Jodoh Pilihan Mama

Jodoh Pilihan Mama
Pelampiasan


__ADS_3

Dengan sekali hentakan selimut yang Luna pakai terlepas pada tubuhnya.


Sret


Selimut akhirnya jatuh kelantai, Luna yang merasa kedinginan akhirnya meraba-raba selimut yang tadi menutup tubuhnya. Bagaimana tidak dingin Luna memakai lingeria tipis karena ia sudah terbiasa tidur dengan memakai lingeria.


Glek


James menelan salivanya. Mungkin efek ia meminum dua gelas alkohol membuat hasratnya mudah naik.


“Eughhh” lenguh Luna dan memaksanya membuka mata karena selimut yang ia cari tidak ada


Matanya terbelalak kaget saat terbuka lebar ia tak menyangka ada lelaki yang ia sukai didepannya.


“James kau” ujar Luna sambil celingukan ke kanan dan kiri.


“Sejak kapan kau datang” seru Luna lalu mendudukkan dirinya dan meraih selimut yang sudah jatuh dilantai.


Tapi belum sempat ia meraihnya James sudah menidurkan tubuhnya dan menindihnya.


“Kau mau apa James?” cicit Luna


“Puaskan aku sayang” desah James ditelinga Luna lirih dan menggigit telinganya.


Luna mendorong dada James hingga ia menatap wajah James. Terlihat mata James sudah tersulut hasrat dengan sentakan Luna menarik kerah baju James dan ********** secara kasar.


James pasrah dan menikmati perlakuan Luna. Ia malah membalas ******* Luna. James tidak melepas pagutannya tanpa memberikan jeda untuk Luna menghirup oksigen.


Luna segera melepas pagutan itu setelah pasokan oksigennya habis.


“Hah hah, kau gila ya James” gerutu Luna


“Kau sangat menggemaskan” seru James


Sebelum itu ia menarik tubuhnya dan mendudukkan kembali dirinya untuk menikmati minumannya. James menghabisnya 1 botol alkohol dan ia membuka 1 botol lagi dan meminumnya.


Kepalanya mulai pusing dan sakit, ia menatap wanita cantik di ranjangnya dan yang terlihat wajah manis Aqila.


Dengan berjalan sempoyongan James mendekati Luna. “Oh Aqila sayang, kau sangat seksi” ujar James


Tanpa aba-aba ia ******* kasar bibir Luna.


Sedangkan Luna ia mematung. Apa tadi yang ia dengar. Aqila?


Deg


Jadi James beranggapan bahwa ia adalah Aqila bukan Luna.


Tes

__ADS_1


Luna meneteskan air matanya tanpa memperdulikan James yang sudah mengecupi lehernya. Mungkin sekarang lehernya dipenuhi tanda merah James. James yang merasa wanita yang ia anggap Aqila diam akhirnya mendongakkan kepalanya.


“Ada apa sayang? Kenapa kau diam saja?” tanya James


“Ehh kau menangis, cup cup cup” seru James lalu menghujani ciuman diwajah Luna


“Jangan menangis kau akan kubuat bahagia sayang” seru James


Lalu ia memenjara tubuh Luna kembali, ia mulai menjamah semua bagian tubuh Luna dan akhirnya penyatuan kembali terjadi.


Suara erangan dan desahan memenuhi seisi kamar tersebut. Tetapi dengan hati yang sakit dihati Luna. Bahwa ternyata ia hanya menjadi pelampiasan James saja.


--*--


Dirumah Kevin


Aqila tetap mondar mandir dikamarnya, ia merasa dirinya begitu khawatir dengan kondisi James. Ia juga lupa tidak memiliki nomer handphone James. Akhirnya dengan segala keberanian ia berjalan menuju kamar kakak dan kakak iparnya.


Tok tok tok


Masih tak ada balasan


Tok tok tok


Ceklek


Terlihat Adel berpakaian acak-acakan membuka pintu.


Adel memperhatikan bahwa wajah sang adik begitu khawatir. Adel lalu memegang tangan sang adik dan membawanya kepelukannya.


