Jodoh Pilihan Mama

Jodoh Pilihan Mama
(Last Episode) Ibrahim Naufal Taqiyuddin Raharja


__ADS_3

Tes


Air mata Adel turun mendengar suara tangisan bayi. Begitupun Kevin melihat sang anak berlumuran darah membuatnya tak bisa menahan tangisnya. Matanya berkaca-kaca siap terjun bebas dipipinya.


“Terimakasih sayang terimakasih” menghujani ciuman dikepala Adel


Adel hanya bisa mengangguk sambil tersenyum lembut.


“Selamat Tuan Kevin dan Nyonya Adel, Anak anda laki-laki sungguh sangat tampan dan rupawan” ujar Dokter Tia sambil membawa bayi itu.


Sang bayi segera diletakkan diatas dada sang ibu untuk melakukan pemberian Asi pertama. Lagi-lagi Kevin meneteskan air mata saat melihat sang putra dengan pintar mencari ****** asinya dan menemukannya.


“Pintar nak” ujar Adel dengan menangis.


“Dia sangat tampan sayang” ujar Kevin


“Iya mas, sepertimu” lirih Adel


Kemudian Dokter Tia menghampiri Kevin.


"Silahkan Tuan bayinya di adzani" ucap Dokter Tia


Kevin mengangguk lalu ia mengadzani ditelinga kanan sang putra dan bergantian iqomah di telinga sebelah kiri, sehabis itu disertai membaca surat pendek juga. Setelah selesai Kevin tersenyum melihat sang anak yang tampak tenang dengan membuka matanya dan bibir tetap meminum asinya.


Selesai memberi asi pertama, Adel langsung terlelap. Kevin khawatir kenapa sang istri langsung memejamkan matanya. Ia cemas dengan segera ia berteriak.


“Dokter kenapa istriku dokter” teriak Kevin


Dokter Tia segera menghampiri Kevin dan mengecek keadaan Adel.


“Tidak apa-apa pak, istri anda tertidur wajar pak kebanyakan ibu habis melahirkan pasti tertidur. Sebentar lagi kita akan memindahkan istri anda kekamar inap” Dokter Tia menjelaskan


“Iya dokter terimakasih” saut Kevin


“Silahkan tuan tunggu diluar” suruh Dokter Tia


Setelah dipindahkan ke kamar perawatan, akhirnya semua keluarga masuk kedalam. Mereka memberi selamat pada Kevin atas kelahiran putra pertama mereka.


“Selamat ya sayang, kamu sudah menjadi ayah” ucap Papa Radit.


“Makasih pa” saut Kevin dengan memeluk sang papa.


“Selamat ya sayang atas kelahiran putra pertama kamu” seru Mama Nora dengan bergantian memeluk sang anak


Kevin mengucapkan terimakasih ketika semua keluarganya memeluknya hingga suara pintu terbuka menjadi pusat perhatian mereka.


Ceklek


Dokter Tia dengan seorang perawat mendorong baby box kedalam.


“Ini putra Tuan Kevin, beratnya 3 kg panjangnya 53 cm” ujar Dokter Tia


“Oh iya dan satu lagi tadi saya lupa bilang, Putra bapak lahir tepat pukul setengah 2 pagi jadi tepat tanggal 22 Agustus pukul 01.30 ya Tuan” sambung Dokter Tia


“Terimakasih Dokter Tia telah membantu menantuku dengan selamat” ucap Tulus Mama Nora


“Itu sudah kewajiban kami” seru Dokter Tia.


Setelah Dokter Tia pamit keluar akhirnya Baby boy dikerumuni oleh semua orang.


“Wajahnya kamu banget Vin, lihatlah pa bener kan mama” ucap Mama Nora antusias


“Iya mah mirip Kevin kecil”


“Namanya aja anak Kevin pak” kata Kevin menyombongkan diri.

__ADS_1


“Yyayaya gen kamu sangat kuat” ledek Papa Radit


“Huh papa” sungut kesal Kevin


“Apa kamu sudah menyiapkan nama Nak?” tanya Mama Angel


Kevin menoleh menatap sang mama mertua. “Sudah ma” saut Kevin dengan tersenyum


“Siapa?” ujar serempak semua orang


“Ibrahim Naufal Taqiyuddin Raharja yang artinya Ibrahim adalah penguasa yang baik, Naufal yaitu pemuda tampan yang dermawan, Taqiyuddin yaitu bertaqwa dan Raharja marga Papa”


“Nama yang bagus dan indah” seru Adel


Semua orang kaget akhirnya menatap Adel yang sudah membuka matanya.


“Kamu sudah bangun sayang” ujar Kevin menghampiri istrinya


“Sudah mas” Adel tersenyum. “Nama yang bagus. Terimakasih daddy” ujar Adel


“Semoga namanya menjadi doa untuk pemiliknya” seru Mama Angel


“Aamiin”


“Bagusnya dipanggil siapa kak?” tanya Axel


“Taqy” ucap Adel tiba-tiba


“Bagus sayang” saut Kevin


“Itu nama kesayangan kita untuk Taqy kita” seru Mama Nora.


