
Adel selesai mandi dibantu oleh Kevin. Sekarang ia tinggal menunggu Dokter yang akan memeriksanya. Rasanya ia sudah sangat bosan berada dirumah sakit ini. Hanya tidur diam dan makan. Oh astaga seperti mayat hidup kata Adel, hanya diam tidur makan.
“Mas! Dokternya lama bener” gerutu Adel
“Sabar sayang, kenapa kamu buru-buru hmm?” tanya Kevin
“Aku ingin pulang. Bosenn” rengek Adel
“Iya sabar ya tunggu Dokter datang lalu nanti aku tanyakan” bujuk Kevin
Sejujurnya Kevin tau jika istrinya itu sudah sangat bosan berada dikamar rumah sakit ini. Meski VVIP tetapi memang paling nyaman adalah dirumahnya sendiri. Akan tetapi Kevin tak ingin egois dan membahayakan kondisi Adel jadi ia harus bertanya secara detail tentang kondisi Adel pada Dokter.
“Ayo makanlah sayang” rayu Kevin
“Gak mau pait” seru Adel
“Kalau kamu gak makan, gimana mau pulang” rayu Kevin
“Tapi aku gak mau makan itu mas, gak enak” sedih Adel dengan meneteskan air matanya
“Hey jangan menangis” Kevin merasa bersalah. “Baiklah aku tidak akan memaksamu sayang” sambung Kevin
“Terimakasih” ujar Adel dengan tersenyum manis
Ahh memang senyum ini yang membuatnya jatuh hati sampai dasar pada istrinya itu. Bagaimana tidak, dibalik sikap cuek dan ketusnya Adel terdapat jiwa yang hangat didalamnya dan hanya orang terdekat yang akan tau dan mengerti.
--*--
Dikampus
Sepanjang perjalanan ke kelasnya, Meli bercanda riang dengan Rey. Banyak pasang mata yang menatapnya tak suka karena memang Rey adalah mahasiswa tampan dikampusnya dan Meli juga memiliki wajah cantik ya meski tak secantik Adel.
“Kamu tadi diantar siapa Mel?” tanya Rey
“Sama asistennya suaminya Adel” saut Meli. “Kenapa?” tanya Meli
“Asisten?” tanya Rey dengan mencoba mengingat sesuatu. “Apa asistennya itu lelaki yang waktu itu menjemputmu?” seru Rey
“Ya kau benar, lelaki menyebalkan itu” ujar Meli
“Sudahlah lupakan yang penting dia tak ada disini” tutur Rey
Meli pun menganggukkan kepala lalu sampailah ia ke kelasnya. Ia segera mendudukkan dirinya di kursi kelas diikuti Rey duduk dikursi depan Meli.
“Loh. Bukannya kamu dikelas..” belum selesai Meli bicara, Rey telah memotongnya.
“Aku ingin menemanimu terlebih dahulu sampai bel masuk” Ucap Rey dengan senyuman manisnya.
“Baiklah. Yang pasti jangan aneh-aneh aku takut fans mu membully ku” seru Meli
__ADS_1
“Siap tuan putri” saut Rey dengan tersenyum.
--**--
Kembali kerumah sakit.
Beberapa menit kemudian Dokter datang dengan dua suster dibelakangnya.
“Selamat pagi Tuan dan Nyonya Raharja” sapa Dokter
“Pagi dokter” jawab Adel dengan tersenyum
“Baiklah mari Nyonya berbaring dulu biar saya cek” seru Bu Dokter dengan lembut
Adel pun menuruti ia berbaring dengan nyaman lalu mulai diperiksa oleh Dokter. Setelah selesai baru Dokter menjelaskan keadaan Adel.
“Keadaan Nyonya sudah membaik, boleh pulang hari ini. Dan keadaan perut nona juga sudah tidak sakit. Tetapi tolong banyak istirahat dulu dirumah yah jangan melakukan hal yang membuat anda kelelahan” tutur Dokter dengan tersenyum
“Baik Dokter” jawab Adel
“Mmm itu Dokter. Kalau boleh tau istri saya apa boleh hamil kembali dan kapan?” tanya Kevin dengan menahan malu
Sedangkan Adel wajahnya sudah merona malu karena ucapan suaminya itu.
