
Sudah 3 hari Kevin dan Adel menikmati bulan madunya. Untuk mereka pasti akan merasakan senang karena bisa berduaan dan menghabiskan waktu bersama.
Tapi disisi lain ada satu orang yang dipersulit untuk mengerjakan semua tugas kantor. Ya satu orang itu adalah Rudi.
Sejak Kevin menikah dan bulan madu, semua tugas nya dikerjakan dan digantikan oleh Rudi. Rudi yang termasuk tangan kanan dan sahabat dari Kevin sudah dipercayai oleh keluarga Kevin untuk membantu dan mengurus semua pekerjaan Kevin ketika Kevin tidak bisa ke kantor.
Pekerjaan semakin menumpuk, karena banyak berkas yang meminta tanda tangan Kevin. Tetapi Rudi tak kehilangan akal. Ia memiliki duplikat tanda tangan Kevin. Hanya tinggal mengirim berkas dan laporan yang akan ditanda tangani lalu disetujui oleh Kevin.
Sejujurnya Rudi juga lelah, tapi ia juga bahagia melihat sahabatnya begitu senang akan pernikahan dan perjalanan honeymoon ini. Rudi hanya berharap semoga dengan perjalanan honeymoon ini bisa membuat keduanya semakin erat dan semakin harmonis.
Hingga pada suatu siang...
Mobil Rudi membelah jalanan yang terlalu padat, karena memang jam makan siang jadi suasana jalan mulai padat. Rudi melajukan mobilnya secara perlahan. Hingga kedua matanya tak sengaja melihat seorang wanita yang tidak asing dimatanya.
Wanita itu sedang berjalan sendirian di trotoar. Rudi yang melihat dari dalam mobil akhirnya mencari tempat parkir untuk berhenti. Setelah memberhentikan mobilnya, ia langsung berjalan ke arah wanita itu. Ya wanita itu yang tak lain adalah Meli.
“Hey lu napa” seru Rudi dengan raut wajah datar dan menepuk pundak Meli
Meli yang merasakan tepukan dari seseorang akhirnya mendongakkan kepalanya dan seketika kedua manik matanya membesar ketika melihat seseorang yang sangat menyebalkan berada didepannya. Buru-buru ia menghapus air mata yang sedari tadi jatuh di pipinya.
Rudi yang melihat kondisi mata Meli sembab akhirnya menjadi penasaran. Tapi jangan ditanya Rudi paling bisa menyembunyikan raut wajahnya hingga hanya terlihat kedataran saja.
“Kenapa mata lo sembab, abis nangis ya lo?” tanya Rudi
“Mau gue nangis atau seneng bukan urusan lo” seru Meli sambil beranjak dari tempatnya.
Tapi sebelum ia beranjak tangannya sudah dicekal oleh tangan kokoh Rudi, seketika Meli membalikkan badannya menghadap Rudi. Dan segera menepis secara kasar tangan Rudi.
“Jangan pernah sentuh tangan gue” ketus Meli
“Begini nih yang gue suka sama lo kalau pas wajah lo jutek” gumam Rudi dalam hati.
“Emangnya kenapa?” tanya sinis Rudi
“Gue males mau dipegang sama lo, dan gue gak punya kepentingan sama lo” ujar Adel
“Lo, arggg” serus Rudi dengan menghembuskan nafas secara kasar.
“Sana lo pergi” usir Meli
Rudi yang mendapatkan usiran dari Meli menjadi geram. Akhirnya ia menarik kasar tangan Meli dan memaksa masuk kedalam mobilnya. Meli yang merasa sakit akan tarikan kasar Rudi pun meronta-ronta.
“Sakit, lepasin” terika Meli dengan mengibas-ngibaskan tangannya agar terlepas dari Rudi.
Tapi bukannya terlepas malah makin erat Rudi menarik tangan Meli. Meli hanya meringis dan tetap mencoba melepas tangannya.
__ADS_1
“Lo kalau gak bisa diem dan nurut gue cium lo disini” bentak Rudi
Deg
Dag dig dug dag dig dug
Jantung Meli menjadi tak karuan. Matanya melebar dan bibirnya melongo. Ia kaget dengan bentakan Rudi. Ia hanya bisa pasrah dengan tarikan Rudi. Dan akhirnya sampailah dirinya didalam mobil Rudi.
Rudi langsung berjalan ke dudukan kemudi dan melajukan mobilnya kembali. Sesekali Rudi mencuri pandang pada Meli.
Berbeda dengan Meli, Meli hanya menatap kosong ke arah jalan. Ia memiliki masalah dengan uang kos-kosannya dan sekarang harus bersama pria menyebalkan menurutnya. Hingga tak terasa bulir air mata menetes kembali. Tapi cepat-cepat Meli hapus air mata nya dengan kasar. Itu semua tidak terlepas dari pandangan Rudi.
