Jodoh Pilihan Mama

Jodoh Pilihan Mama
Mengungkapkan perasaan


__ADS_3

“Sekarang ayo kita beres-beres, kamu mau pindah nanti sore apa besok saja?” tanya Kevin


“Nanti sore saja mas yah, biar kita cepet pindah.” Rengek Adel


“Wahh kau mau cepat-cepat berduaan denganku hah.” Goda Kevin sambil memegang pinggang Adel


Blushhhh


“Bukan seperti itu mas, aku lusa sudah harus masuk kuliah.” Jawab Adel dengan wajah yang seperti tomat sambil memegang dada Kevin yang telanjang


“Kamu gak berniat ngebangunin macan tidur kan sayang.” Bisik Kevin pada telinga Adel


Adel langsung berhenti memegang dada Kevin dan menjauh.


“Tidak.” Ujar Adel sambil menjulurkan lidahnya keluar seperti anak kecil


“Awas saja ya.” Timpal Kevin


Adel pun langsung bergegas menyiapkan koper untuk membereskan pakaiannya dan pakaian suaminya. Sedangkan Kevin berganti pakaian karena sejak selesai mandi ia hanya menggoda Adel sampai hampir lupa bahwa dirinya masih memakai handuk.


“Mas apa kita membawa semua pakaian ini?” tanya Adel


“Sisakan sedikit saja pakaian kita disini, takutnya nanti kita disuruh menginap disini sama mama.” Jawab Kevin sambil ia mengeringkan rambut dengan handuknya.


Adel yang melihat Kevin mengeringkan rambutnya akhirnya menghampiri Kevin.


“Diamlah mas aku akan ambil hair dryer untukmu biar rambutmu cepat kering.” Ucap Adel sambil mengambil hair dryer lalu berjalan ke arah Kevin


Kevin pun sontak membalikkan badannya dan sesegera memeluk Adel dibagian perutnya. Kevin berhadapan dengan Adel tapi karena ia sambil duduk akhirnya kepalanya menempel pada perut Adel.


Adel kemudian mengerikan rambut suaminya sambil sesekali memberikan pijatan pada kepala suaminya tersebut. Kevin merasa nyaman dengan aktifitas istrinya tersebut dengan kepalanya yang ditempel pada perut Adel dan tangannya memeluk Adel. Adel yang merasakan geli akhirnya ia bergerak-gerak.


“Mas jangan begini aku geli.” Rengek Adel sambil bergerak-gerak


“Masak seperti ini kamu geli padahal aku nyaman disini.” Kata Kevin sambil mengeratkan pelukannya


Adel yang merasakan pelukan suaminya semakin erat ia hanya bisa diam dan sambil menggerakkan hair dryer dirambut suaminya. Ia membiarkan suaminya menempel manja pada dirinya. Dan hal tersebut membuat jantung keduanya berdetak cepat.


“Kau ketika sekarang bisa-bisanya berdetak seperti mau keluar ishh.” Cibir Adel dalam hati sambil melihat letak jantungnya


Sebenarnya Adel ingin bertanya kepada Kevin tentang perasaannya tapi ia takut. Ia takut cintanya bertepuk sebelah tangan. Tapi Adel mencoba menanyakannya sekarang.


“Mas aku boleh bertanya?” kata Adel pelan.


“Hmm tanyakan!” jawab Adel


“Kenapa kamu dulu menerima pernikahan ini mas?”tanya Adel sambil menghentikan gerakan tangannya dan mematikan hair dryer.


“Kamu kan tampan seharusnya gampangkan mencari seorang wanita cantik untuk kamu nikahi.” Adel terus bertanya dengan posisinya yang berpindah dan sekarang duduk disamping Kevin sambil menghadap Kevin


“Entahlah, dulu aku menikah memang karena demi mamaku. Menurutku pilihan orang tua tidak akan pernah salah.” Jawab Kevin sambil menatap Adel


“Tapi entah untuk sekarang aku memang nyaman bersamamu.” Ujar Kevin sambil melihat kedua manik mata Adel


“hmm begitu mas.” Saut Adel singkat

__ADS_1


“Kalau kamu bagaimana? Terus bagaimana ceritanya bisa ketemu mama dan mama berniat menjodohkan ku denganmu?” tanya Kevin beruntun.