“Nyonya Adel sudah boleh hamil lagi kok Tuan. Menunggu ia bersih dan siap dulu ya tuan baru boleh anda mencoba” goda Dokter dengan tersenyum.
“Syukurlah dok, keadaan rahim istri saya baik-baik saja kan?” tanya lanjut Kevin
“Baiklah. Terimakasih banyak ya Dokter” saut Kevin
Lalu Dokter pamit untuk keluar dan diikuti oleh kedua susternya setelah melepaskan infus ditangan Adel.
“Mas ini ya nanyanya aneh-aneh” ujar Adel dengan cemberut.
“Loh bukan seperti itu sayang. Itu penting untukku” seru Kevin
“Penting apa?” tanya Adel
“Ya penting sayang. Kalau mas sudah gak tahan mas kan bisa langsung nerkam kamu” goda Kevin
“Oh astaga ternyata tingkat kemesuman suamiku sudah bertambah banyak yah” goda balik Adel
“Itu kau tau sayang” seru Kevin
“Baiklah, ayo mas beresin semuanya terus kita pulang” ajak Adel
“Oke sayang. Ini sudah hampir beres” ujar Kevin dengan tangan cekatan membereskan pakaian istrinya. Hingga suara ponsel terdengar dan menghentikan pekerjaannya.
“Hallo” sapa Kevin setelah menjauh dari istrinya dan melihat nama Alex tertera pada panggilannya
__ADS_1
.......
“Lenyapkan keduanya” titah Kevin dengan suara dingin setelah menjauh dari istrinya.
.......
“Yakin. Cepat lenyapkan dan kubur mereka. Aku tidak ingin mereka mengganggu istriku kembali” seru Kevin
Tut
Kevin segera mematikan telfonnya dan mencoba menetralkan keadaan hatinya yang sempat marah.
“Aku tidak akan mengambil resiko lagi untuk keselamatan istriku. Siapapun yang merusak dan mengancam milikku. Berarti mereka menyerahkan nyawanya padaku” gumam Kevin dalam hati dengan sorot mata tajam.
Puk
“Mas” panggil Adel dengan menepuk pundak suaminya itu.
“Iya sayang” saut Kevin dengan lembut setelah ia menarik nafas dan menbuangnya.
“Telfon dari siapa?” tanya Adel
Ia menjadi bingung karena tumben sekali suaminya mengangkat telfon dijauhkan dari dirinya. Biasanya juga Kevin selalu mengangkatnya meski ada Adel disampingnya.
“Itu sayang..” ujar Kevin gelagapan
Mata Adel memicing.
“Jangan bilang kamu bermain api dibelakang aku” sarkas Adel
Kevin menelan ludah. Bagaimana ia menjelaskan sedangkan itu jauh dari pemikiran Kevin. Oh astaga ia menjaga istrinya saja harus bingung seperti ini.
“Ya tuhan sayang. Aku sendiri saja gak kesampaian mau selingkuh, punya kamu aja udah cukup kok udah kewalahan lagi” bujuk Kevin dengan memeluk pinggang ramping istrinya.
“Jangan mencoba merayuku” tepis tangan Kevin
“Aku gak ngerayu sayang. Aku telfon temen aku loh” ujar Kevin
“Temen siapa? Temen cowok apa cewek?” tanya Adel penuh selidik
“Cowok” saut cepat Kevin
Adel mencoba mencari kebenaran dari mata suaminya itu. Tetapi memang suaminya jujur bahwa yang ditelfon adalah lelaki. Akhirnya Adel mengalah dan mengangguk...
-------*-------
Minta VOTE nya dong, kan author udah semangat loh ini buat update tiap hari.
Jangan lupa like yah dan kasih komentar oke. biar author makin semangat.
__ADS_1
Dan Kunjungi karya Author yang baru judul Azzahra dan Azkiyah.Like yah dan Favorit. ceritanya bakal beda dari i