
Di gedung pernikahan sepasang pengantin baru itu menebar senyum bahagia pada tamu yang hadir. Sudah tidak akan ada yang memisahkan mereka kecuali maut.
Mulai detik ini hidup rumah tangga mereka akan dimulai. Rudi dan Meli akan mulai menapaki sepak terjal rumah tangga.
Menikah bukan akhir semuanya tetapi menikah adalah awal dari semuanya. Hidup dengan orang asing ,hidup dengan orang yang berbeda sifat. Hidup dan tinggal bersama untuk mulai belajar sifat satu dengan yang lain. Itulah awal mulai dunia setelah pernikahan.
Kembali pada sepasang pengantin. Waktu menunjukkan pukul 20.00 tamu undangan sudah mulai meninggalkan gedung. Rudi dan Meli pun menghampiri keluarga untuk ikut makan dan beristirahat.
“Kalian tinggal dihotel kan?” tanya Mama Meli
“Iya ma” saut Rudi
Setelah menghabiskan makan malamnya, kedua pengantin itu beranjak menuju hotel yang sudah dipesan oleh Kevin. Hotel ini adalah salah satu kado dari Kevin dan Adel.
Meli menempelkan kartunya pada pintu dan akhirnya terbukalah pintunya.
Rudi perlahan menghidupkan saklar lampu tiba-tiba. Mulit Meli menganga lebar ia tak menyangka kamar hotel itu sangat indah. Banyak taburan mawar putih di lantai dan ranjang. Semakin memasuki kamar itu dan semakin terlihat jelas keindahan sekaligus wangi semerbak didalam kamar.
“Wangi banget ya mas” ucap Meli dengan mendudukkan dirinya.
Rudi sendiri ia hanya melihat sang istri. Wajah sang istri yang lelah kenapa sangat terlihat seksi dimata Rudi. Rudi sampai tak berkedip menatap sang istri yang sedang duduk diatas ranjang.
“Mas” panggil Meli untuk kesekian kalinya.
Rudi tersentak ia langsung menatap sang istri. Terlihat wajah sang istri cemberut.
“Maaf sayang maaf mas gak denger” bujuk Rudi menghampiri Meli
“Mas lagi ngelamunin apa sih?” gerutu Meli
“Mas cuma ngelamunin kamu sayang”
“Cehh gombal” seru Meli dengn tertawa renyah
“Loh serius sayang” lirih Rudi
“Ya aku dua rius”
“Lah malah bercanda sini aku gelitikin” Rudi menyerang Meli dibagian perut dan pinggang.
Meli menggeliat dan berteriak hingga matanya berair karena gelitikan dari sang suami.
“Haha ampun mas ampun sakit mas hahaha” ujar Meli dengan tertawa
__ADS_1
“Biarin kamu yah” Rudi tetap menggeletiki
“Ampun mas ampun udah hahaaha”
Akhirnya Rudi melepaskan dan mereka berdua tertidur diatas ranjang dengan masih berpakaian pengantin.
Hening
Hening
“Mas sana mandi?” akhirnya suara Meli memecahkan keheningan
“Bentar sayang mas masih capek” lirih Rudi
“Ya sudah aku aja yang mandi dulu”
Meli duduk lalu ia berdiri didepan cermin. Sebelum itu ia mengambil tas kosmetiknya yang sudah disiapkan diatas sofa.
Mulai membersihkan make upnya dan ia mulai menggapai resleting gaunnya tapi tangan Meli tak sampai.
Meli mendekat ke arah suaminya. “Mas mas” menggoyangkan tubuh Rudi
“Iya sayang” saut Rudi lalu ia duduk
“Kemari” Rudi membantu lalu menurunkan resleting sang istri.
Glek
Punggung Meli yang mulus dan harum tubuh Meli membuat tubuh Rudi menegang. Ia sudah tak tahan untuk menyentuh punggung polos sang istri.
Mulai mengusap perlahan dan tubuh Meli pun juga tegang. Ia bergetar merasakan gelenyar aneh saat sang suami mengusap punggungnya.
Rudi mulai berani ia mendekat dan mencium punggung polos sang istri.