“Kalau aku pertama memang gak mencintaimu mas dan juga aku belum kepikiran untuk menikah. Bagaimana aku memikirkan menikah sedangkan aku masih kuliah kan. Terus aku bertemu mama nya mas saat aku masih bekerja di restoran.” Ucap Adel menjelaskan


“Restoran?” tanya Kevin bingung


“Iya mas restoran, mas ingat yang waktu pertama kali kita bertemu. Nah aku bekerja disana mas dari situlah aku mengenal Mama Nora. Dulu pertama kali aku gak sengaja numpahin minuman ke baju mamamu mas terus aku kena omel sama bos aku. Tapi untungnya Mama Nora gak marah dan bantuin aku dari kemarahan si bos.” Jelas Adel


“Oh iya aku baru ingat, jadi begitu toh. Pantas saja mama dekat denganmu yah.” Ucap Kevin sambil mangguk-mangguk


“Iya mas, dari kejadian itu setiap kali Mama Nora ke restaurant dia meminta aku yang melayani.” Adel


“Terus bagaimana bisa kamu setuju untuk menerima perjodohan dari mama sayang? “ tanya Kevin


“Aku juga gaktau mas apalagi kita tau kita mau dijodohkan saja pas kita bertemu pertama kali. Tapi sesudah kita bertemu aku langsung cari berita tentangmu di media.” Ujar Adel sambil menunduk


“Berita apa?” tanya Kevin


“Berita soal sikap balok es mu, angkuhmu, sombong mu, galakmu terus sering gonta ganti pasangan. Ujar Adel tanpa melihat Kevin


“Dan kau percaya itu semua?” sinis Kevin


“Untuk yang balok es, angkuh, sombong ya itu benar. Tapi gonta ganti pasangan sepertinya tidak.” Ucap Adel sambil mengangkat kedua bahunya


“Kau ya awas aja.” Saut Kevin sambil memegang kedua tangan Adel dan siap menggelitiki badan Adel


“Hahaha ampun mas ampun jangan mas.” Mohon Adel


“Biar kamu rasain yah, seenaknya bilang suamimu balok es.” Sambil menggelitiki Adel


“Biarin biar tau rasa.” Kevin tetap dengan posisi tangannya menggelitiki Adel


“Ya sudah nanti malam mas tidur di luar aku ambil lagi perkataanku soal Kevin kecil.” Ancam adel


Sontak Kevin langsung menghentikan tangannya dan meraih pinggang Adel agar lebih dekat dengannya.


“Jangan gitu sayang, ancamanmu gak lucu.” Rayu manja Kevin


“Biarin, sudah puas menggelitiku.” Ketus Adel


“Ampun deh ampun.” Mohon Kevin dengan kedua tangannya didepan dada seperti orang memohon


“Aku maafin tapi mas harus jujur dengan pertanyaanku.” Saut Adel serius


“Iya aku jujur, tanyakan!” timpal Kevin dengan wajah lusuh


Bagaimana perasaan mas denganku?” tanya Adel sambil tangannya memegang kedua tangan Kevin dan matanya menatap kedua mata manik-manik Kevin


“Hmmmm.”


“Jawab mas! “ Adel


“Aku belum tau sayang, tapi ketika kamu dipandang oleh laki-laki lain aku sangat marah. Ketika aku bersamamu aku sangat nyaman sekali. Dan ketika aku lelah pun kau juga pasti akan datang untuk menghilangkan penatku. Ketika kamu dekat denganku jantungku juga berdebar sangat kencang.” Ucap Kevin sambil matanya melihat ke luar dengan tatapan kosong


“Berdebar? Kau jatuh cinta ya denganku.” Goda Adel sambil menaikkan salah satu alisnya sambil dengan tersenyum sinis

__ADS_1


“Kan kepedean jadinya.” Sungut Kevin


Adel yang melihat Kevin sebal pun tertawa. Hahahahaha


“Tapi aku juga merasakan itu mas.” Jawab adel serius


“Setiap kali bertemu denganmu dan didekatmu jantungku berdegub kencang. Dan ketika aku melihat sekretarismu memakai baju sependek itu didepanmu rasanya aku ingin menjambaknya. Aku tidak rela mata suamiku melihat tubuh wanita lain.” Jelas Adel sambil melihat Kevin


“Benarkah? Tapi aku tidak tertarik dengan sekretarisku. Untuk pakaian memang seperti itu dikantor sayang. Aku juga tidak melihat tubuhnya. Jika aku berbicara dengannya aku langsung menatap wajahnya.” Jawab Kevin membela


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


MOHON MAAF YAH AUTHOR KEMARIN GAK UPLOAD DIKARENAKAN SIBUK SAMA SI BAYIK KECIL JADINYA KETUNDA.


.


. DOAKAN AUTHOR BIAR BISA SEGERA LANJUTIN EPISODE INI YAH


.


.


DAN JANGAN LUPA **LIKE DAN KOMENT


BIAR AUTHOR TAU KURANG LEBIH NYA DARI CERITA AUTHOR INI YAH.


DAN JANGAN LUPA VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA BIAR AUTHOR MAKIN SEMANGAT.


OH IYA BIAR GAK KETINGGALKAN JANGAN LUPA KLIK FAVORIT BIAR LANJUT STAY EPISODE SELANJUTNYA


😊😊🤗**

__ADS_1


__ADS_2