
Malam itu Adel sungguh sangat khawatir, bagaimana tidak khawatir. Seharian suaminya tidak memberi kabar apapun padanya. Bahkan untuk membuka pesan darinya saja tidak.
Jam dinakas sudah menunjukkan pukul 01.00 dini hari. Adel melirik ke arah jam tersebut.
“Astaga, mataku belum mengantuk dan aku tidak bisa tidur. Padahal sudah jam segini” lirih Adel
Ia hanya berguling ke kanan ke kiri sungguh matanya tidak bisa diajak berkompromi. Ia sungguh kalut dengan perasaan khawatir pada suaminya. Akhirnya Adel teringat bahwa Kevin kesana bersama Rudi. Ia mengambil ponselnya dan menghubungi Rudi.
Tut tut tut
Tut tut (sampai dering ke tiga baru diangkat)
“hallo” suara Rudi dari seberang
“Halo kak ini aku” saut Adel
“Adel, iya ada apa?” terdengar suara terkejut Rudi
“Mmmm Adel mau tanya? Mas Kevin sedang apa disana, apa dia sibuk?” tanya Adel
“Kenapa kamu tanya kepadaku, apa Kevin tidak mengabarimu?” tanya balik Rudi
“Tidak kak, Kevin sejak tadi pagi tidak mengabari hingga sekarang” suara serak tangis Adel terdengar
Rudi yang mendengar bahwa Kevin tidak mengabari Adel sangat geram.
“Bahkan kau bisa lupa mengabari istrimu dirumah hanya karena wanita yang dulu pernah meninggalkanmu” gumam Rudi dalam hati
“Kak Rudi apa masih disana? Kenapa diam” suara Adel memecahkan lamunan Rudi
“Mmm iya aku disini, baiklah aku akan liat dia dan nanti aku akan menyuruhnya untuk mengabarimu, kau istirahatlah sekarang” pinta Rudi
“Aku tidak bisa istirahat sebelum aku mendengar suara Mas Kevin” lirih Adel dengan terisak
“Baiklah aku sekarang akan ke Kevin, matikan dulu handphone yah” ucap Rudi
“Baiklah terimakasih kak” saut Adel
“iya samasama”
Dan Adel pun memutuskan sambungan telfon, Rudi menghembuskan nafasnya dengan kasar dan memijat keningnya. Ia begitu heran bagaimana bisa Kevin tidak mengabari istrinya dirumah sedangkan istrinya sedang menunggu kabarnya. Rudi melangkahkan kakinya ke dalam ruangan tempat Sheirin dirawat.
Ya karena peristiwa kesleo, Sheirin disuruh bermalam sehari dirumah sakit karena memang tekanan darah nya juga rendah.
Sesampai didalam ruangan, ia melihat Kevin yang sedang tertidur di sofa. Ia menghampiri dan menggerak-gerakkan badan Kevin.
“Vin Vin” lirih Rudi
“Vin bangun” Rudi tidak menyerah ia menggerak-gerakkan tubuh Kevin.
Kevin yang tengah tertidur pun langsung mengerjapkan matanya.
“Ada apa?” tanya Kevin kesal
“Aku yang seharusnya bertanya padamu, ada apa? Kenapa kau tidak mengabari istrimu dirumah. Apa kau tau dia barusan menelfon ku untuk bertanya tentang mu, lihat jam berapa sekarang, ia tidak bisa tidur karena menunggu kabarmu. Sedangkan kau disini sedang menunggu seseorang yang bakal dulu menyakitimu. Apa kau begitu bodoh” ucap Rudi dengan raut wajah kesal
Kevin hanya berdiam diri, karena ia juga baru teringat akan istrinya tersebut. Seharian ia hanya khawatir dengan Sheirin.
“Jangan kau katakan jika kau lupa pada istrimu hanya karena wanita itu, apa kau tidak ingat ketika kau bersedih dan sekarang bahagia kembali itu karena istrimu. Istrimu yang mengembalikan semua bahagiamu setelah beberapa tahun kau tersakiti. Dan sekarang karena masa lalumu datang kau meninggalkan sesuatu yang berharga untukmu. Ingatlah jangan sampai kau menyesal jika suatu saat nanti Adel akan meninggalkanmu” Sambung Rudi sambil pergi keluar ruangan.
Kevin yang mendengar perkataan Rudi pun akhirnya tersadar, seharusnya ia tidak seperti ini. Istrinya dirumah sedang menunggunya bahkan ia sangat mencintai Kevin dengan begitu sabar.
“Maafkan aku sayang, aku sampai lupa padamu. Padahal kau sangat berarti untukku. Dan benar kata Rudi kau sungguh berharga buatku. Kenapa aku bisa melupakan hanya karena wanita masa lalu ini datang kembali” gumam Kevin dalam hati.
__ADS_1
Akhirnya ia melangkahkan kakinya keluar dari ruangan dan merogoh ponselnya di saku celananya. Ia hendak melakukan panggilan telfon tapi ternyata batreinya lowbet.
“Shit , pakai lowbet segala” umpat Kevin kesal.
Akhirnya ia menghampiri Rudi yang tengah asik bermain ponsel didepan ruangan Sheirin.
“ehemmm” suara deheman Kevin.
Sontak Rudi yang mendengar pun mendongakkan kepalanya.
“Apa lagi vin?” tanya Rudi dengan nada yang masih kesal.