“Bicaralah Qila, ada apa?” seru Adel dengan mengusap punggung Aqila


Aqilah masih ragu tetapi untuk segera menepis kekhawatirannya ia mencoba menyakinkan dirinya.


“Apa boleh aku minta nomer kak James pada Kak Kevin?” tanya Aqila sambil menunduk


Adel mengulum senyuman, ia tau pasti sang adik sangat khawatir pada lelaki tersebut. Dengan segera Adel mengajak Aqila masuk setelah berpamitan pada suaminya.


“Ini dek?” seru Kevin dengan menyodorkan ponselnya yang sudah menunjukkan nomor lelaki yang ia cari.


“Terimakasih kak” saut Aqila setelah ia berhasil mencatat nomer ponsel lelaki itu.


“Apa kamu mau aku menelfon James untukmu?” tanya Kevin


Aqila menimbang. Mungkin jika dibantu kak Kevin, ia tidak perlu merasa malu batinnya. Dengan cepat ia menganggukkan kepalanya.


“Baiklah sebentar” Kevin mulai menekan tombol panggilan


Tut tut tut

__ADS_1


Bunyi telfon yang tersambung terdengar. Tetapi sampai panggilan ke 5 kali tidak ada yang mengangkatnya. Sampai Kevin pun mengumpati sang pemilik ponsel


“Sudah gakpapa Kak, biar nanti Aqila saja” ujar Aqila dengan rasa putus asa.


“Ya sudah Aqila sekarang istirahat saja. Nanti Kakak bakal hubungin dia lagi” jawab Kevin


Aqila mengangguk lalu ia keluar dari kamar sang kakak, berjalan gontai menuju kamarnya. Hari sudah malam ia langsung merebahkan dirinya dan memejamkan matanya. Ia ingin sejenak melupakan kejadian hari ini yang menimpanya. Dan besok ia akan menjadi Aqila seperti sebelumnya.


--**--


Kembali dikamar Kevin


“Sayang?” panggil Kevin


“Hmm” jawab Adel


“Bagaimana kau bisa membuat adikmu memikirkan James” seru Kevin


“Aku tidak melakukan apa-apa aku hanya menasehatinya bahwa seharusnya kita tidak boleh melarang seseorang untuk mencintai kita. Karena itu hak mereka kan bukan hak kita” ujar Adel menjelaskan


“Ohh, tapi umur mereka terpaut jauh sayang” seru Kevin.


“Beda 10 tahunan sayang, sekarang James umur 25 loh” seru Adel


“Iya juga sih, tapi 10 tahun itu jauh” ketus Kevin


“Kenapa kau marah?” tanya Adel


“Aku tidak ingin adikku terjebak dengan James. Ia lelaki tak baik sayang” ujar pelan Kevin sambil mengusap rambut sang istri.


Adel mendongak. “Gak baik gimana sayang?” tanya penasaran Adel


Kevin masih terdiam, sejujurnya ia memang tidak merestui jika adik iparnya berhubungan dengan James. Ia tau kehidupan lelaki itu, ia sungguh tidak cocok untuk adik iparnya.


“Mas” Adel memukul pelan dada suaminya ketika mendapati sang suami melamun.


“Iya sayang” jawab Kevin.


“Kenapa diam, jawab mas” seru Adel


“James itu sering bermain dengan banyak wanita di club sayang, ia pemabuk, casanova dan pembunuh” seru Kevin


Adel terbelalak kaget, jantungnya berdebar kencang. Apa ia tidak salah dengar, lelaki yang mencintai sang adik adalah lelaki seperti itu. Adel mulai khawatir dengan sang adik, ia tak habis pikir jika James adalah lelaki seperti itu. Padahal selama ia kenal James lelaki yang baik. Ternyata dibalik rasa baiknya ada sikap buruk besar.


----***----


Minta VOTE nya dong, kan author udah semangat loh ini buat update tiap hari.


Jangan lupa like yah dan kasih komentar oke. biar author makin semangat.

__ADS_1


Dan Kunjungi karya Author yang baru judul Azkiyah Dan Azzahra . Like yah dan Favorit. ceritanya bakal beda dari cerita author yang lain.


__ADS_2