu aku kalau kamu ingin cepat mendapatkan ponselmu lagi” bentak Meli.
Akhirnya dengan sangat terpaksa Rudi mengekori langkah Meli, ia membantu gadis asing didepannya itu. Dan langsung bergegas meletakkan tas belanjaan ke mobil gadis asing itu yang tak lain adalah Meli.
“Sudah mana ponselku” ketus Rudi
“Dasar tidak punya sopan santun, ini” sinis Meli sambil melempar ponsel Rudi ke arah Rudi. Untungnya Rudi bisa menangkapnya.
Meli langsung masuk ke mobil dan pergi meninggalkan Rudi.
Flash back off
“Ohh begitu” serempak Tyo dan Adel
“Iya mangkanya, gue sebel banget liat tu muka orang kek gak ada salah-salahnya sekali” sungut Meli
“Haha emang Kak Rudi gitu Mel” saut Adel
“Maksutnya?” tanya balik Meli
“Dia emang dingin orangnya dan gak pernah deket sama cewek. Tapi kalau udah kenal pasti baik kok dan kocak banget” jawab Adel
“huftt kocak apaan, pria kek beruang kutub es gitu kocak. Gak salah lo” sinis Meli
__ADS_1
“Loh serius Mel, baik tau Kak Rudi” saut Adel
“Udah lah gak usah bahas dia. Apaan gak penting banget” kesal Meli
“Haha at-ati loh entar jodoh” saut Tyo
“Amit amit” ucap Meli bergidik ngeri
Akhirnya ketiga sahabat itu melanjutkan obrolan lainnya di taman belakang, kemudian menatap langit yang mulai menggelap.
“Ayo masuk udah mau hujan kayaknya” ajak Adel
Langkahnya kemudian diikuti kedua sahabatnya dari belakang. Dan langsung bergegas ke arah ruang tamu. Untungnya diruang tamu sepi, sepertinya Kevin dan Rudi masih didalam ruang Kerja. Kemudian percakapan mereka berhenti karena suara ponsel yang tak lain milik Tyo berdering.
“Assalamu’alaykum” ucap Tyo sesudah mengangkat telfon di ponsel
.........
“Baiklah aku akan kesana sekarang juga” saut Tyo
Kemudian ia langsung membereskan tasnya. Meli dan Adel yang melihatnya bingung dengan apa yang terjadi pada sahabatnya tersebut.
“Ada apa yo?” tanya Meli
“Sorry gue harus pulang, soalnya mami gue telfon ia dateng nyamperin gue” ujar Tyo menjelaskan
“oke hati-hati lo pulangnya” saut Adel
“Oke gak apa-apa entar gue naik taxi” ujar Meli dengan tersenyum.
“Yaudah gue pulang yah assalamu’alaykum” ucap Rudi
Dengan langkah cepat Tyo langsung keluar dari rumah besar milik sahabatnya itu dan memasuki mobilnya. Sedangkan Meli dan Adel memandangi Mobil Tyo yang berjalan meninggalkan rumah Adel.
“Ya udah lo masuk dulu aja ,pulang nanti. Biar gue ada temennya” pinta Adel
“Oke gue temenin, toh gue gak ada siapa-siapa diem di kos sendirian” saut Meli.
Adel hanya menganggukan kepalanya ke arah temannya itu ,karena memang ia tau keluarga Meli sungguh sibuk dengan pekerjaannya. Oleh sebab itu mereka acuh terhadap Meli, hanya uang dan semua harta perlengkapan Meli yang mereka sempurnakan. Tanpa mereka sadari yang dibutuhkan Meli hanyalah kasih sayang kedua orang tuanya.
Meli menguap karena memang matanya sudah sangat mengantuk, sedangkan Adel masih asyik sibuk menonton film di laptop miliknya.
Ya benar sepulang Tyo, mereka berniat menonton film di laptopnya sembari menunggu hujan reda agar Meli bisa pulang. Tanpa Adel sadari, Meli sudah tertidur diatas sofa dengan tangan ia jadikan bantal.
Meli yang tidak mendengar suara Meli akhirnya ia menoleh ke arah sahabatnya yang sedang tertidur itu.
“astaga” ucap Adel membelalakkan matanya.
Sungguh ia tak menyangka bahwa temannya itu akan tertidur di sofa dengan posisi yang tidak mengenakkan. Adel langsung beranjak dari duduknya dan menuju ruang kerja suaminya. Ia berniat meminta tolong untuk mengangkat tubuh sahabatnya tersebut.
Tok tok tok
“Masuk” suara orang didalam yang ia yakini itu suara suaminya.
__ADS_1
Setelah Adel berada didalam ruangan itu, akhirnya Kevin menghentikan pekerjaannya dan menatap ke arah istrinya itu.
“Ada apa sayang?” tanya Kevin sambil berjalan menghampiri tubuh istrinya tersebut.
“mmmm mmm” nampak Adel masih berfikir
“Apa sayang?” tanya penasaran Kevin.
“Itu mas, Meli tidur disofa aku mau minta tolong pindahin dia dikamar tamu. Soalnya kasihan posisinya ia tidak enak” ucap Adel tak enak hati.
“tapi aku tidak mau menggendong wanita selain Kamu, aku suruh Rudi” sambil melirik ke arah Rudi.
Rudi yang faham akan arti tatapan Kevin akhirnya berjalan meninggalkan ruangan Kerja tersebut. Ia menghampiri Meli yang sedang tertidur pulas. Rudi langsung berjongkok dan meraih tubuh Meli untuk mendekat di pelukannya.
Senyum kecil mengembang di bibir Rudi, tapi secepat kilat ia langsung memasang wajah datar. Ia langsung berjalan menuju kamar tamu, tanpa henti dengan memandang wajah Meli yang tertidur dipelukannya.
“Dasar kebo, digendong pun ia tak bangun” ucap Rudi pelan
Tapi ia melihat wajah sejuk wanita digendongannya itu membuat hatinya tenang, ia terus memasuki kamar tamu dan meletakkan dengan sangat hati-hati diatas ranjang.
Ia masih menatap wajah teduh wanita yang menurutkan menyebalkan,
“Kalau diam begini kan cantik” gumas Rudi dalam hati sambil menyibakkan rambut Meli yang sebagian menutupi wajahnya.
20 menit ia masih menatap wajah sang empunya, ia mendekatkan wajahnya hingga nafas Rudi dan Meli tercium kembali, tetapi wajah Rudi masih kalap melihat keadaan wanita yang disebelahnya.
Semakin lama Rudi mendekatkan hingga tinggal beberapa Centi hingga Meli mengerjapkan matanya dan membuat sang empu berteriak sambil menutup wajahnga dengan bantal.
.
.
.
.
.
.
.
. Maaf yah author kemarin gak update soalnya sinyal tidak memungkinkan. Author usahain besok bisa up dua episode. Yang penting jangan minta crazy up yah, soalnya 1 bab aja author isi 1000 lebih kata kalau suruh crazy up bisa-bisa tangan author keriting dulu. hehe bercanda🤗
.
.
.
.
.Jangan Lupa LIKE dan VOTE sebanyak-banyaknya yah biar author makin semangat nih. dan jangan lupa klik Favorit oke. kasih komentar juga dong
__ADS_1