“Aku pinjam ponselmu boleh untuk menelfon Adel” lirih Kevin dengan menundukkan wajahnya.
Ia begitu malu pada sahabatnya tersebut, karena dia memang salah telah mengabaikan istrinya dan sampai-sampai Rudilah yang mengingatkan nya tentang istrinya tersebut.
“memangnya kenapa ponselmu?” tanya balik Rudi
“Ponsel ku lowbet” saut Kevin sambil menunjukkan ponselnya yang mati.
“(menghela nafas) ini cepatlah mengabarinya , ia pasti tidak akan tidur” ucap Rudi sambil memberikan ponselnya pada Kevin.
Kevin yang sudah meraih ponsel Rudi ia langsung menghubungi istrinya dan berjalan agak jauh dari Rudi.
Tut tut tut dan tersambung
“hallo kak Rudi bagaimana? Apa Kevin baik-baik saja? Apa dia marah kepadaku sampai dia tidak mengabariku?” tanya beruntun Adel
Kevin yang mendengar pertanyaan istrinya pun sungguh menyesal, ia yang bersalah tapi malah istrinya yang menganggap bahwa Kevin sedang marah kepadanya.
“Kenapa kau sungguh bodoh sayang, aku tidak marah kepadamu. Aku tadi lupa untuk mengabarimu” ujar Kevin pelan
“Ini mas Kevin, benar” saut Adel tak percaya
“alhamdulillah mas, mas baik-baik saja kan? Beneran baik?” tanya Adel
“Iya mas baik-baik saja, lalu kenapa kamu belum tidur?” tanya Balik Kevin
“mmm aku tidak bisa tidur mas, aku memikirkanmu” lirih Adel terisak
Kevin yang mendengar istrinya tidak tidur karena memikirkannya pun merasa sangat bersalah.
“bodohnya diriku, aku sudah diberikan wanita sempurna oleh Allah dan dia sangat peduli padaku. Malah aku membuatnya menangis dan seperti ini” gumam Kevin dalam hati
“aku tidak apa-apa sayang, tidurlah. Besok kau kuliah kan?” tanya Kevin
“Iya mas aku besok kuliah tapi jadwalnya siang jam 11 an” saut Adel
“Baiklah ayo sekarang kau tidur” perintah Kevin
“Tapi mas temenin aku” rengek Adel
“Bagaimana mas temani sayang. Mas lusa pulang kok” ucap Kevin
“ya mas temani sampek Adel tidur” ucap Adel
“Yang ini ponselnya Rudi loh” lirih Kevin
“astaga iya mas Adel lupa . Maaf “ ucap Adel
“sudah ayo tidur sekarang, mas temani sampai kau tidur” ucap Kevin
“ tidak usah mas, ini ponsel Rudi. Kembalikan gakpapa kok Adel tidur pasti” ucap Adel meyakinkan
__ADS_1
“bener ya kamu tidur sayang?” tanya kevin
“Iya sayang aku pasti tidur kok” ujar Adel
“Baiklah, maafkan aku juga ya sayang sudah mengabaikanmu satu hari ini” ucap Kevin penuh penyesalan.
Adel yang mendengarpun terasa curiga. Kenapa suara Kevin begitu menyesal padahal ia tidak mengabari kan karena pekerjaan kenapa harus semenyesal itu.
“Sudah gakpapa mas, mas kenapa seperti itu? Apa ada sesuatu yang mas tutupin?” tanya Adel penuh curiga.
Kevin yang mendengar pun menjadi bingung , ia mau menjelaskan atau tidak. Tapi ia tidak ingin mengatakan yang sejujurnya. Jika ia mengatakan pasti hati istrinya akan terluka.
“Tidak sayang tidak ada yang mas tutupin, mas seharian ini memang sibuk bekerja” kilah Kevin
“Hmm ya sudah mas gakpapa, aku akan tidur dulu yah” saut Adel
“iya sayang tidurlah. Selamat malam. Muachh” ucap Kevin
“Malam juga sayang muachh.”
Lalu keduanya pun mengakhiri telfon. Tetapi pikiran Adel masih bingung akan sikap suaminya tersebut. Jika ia tidak memberinya kabar karena bekerja kenapa harus meminta maaf sampai suaranya terdengar menyesal. Ia masih memikirkan apalagi seharian ini perasaan nya sungguh tidak enak pada suaminya.
“semoga saja ini cuma perasaan saja. Tidak akan terjadi apa-apa” gumam Adel dalam hati
Ia memaksakan dirinya agar bisa tertidur meski pikirannya masih memikirkan suaminya. Dan akhirnya Adel pun berhasil tertidur.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
. Untuk para readers mohon maaf yah, ada yang bilang kevin ini itu, mohon maaf emang author bikin seperti itu biar ada gregetnya ,kalau cerita nya isinya bucin aja kayaknya kurang seru. jadi harus ada greget nya biar pada geram, kesal dan senengnya juga. jadi gak lurus doang oke😚
.
dan tenang aja author juga anti pelakor kok jadinya entar pelakornya pasti aku hempas.
.
tapi ini masih awal dari semua konflik hehehe jadi ditunggu keseruan cerita selanjutnya yah.
.
**jangan lupa LIKE dan VOTE sebanyak-banyaknya yah..biar author makin semangat uploadnya🤗
__ADS_1
jangan lupa di favorit juga biar gak ketinggalan**.