Rudi yang melihat pun makin penasaran. Karena baru kali ini ia tidak mendapatkan amukan, kejutekan dan kegarangan serta kecerewetan Meli. Rudi yang merasa didiamkan Meli pun menjadi bingung.
“Sialan, gue bawa dia kemana. Ini juga tangan kenapa reflek terus pas ada tu cewek sih” gerutu Rudi dalam hati.
Meli yang manatap kearah jalanan menjadi bingung ,karena ini bukan jalan ia pulang.
“Lo mau bawa gue kemana” ketus Meli dengan menatap kearah Rudi yang sedang mengemudi.
“Ke kantornya Kevin” jawab santai Rudi tanpa melihat Meli
“Apa!! Buat apa lo bawa gue kesana. Turunin gue disini biar gue pulang” seru Meli.
“Udah diem, tinggal ikut aja napa tu mulut kagak bisa diem hah” bentak Rudi
“Astaga ni orang ya emang, kagak ada baik-baiknya sama sekali” gerutu Meli dalam hati
Meli hanya diam saja tak menolak. Karena memang ia tau bahwa perkataan Rudi tak pernah dibantah. Ia hanya bisa pasrah ketika Rudi mengajaknya. Pikiran Meli sudah lelah dengan keadaan kos-kosannya. Terngiang tetap perkataan Ibu kos.
Flash back on
“Mel, kamu masih ada tunggakan 2 bulan uang kos loh” ujar Ibu Kos
“Iya bu, Meli usahain secepatnya bakalan lunasin” seru Meli
“Segera bayar semua Mel, baru kali ini kamu nunggak-nunggak” ucap Ibu Kos dengan berjalan pergi dari tempat Meli
Flash back Off
“Ya tuhan dapet darimana aku uang, apalagi mama kenapa gak ngirim uang kos ke aku” gumam Meli dalam hati.
“Apa gue nyari kerjaan yah, tapi dimana?” sambung Meli dalam hati.
Hingga tanpa ia sadari mobil yang mereka tumpangi sudah berada di depan perusahaan Kevin.
__ADS_1
Rudi akhirnya turun dan diikuti Meli. Meli menatap bangunan tinggi didepannya. Ia mendongakkan wajahnya untuk melihat tinggi bangunan didepannya.
“Astaga, perusahaan milik suaminya Adel ternyata gedhe banget” gumam Meli dalam hati. Hingga bunyi deheman seseorang menyadarkannya.
“Ehemm, udah natapnya. Buruan masuk” seru Rudi
Meli pun hanya mengangguk dan mengikuti Rudi dibelakangnya. Banyak pasang mata yang menatap curiga, heran dan aneh. Karena baru pertama kali ini asisten sekaligus tangan kanan Kevin membawa seorang wanita.
Rudi berjalan kearah lift diikuti Meli. Meli hanya bisa menundukkan wajahnya karena memang ia merasa kikuk. Entah kenapa badannya juga seperti magnet. Mengikuti dan menuruti perkataan Rudi.
Ting
Pintu lift terbuka.
Rudi keluar dari lift dan menuju ruangan Kevin diikuti Meli. Sesampainya didalam ruangan Kevin, Meli memilih duduk disofa dan Rudi menghampiri meja Kevin yang sudah banyak berkas.
“Astaga, pekerjaan ini tiada habisnya” ujar Rudi sambil memijat pelipisnya
Meli yang menatap Rudi merasa kasihan. Wajah tampan dingin yang kelelahan. Itulah yang ada di pikiran Meli.
“Galak sih, tapi kalau diem gitu tampan juga” gumam Meli sambil menatap wajah lelah Rudi
“Sialan apaan sih gue” gerutu Meli dalam hati sambil geleng-geleng kepala.
Rudi yang memijat pelipisnya pun menjadi teralihkan pandangannya karena melihat kepala Meli yang geleng-geleng.
“Lo napa geleng-geleng?” seru Rudi
“Gak kenapa-kenapa” jawab ketus Meli.
“Udah buruan, pas anter gue pulang” sambung Meli
“Hmmm” saut Rudi dengan deheman.
Hingga tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 5 sore. Rudi yang terlalu fokus mengetik laporan akhirnya hingga lupa dengan keberadaan Meli.
Setelah menutup Laptop, ia melihat Meli sudah tertidur di sofa ruangan Kevin. Perlahan Rudi mendekati sofa. Dan menyibakkan anak rambut Meli.
“Kalau diem gini kan cantik” gumam Rudi dalam hati
Rudi masih menatap lekat wajah teduh Meli yang tertidur. Ia menyentuh mata sembab Meli, bulu lentik Meli, hidung mancung dan bibir tipis Meli.
“Sempurna” gumam Rudi dalam hati.
--------*--------
__ADS_1
Minta VOTE nya dong yang banyak🤗 author usahain update tiap hari loh.
jangan lupa Like juga tiap episode yang author tulis yah😚