“Mas ah***” akhirnya lolos desah** Meli ketika suaminya mengec*** punggungnya.
Rudi mulai tak bisa menahan hasr*tnya ia membalikkan tubuh sang istri. Dan segera mel**** bibir ranum sang istri yang sangat menggoda.
Perlahan Meli kehabisan nafas ia segera melepas ciu*an sang suami.
“Mas pelan-pelan” lirih Meli
Rudi tak menggubris ia kembali memenjara bibir se*si sang istri hingga akhirnya Meli bisa mengimbangi gerakan bibir sang suami. Setelah merasa puas akhirnya Rudi turun ke leher jenjang sang istri. Tangannya sudah ia gunakan untuk melepas gaun pengantin sang istri. Dan terpampanglah pertunjukkan yang selama ini ia tak pernah lihat.
__ADS_1
Tubuh se*si sang istri dan gundukan sint*** sang istri yang masih dibalut oleh kain membuat Rudi menegang. Ia sudah tak bisa menahannya kembali.
Rudi segera melu*at bibir sang istri lagi dan mendorong tubuh sang istri ke ranjang perlahan. Perlahan namun pasti Rudi sudah berada diatas sang istri.
Melepas cium** dan menatap sang istri dengan gair*** kabut yang sudah memuncak.
“Mas sangat menginginkan mu sayang” bisik Rudi ditelinga sang istri.
“Aku juga menginginkanmu mas” lirih Meli dengan menggigit pundak sang suami.
Segera Rudi kembali memenjara bib** ranum sang istri setelah puas ia menjelajahi leher se**i sang istri. Meninggalkan jejak cinta ditubuh Meli. Hingga akhirnya turun di segitiga bermuda.
Perlahan Rudi membuka dan terpampang surga dun** yang selalu Meli jaga. Rudi dengan segera memakan habis surga dun** itu.
“Mas ah*** pelan mas” des** Meli
Rudi tak menggubris ia terus melum** sampai Meli mendapat berkali-kali pelepasan. Hingga Rudi sudah tak bisa menahan. Dia melepas semua pakaiannya dan mulai memposisikan agar beni*nya tertanam baik dilahannya.
Dan malam itu terjadilah pergulatan panas di ranjang. Berkali-kali Rudi memenjara tubuh sang istri hingga Meli kelelahan tetapi ia juga bahagia karena suaminya lah yang menjadi pria satu-satunya untuknya.
Kamar yang indah menjadi saksi bisu erangan dan desahan dua sejoli yang dimabuk cinta dalam ikatan halal.
Menjelang subuh barulah Rudi melepaskan tubuh sang istri. Mendekap sang istri dengan nafas yang masih tersenggal
“Makasih sayang sudah menjaga ladang mas dengan baik” ujar Rudi
Meli tak menjawab ia sudah kelelahan ia hanya bisa memeluk sang suami sampai tertidur. Rudi pun ikut terbaring lemas dan saling berpelukan.
--*--
Udah stop jangan diterusin ngebayangin aja sendiri yah. Jangan nyuruh author jabarin author gak mahir begituan jadi kalian angan-angan sendiri aja hahaha.
Yang jomblo cuma bisa gigit jari aja yah sama doa biar Allah ngasih jodoh segera.
Yang udah nikah peluk suami sama istri kalian yah. Kan udah halal hehehe.
Kalau ada yang gak puas dipart ini maaf yah, karena author juga gak mau ambil resiko kena hapus dari NT. Jadi untuk part begituannya sampek segitu aja. Itu udah cukup lo hehe.
Jangan lupa ini detik-detik tamat hehehe. Author juga berusaha melepaskan Abang Kevin sama Adel. Takut gak bisa move on dari novel ini ane.
Maklum novel pertama author ini jadi sayang banget sama ini novel. Meski tulisannya masih berantakan tapi author sangat sayang karena hasil pertama adalah buah sayang awal untuk mencapai kesuksesan.
Terimakasih untuk readers yang masih setia nemenin author sampai detik ini sampai episode ini.
__ADS_1
Tunggu kelanjutan cerita author yah. JANGAN LUPA LIKE DAN VOTE NYA YAH!!