Semua orang mengangguk setuju.


Wajah bahagia terpancar diraut keduanya. Baby Taqy pun tidur didekat Adel dengan didampingi Kevin dan Adel.


Keduanya sama-sama bahagia.


“Terimakasih atas semuanya sayang, atas semua perjuanganmu cintaku” ujar tulus Kevin


“Samasama mas, aku juga makasih karena kamu sudah menjaga ku selama ini. Menjadi suami yang siaga dan baik untukku” sendu Adel


Cup


Kevin mencium kilas bibir Adel.


“Ayo tidur” ajak Kevin


Akhirnya ketiganya tertidur dengan bahagia.


--*--


Paginya


Ruang rawat inap Adel sudah dipenuhi wajah semua keluarga besar Kevin dan Adel. Tak lupa Rudi, Meli dan Tyo pun datang. Perut buncit Meli pun terlihat karena memang sudah menginjak 5 bulan.


Semua orang menimang Baby Taqy bergantian. Saling menggendong dan menoel-noel pipi gembulnya.


Bagaimana tidak? Wajah rupawan Baby Taqy sudah terlihat dari lahir. Bulu matanya tebal, alis tebal. Bibir tipis dan wajah mirip 100% dengan wajah Kevin. Hanya bagian bibir saja yang mirip dengan Adel.


Meli dan Rudi pun mendekat ke Baby box Taqy. Terlihat bayi tampan itu sedang tertidur.


"Ganteng banget ya mas" celetuk Meli


"Yaiya dong sayang. Ponakan siapa dulu" seru Rudi

__ADS_1


"Heleh, yang dipuji siapa yang terbang siapa" Meli berucap sambil geleng-geleng kepala.


"Kan sama aja sayang, lihatlah suamimu ini tak kalah tampan sama Baby Taqy" seru Rudi


"Astaga mas, kamu sama Baby Taqy masih tampan dia" menunjuk Baby Taqy


"Kamu itu harusnya muji aku yang" sungut kesal Rudi


Kevin dan Adel yang mendengar perdebatan mereka hanya geleng-geleng kepala.


"Udah lo ngalah aja. masih ganteng anak gue daripada lo" ledek Kevin


"Ya gakpapa, emang ponakan gue ganteng banget tapi semoga sifatnya gak kayak elo" ujar Rudi


"Lah emangnya kenapa kalau sama kayak gue" dengus Kevin


"Bisa-bisa entar ponakan gue kek es batu persis lo" ledek Rudi


"Hee ya biarin. Gue aja meski kek es batu nih gue dapet istri cantik lagi" tak kalah meledek


"Yayaya asal lo inget itu kan istri lo pilihan mama lo" sambil senyum mengejek


"Haiss ya gue ngalah deh" sungut Kevin


Lalu pembicaraan mereka berhenti karena Baby Taqy menangis.


oek oek


Kevin segera mendekat dan mengambil bayinya dengan pelan lalu memberikan kepada istrinya.


"Uhh anak mommy haus yah nak" ucap Adel


"Lo pergi sana jangan liat istri gue lagi mau nyusuin anak gue" usir Kevin pada Rudi.


Rudi segera pergi dan akhirnya Adel dengan tenang membuka kancing atasnya dan menyusui Baby Taqy.


“Aku yang hamil tapi wajahnya mirip kamu mas” kesal Adel saat menyusui bayinya saat ini


“Yayaya dong gen ku kan kuat” bisik Kevin


“Ihh ngomong apa sih” kesal Adel lalu mencubit perut suaminya.


“Aww sakit sayang” mengusap perutnya


“Biarin salah siapa mesum” lirih Adel


“Kan cuma ke kamu doang sayang” genit Kevin lalu memeluk kedua kesayangannya itu.


Adel dan Kevin sama-sama melihat Baby Taqy meminum asi dengan mata terpejam.


“Terimakasih ya sayang, selama ini kamu selalu sabar menghadapi aku. Kamu selalu merawatku, kamu selalu sayang sama aku. Makasih sudah mau melahirkan anak-anakku. Aku cinta kamu istriku, aku cinta kamu mommy dari anak-anakku. Jangan tinggalkan aku sayang. I love youu” ujar tulus Kevin.


Adel sudah berkaca-kaca.


“Sama-sama cinta. Aku juga terimakasih karena kamu sudah jadi suami yang baik sama aku. Kamu sudah mau nerima aku sebagai istrimu. Kamu sudah mau menjagaku. Jadilah Daddy yang baik untuk anak kita. Jadilah suami yang bertanggung jawab untukku. Sayangi Aku dan anak-anak kita sayang. I love you too” tulus Adel


Lalu keduanya saling berciuman dengan perasaan cintah yang membuncah dan bahagia yang tiada tara.


TAMAT


---*---


Mau extra part gak?


Komen dibawah kalau mau nanti aku kasih extra part deh. yuhuuu ditunggu komennya

__ADS_1


__ADS_2